“Sempurnalah sebagaimana Bapa-Mu di surga!”

“Mana mungkin saya bisa mengampuni suami saya yg telah mengkhianati dan menyakiti? Saya harus membalas apa yg telah dilakukannya kepada saya!” Demikian kata seorang ibu dengan berurai air mata. Sungguh bisa dipahami betapa sulitnya mengampuni.Prayer
Sementara dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan kpd kita utk berani mengampuni dan memutus lingkaran balas dendam. Tanpa mau mengampuni, lingkaran balas dendam itu akan terus saja bertakhta dlm hidup kita dan beranak pinak mencemari pikiran dan hati. Selanjutnya, orang akan menjadi budak kekerasan, dendam, kemarahan, dsb. Kalau demikian halnya, hidup kita selalu akan menjauh dari kesempurnaan sebagai anak-anak Allah. Bacaan I hari ini menegaskan, “Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus….Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam….melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Kekudusan kita dibangun dengan salah satunya keutamaan untuk berani dan mau mengampuni dengan tulus hati.

Marilah kita mengingat bahwa pengampunan adalah suatu keutamaan ilahi. Maka setiap manusia yg mau mengampuni dg tulus, ia sudah memiliki keutamaan ilahi dan tdk lagi dikuasai oleh sikap manusiawi yg pada dasarnya masih tergoda utk saling membalas, menyakiti dan membenci bila menerima perlakuan yg tidak mengenakkan. Sebagai anak-anak Allah; anak-anak Terang, marilah kita menghidupi keutamaan ilahi dengan mengatasi sikap-sikap manusiawi. Semoga, perintah kasih sungguh dapat kita nyatakan sebagaimana Tuhan Yesus bersabda, “Karena itu, hendaklah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yg di surga sempurna adanya.”***d2t

Posted in Inspirasi Iman, Renungan and tagged , .

One Comment

  1. saya pagi ini tidak sempat homili romo Dodit. Ada sebuah ungkapan dalam latin yang artinya kurang lebih berarti ‘melawan kejahatan dengan kebaikan’ dalam bahasa Indonesia apa ya?
    Berkah Dalem 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *