“Menjadi Gandum atau Lalang?”

Intisari Bacaan:

  1. Kebijaksaaan sejati ditemukan dalam pengampunan daripada dalam pembalasan ( Bac I – Kebijaksanaan )
  2. Doa yang mengalir deras keras keluar dari bibir, mungkin malah tidak menampakkan kerinduan hati  yang terdalam akan Allah ( Bac II – Roma )
  3. Ketika kita memberi  label  atau menilai  sesuatu  sebagai “gandum” atau “lalang”, jangan-jangan kita sedang bermain  sebagai Allah. ( Injil – Matius )

Pertanyaan untuk refleksi pribadi:

  1. Bagaimana reaksiku ketika melihat kejahatan di sekitarku? Bagaimana reaksiku ketika menyadari kejahatan dalam diriku sendiri? Reaksiku itu menunjukkan reaksi buruh-buruh pekerja ladang ataukah pemilik yang empunya ladang?
  2. Apakah tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah yang bisa aku lihat di masyarakat sekitarku dan di dalam hidupku?

3.         Gambaran Allah seperti apa yang muncul dalam bacaan Injil hari ini? Apakah gambaran Allah ini cocok dengan gambaran Allah menurutku?

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *