“TALITA KUM”

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Allah telah menciptakan manusia seturut gambar-Nya sendiri demi keselamatan manusia. (Bacaan I – Kebijaksanaan Salomo)
  2. Yesus Kristus menjadi miskin, supaya karena kemiskinan-Nya manusia menjadi kaya dalam kasih. (Bacaan II – 2 Korintus)
  3. Yesus berkeliling berbuat baik untuk menyelamatkan manusia. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Allah menciptakan aku seturut gambar/citra-Nya?
  3. Apa pengaruh keyakinan itu bagi hidupku?
  4. Apakah aku memiliki pengalaman “dibangunkan” oleh Yesus? Apa pengaruhnya bagi hidupku saat ini?

Katekismus Gereja Katolik:

2318 “Di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan napas setiap manusia” (Ayb 12:10).

2319 Tiap hidup manusia itu kudus sejak saat pembuahannya sampai kematian, karena manusia itu dikehendaki demi dirinya sendiri dan diciptakan menurut citra Allah yang hidup dan kudus, serupa dengan Dia.

2320 Pembunuhan terhadap seorang manusia sangat bertentangan dengan martabat manusia dan dengan kekudusan Pencipta.

2321 Larangan membunuh tidak menghilangkan hak untuk melumpuhkan penyerang yang tidak sah. Pembelaan yang sah adalah satu kewajiban berat bagi siapa saja yang bertanggung jawab atas kehidupan orang lain atau atas kesejahteraan umum.

 Sharing Iman:

sabda.org

Seorang wanita yang berniat bunuh diri, berdiri selama 3 jam di sebuah jembatan di Seattle; siap untuk terjun. Ini membuat lalu lintas macet total, hingga para pengguna jalan yang kesal karena diburu waktu mengutuki dan meneriakinya agar segera melompat saja. Ia pun benar-benar melompat, tapi selamat meski terjun ke sebuah kanal dari ketinggian 49 meter. Setelah itu banyak warga kota mengirim bunga dan kartu kepadanya di rumah sakit sebagai tanda penyesalan atas kejadian itu. Namun beberapa pengguna jalan yang marah menghubungi surat kabar lokal dan menyalahkan wanita itu karena tidak memilih tempat yang tidak terlalu ramai untuk mengakhiri hidupnya.

Orang-orang yang memerlukan pertolongan kita seringkali datang pada waktu yang tidak tepat. Namun dalam setiap situasi, kita dituntut untuk memberi perhatian secara cepat, meski mengganggu rencana kita.

Yesus selalu dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya selama hidup di dunia ini, dan kita dapat meneladani respon yang Dia berikan kepada mereka. Ketika Yairus meminta-Nya untuk datang dan menyembuhkan anak perempuannya, Yesus meluluskan permintaannya (Mrk 5:22-24). Di tengah jalan, seorang wanita menjumpai-Nya. Yesus pun berhenti dan meluangkan waktu untuk menyembuhkannya (ay. 25-34).

Maukah kita menolong mereka yang membutuhkan? Seperti Yesus, adakah kita berbelas kasihan untuk menolong dan memulihkan mereka yang putus asa? Hari ini, Allah memberi kita kasih karunia untuk menolong orang lain, bagi kemuliaan-Nya.

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *