Minggu Biasa XXII-B, 1-2 September 2012

HARI MINGGU KITAB SUCI NASIONAL
NOVENA VII HUT PAROKI KE-48
GEREJA ST. ATHANASIUS AGUNG

Jl. Dr. Wahidin 108  (024) 8312595; 8505288
SMS UMAT: 0811-285-200

“ Jadilah Pelaksana-pelaksana Sabda!”

Lagu Pembuka: Yesus, Lihat Umat-Mu (PS 337)

Tanda Salib – Salam

Asperges Me (PS 233) –Absolusi–Kemuliaan (PS 358)

Doa Pembuka

I: Allah Bapa Mahapengasih, melalui Yesus Kristus Putra-Mu, Engkau telah menyatakan perintah baru, yaitu cinta kasih kepada-Mu dan sesama. Kami mohon, berilah kami kekuatan untuk menjadi pelaksana-pelaksana Sabda-Mu yang setia teristimewa dalam Bulan Kitab Suci Nasional ini. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U: Amin.

 LITURGI SABDA

Bacaan I: Ul 4:1-2.6-8

L: Pembacaan dari Kitab Ulangan

“Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan.”

Di padang gurun seberang Sungai Yordan, Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan supaya kamu hidup, dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek mo-yangmu. Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintah-kan kepadamu, dan janganlah kamu menguranginya. Dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksa-naanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita berseru kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah

Mazmur Tggp: 25: 2-3a. 3cd-4ab.5;Ul:1a. (PS 848)

Refr: Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?

1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya. Refr.

2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tercela, tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang bertakwa. Refr.

3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba, dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya. Refr.

 Bacaan II: Yak 1:17-18.21b-22.27

L: Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus.

”Hendaklah kamu menjadi pelaku Firman.”

Saudara-saudaraku yang terkasih, setiap pemberian yang baik, dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Terimalah dengan lemah-lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Hendaklah kamu menjadi pelaku Firman, dan bukan hanya pendengar! Sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri. Ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemari oleh dunia.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil: (Yak 1:18) Alleluya (PS 956)

Ayat: Atas kehendaknya sendiri, Allah menjadikan kita oleh Firman kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

 Bacaan Injil: Mrk 7:1-8.14-15.21-23

”Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia”

Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya, “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” Jawab-Nya kepada mereka,”Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Lalu Ia memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkan-lah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Demikianlah Injil Tuhan

U:Terpujilah Kristus

 Homili – Syahadat

Doa Umat

I: Kristus mengajak kita untuk lebih setia kepada perintah Allah demi keselamatan kita. Marilah kita panjatkan doa kita kepada Allah Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Nya terkasih:

L: Ya Bapa, dampingilah Bapa Suci, para Uskup dan para Imam agar dalam membimbing umat lebih didorong oleh cinta kasih daripada oleh hukum secara harafiah. Marilah berdoa:

U: Bukalah hati umat-Mu untuk semakin tekun dan setia dalam mengikuti panggilan-Mu melalui penggembalaan para pemimpin Gereja-Mu.

L: Ya Bapa, bimbinglah masyarakat kami agar selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, berdasarkan cinta kasih. Marilah berdoa:

U: Tuntunlah umat-Mu untuk semakin berani mendengar-kan Sabda-Mu di dalam batin kami yang terdalam dan me-laksanakannya dalam hidup sehari-hari.

L: Ya Bapa, bukalah hati dan budi kami agar dalam Bulan Kitab Suci Nasional ini, kami semakin giat untuk mencintai Sabda-Mu dan mengamalkannya. Marilah berdoa:

U: Mampukan kami untuk senantiasa necep, neges dan ngemban dhawuh Dalem Gusti dengan sepenuh hati.

L: Ya Bapa, buatlah kami selalu terbuka terhadap sesama kami, khususnya bagi mereka yang miskin, menderita dan tersingkir. Marilah berdoa:

U: Ajarilah kami memiliki kasih seperti Kristus mengasihi kami, umat-Mu.

——–mendoakan ujud-ujud khusus/intensi——–

I: Allah Bapa Mahabaik, Engkau selalu menepati janji-Mu. Berilah kami kekuatan agar hidup kami semakin sesuai dengan teladan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. U: Amin.

LITURGI EKARISTI

Lagu Persiapan Persembahan

Doa Persiapan Persembahan

I: Ya Allah, semoga roti dan anggur yang kami per-sembahkan kepada-Mu ini Kaujadikan sebagai sarana untuk menghidupkan kami dalam cinta kasih dan keadilan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin.

Prefasi – Kudus-kudus (PS 394)

Doa Syukur Agung – Bapa Kami

Doa Damai – Salam Damai

I: Tuhan Yesus bersabda, “Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang”. Kita berdoa: Tuhan Yesus Kristus jangan memperhitungkan..… U: Amin

Anak Domba Allah (PS 415) – Penerimaan Hosti Kudus

Doa Novena HUT Paroki ke-48 (dipimpin petugas)

Allah Bapa Mahabaik, kami bersyukur atas penyertaan dan berkat-Mu selama 48 tahun untuk Paroki kami tercinta, Santo Athanasius Agung Karangpanas.Semoga pendampingan-Mu semakin menguatkan iman kami untuk menjadi umat yang peka akan keprihatinan sosial di sekitar kami. Bantulah kami untuk menghidupi sikap murah hati dan hadir menjadi sesama teristimewa bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.Kami bersyukur atas paguyuban – paguyuban yang semakin kokoh dalam karya maupun dalam pelayanan di Gereja kami ini. Berkatilah kami agar semakin berbuah dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat untuk dapat memuliakan nama-Mu dalam persaudaraan sejati. Bersama Santa Perawan Maria, Bunda Sakramen Mahakudus serta semua orang kudus di surga, kami sampaikan doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Doa Sesudah Komuni

I: Ya Bapa, semoga Ekaristi yang telah kami rayakan ini menguatkan kami untuk bergiat menjadi pelaksana Sabda-Mu. Doronglah kami agar semakin mengenal dan mencintai Engkau serta kehendak-Mu melalui pendalaman firman yang termaktub dalam Kitab Suci khususnya dalam Bulan Kitab Suci Nasional. Jauhkanlah kami dari segala kelaliman terhadap sesama dan semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih dan pelayanan sebagaimana dikehendaki Putra-Mu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami, sepanjang segala masa. U: Amin.

RITUS PENUTUP

Pengumuman – Berkat Pengutusan

Lagu Penutup: Tuhan, Engkau Kuhormati (PS 670)

 

Posted in Teks Misa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *