Surat Gembala Prapaskah 2014 Keuskupan Agung Semarang

“Allah Peduli dan kita menjadi perpanjangan Tangan Kasih-Nya untuk Melayani”

pojok-doa1
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Tidak lama lagi kita akan memasuki masa Prapaskah, masa penuh rahmat yang setiap tahun kita jalani. Masa Prapaskah menjadi penuh rahmat karena kita mengalami bahwa Allah sungguh baik kepada kita dan memberi kesempatan untuk membangun pertobatan terus menerus.
Ada kisah-kisah kehidupan yang menampakkan solidaritas dan belarasa yang nyata dari situasi banjir ataupun bencana yang terjadi pada hari-hari ini. Namun yang lebih keras terdengar adalah situasi kehidupan harian yang diwarnai dengan korupsi, aneka bentuk keserakahan, egoisme, dan orang mengejar segala kepentingan diri dengan pelbagai cara. Akibatnya orang tidak lagi peduli dengan kesengsaraan banyak orang. Orang hidup untuk dirinya sendiri. Orang menjadi mudah cemas, kuatir, terutama terhadap pemenuhan kebutuhan jasmani. Kekuatiran itu membuat orang tidak mudah bersyukur atas apa yang diterimanya, juga tidak mudah untuk mengambil penderitaan orang lain sebagai tanggung jawabnya.
Dalam dunia yang semacam itu, sabda Tuhan memberi peneguhan dan pengharapan. Kasih Allah akan mengatasi segala kekuatiran kita. ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” (Mat 6:25). Kasih Tuhan melebihi kasih seorang ibu  “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes 49:15).  Kasih-Nya memberi pengharapan pada semua orang dalam perjuangan hidupnya. Ia akan menerangi dalam setiap langkah hidup kita, terutama saat hidup ada dalam kegelapan (bdk. 1Kor 4:5).

 Saudari-saudara terkasih,
Belum lama ini Paus Fransiskus mengeluarkan surat apostolik “Evangelii Gaudium”. Dalam suratnya itu, Paus meneguhkan iman kita semua bahwa Allah sungguh mencintai semua orang. Melalui Yesus Kristus, Ia menyelamatkan kita bukan janya orang perorangan, tetapi dalam relasi sosial dengan semua orang (Evangelii Gaudium art. 178).  Ia berharap agar iman akan Allah yang begitu mengasihi dibangun terus menerus, sehingga kita bisa bersyukur dalam keadaan apapun dan tidak mudah kuatir; kita bisa terus tergerak untuk membantu orang lain, meringankan beban mereka yang menderita dan mau berkorban tanpa pamrih, walaupun kita hidup di dalam masyarakat yang banyak egois, mengejar kepentingan diri. Semua itu karena kita tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi pada Allah yang dengan cara-Nya akan mencukupi segala kebutuhan dan keselamatan kita.

Saudari-saudara terkasih,
Untuk mengembangkan iman yang demikian, Keuskupan Agung Semarang menjadikan tahun 2014 sebagai Tahun Formatio Iman. Formatio Iman adalah pembinaan atau pendampingan iman yang terus menerus kepada semua orang beriman dalam setiap jenjang usia, mulai dari usia dini sampai usia lanjut. Pembinaan itu melibatkan keluarga, sekolah maupun paroki. Harapannya, melalui pendampingan iman yang terus menerus, kita semua bisa menjadi orang-orang katolik yang beriman cerdas, tangguh dan misioner. Cerdas karena kita mampu memahami dan mempertanggungjawabkan imannya. Tangguh karena kita tetap bisa bertahan dan berkembang dalam iman walaupun ada dalam pergulatan hidup yang berat dan tantangan iman yang semakin kompleks. Dan misioner karena iman mengajak kita bergerak keluar untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah Gereja dan masyarakat.
Iman yang cerdas, tangguh dan misioner itu terumuskan secara jelas dalam tema APP 2014, ”Berikanlah Hatimu untuk Mencintai dan Ulurkanlah Tanganmu untuk Melayani”. Tema itu tidak hanya menyapa sisi manusiawi kita, tetapi juga menyapa iman kita. Pengalaman akan Allah yang mengasihi, meneguhkan dan mengorbankan diri-Nya membuat kita juga mampu mencintai sesama dan mengulurkan tangan-tangan kita untuk melayani orang lain, terutama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Keprihatinan sosial yang ada sekarang ini menjadi kesempatan kita untuk memberikan kesaksian iman.

Saudari-saudara yang terkasih
Kita menjadikan masa Prapaskah menjadi masa untuk formatio iman, yakni masa untuk mengolah iman secara terus menerus sampai akhirnya kita merasakan bahwa iman adalah rahmat yang membawa hidup penuh berkat; iman adalah keyakinan bahwa Allah berkarya dalam hidup kita; iman adalah penyerahan yang membuat kita tidak kuatir dalam segala hal. Iman adalah kesadaran bahwa hidup ini semakin berarti saat hati bisa mencintai dan tangan bisa melayani. Maka formatio iman tidak bisa dilepaskan dengan pertobatan dan pembaruan.
Pertobatan adalah kesediaan diri untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah, sehingga kita tidak kuatir karena Allah bersama kita dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Pertobatan juga merupakan penyangkalan diri untuk mewujudkan kasih dalam kehidupan bersama. Pertobatan itu kita bangun melalui puasa, pengakuan dosa dan amal kasih.
Puasa menjadi bentuk pengendalian diri dan penyangkalan diri; pengakuan dosa menjadi bentuk kerendahan hati bahwa kita masih lemah dan membutuhkan pengampunan dan pertolongan Tuhan. Amal kasih menjadi tindakan nyata bahwa kita bisa ambil bagian dalam kasih dan kepedulian Allah untuk umat manusia. Dengan demikian, pertobatan membawa pembaruan relasi kita dengan Allah dan sesama.

Saudari-saudara yang terkasih
Secara tulus saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu, bapak, saudari-saudara, anak-anak, remaja, orang muda, para Romo, Bruder, Suster, Frater yang dengan berbagai macam cara terlibat dalam formatio iman, mengembangkan pelayanan kasih, tiada henti mewujudkan persaudaraan sejati di antara sesama pemeluk agama dan pelayanan lain di Keuskupan Agung Semarang. Saya yakin bahwa usaha dan niat-niat baik Anda akan berbuah bagi terwujudnya tatanan kehidupan yang semakin beriman, bersaudara dan manusiawi.
Secara khusus saya berdoa bagi Anda yang sedang sakit, menanggung beban-beban kehidupan yang berat, berada di Lembaga Pemasyarakatan, menjadi korban penyalahgunaan Narkoba, difabel atau berkebutuhan khusus serta yang lanjut usia; semoga Tuhan yang Mahakasih memberikan keteguhan iman kepada Anda semua dan diantara umat dapat saling menghibur-meneguhkan. Tuhan yang Mahamurah senantiasa melimpahkan berkat bagi keluarga dan komunitas Anda.

Salam, doa dan Berkah Dalem,
Semarang, 22 Februari 2014, pada Pesta Tahta Santo Petrus, Rasul

Mgr Pujo Komplit

 

 

 

 

+ Johannes Pujasumarta
Uskup Keuskupan Agung Semarang


“Mengasihi kapan saja dan di mana saja”

[Minggu Biasa ke VII: Im 19:1-2,17-18; Mzm 103:1-13; 1Kor 3:16-23; Mat 5:38-48]

Ada seruan iklan, yang berbunyi demikian, “Kapan saja, di mana saja, minumnya AA AA.” Slogan yang sederhana, namun lekas menempel di ingatan kita. Serupa dengan slogan ini, bacaan Injil hari ini juga mengingatkan kita untuk mengasihi, kapan saja dan di mana saja. Mengasihi di sini bukan hanya tidak membenci, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan tidak menyimpan dendam (lih. Im 19: 17-18).Mother theresaContinue reading

“Pesan Yesus Mengenai Kesabaran”

sbgm didiktekan kepada Catalina Rivas, “Pintu ke Surga”

Aku menghendaki engkau sabar, bahkan terhadap dirimu sendiri. Ketika engkau melakukan suatu kesalahan, Aku menghendakimu menyesal, malu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi; tetapi Aku tidak menghendakimu jengkel dengan dirimu sendiri, sebab jika engkau marah, engkau tidak akan pernah dapat bertindak dengan akal sehat atau bijaksana.

gambar-wajah-yesus
Continue reading

Lingkungan

Terdapat 65 Lingkungan yang terbagi menjadi 17 Wilayah di Paroki Karangpanas Semarang :

Wilayah St. Angela Merici (Candi Baru) – Ketua Wilayah Eduardus Nindyawan Waluyo Adi

St. Agnes Candi Baru I Florentius MARDIYONO
St. Agatha Candi Baru II Johanes SUGIARTO, Ph.
St. Anna Candi Baru III Fransiskus Assisi SOLIKIN
St. Elizabeth RS St. Elisabeth Sr. M. IRMINE, OSF.

