“SETIA DALAM TANGGUNG JAWAB”

Intisari Bacaan

  1. Orang yang setia pada tanggung jawabnya digambarkan seperti istri yang cakap dan menjadi berkat bagi suami dan keluarganya (Bacaan I – Amsal).
  2. Sebagai anak-anak terang dan anak-anak siang, kita perlu selalu berjaga dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan yang tidak terduga (Bacaan II – 1 Tesalonika).
  3. Orang yang setia memikul tanggung jawabnya, akan menerima ganjaran yang berlimpah (Bacaan Injil – Matius).

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku orang yang setia?
  3. Apa yang membuatku setia pada tanggung jawabku? Dan apa yang membuatku tidak setia pada tanggung jawabku?
  4. Apa usahaku agar bisa menjadi pribadi yang semakin setia?

Katekismus Gereja Katolik

MANUSIA DICIPTAKAN UNTUK SETIA

380 “Engkau menjadikan manusia menurut gambaran-Mu, Engkau menyerahkan kepadanya tugas menguasai alam raya; agar dengan demikian dapat mengabdi kepada-Mu, satu-satunya Pencipta” (MR, Doa Syukur Agung IV 118).

381 Manusia sudah ditentukan untuk mencerminkan dengan setia citra Putera Allah yang menjadi manusia – “gambar Allah yang tidak kelihatan” (Kol 1:15) – supaya Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

 Sharing Iman
http://www.sabda.org

Pada masa Perang Dunia I, untuk menyampaikan pesan digunakan burung merpati. Menurut catatan, ada sekitar 250.000 ekor merpati yang digunakan selama itu. Salah satu merpati yang berjasa menyelamatkan banyak tentara Perancis adalah Cher Ami. Suatu ketika, saat sedang terbang membawa pesan, Cher Ami tertembak di dadanya dan kakinya nyaris putus. Namun, ia tetap terbang selama 25 menit melintasi desingan peluru dan gas beracun. Atas kepahlawanan dan kesetiaannya, Cher Ami dianugerahi Croix de Guerre oleh pemerintah Prancis.

Ada harga yang harus dibayar bagi seorang pengikut Tuhan dalam menyelesaikan misi yang Dia percayakan kepada kita. Kita dipanggil untuk setia menunaikan tugas itu selama kita masih hidup. Seperti Cher Ami turut berperan bagi terciptanya perdamaian, kiranya kesetiaan kita dalam melayani dan memberitakan Injil dipakai untuk membuat banyak orang mengenal kasih karunia Allah. Yesus Kristus, yang telah lebih dulu setia sampai titik darah penghabisan, akan memampukan kita untuk tetap setia sampai akhir pelayanan.

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *