MENJADI PELAKSANA SABDA

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Musa menasihati bangsa Israel agar tetap setia pada perintah Allah, sebag perintah Allah diberikan demi keselamatan mereka. (Bacaan I – Ulangan)
  2. Ajakan untuk tidak hanya menjadi pendengar sabda, tetapi menjadi pelaku sabda melalui perbuatan baik kepada sesama. (Bacaan II – Yakobus)
  3. Yesus mengajarkan tentang kemurnian hati. Kenajisan tidak berasal dari luar diri, melainkan dari hal-hal jahat yang ada di dalam hati seseorang. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku memiliki kebiasaan membaca dan merenungkan Sabda Tuhan?
  3. Apakah aku memiliki ayat emas/nas/rhema dari Kitab Suci? Apa?
  4. Apa buah yang aku peroleh dari membaca dan merenungkan Sabda Tuhan?
  5. Apa usahaku untuk mewujud-nyatakan Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari?

Katekismus Gereja Katolik:

1783 Hati nurani harus dibentuk dan keputusan moral harus diterangi. Hati nurani yang dibentuk baik dapat memutuskan secara tepat dan benar. Dalam keputusannya ia mengikuti akal budi dan berorientasi pada kebaikan yang benar, yang dikehendaki oleh kebijaksanaan Pencipta. Bagi kita manusia yang takluk kepada pengaruh-pengaruh yang buruk dan selalu digoda untuk mendahulukan kepentingan sendiri dan menolak ajaran pimpinan Gereja, pembentukan hati nurani itu mutlak perlu.

1784 Pembentukan hati nurani adalah suatu tugas seumur hidup. Sudah sejak tahun-tahun pertama ia membimbing seorang anak untuk mengerti dan menghayati hukum batin yang ditangkap oleh hati nurani. Satu pendidikan yang bijaksana mendorong menuju sikap yang berorientasi pada kebajikan. Ia memberi perlindungan terhadap dan membebaskan dari perasaan takut, dari ingat diri dan kesombongan, dari perasaan bersalah yang palsu, dan rasa puas dengan diri sendiri, yang semuanya dapat timbul oleh kelemahan dan kesalahan manusia. Pembentukan hati nurani menjamin kebebasan dan mengantar menuju kedamaian hati.

1785 Dalam pembentukan hati nurani, Sabda Allah adalah terang di jalan kita. Dalam iman dan doa kita harus menjadikannya milik kita dan melaksanakannya. Kita juga harus menguji hati nurani kita dengan memandang ke salib Tuhan. Sementara itu kita dibantu oleh anugerah Roh Kudus dan kesaksian serta nasihat orang lain dan dibimbing oleh ajaran pimpinan Gereja (DH 14).

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *