“Kerajaan Surga: Pilihan Terbaik”

Intisari Bacaan Minggu Biasa XVII A

Bagi kita orang Kristen,  hidup adalah pembatinan nilai-nilai yang terus-menerus dan berpusat pada Kehendak Allah. Pemuridan membutuhkan kebijaksanaan yang berasal dari Allah. Itulah kebijaksanaan yang tersembunyi dalam misteri dan kontradiksi SALIB. Kebijaksaan itu memampukan kita melepaskan segalanya demi mendapatkan harta yang terpendam atau mutiara yang berharga.

  1. Kemampuan untuk memimpin dengan bijak dan baik adalah anugrah yang begitu berharga. Kemampuan itu dijanjikan oleh banyak pemimpin tetapi hanya sedikit yang menjalankannya. ( Bacaan I – Raja- Raja )
  2. Percaya bahwa segalanya akan menjadi baik bukanlah sikap naif kekanak-kanakan, melainkan harapan sejati dari mereka yang mencintai Allah ( Bacaan II – Roma )
  3. Sebelum seseorang melepaskan segalanya untuk mendapatkan “mutiara yang berharga”, dia harus sungguh-sungguh berdoa untuk mengetahui “mutiara” nya itu ( Injil – Matius )

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Adakah ayat yang menyentuh hatiku? Mengapa?
  2. Dari pengalaman hidupku pribadi, apa yang aku pahami dengan harta terpendam, pedagang mutiara, pukat nelayan?
  3. Bagaimanakah pengalaman pribadi itu bisa membantuku memahami 3 perumpaan Yesus tentang Kerajaan Allah yang kita dengar pada hari ini?
  4. Adakah perbedaan antara “harta terpendam” dengan “mutiara berharga”

Sebagai murid Kristus, pesan dan misi pribadi apa yang saya terima setelah merenungkan Injil hari ini?

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *