MENJADI PELAYAN YANG BERBELAS KASIH

Intisari Bacaan Minggu Ini:

1.   Yesaya menubuatkan tentang keselamatan Allah yang terlaksana melalui Hamba-Nya yang menderita, yaitu Yesus Kristus. (Bacaan I-Yesaya)

2.   Yesus Kristus adalah Imam Agung yang menjadi perantara pendamaian Allah dengan manusia berkat kerelaanNya menanggung dosa manusia. (Bacaan II – Ibrani)

3.   Terhadap permohonan Yakobus dan Yohanes untuk duduk di sisi-Nya, Yesus menyatakan baha kemuliaan hanya diperoleh melalui pelayanan dan derita salib (Bacaan Injil – Markus)

 Bahan Refleksi Pribadi:

1.   Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?

2.   Apa arti “pelayanan” bagiku?

3.   Apakah aku telah melaksanakan “misi” Yesus untuk melayani? Apa wujudnya?

4.   Apa kesulitan yang aku hadapi saat (hendak) melayani?

5.   Apa usahaku untuk semakin mampu melayani Tuhan dan sesama?

Katekismus Gereja Katolik:

849 “Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi `Sakramen universal keselamatan. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang” (AG 1): “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:19-20).

 850 Tugas yang diserahkan Tuhan kepada Gereja mempunyai asalnya dalam cinta abadi Tritunggal Mahakudus: “Pada hakikatnya Gereja penziarah bersifat misioner, sebab berasal dari perutusan Putera dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa” (AG 2). Tujuan terakhir misi ialah menyanggupkan manusia-manusia mengambil bagian dalam persekutuan, yang ada antara Bapa dan Putera dalam Roh cinta kasih.

 851 Alasan untuk misi ialah cinta kasih Allah kepada semua manusia. Darinya Gereja sejak dahulu telah menimba kewajiban dan kekuatan semangat misinya, karena “cinta kasih Kristus menguasai kami…” (2 Kor 5:14)2. Allah menghendaki “supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:4). Allah menghendaki supaya semua orang sampai kepada keselamatan melalui pengetahuan akan kebenaran. Keselamatan terdapat dalam kebenaran. Barang siapa taat kepada dorongan roh kebenaran, ia sudah berada di jalan menuju keselamatan: tetapi Gereja, kepada siapa dipercayakan kebenaran ini, harus memperhatikan kerinduan manusia dan membawakan kebenaran itu kepadanya. Oleh karena Gereja percaya kepada keputusan keselamatan yang mencakup semua manusia, maka ia harus bersifat misioner.

Posted in Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *