PENYELAMATAN KITA SUDAH DEKAT

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Yeremia menubuatkan Allah akan menepati janji keselamatan-Nya, sehingga semua orang akan mengalami keadilan dan kebenaran. (Bacaan I – Yeremia)
  2. Paulus menasihati jemaat di Tesalonika agar lebih bersungguh-sungguh dalam mengusahakan hidup kudus dan berkenan kepada Allah. (Bacaan II – 1 Tesalonika)
  3. Yesus Kristus menghendaki para murid-Nya untuk senantiasa berjaga sambil berdoa agar layak

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Mengapa aku harus selalu siap-siaga menyambut kehadiran Tuhan?
  3. Apa artinya hidup berkenan kepada Tuhan?
  4. Apa bentuk persiapan (pertobatan) yang akan aku laksanakan di masa Adven, menyambut datangnya Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik:

522 Kedatangan Putera Allah ke dunia adalah satu kejadian yang sekian dahsyat, sehingga Allah hendak mempersiapkannya selama berabad abad. Semua ritus dan kurban, bentuk dan lambang “perjanjian pertama” (Ibr 9:15) diarahkan-Nya kepada Yesus; Ia memberitahukan kedatangan-Nya melalui mulut para nabi, yang susul-menyusul di Israel. Sementara itu Ia menggerakkan dalam hati kaum kafir satu pengertian yang samar-samar mengenai kedatangan ini.

523 Yohanes Pembaptis adalah perintis Tuhan yang langsung; ia diutus untuk menyiapkan jalan bagi-Nya. Sebagai “nabi Allah yang mahatinggi” (Luk 1:76) Ia menonjol di antara semua nabi. Ia adalah yang terakhir dari mereka dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan. Ia sudah bersorak gembira dalam rahim ibunya mengenai kedatangan Kristus dan mendapat kegembiraannya sebagai “sahabat mempelai” (Yoh 3:29), yang ia lukiskan sebagai “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Ia mendahului Yesus “dalam roh dan kuasa Elia” (Luk 1:17) dan memberikan kesaksian untuk Dia melalui khotbahnya, pembaptisan pertobatan, dan akhirnya melalui mati syahidnya.

524 Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua. Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: “la harus makin besar dan aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).

Posted in Arsip Homili, Inspirasi Iman, Katekese Iman Katolik, Renungan, Teks Misa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *