MENGASIHI TUHAN DENGAN MENGASIHI SESAMA

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Musa memerintahkan umat Israel untuk selalu membangun sikap takut akan Allah dan berpegang pada perintah-Nya demi keselematan mereka. (Bacaan I-Ulangan)
  2. Yesus Kristus adalah satu-satunya Imam Agung yang membuahkan persekutuan sejati manusia dengan Allah. (Bacaan II – Ibrani)
  3. Yesus menegaskan dua hukum yang utama bagi manusia: mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa wujud kasihku kepada Tuhan dan kepada sesama?
  3. Bagaimana sikapku ketika berjumpa dengan orang yang tampak/mengaku rajin berdoa tetapi tidak mengasihi sesamanya?
  4. Apa tantangan/kesulitan yang aku hadapi saat berusaha mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama? Bagaimana aku mengatasinya?

 

Katekismus Gereja Katolik

2067 Kesepuluh Perintah Allah (dekalog: “sepuluh firman”) menyatakan kasih kepada Allah dan sesama. Tiga perintah yang pertama terutama berhubungan dengan kasih kepada Allah, tujuh yang lain berhubungan dengan kasih kepada sesama. “Seperti kasih mencakup dua perintah dan pada keduanya itu Tuhan menggantungkan seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi … demikianlah kesepuluh perintah dibagi atas dua loh batu. Tiga ditulis pada batu yang satu dan tujuh pada batu yang lain” (Agustinus, serm. 33,2,2).

2068 Konsili Trente mengajarkan bahwa kesepuluh perintah adalah wajib bagi orang Kristen dan bahwa manusia yang telah dibenarkan juga harus mengikutinya (DS 1569-1570). Konsili Vatikan II menegaskan: “Para Uskup sebagai pengganti para Rasul menerima pengutusan untuk mengajar semua bangsa dan mewartakan Injil kepada segenap makhluk, supaya semua orang, karena iman, baptis, dan pelaksanaan perintah-perintah memperoleh keselamatan” (LG 24).

2069 Dekalog merupakan satu keseluruhan yang tidak dapat dibagi. Tiap “firman”nya menunjuk kepada yang lain dan kepada seluruhnya: mereka bergantung satu sama lain. Kedua loh batu saling menerangkan; mereka membentuk satu kesatuan. Siapa melanggar satu perintah, melanggar seluruh hukum (Yak 2:10-11). Orang tidak dapat menghormati sesama, tanpa memuji Allah, Penciptanya. Orang tidak dapat menyembah Allah, tanpa mengasihi manusia, yang adalah makhlukNya. Dekalog mempersatukan kehidupan rohani dan kehidupan sosial manusia.

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *