“TUHAN MERAJA DI DALAM HIDUP KITA”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah adalah Gembala yang Baik kepada kita, domba-domba-Nya. (Bacaan I – Yehezkiel)
  2. Melalui Yesus Kristus, Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan. (Bacaan II – 1 Korintus)
  3. Kristus adalah Hakim di Akhir Zaman, yang akan mengadili setiap orang menurut kasih-Nya dan sesuai dengan sikap dan perbuatan kita kepada-Nya. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa artinya Kristus sebagai Raja Semesta Alam bagiku?
  3. Apakah aku menyadari dan mengalami Kristus yang meraja di dalam hidupku?
  4. Bagaimana sikap dan perbuatanku selama ini di hadapan Raja Semesta Alam?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

668 “Kristus telah wafat dan hidup kembali, supaya la menjadi Tuhan, baik atas orang orang mati, maupun atas orang-orang hidup” (Rm 14:9). Kenaikan Kristus ke surga berarti bahwa la sekarang dalam kodrat manusiawi-Nya ikut serta dalam kekuasaan dan wewenang Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan: Ia mempunyai segala  kuasa di surga dan di bumi. la “jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan” dan Bapa “meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus” (Ef 1:20 22). Kristus adalah Tuhan semesta alam dan sejarah. Dalam Dia sejarah manusia, malahan selurah ciptaan sekali lagi “dipersatukan” di bawah satu kepala (Ef 1:10), dan secara transenden disempurnakan.

669 Sebagai Tuhan, Kristus adalah juga Kepala Gereja, yang adalah Tubuh-Nya. Walaupun la telah diangkat dan dimuliakan di dalam surga, karena Ia telah menyelesaikan perutusan Nya secara penuh, namun Ia tinggal di dunia dalam Gereja-Nya. Penebusan adalah sumber otoritas yang Kristus jalankan dalam Gereja Nya berkat Roh Kudus. “Gereja atau Kerajaan Kristus yang sudah hadir dalam misteri” adalah “benih dan awal Kerajaan Nya di dunia ini” (LG 3; 5).

Sharing Iman:

www.sabda.org

Saat Ratu Inggris, Elizabeth, masih kecil, orangtuanya mengadakan sebuah pesta kebun di Istana Buckingham, tetapi hujan badai membuat pesta itu harus dipindahkan ke dalam ruangan. Elizabeth dan adik perempuannya berkeliling di dalam ruangan tempat para tamu berkumpul dan mereka pun diserang dengan berbagai pertanyaan yang diajukan dengan sopan. Di sela-sela pembicaraan itu, Elizabeth menunjuk sebuah lukisan Yesus di atas kayu salib yang tergantung di dinding di dekatnya. Ia berkata, “Kata ayah saya, Dialah Raja yang sesungguhnya.”

Alangkah tepat pengakuannya bahwa Juruselamat yang telah mati bagi kita itu sekarang memerintah atas kita sebagai “Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (1 Tim 6:15). Dengan kebangkitan-Nya, suatu hari kelak keberadaan-Nya sebagai Raja akan diakui di seluruh dunia saat semua lutut bertelut di hadapan-Nya, baik dengan hati penuh rasa syukur atau dengan terpaksa (Flp 2:9-11). Walaupun kita percaya bahwa Kristus mengampuni dosa-dosa kita, terkadang kita lalai untuk menyerahkan segenap diri, harta milik, dan perbuatan kita pada ketuhanan-Nya.

Sudahkah Anda mengakui Yesus Kristus sebagai Raja? Sudahkah Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan? Apakah Anda bersedia mengizinkan Dia tidak hanya menyelamatkan Anda dari dosa, tetapi juga untuk mengatur hidup Anda? Sekarang, ambillah keputusan untuk berlutut di hadapan Dia, Tuhan yang berkuasa, dan jadilah hamba-Nya yang taat dan penuh rasa syukur. Dengan demikian Anda akan dapat menyembah Dia sebagai Juruselamat sekaligus Raja Anda!

 

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *