Intisari Bacaan, Refleksi Pribadi, dan Katekismus Gereja Katolik 4 – 5 Mei 2019

Intisari Bacaan, Refleksi Pribadi, dan Katekismus Gereja Katolik 4 – 5 Mei 2019

Category : Inspirasi Iman , Renungan

– Intisari Bacaan Minggu Ini:
1. Berkat daya Roh Kudus, para rasul dengan teguh dan berani menghadapi Mahkamah Agama dan Imam Besar. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
2. Yohanes menjadi saksi kemuliaan surgawi Anak Domba Allah. (Bacaan II – Wahyu)
3. Kehadiran Yesus Kristus yang bangkit menguatkan para rasul dalam perjuangan hidup dan perutusan mereka. (Bacaan Injil – Yohanes)

– Bahan Refleksi Pribadi:
1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini? Mengapa?
2. Apakah aku percaya bahwa Tuhan hadir di dalam setiap pengalaman hidupku?
3. Apakah aku memiliki pengalaman berjumpa dengan Tuhan dalam peristiwa hidup sehari-hari?
4. Apa tanggapanku atas kehadiran-Nya itu?

– Katekismus Gereja Katolik:
652 Dalam kebangkitan Kristus terpenuhilah janji-janji Perjanjian Lama dan janji yang Yesus sendiri berikan selama hidup-Nya di dunia. Ungkapan “sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor 15:3) menunjukkan bahwa dengan kebangkitan Kristus terpenuhilah ramalan-ramalan ini.

653 Kebangkitan-Nya menegaskan ke-Allah-an Yesus. Ia telah mengatakan: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:28). Kebangkitan Orang yang tersalib itu, menerangkan bahwa Ia dengan sesungguhnya “AKU ADA”, Putera Allah, malahan Allah sendiri. Rasul Paulus dapat menjelaskan kepada orang Yahudi: “Janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Kulah Engkau. Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini” (Kis 13:32 33). Kebangkitan Kristus berhubungan erat dengan penjelmaan Putera Allah menjadi manusia. Sesuai dengan rencana Allah yang abadi, Ia merupakan pemenuhannya.

654 Rahasia Paska mempunyai dua sisi: Dengan kematian-Nya Kristus membebaskan kita dari dosa; dengan kebangkitan-Nya Ia membuka pintu masuk menuju kehidupan baru. Hidup baru ini pada tempat pertama adalah pembenaran, yang menempatkan kita kembali dalam rahmat Allah, “supaya seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati … demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm 6:4). Pembenaran terletak dalam kemenangan atas kematian yang disebabkan oleh dosa dan dalam keikutsertaan dalam rahmat. Ia melaksanakan penerimaan menjadi anak Allah, karena orang-orang menjadi saudara-saudara Kristus. Yesus sendiri, sesudah kebangkitan-Nya, menyapa murid murid-Nya dengan perkataan saudara: “Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara Ku… ” (Mat 18: 10; Yoh 20:17). Kita adalah saudara saudari-Nya bukan atas dasar kodrat kita, melainkan oleh anugerah rahmat, karena hidup sebagai anak angkat ini benar-benar menyertakan kita dalam kehidupan Putera-Nya yang tunggal, hidup yang nyata sepenuhnya dalam kebangkitan-Nya.

655 Kristus yang telah bangkit adalah sebab dan dasar utama kebangkitan kita yang akan datang: “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung … Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikianlah semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus” (1 Kor 15:20-22). Selama menantikan pemenuhan ini, Kristus yang telah bangkit hidup dalam hati umat beriman. Dalam Kristus yang telah bangkit, umat Kristen mengecap “karunia-karunia dunia yang akan datang” (Ibr 6:5) dan hidupnya dilindungi Kristus di dalam Allah’, “supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” (2 Kor 5:15).


Leave a Reply

Jadwal Misa

===========Misa Harian===========
Ibadah Brevir, pukul 05.00 WIB
Senin – Sabtu, pukul 05.30 WIB
Sabtu Pertama sebagai Sabtu-Imam
================================
========Misa Jumat Pertama=======
Pagi, pukul 05.30 WIB
Sore, pukul 17.30 WIB
================================
=========Misa Mingguan===========
Sabtu, pukul 17.30 WIB
Minggu, pukul 05.30 WIB
Minggu, pukul 07.30 WIB
Minggu, pukul 17.30 WIB
================================

Kalender Liturgi

Recent Comments

Blog Traffic

Pages

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0