Lingkungan dan Wilayah Harus Tertib Administrasi

Karangpanas, KOMSOS (25/7) – Setelah acara tabur benih ikan ke sungai-sungai di Semarang, Gereja St. Athanasius Agung Paroki Karangpanas mengadakan lomba administrasi lingkungan dan wilayah di Aula St. Maria dan ruang dewan paroki pada Minggu (21/7). Acara tersebut merupakan salah satu bagian dari perayaan HUT Paroki Karangpanas ke-55 dengan tema 5rawung Nambah 5edulur.

Peserta lomba adalah pengurus dan perwakilan dari masing-masing lingkungan dan wilayah. Pelaksanaan lomba administrasi lingkungan dan wilayah bertujuan agar gereja Paroki Karangpanas menjadi tertib administrasi.
“Awal mulanya, paroki kita mendapatkan supervisi mengenai administrasi yang dilaksanakan bulan Mei lalu, dan kami ingin menerapkannya pada masing masing lingkungan dan wilayah,” kata Sugiyo Sumanto selaku koordinator pelaksana lomba ini.

Lomba ini diikuti oleh 45 dari 68 lingkungan dan 10 dari 17 wilayah. Sugiyo juga menjelaskan bahwa bagian-bagian yang dijadikan indikator dalam lomba ini adalah tata kelola administrasi, keuangan dan pengembalaan. Sistematika pada lomba ini adalah membentuk dewan juri yang terdiri dari dewan harian dan litbang yang dibagi menjadi 6 kelompok dan akan melakukan cross check dan wawancara terhadap peserta lomba.

Dewan juri yang menilai tidak ditempatkan pada lingkungan asal dewan juri tersebut. “Penempatan dewan juri agar tidak terjadi konflik kepentingan, selain itu kendala pada lomba ini sudah diantisipasi, dan sudah banyak lingkungan yang paham mengenai administrasi lingkungannya sendiri,” tambah Sugiyo.

Salah satu ketua wilayah yang menjadi peserta lomba, Faustinus Isdridjanamaja mengatakan bahwa hal-hal yang diperlukan dalam lomba administrasi lingkungan adalah keselurahan data-data wilayah yang meliputi bagian-bagian kependudukan, keuangan, kegiatan-kegiatan wilayah, rencana pada tiga tahun kepengurusan, dan pendampingan iman seperti pada tingkat anak, remaja dan orang muda, dan sebagainya. “Kelengkapan bahan lomba berupa data dan disertai bukti pendukung,” ungkap Isdri.

Sugiyo mengungkapkan bahwa kejuaraan pada lomba ini terdiri dari juara 1,2, dan 3 serta juara harapan 1,2 dan 3 pada masing-masing lingkungan dan wilayah. “Sudah ditentukan bobot nilainya, dan apabila terdapat nilai yang sama maka dilakukan penilaian mengenai kekhasan masing-masing lingkungan maupun wilayah,” tambahnya. Anggun & Veny

Posted in Berita, Seputar Paroki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *