Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AM

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.”(22 Desember 2014)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMDoa Pagi
Ya Bapa, berilah kepada kami, umat-Mu, hati tanpa beban serta penuh kegembiraan menyongsong kedatangan Putra-Mu, Pembebas sejati. Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Lukas (1:46-56)
Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Suatu kali, seorang isteri ditanya oleh suaminya, “Hal apa yang paling membuatmu bahagia dalam hidup ini?” Jawab sang isteri, “Ketika aku bisa melahirkan anak-anak kita ke dunia!” Mendengar jawaban tersebut, sang suami langsung memeluk isterinya dengan mesra. Jawaban sang isteri mungkin tampaknya sebuah jawaban yang mudah. Namun, kalau kita mengingat kesulitan dan beratnya seorang ibu ketika mengandung dan melahirkan anaknya, kita baru bisa menyadari bahwa jawaban di atas adalah sebuah jawaban yang luar biasa, yang keluar dari kebesaran hati seorang ibu. Dalam dunia medis dan ilmu psikologi, sikap penerimaan seorang ibu terhadap bayi yang dikandungnya, kelak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si bayi.
Injil hari ini berbicara tentang pujian Maria kepada Tuhan, yang biasa disebut Magnificat. Menarik sekali bahwa di dalam kata “magnificat” terkandung kata “magnus” yang artinya besar. Dengan demikian, pujian Maria ini adalah pujian besar atau pujian agung. Pujian agung ini keluar dari kebesaran hati Maria dalam menanggapi kehendak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Maria mengandung sebelum menikah dengan Yusuf; dan hukuman bagi wanita yang hamil di luar nikah pada zaman itu adalah hukuman mati dengan dilempari batu (dirajam). Oleh karena itu, kalau Maria mengungkapkan pujian yang begitu agung, tentu Maria memiliki kebesaran hati. Maria menerima karya Tuhan atas dirinya dengan besar hati. Bahkan, Maria berani menyebut karya Allah itu sebagai karya agung atas dirinya. Allah menjadi pusat dan tujuan hidup Maria. Hanya Allahlah yang membuat Maria bisa mengungkapkan pujiannya.
Sungguh suatu berkat dan bukan kebetulan, ketika kita merenungkan tentang pujian Maria, hari ini kita juga merayakan hari ibu. Mungkin peringatan hari ibu ini dimaksudkan untuk memberikan penghormatan khusus bagi para ibu yang telah bersedia dengan sepenuh hatinya melaksanakan kehendak Allah untuk melahirkan anak-anak yang Allah percayakan kepada mereka. Bersama Maria, para ibu diajak untuk juga mengungkapkan “magnificat” dan menerima kehendak Allah sebagai karya agung atas dirinya. Lebih dalam lagi, Tuhan ingin “melibatkan” para ibu dalam meneruskan karya agung-Nya di dunia ini.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com
gua natal

“Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”(21 Desember 2014)

gua natalDoa Pagi
Ya Allah, setiap hari kami menantikan kedatangan-Mu. Berilah kami kekuatan agar kami sungguh menghayati dengan benar harapan kami itu dalam tingkah laku kami sehari-hari. Semoga, kami selalu Kauteguhkan dalam mengharapkan keselamatan abadi yang telah Kaujanjikan dalam diri Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Lukas (1:26-38)
Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Hari ini adalah Minggu Adven terakhir yang kita rayakan bersama Gereja. Minggu-minggu sebelumnya Gereja menghadirkan tokoh besar yaitu Yohanes Pembaptis. Hari ini Gereja juga menghadirkan tokoh besar lain namun sekaligus seorang perempuan sederhana, yaitu Maria. Kedua tokoh ini sama-sama memiliki peran yang besar dalam menyongsong kelahiran Yesus, Sang Imanuel. Yohanes Pembaptis menyiapkan jalan pertobatan kepada orang Israel dan Maria menyiapkan rahim sucinya untuk mengandung dari Roh Kudus. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan yang berani mengambil risiko untuk Allah.
Dalam kisah Kitab Suci Yohanes Pembaptis dikisahkan mati dengan kepala terpenggal di tangan Herodes. Sedangkan Maria menyaksikan penderitaan Putranya hingga mati di salib. Hidup Yohanes Pembaptis dan Maria seluruhnya dipenuhi dengan risiko karena mengiyakan kehendak Allah. Dalam Luk 1:26-38 dikisahkan Maria menerima kabar dari malaikat. Kabar yang mengejutkan karena ia yang masih perawan akan mengandung dan melahirkan Anak laki-laki. Peristiwa itu terjadi begitu singkat dan Maria tanpa berpikir panjang menerima sepenuhnya Sabda Allah itu, meskipun ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.
Sejujurnya, Maria memang tak memahami apa yang malaikat sampaikan, tetapi ia berani menjawab “ya”. Maria berani mengambil risiko untuk Allah. Risiko mengandung dan melahirkan bayi laki-laki yang harus ia beri nama Yesus. Ia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya. Maria memang tak mengalami sesuatu yang berat ketika ia menjawab “ya”. Maria baru sepenuhnya mengerti tanggung jawab dan risiko dari “fiat”-nya itu ketika ia melahirkan Yesus dan hadir dalam hidup Yesus sampai di Golgota, bahkan menyaksikan penderitaan Putranya.
Perjalanan hidup Maria adalah perjalanan dalam rangka dirinya mengambil risiko untuk Allah. Risiko atas perkataan, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Namun, justru dengan demikian teladan Maria yang mengambil risiko untuk Allah ini justru mengenalkan kepada kita tentang kebaikan dan kemanusiaan Allah yang sebenarnya.
Marilah kita berani mengambil risiko untuk Allah agar kita juga mampu mengenalkan kebaikan dan kemanusiaan Allah yang sejati kepada mereka yang belum mengenal Allah.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Paroki Karangpanas

Berita Paroki 21 Desember 2014 (Minggu Adven III)

Screen Shot 2014-06-23 at 9.00.34 PMHARI MINGGU ADVEN III
21 Desember 2014

PERAYAAN EKARISTI MINGGU 27 dan 28 Desember 2014

Misa Petugas – petugas
Sabtu sore Koor          :  Gombel Permai
Pemazmur  :  Yosephine
Tatib          :  St. Theresia de Lisieux – Candi Losmen
Lektor        :
Prodiakon  :  N. Supriyono, Y. Supriyanti, M. Sunarto, FX. Suroko, Tjiptoprajitno, YN. Tri Haryono, A. Tri Susilaningsih, Edy Purwanto, L. Sri Udari
Minggu pagi
  • Misa I
Dirigen       :  Sanggung
Pemazmur  :  Dhanik
Tatib          :  St. Perpetua – Karangrejo I
Lektor        :
Prodiakon  :  A. Widyo Purwoko, William W. Wijati, A. Winarko, Wusarno, Ig. Yunartono, FX. Adi Kusasih, A. Ekawati
  • Misa II
Koor          :  PS St. Athanasius
Pemazmur  :  Wiwid
Tatib           :  St. Stanislaus Kostka – Gombel Lama
Lektor        :
Prodiakon  :  St. Agus Setiawan, ML. Linawati Surya S., Z. Ary Tyas P., Aris Sudarsono, A. Bambang Eko H., P. Budi Riyanto, Ig. Bambang Sigit Hernowo, Ig. Bambang Suko Priyono, Budianti Halim, FX. Budianto Hartono, F. Buntaran
Minggu Sore Koor          :  Jangli
Pemazmur  :  Ursuline
Tatib          :  St. Familia – Tengger II
Lektor        :
Prodiakon  :  FX. Edy Purwanto, FX. Tjiptoprajitno, YN. Tri Haryono,  Suroko, L. Sri Udari, A. Widyo Purwoko,William W. Wijati, A. Wiranto, Y. Wusarno
Penghias Altar Paramenta dibantu lingkungan St. Yoseph –   Kalilangse IV
Mohon perhatian bapak / ibu ketua lingkungan
  1. PESTA GEREJANI
    Kamis, 24 Des. :  Hari Raya Natal.
    Jum’at, 26 Des. :  Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama.
    Sabtu, 27 Des. :  Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil.
  2. TIM KERJA KATEKIS
    KURSUS KATEKIS KONTEKSTUAL pertemuan ke-11dilaksanakan hari Minggu ini,     21 Desember, pukul 10.00 – 14.00, bertempat di aula Athanasius.
    Pokok Iman : AJARAN SOSIAL GEREJA.
    Harap membawa Buku Iman Katolik dan Kitab Suci.
    Katekis, kader dan seluruh peserta diharap hadir.
  3. BANTUAN PENDIDIKAN
    Bantuan pendidikan bulan Desember dapat diambil hari Minggu II & III, 14 & 21 Desember.
  4. BAKTI SOSIAL KE PANTI – PANTI
    Bakti sosial panitia Hari Besar Paroki ke panti Wreda dan Panti Asuhan akan dilaksanakan pada hari Minggu ini, 21 Desember, berangkat dari gereja pukul 07.00.
  5. KERJA BAKTI
    Dalam persiapan Natal akan diadakan kerja bakti bersama pada hari Minggu ini,      21 Desember, mulai pukul 10.00. Tiap lingkungan diharap mengirimkan 2 orang wakilnya.
    Membawa alat kebersihan sendiri dari rumah.
  6. REKOLEKSI KELUARGA
    Dalam rangka memperingati Hari Raya Keluarga Kudus, panitia Hari Besar Paroki bersama timja Pendampingan Keluarga akan mengadakan Rekoleksi Keluarga pada hari Minggu, 28 Desember, pukul 10.00 – 13.00, bertempat di aula St. Athanasius.
    Pembicara : pasutri Michael dan Keke. Kontribusi Rp 50.000,- / keluarga.
    Pendaftaran melalui ibu Wida (0878 3226 8509) atau melalui sekretariat paroki.
  7. ADI YUSWA
    Ekaristi Natal khusus untuk adi yuswa diadakan hari Kamis, 25 Desember pukul 10.00.
    Bapak-ibu para adi yuswa diharap hadir.
  8. OPEN HOUSE
    Paroki akan mengadakan open house pada hari Kamis, 25 Desember, pukul 17.00 – 21.00.
    Yang diundang : Umat, Dewan Paroki Pleno, Karyawan dan Panitia Hari Besar Paroki 2014.
  9. LOMBA ANAK-ANAK
    Sekolah Minggu paroki Karangpanas akan mengadakan lomba pada hari Minggu ini, 21 Desember, mulai pukul 08.00 antar lain :
    –   Foto Keluarga untuk umum Ò gaya bebas, serasi
    –   Membuat Pohon Natal dari bahan bekas botol / gelas air mineral Ò kelas 3 – 6 SD
    disiapkan dari rumah, dirangkai di tempat lomba
    –   Mewarnai Ò TK A, B dan kelas 1 SD
    –   Mewarnai dan melengkapi gambar Ò kelas 2 SD
    Pendaftaran pada petugas di Sekolah Minggu.
  10. AMPLOP AKSI NATAL 2014
    Sekretariat Paroki masih melayani pengembalian Amplop Aksi Natal.
    Lingkungan-lingkungan yang belum menyerahkan harap memperhatikan.
  11. BAPTISAN BAYI
    Bulan Desember ini baptisan bayi DITIADAKAN.
    Akan diadakan lagi pada bulan Januari 2015.
  12. PAGUYUBAN IBU-IBUPAROKI
    Bulan Desember pertemuan paguyuban ibu-ibu DITIADAKAN.
    Akan diadakan lagi pada bulan Januari 2015.
  13. PESERTA KEP
    Untuk bahan penyusunan kelulusan para peserta KEP Paroki Karangpanas diharap mengembalikan KARTU TUGAS (ada dalam Name Tag) melalui sekretariat paroki paling lambat hari Minggu ini, 21 Desember.
  14. DANA RETRET MISDINAR
    Penggalangan dana untuk Retret Misdinar telah terkumpul Rp 6.500.000,-.
    Seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dana maupun dukungan doa yang telah bapak – ibu berikan.
  15. SALAM DAMAI
    Telah terbit majalah Salam DAmai edisi 12.
    Tema : RAMA SANDJAJA, SANG MARTIR, JADI SANTO PERTAMA.
  16. LOWONGAN PEKERJAAN
    Dibutuhkan :
    –  Tenaga Operasional Credit Union / Koperasi Hangesti Mulyo – Karangpanas :
    Warga paroki Karangpanas, jujur, energik, computer (MS office), pembukuan, bersedia menjadi anggota CU.
    Pengurus CU Hangesti Mulyo, Paroki Karangpanas
    d/a Gereja St. Athanasius Agung, Jl. Dr. Wahidin 108 (max 21 Desember)
    CP  Ibu Indra 081.7950.8901  atau bp. Glatik 081.5667.4954
    –  Karyawati untuk toko besi : min SMA / D3 semua jurusan, max 30 th.
    PT Abadi, Jl. Industri Raya Barat No. 69 LIK – Semarang
    –  Karyawati administrasi : katolik, max 30 th, D3 Manajemen/Administrasi/Sekretaris.
    Akademi Kimia Insdustri (AKIN), Jl. Sriwijaya 104 – Semarang (31 Desember)
    –  AA : SK Farmasi, pengalaman min 2 th, teliti dan cekatan.
    –  Store Supervisor : wanita min D3, pengalaman di bidang managerial retail min 5 thn.
    –  Adm Pajak : wanita, min D3 Pajak, pengalaman 5 thn, brevet Pajak A & B, komputer.
    –  Kasir : wanita min SMK, pengalaman.
    –  Staff Multimedia : wanita, SMK, peng. min 2 thn, computer, internet, trouble shooting. Apotek Sarika, Jl. Lampersari No. 31 ‘ 024-8411881 Semarang.
    –  Staff Adm (SA) : pria/wanita max 30 thn, SMK, u/ Semarang, Yogyakarta, Bjar.negara. PT Budiarta Multi Jaya, Wisma HSBC Lt 10 suite 1001, Jl. Gajahmada 135 (10 Jan).
    –  SMK Theresiana, Jl. Mayjend. Sutoyo No. 69 ‘ 024-8416950, 3552635 – Semarang membuka pendaftaran peserta didik baru.
    Informasi selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.
  17. PENGUMUMAN PERKAWINAN
    Pengumuman III
  1. Sdri. Yohana Lia Pramudianti dari St. Laurensius – Jatingaleh II
    dengan
    Sdr.  Yohanes Baptista Yogaswara Damaringtyas dari Paroki St. Yusuf Pekerja
    Gondangwinangun – Klaten
  1. Sdri. Monika Atmira Nurandarini Utomo dari Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Sdr.  Vincentius Widodo Soetedjo dari St. Vincensius de Paul – Bukit Agung.
  1. Sdri. Felisia Devi Maharani dari St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Sdr.  Rafael Durio Edgar dari Paroki SPM Ratu Rosario Suci – Katedral.
  1. Sdri. Anna Yuniastuti dari St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Sdr.  Fransiskus Xaverius Pari Sapuarto dari Paroko Keluarga Kudus – Atmodirono.
  1. Sdri. Agatha Indah Sri Indarti dari St. Fransiscus Xaverius – Kalilangse III
    dengan
    Sdr.  Barnabas Soni Harsono dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

 BERITA DUKA :

  1. Ibu Anna Marinem Merto (96 th) – dari St. Nikolaus – Sanggung III.
    Wafat hari Rabu, 10 Desember 2014.

Umat dapat membelinya di depan gereja.

 

 JADWAL MISA NATAL 2014

 RABU, 24 DESEMBER :

  • Misa Malam Natal I :   pukul 17.30
    Koor               :   Jatingaleh
    Tatib               :   Sanggung
    Buku panduan :   Kesatrian
  • Misa Malam Natal II :   pukul 21.00
    Koor               :   Jangli Permai
    Tatib               :   Gombel Permai
    Buku panduan :   Saptamarga III

KAMIS, 25 DESEMBER :

  • Misa Anak-anak dan Keluarga : pukul 07.30
    Koor               :   Padus Anak
    Tatib dan         :   Jangli
    Buku panduan
  • Misa Natal Adi Yuswa : pukul 10.00
    Koor               :   Karangrejo
    Tatib               :   Saptamarga III
    Buku panduan :   Jangli Permai
MARIA

“Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.”(20 Desember 2014)

MARIADoa Pagi
Kami memuji-Mu, ya Tuhan dan mengasihi-Mu dengan segenap hati. Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami, menjadikan kami beriman Katolik dan melindungi kami malam tadi. Kami serahkan kepada-Mu seluruh kegiatan kami sepanjang hari ini, semoga semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Mu dan demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Lindungilah kami dari segala dosa dan bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Semoga berkat-Mu senantiasa menyertai kami dan orang-orang yang kami kasihi. Amin.

Injil Luk. 1:26-38
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan
“Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
Yesus adalah Yang Kudus, Anak Allah. Oleh karena itu, untuk menyambut-Nya, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Untuk menyambut Yang Kudus, kita pun perlu menguduskan hidup kita. Berbagai macam persiapan fisik dan ritual untuk merayakan Natal, tentu penting dan baik kita lakukan. Namun, jangan sampai kita justru melupakan persiapan batin kita, lupa untuk membersihkan, memurnikan dan menyucikan diri kita. Jangan sampai kita merayakan Natal masih dengan menyimpan pikiran dan perasaan serta prasangka buruk terhadap sesama. Jangan sampai pula kita menjalankan tugas natal bukan dengan motivasi pelayanan tetapi hanya sekedar untuk tampil. Semua itu menjadikan hati kita tidak bersih dan pelayanan kita tidak murni sehingga harus kita sucikan agar kita sungguh pantas dan layak menyambut-Nya.

Doa
Tuhan, bantulah kami memurnikan dan menyucikan hidup kami agar semakin pantas menyambut-Mu. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Man-With-Question-02

Siapakah para Majus?

Man-With-Question-02Seringkali para majus disebut juga sebagai ahli perbintangan. Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Injil, kata “magos” (magoi, jamak) mempunyai empat arti: (1) seorang dari golongan imam Persia kuno, di mana astrologi dan astronomi berperan penting pada masa Kitab Suci; (2) seorang yang memiliki pengetahuan dan kuasa gaib (okultisme), dan mahir dalam menafsirkan mimpi, perbintangan, ramal, hal-hal klenik, dan perantara roh; (3) seorang ahli nujum; atau (4) seorang dukun, yang memeras orang dengan mempergunakan praktik-praktik di atas. Dari definisi yang mungkin di atas dan dari gambaran dalam Injil, para majus kemungkinan adalah para imam Persia ahli perbintangan yang dapat membaca bintang-bintang, teristimewa makna bintang yang mewartakan kelahiran Mesias. (Bahkan ahli sejarah kuno Herodotus (wafat abad ke-5 SM) menegaskan keahlian kaum imam Persia dalam perbintangan).   Meski demikian, sejak abad ketujuh, Gereja Katolik menyebut ketiga orang majus itu dengan nama Melkhior, Kaspar dan Balthasar.

***dari berbagai macam sumber         

Screen Shot 2014-06-24 at 8.09.17 AM

“Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel.”(19 Desember 2014)

Screen Shot 2014-06-24 at 8.09.17 AMDoa Pagi
Kami memuji-Mu, ya Tuhan dan mengasihi-Mu dengan segenap hati. Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami, menjadikan kami beriman Katolik dan melindungi kami malam tadi. Kami serahkan kepada-Mu seluruh kegiatan kami sepanjang hari ini, semoga semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Mu dan demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Lindungilah kami dari segala dosa dan bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Semoga berkat-Mu senantiasa menyertai kami dan orang-orang yang kami kasihi. Amin.

Injil Luk. 1:5-25
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

Renungan
“Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan,… hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Tidak hanya Maria dan Yusuf yang dipakai oleh Allah untuk menghadirkan Yesus di tengah-tengah kita (Injil kemarin) tetapi juga Yohanes Pembaptis. Sementara Maria dan Yusuf dipilih untuk melahirkan, mengasuh dan mendidik Yesus melalui keluarga yang mereka bangun, Yohanes diutus untuk mempersiapkan sekelompok umat yang nantinya akan menerima kehadiran-Nya. Sekarang, kita pun diutus untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, kita diajak berefleksi: Bagaimana keluarga kita secara khusus kita persiapkan untuk menyambut kedatangan Kristus? Bagaimana pula kita terlibat dalam kelompok umat, baik kategorial maupun teritorial (lingkungan) untuk mempersiapkan Natal?

Doa
Tuhan, semoga kami sungguh mempersiapkan keluarga kami untuk menyambut kedatangan-Mu dan bantulah kami pula untuk terlibat bersama dengan umat yang lain dalam mempersiapkan dan merayakan Natal nanti. Amin

Sumber : www.doakatolik.com

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”(18 Desember 2014)

gua natalDoa Pagi
Kami memuji-Mu, ya Tuhan dan mengasihi-Mu dengan segenap hati. Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami, menjadikan kami beriman Katolik dan melindungi kami malam tadi. Kami serahkan kepada-Mu seluruh kegiatan kami sepanjang hari ini, semoga semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Mu dan demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Lindungilah kami dari segala dosa dan bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Semoga berkat-Mu senantiasa menyertai kami dan orang-orang yang kami kasihi. Amin.

Injil Mat. 1:18-24
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Renungan
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Untuk hadir (lahir) secara historis di tengah-tengah kita, Yesus membutuhkan Maria dan Yusuf. Maka, Maria dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus. Bersama Yusuf, suaminya, ia dipakai oleh Allah untuk mengasuh Yesus dan memasukkannya dalam konteks kehidupan manusia yang nyata dengan segala peristiwa hidup yang harus dialami. Itulah peristiwa historis yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Namun sekarang, Yesus pun berkenan hadir di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, melalui perayaan Natal, di mana kita merayakan kelahiran Yesus dalam sejarah, kita diharapkan memberikan makna yang lebih pada perayaan itu. Kita merayakan Kristus yang berkenan untuk terus-menerus hadir di tengah-tengah kita. Dia pun membutuhkan kita untuk menjadi tanda dan sarana kehadiran-Nya. Oleh karena itu, melalui cara hidup kita sehari-hari, kita diharapkan menghadirkan Kristus yang menyelamatkan.

Doa
Tuhan, semoga melalui hidup kami sehari-hari, kami mampu menjadi tanda dan sarana kehadiran-Mu. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com