Keseruan Menyambut Minggu Palma di Wilayah Jangli

 

DSC_0017 DSC_0018 DSC_0025DSC_0031 DSC_0040 DSC_0041 DSC_0042

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar/foto disamping adalah foto/gambar keseruan Minggu Palma di Wilayah Jangli, Paroki Karangpanas.

 

 

 

Dalam rangka menyambut Minggu Palma dan terinspirasi dari perarakan gereja setiap ada misa Minggu Palma, Umat yang berada di wilayah Jangli ini mengadakan acara prosesi palma dengan memutari perumahan di wilayah Jangli. Acara ini sudah berlangsung selama 2 tahun. Acara ini merupakan acara yang ketiga kalinya. Ide awalnya dari PIA setelah itu dikembangkan  oleh wilayah Jangli untuk terus di laksanakan. PIA sangat berperan dalam wilayah Jangli, karena PIA di wilayah ini aktif, ditiap Minggunya selalu ada sekolah Minggu di kapel jam 10 pagi. Untuk rute dalam acara ini sudah ditetapkan dan dimudahkan oleh panitia. Panitia melakukan perizinan acara ini hanya pemberitauan ke polsek candisari, kelurahan, dan badan pembinaan masyarakat yang nantinya akan memberitahukan kepada ketua RT masing-masing. Ketua acara ini bernama St. Aryoseno dengan dibantu oleh pamong wilayah dan pamong lingkungan. Pamong wilayah dan lingkungan sangat antusias dengan adanya acara ini dan akan terus mengembangkan acara ini. Dari tahun ke tahun umat juga antusias. Selain perarakan, acara ini juga ada titik pemberhentian, titik pemberhentian ini digunakan untuk umat wilayah Jangli yang mengikuti acara ini bisa berdoa di titik pemberhentian ini. Titik Pemberhentian ini berupa rumah dari umat wilayah Jangli. Tidak mau kalah dengan umatnya, Romo Paroki Karangpanas A. Dodit H., Pr., turut serta hadir dalam acara ini. Romo Dodit juga berkontribusi dalam acara ini, yakni memberikan berkat kepada seluruh umat yang terlibat dalam acara ini. Romo Dodit pun menyambut acara ini dengan penuh sukacita. “Acara yang seperti ini merupakan acara yang bagus dan bisa dilanjutkan lagi untuk tahun berikutnya dan juga kita bisa mewartakan iman kita kepada masyarakat luas “, kata Romo Dodit. Sedikit saran dari Romo Dodit, mungkin untuk tahun berikutnya bisa dikemas lebih baik lagi misalnya memakai pakaian karnaval cinta lingkungan, membawa poster (dengan tulisan cinta damai;bersaudara sebagai warga bangsa), dan iringan musik yang lebih baik lagi serta kelompok paduan suara yang lebih semangat.

 

Posted in Berita, Seputar Paroki and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *