Warta Paroki 23 July 2017

WARTA PAROKI
23 Juli 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Selasa,   25 Juli   :  Pesta St. Yakobus, Rasul.
    Rabu,      26 Juli   :  Peringatan St. Yoakim & St. Ana, orangtua Santa Perawan Maria.
    Sabtu,     29 Juli   :  Peringatan St. Marta, Maria dan Lazarus, sahabat Tuhan.
  1. Penyegaran Janji Perkawinan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juli, pukul 17.30.
    Seluruh pasutri yang menikah di bulan Juni dan Juli diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
    Diharap hadir pukul 17.00 dan WAJIB daftar ulang di hari H pada petugas di depan gereja.
  1. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  2. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi Putra Putri Altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
  3. Timja PSE akan mengadakan bazaar produk-produk UKM Paroki :
    Hari / tgl :  Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul     :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl   : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul     :  06.00 WIB – selesai
    Tempat :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.
    CP à bp. Sayogo 081.390.186.750
    Tempat terbatas.
  4. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl :  Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul     :  18.30 WIB
    Tempat :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp. Misri     0815.7581.0002
    Bp. Daniel   0819.0167.7678
    Ibu Anna     0815.8059.000
  5. Panitia KEP ke-5 masih menerima pendaftaran peserta.
    Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran  Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke
    – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  6. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678, Ekha 081325601700, Hartono 08157733300

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman II

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali.
  1. Angelia Rosari dan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  2. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo
  3. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BENIH YANG BAIK … BENIH LALANG.

Dari http://sabda.org/

Nas : Mat 13:24-25
Perumpamaan tentang gandum dan lalang ini menekankan bahwa Iblis akan menabur di samping mereka yang menaburkan Firman Allah.

“Ladang” melambangkan dunia, dan “benih yang baik” melambangkan orang percaya dalam Kerajaan Allah (ayat Mat 13:38).

1) Injil dan orang percaya yang sejati akan ditanam di seluruh dunia (ayat Mat 13:38). Iblis juga akan menanam para pengikutnya, “anak-anak si jahat” (ayat Mat 13:38), di antara umat Tuhan untuk meniadakan kebenaran Allah (ayat Mat 13:25,38-39).

2) Pekerjaan utama para pengikut Iblis di dalam Kerajaan Sorga yang kelihatan (yaitu gereja-gereja) adalah melemahkan kekuasaan Firman Allah (lih. Kej 3:4) serta memajukan ketidakbenaran dan ajaran yang palsu (bd. Kis 20:29-30; 2Tes 2:7,12).

Beberapa waktu kemudian Kristus berbicara tentang suatu usaha besar untuk menyesatkan umat-Nya, yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Kristen namun yang sesungguhnya ialah guru-guru palsu

3) Keadaan adanya para pengikut Iblis di antara umat Tuhan akan berakhir ketika Allah pada akhirnya membinasakan segala orang jahat pada akhir zaman (ayat Mat 13:38-43).

Perumpamaan lain yang menekankan keadaan campuran orang percaya dan orang tidak percaya ini, terdapat dalam Mat 22:11-14; 25:1-30; Luk 18:10-14;

BIARKANLAH KEDUANYA TUMBUH BERSAMA.

Nas : Mat 13:30
Mengenai pertumbuhan bersama para pengikut Kristus yang sejati dengan anak-anak si jahat yang menyamar sebagai orang percaya (ayat Mat 13:38; bd. 2Kor 11:13-15), ada tiga hal yang perlu diingat.

1) Sepanjang zaman Injil, kedua kelompok ini akan hidup berdampingan. Allah tidak akan memerintahkan para malaikat-Nya untuk membinasakan anak-anak si jahat ini sebelum akhir zaman (ayat Mat 13:30,38-41).

2) Perumpamaan di atas tidak bertentangan dengan petunjuk-petunjuk lain di Alkitab yang memerintahkan gereja untuk memberlakukan disiplin atas anggota jemaat yang berbuat dosa dan mengucilkan mereka yang tidak mau bertobat dan yang palsu dari persekutuan mereka. Bagaimanapun juga perlu diingat bahwa disiplin gerejani adalah pemecahan terbatas terhadap oknum-oknum yang jahat dalam kerajaan itu. Tuhan dan para malaikat-Nya akan mengadakan pemisahan yang akhir.

3) Orang percaya yang setia harus senantiasa waspada terhadap semua unsur dan oknum subversif yang ditempatkan Iblis di semua bagian dari pekerjaan Tuhan. Dalam banyak hal mereka akan kelihatan seperti anak-anak Allah yang sejati

Gandum dan Lalang

Tumbuhan yang dipakai dalam perumpamaan ini adalah “gandum”, umumnya Triticum aestivum, dan “lalang”, kemungkinan adalah Lolium temulentum. Lalang ini biasanya tumbuh di pertanahan yang sama dengan gandum dan dianggap sebagai rumput liar. Kedua tumbuhan ini sangat mirip sehingga di sejumlah tempat di dunia, lalang ini disebut sebagai “gandum palsu” (bahasa Inggris: “false wheat”; darnel).  Kemiripan kedua tumbuhan ini terutama di awal pertumbuhan dan mulai berbeda ketika bulir-bulir gandum muncul. Batang berbulir pada L. temulentum lebih kurus dari gandum. Warna gandum menjadi kecoklatan ketika ranum, sedangkan lalang menjadi berwarna hitam.

https://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan_lalang_di_antara_gandum

Catatan Nama Botani (botanical name)

Banyak yang mengira lalang adalah ilalang atau alang-alang. Namun alang-alang tidak berbiji seperti gandum.
Lalang atau dalam bahasa Inggris Tares adalah Lolium temulentum dalam nama botani nya.
Sedangkan nama botani alang-alang adalah Imperata cylindrica, yg bijinya berbulu dan diterbangkan angin

“Menjadi Gandum atau Lalang?”

Intisari Bacaan:

  1. Kebijaksaaan sejati ditemukan dalam pengampunan daripada dalam pembalasan ( Bac I – Kebijaksanaan )
  2. Doa yang mengalir deras keras keluar dari bibir, mungkin malah tidak menampakkan kerinduan hati  yang terdalam akan Allah ( Bac II – Roma )
  3. Ketika kita memberi  label  atau menilai  sesuatu  sebagai “gandum” atau “lalang”, jangan-jangan kita sedang bermain  sebagai Allah. ( Injil – Matius )

Pertanyaan untuk refleksi pribadi:

  1. Bagaimana reaksiku ketika melihat kejahatan di sekitarku? Bagaimana reaksiku ketika menyadari kejahatan dalam diriku sendiri? Reaksiku itu menunjukkan reaksi buruh-buruh pekerja ladang ataukah pemilik yang empunya ladang?
  2. Apakah tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah yang bisa aku lihat di masyarakat sekitarku dan di dalam hidupku?

3.         Gambaran Allah seperti apa yang muncul dalam bacaan Injil hari ini? Apakah gambaran Allah ini cocok dengan gambaran Allah menurutku?

Warta Paroki 16 July 2017

WARTA PAROKI
16 Juli 2017

  1. Katekese Persiapan Perkawinan akan diadakan hari Senin – Rabu, tanggal 17-19 Juli, pukul 17.30, di aula St. Athanasius.
  2. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki diadakan hari Selasa, 18 Juli, pukul 16.30, di aula St. Maria. Seluruh ibu diundang untuk hadir.
  3. Baptisan bayi akan dilaksanakan hari Minggu, 23 Juli, pukul 09.00, di gereja.
    Pembekalan bagi orangtua dan wali baptis diadakan hari Jum’at, 21 Juli, pukul 18.00, di ruang C.
  4. Penyegaran Janji Perkawinan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juli, pukul 17.30.
    Seluruh pasutri yang menikah di bulan Juni dan Juli diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  5. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki
  6. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi Putra Putri Altar, diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30,di depan Gereja.
  7. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,                  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  8. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke à  – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596 

9. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang :
– siswa klas VII XII   :                                          10 – 15 Juli 2017
– mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
CP à  Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Andreas Bangun Ari Hantoro dari lingkungan Telaga Bodas
    dengan
    Hana Dasiana Marawita dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.

Pengumuman I

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali
  2. Angelia Rosari dan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  3. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  1. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

 

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

JAM PELAYANAN SEKRETARIAT PAROKI

Per – 1  JULI  2017 

SENIN – MINGGU  (PAGI)   F   08.00 – 13.00 WIB

SENIN – JUMAT    (SORE)  F   17.00 – 19.00 WIB

SABTU & MINGGU               (SORE)      F                         18.00 – 20.00 WIB

 

 

 

Tuhan Tidak Mau Kita Menjadi Pribadi Yang Biasa-Biasa Saja Dia Mau Kita Menjadi Pribadi Yang Luar Biasa

PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH.

Nas : Mat 13:3

Dalam pasal Mat 13:1-58 terdapat perumpamaan-perumpamaan mengenai Kerajaan Sorga, yang mengisahkan akibat pemberitaan Injil dan kondisi rohani yang akan ada di bumi ini di kalangan anggota Kerajaan Sorga yang kelihatan (yaitu gereja-gereja) hingga akhir zaman.

1) Dalam sebagian besar perumpamaan ini, Kristus mengajarkan bahwa di dalam kerajaan-Nya yang kelihatan itu akan ada baik dan jahat sepanjang zaman itu. Di antara orang-orang yang mengaku pengikut-Nya akan ada kompromi dan keduniawian yang membawa kepada kemurtadan, namun akan ada juga ketaatan dan kesetiaan yang menuntun kepada hidup kekal. Pada akhir zaman ini orang fasik akan binasa (ayat Mat 13:41,49); “pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka” (ayat Mat 13:43).

2) Kristus menceritakan perumpamaan-perumpamaan ini untuk mengingatkan murid-murid-Nya yang sejati agar jangan terkejut bila melihat kejahatan di dalam lingkungan kerajaan. Ia juga mengajar mereka bagaimana mengalahkan pengaruh dan perlawanan Iblis dan para pengikutnya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan penyerahan sepenuhnya kepada Kristus (ayat Mat 13:44,46) dan mengabdikan hidup kepada kebenaran (ayat Mat 13:43; lihat pasal Wahy 2:1-3:22 mengenai contoh-contoh dari adanya kebaikan dan kejahatan di dalam gereja-gereja Kerajaan itu).3) Perumpamaan merupakan kisah dari kehidupan sehari-hari yang menceritakan dan menggambarkan kebenaran rohani tertentu. Keunikannya ialah bahwa ia menyatakan kebenaran kepada orang yang rohani sedangkan pada saat yang bersamaan menyembunyikan kebenaran itu dari orang yang tidak percaya (ayat Mat 13:11). Perumpamaan kadang-kadang dapat menuntut orang mengambil keputusan (mis. Luk 10:30-37)

Biji Jenmanii

Jenmanii adalah tanaman yang sepintas mirip talas. Para pecinta anturium berani membelinya dengan harga mahal. Biji Jenmanii yang siap disemai, umbi, bunga, dan kecambah hasil semaian bisa dijual ratusan ribu rupiah. Bila sudah besar, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Jenmanii memang memiliki tekstur dan hijau daun yang indah. Terkesan gagah, anggun, mewah, dan memendarkan keunggulan. Tanaman ini juga memiliki daya hidup yang sangat kuat. Dan inilah rahasianya; biji Jenmanii harus ditaruh di media tanam yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik.

Terkadang kita mungkin bertanya-tanya, mengapa tidak semua benih firman yang kita terima membuat kita bertumbuh menjadi orang kristiani yang “unggul dan berkelas” seperti Jenmanii? Padahal kita sudah beribadah di gereja yang baik, mendapat pelayanan terbaik, bahkan mungkin hadir dalam setiap Kebaktian Kebangunan Rohani! Namun, rasanya kerohanian kita biasa saja. Mengapa demikian? Kita menemukan jawabannya dalam perumpamaan Yesus tentang seorang penabur. Biji yang ditaburnya tidak akan bertumbuh bila tanah yang menerimanya kering di pinggir jalan (ayat 4,19), berbatu-batu (ayat 5,6,20,21) atau penuh semak berduri (ayat 7,22). Benih itu hanya akan tumbuh pada tanah yang baik (ayat 8,23).

Tuhan ingin kita bertumbuh menjadi pribadi unggul. Mulailah dengan langkah kecil, yakni dengan menerapkan firman yang kita terima tiap-tiap hari. Kita perlu menjaga hati agar selalu siap menerima firman, memahaminya, dan benar-benar melakukannya. Dengan demikian, kita pun sungguh-sungguh berbuah bagi-Nya! -AGS

Ilustrasi:http://alkitab.sabda.org

“Bertumbuh dan Berbuahlah!”

Bahan Refleksi Pribadi

  • Apa yang bisa dikatakan oleh perumpamaan ini tentang Gereja saat ini?
  • Menurutku pribadi, Gereja kita saat ini menjadi tanah seperti apa? Mengapa?
  • Sikap batin seperti apa yang semestinya kita miliki ketika mendengarkan Injil hari ini?
  • Menurut Anda , apakah bahaya yang mengancam pertumbuhan benih Kerajaan Allah pada jaman sekarang ini? Bagaimana sebaiknya kita mensikapinya?

Inspirasi Bacaan:

  • Meskipun lembut halus lunak seperti embun pagi, Sabda Tuhan akan selalu berbuah. ( Yesaya )
  • Hidup Baru dianugerahkan bagi orang orang yang beriman ( Roma )
  • Kita dapat belajar banyak dari petani yang sabar dan percaya, yang mencurahkan daya kekuatan dan harapannya bahwa di setiap musim dia akan mendapat panen. ( Matius )

Warta Paroki 11 Juni 2017

WARTA PAROKI
11 Juni 2017

 

  1. Perayaan Ekaristi Novena St. Maria Fatima V akan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juni 2017 pk. 17.30 di Kapel Seminari TOR Sanjaya, Jangli.
  2. Agenda persiapan terakhir Komuni Pertama 2017:
    Minggu, 11 Juni, pukul 07.00 – 15.30 :  Misa dan dilanjutkan dengan Rekoleksi Keluarga calon Komuni IOrangtua dan katekis WAJIB HADIR
    Pengumpulan Buku Tugas yang sudah direkomendasioleh katekis
    Batas penyerahan formulir dan Surat Baptis asli ke sekretariat paroki
    Selasa, 13 Juni, pukul 16.00 :
    Sakramen Tobat untuk seluruh calon Komuni I
    Jum’at, 16 Juni, pukul 18.00 :
    Gladi bersih  à orangtua WAJIB HADIR
    Minggu, 18 Juni, pukul 07.00 :
    Penerimaan Komuni Pertama Orangtua dan katekis WAJIB HADIR
  3. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki diadakan hari Selasa,20 Juni, pukul 16.30,  di aula St. Athanasius. Pokok bahasan : Perlindungan Perempuan dan Anak. Seluruh ibu diundang untuk hadir. Undangan dapat diambil di loker.
  4. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  5. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke
    – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  6. Akan diadakan Festival Film Puskat 2017 :
    Tema      :  Merawat Kebhinnekaan
    Kompetisi :  Film Pendek
    Kategori   :  1.  Dokumenter dan 2.  Film Cerita
    Peserta   :  Umum  –  Nasional
    Batas akhir pendaftaran       :        15 Juli 2017 (cap pos)
    Dikirim ke STUDIO AUDIO VISUAL PUSKAT
    Balai Budaya Sinduharjo
    Jl. Kaliurang km. 8,5 Jaban, Sinduharjo
    Ngaglik, Sleman – Yogyakarta 55581
    Telpon   : 0274 – 883539
    Email    : office@savpuskat.or.id
    Website : www.savpuskat.or.id
    Pengumuman pemenang     :  15 Agustus 2017
  7. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang : – siswa klas VII XII : 10 – 15 Juli 2017  – mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
    CP Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Vinsensius Priyo Wicaksono dari St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Florentina Validhita Fajarati dari Paroki St. Joannes Rasul – Delanggu.

Pengumuman II

  1. Stepani Ari Siswanti dari lingkungan St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Yulius Handaru Pradipta dari Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun – Jakarta Timur.

Pengumuman I

  1. Daniel Irwanto Wibowo dari lingkungan St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Irene Dian Chrisanti dari Paroki St. Joseph – Kepulauan Riau

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

“SATU ALLAH TIGA PRIBADI”

Bahan Refleksi Pribadi dari Bacaan Injil Hari ini:

  1. Dari teks Injil hari ini, manakah teks yang paling mengesan atau menyentuh hati anda?
  2. Adakah kata yang diulang-ulang dalam teks Injil hari ini? Apa itu?
  3. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang kasih Allah?
  4. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang Yesus?
  5. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang dunia?
  6. Injil hari ini memanggil / mendorong saya untuk melakukan apa?

Inspirasi Bacaan Hari ini:

  1. Karena kita orang berdosa, maka keselamatan kita sungguh tergantung dari belaskasih dan pengampunan Allah. (Bacaan pertama – Keluaran)
  2. Kerukunan jemaat dan masyarakat hanya dimungkinkan kalau Roh Kudus menjiwai  suara dari setiap anggotanya yang beragam. ( Bacaan kedua – Korintus )
  3. Kasih yang besar ditunjukkan dalam kemurahan hati  tanpa pamrih dan pemberian tanpa batas. ( Bacaan Injil – Yohanes )

Katekismus Gereja Katolik

  1. “Kami Percaya akan Satu Allah”
    200 Kredo Nisea-Konstantinopel mulai dengan kata-kata ini. Pengakuan akan keesaan Allah, yang berakar dalam wahyu ilahi Perjanjian Lama, tidak dapat dipisahkan dari pengakuan tentang adanya Allah dan dengan demikian sangat mendasar. Allah adalah Esa; ada hanya satu Allah. “Kepercayaan Kristen memegang teguh dan mengakui … bahwa Allah adalah Esa menurut kodrat, substansi, dan hakikat” (Catech.R. 1,2,2).
    201 Tuhan sebagai Yang Esa mewahyukan Dia kepada Israel, bangsa yang dipilih-Nya: “Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ul 6:4-5). Dengan perantaraan para nabi, Allah mengajak Israel dan semua bangsa supaya berpaling kepada-Nya, Allah yang satu-satunya: “Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain … semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan” (Yes 45:22-24)1.
    202 Yesus sendiri menegaskan bahwa Allah “adalah satu-satunya Tuhan” dan bahwa orang harus mencintai-Nya dengan sepenuh hatinya, dengan segenap jiwanya, dengan seluruh akalnya, dan dengan segala kekuatannya. Pada waktu yang sama Ia juga menyatakan bahwa Ia sendiri adalah “Tuhan”. Memang pengakuan bahwa “Yesus itu Tuhan” adalah kekhasan iman Kristen. Namun ia tidak bertentangan dengan iman akan Allah yang Esa. Juga iman akan Roh Kudus “yang adalah Tuhan dan membuat hidup”, tidak membawa perpecahan dalam Allah yang Esa: .
    “Kami percaya dengan teguh dan mengakui dengan jujur bahwa ada hanya satu Allah yang benar, kekal, tidak terbatas, dan tidak berubah, tidak dapat dimengerti, mahakuasa, dan tidak terkatakan yaitu Bapa, Putera, dan Roh Kudus: meskipun tiga Pribadi, tetap satu hakikat, substansi atau kodrat yang sama sekali tak tersusun [dari bagian-bagian]” (Konsili Lateran IV: DS 800).
  2. “Demi Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”
    232 Orang Kristen dibaptis atas “nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Sebelumnya mereka menjawab pertanyaan tiga ganda, apakah mereka percaya akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dengan: “Aku percaya”. “Inti iman semua orang Kristen adalah Allah Tritunggal” (Sesarius dari Arles, symb.).
    233 Orang Kristen dibaptis atas “nama” (tunggal) dan bukan atas “nama-nama” (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus, karma ada hanya satu Allah, Bapa yang mahakuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Mahakudus.
    234 Misteri Tritunggal Mahakudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Itulah misteri kehidupan batin ilahi, dasar pokok segala misteri iman yang lain dan cahaya yang meneranginya. Itulah yang paling mendasar dan hakiki dalam “hierarki kebenaran iman”. (DCG 43). “Seluruh sejarah keselamatan tidak lain dari sejarah jalan dan upaya, yang dengan perantaraannya Allah yang satu dan benar – Bapa, Putera, dan Roh Kudus – mewahyukan Diri, memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yang berbalik dari dosa, dan mempersatukan mereka dengan diri Nya” (DCG 47).
    235 Dalam bagian ini dijelaskan secara singkat, bagaimana misteri Tritunggal Mahakudus diwahyukan (II), bagaimana Gereja merumuskan ajaran iman tentang misteri ini (III) dan bagaimana Bapa melalui perutusan ilahi Putera-Nya dan Roh Kudus melaksanakan “keputusan-Nya yang berbelaskasihan” mengenai penciptaan, penebusan, dan pengudusan (IV).
    236 Bapa-bapa Gereja membedakan “teologi” dan “oikonomi”. Dengan istilah pertama mereka menandaskan kehidupan batin Allah Tritunggal; dengan yang kedua semua karya, yang dengannya Allah mewahyukan Diri dan menyampaikan kehidupan-Nya. Melalui “oikonomi” disingkapkan bagi kita “teologi”; tetapi sebaliknya “teologi” menerangi seluruh “oikonomi”. Karya Allah mewahyukan kepada kita kodrat batin-Nya, dan sebaliknya misteri kodrat batin-Nya itu membuat kita mengerti karya-Nya dengan lebih baik. Hubungan antar pribadi manusia mirip dengan itu: manusia menyatakan diri dalam perbuatannya, dan semakin baik kita mengenal seseorang, semakin baik lagi kita mengerti perbuatannya.
    237 Tritunggal adalah misteri iman dalam arti sesungguhnya, satu dari “rahasia-rahasia yang tersembunyi dalam Allah … yang kalau tidak diwahyukan oleh Allah, tidak dapat diketahui” (Konsili Vatikan 1: DS 3015). Dalam karya penciptaan-Nya dan dalam wahyu-Nya selama Perjanjian Lama, Allah memang meninggalkan jejak-jejak kodrat trinitaris-Nya itu. Tetapi kodrat-Nya yang terdalam sebagai Tritunggal Kudus merupakan satu rahasia, yang tidak dapat diterobos budi kita dan yang sebelum inkarnasi Putera Allah dan perutusan Roh Kudus, juga tidak dapat diterobos iman Israel.
    Pembentukan Dogma tentang Trinitas
    249 Kebenaran wahyu mengenai Tritunggal Mahakudus, sejak awal adalah dasar pokok iman Gereja yang hidup, terutama karena Pembaptisan. Ia terungkap dalam syahadat Pembaptisan yang dirumuskan dalam khotbah, katekese, dan doa Gereja. Rumusan-rumusan yang demikian itu sudah ada dalam tulisan-tulisan para Rasul, seperti salam yang diambil alih ke dalam perayaan Ekaristi: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2 Kor 13:13)2.
    250 Selama abad-abad pertama Gereja berusaha merumuskan iman Tritunggal dengan lebih rinci, untuk memperdalam pengertian iman dan untuk membelanya melawan ajaran yang menyesatkan. Itulah karya konsili-konsili pertama yang ditopang oleh karya teologis dari para bapa Gereja dan didukung oleh kesadaran iman umat Kristen.
    251 Untuk merumuskan dogma Tritunggal, Gereja harus mengembangkan terminologi yang tepat dengan bantuan istilah-istilah filsafat – “substansi”, “pribadi” atau “hupostasis”, “hubungan”. Dengan demikian ia tidak menaklukkan iman kepada kebijaksanaan manusiawi, tetapi memberi kepada istilah-istilah itu satu arti baru yang belum diketahui sebelumnya, sehingga mereka mampu mengungkapkan misteri yang tak terucapkan itu, yang “jauh melampaui segala sesuatu yang kita mengerti dengan cara manusiawi” (SPF 2).
    252 Gereja mempergunakan gagasan “substansi” (kadang-kadang diterjemahkan juga dengan “hakikat” atau “kodrat”) untuk menyatakan kodrat ilahi dalam kesatuannya; gagasan “pribadi” atau “hupostasis” untuk menyatakan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dalam perbedaan-Nya yang real satu dari yang lain; gagasan “hubungan” untuk mengatakan bahwa perbedaannya terletak dalam hubungan timbal balik antara ketiganya.
    Dogma tentang Tritunggal Mahakudus
    253 Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: “Tritunggal yang sehakikat” (Konsili Konstantinopel 1155: DS 421). Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: “Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat” (Sinode Toledo XI 675: DS 530). “Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi” (K. Lateran IV 1215: DS 804).
    254 Ketiga Pribadi ilahi berbeda secara real satu dengan yang lain. Allah yang satu bukanlah “seakan-akan sendirian” (Fides Damasi: DS 71). “Bapa”, “Putera”, “Roh Kudus”, bukanlah hanya nama-nama yang menyatakan cara-cara berada berbeda dari hakikat ilahi, karena mereka secara real berbeda satu dengan yang lain: “Bapa tidak sama dengan Putera, Putera tidak sama dengan Bapa, Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Putera” (Sin. Toledo XI 675: DS 530). Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah “Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan” (K. Lateran IV 1215: DS 804). Kesatuan ilahi bersifat tritunggal.
    255 Ketiga Pribadi ilahi berhubungan satu dengan yang lain. Karena perbedaan real antar Pribadi itu tidak membagi kesatuan ilahi, maka perbedaan itu hanya terdapat dalam hubungan timbal balik: “Dengan nama-nama pribadi, yang menyatakan satu hubungan, maka Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dihubungkan dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya: Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi, demikian iman kita” (Sin.Toledo XI 675: DS 528). Dalam mereka “segala-galanya… satu, sejauh tidak ada perlawanan seturut hubungan” (K. Firenze 1442: DS 1330). “Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera” (ibid., DS 1331).
    256 Santo Gregorius dari Nasiansa, yang dinamakan juga “sang teolog”, menyampaikan rumusan berikut tentang iman Tritunggal kepada para katekumen Konstantinopel:
    “Peliharalah terutama warisan yang baik ini, untuknya aku hidup dan berjuang, dengannya Aku mau mati dan yang menyanggupkan aku memikul segala kemalangan dan menolak segala hiburan: ialah pengakuan iman akan Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Aku mempercayakannya hari ini kepada kalian. Di dalam pengakuan itu aku akan mencelupkan kamu pada saat ini ke dalam air dan mengangkat kembali dari dalamnya. Aku memberikan pengakuan itu kepada kalian sebagai pendamping dan pengawal seluruh kehidupan kalian. Aku memberikan kepada kalian ke-Allah-an dan kekuasaan yang satu, yang sebagai satu berada dalam tiga dan mencakup Ketiga itu atas cara yang berbeda-beda. Satu ke-Allahan tanpa ketidaksamaan menurut substansi atau hakikat, tanpa derajat lebih tinggi yang meninggikan atau derajat lebih rendah yang merendahkan … Itulah kesamaan hakikat yang tidak terbatas dari Ketiga yang tidak terbatas. Allah seluruhnya, tiap-tiapnya dilihat dalam diri sendiri … Allah sebagai yang tiga dilihat bersama-sama … Baru saja aku mulai memikirkan kesatuan, muncullah sudah Tritunggal dalam kemegahan-Nya. Baru saja aku mulai memikirkan Tritungggal, langsung saya disilaukan kesatuan” (or. 40, 41).