Wilayah St. Cecilia Perawan Martir (Gombel Permai) – Ketua Wilayah Antonius Bambang Eko Hardono

St. Domenico Savio Gombel Permai I Theresia TATIEK SUTARTI
St. Monika Gombel Permai II Yohanes Adrian BAMBANG PERMANA
St. Lukas Gombel Permai III Tarcicia Yully Indiany HADI WIRANU

Wilayah St. Yohanes Penginjil (Jangli) – Ketua Wilayah Fransiskus Xaverius Glatik Purbaya

St. Maria Fatima Jangli I Frederickus MARGONO
St. Maria Ratu Rosari Jangli II Yusup KARWONO
St. Maria Goretti Jangli III Florentinus SUTIMAN
St. Maria Mater Dei Jangli IV Ignatius PONIDJAN

Wilayah St. Andreas (Jatingaleh) – Ketua Wilayah Benedictus Soebiyanto Sardjono

St. Agustinus Jatingaleh I Antonius MARNO
St. Laurensius Jatingaleh II Franciscus Xaverius DARYANTO MUKMIEN
St. Perawan Maria Jatingaleh III  Stephanus SUGIARTO
St. Antonius Padua Jatingaleh IV Alfons EGONG

Wilayah St. Yohanes Berchman (Kalilangse) – Ketua Wilayah Fransiskus Koesbiyantono Hadi Siswoyo

St. Antonia Kalilangse I Stephanus Bartolomeus HARYANTO
St. Ignatius Kalilangse II Gerardus Majela KOEN HARDIYATMOKO
St. Fransiscus Xaverius Kalilangse III Agatha PUJIATI KOESBIYANTONO
St. Yoseph Kalilangse IV Christina HARYATI SAWILAN

Wilayah St. Don Bosco (Semeru-Tengger) – Ketua Wilayah Yohanes Maria Budiono

St. Petrus Faber Akpol Yohanes AGUS PRASETYO
St. Helena Semeru Vincentius PUDJIONO
St. Petrus Rasul Tengger I Antonius SONNY DJOJOACHMADI
St. Familia Tengger II Christina SUMARNI LEKSONO

Wilayah St. Yakobus (Kaliwiru) – Ketua Wilayah Antonia Maria Winaryanti Bambang Wiradana

St. Richardus Kaliwiru I Petrus Antonio HERU KRISMAWAN
St. Theresia Kanak2 Yesus Kaliwiru II Johannes Fransiskus KORN JOPIE
St. Gabriel Kaliwiru III Mikhael Alfonso QUINTO MAXIMO

Wilayah St. Thomas (Karanganyar Gunung) – Ketua Wilayah Yohanes Alfeus Desyanto Fajar Suseno

St. Chatarina Sienna Karanganyar Gunung I Adrianus BAMBANG HANDOKO
St. Petrus Claver Karanganyar Gunung II Nicodemus SUPRIYONO
St. Bernadette Soubirous Tanah Putih Redemptin ANNIE HERRY INSIAMI

Wilayah St. Bartolomeus Rasul (Karangrejo) – Ketua Wilayah Athanasius Prasodjo

St. Perpetua Karangrejo I Yohanes Desemtri PARYANTO LOPO
St. Petrus Canisius Karangrejo II Antonius BUDI PRASETYAWAN
St. Theresia Avilla Karangrejo III Anastasia YULIANA LETTO
St. Antonius Telaga Bodas Reinerius EDY WIDIYANTORO

Wilayah St. Antonius Abbas (Sisingamangaraja) – Ketua Wilayah Theresia Krismanti

St. Ursula Wonotingal
Sophia SETYATI DWI MARTANI
St. Yohanes Pembaptis Kenari Sari   Maria Veronica SUNARTI
St. Theresia de Lisieux Candi Losmen Veronica IBNU PURWANINGSIH

Wilayah St. Paulus (Ngesrep) – Ketua Wilayah Philipus Nadut

St. Vincensius de Paul Bukit Agung Cornelius SONNY KRISTYANTO
St. Aloysius Bukit Sari Michael Felix ONGKI IRAWAN
Soegijopranoto Ngesrep Timur Fransiskus PONCO SISWANTO
Darmoyuwono Sumurboto  Marcellius AGUS PURWANTO
St. Yusuf Ngesrep Barat Tarsisius Maria AMAN
St. Stefanus Griya Bukit Mas Stefanus AGUS SETYAWAN

Wilayah St. John Paul II (Sanggung) – Ketua Wilayah Faustinus Isdri Djanamaja

St. Rafael Sanggung I Eduardus SURYO ADINUGROHO
St. Teresa dari Calcuta Sanggung II Antonius WIDYO PURWOKO
St. Nikolaus Sanggung III Antonius SRI WAHYONO

Wilayah St. Filipus Rasul (Kesatrian) – Ketua Wilayah Yohanes Krisnugrohadi

St. Yohannes De Brito Kesatrian I Yohanes SLAMET MURINTO
St. Yusuf Arimatea Kesatrian II  Natalia WIDYASTUTI WURYATMO
St. Martinus Kesatrian III Ignasius BUDI RAHARJO
St. Anna Maria Kesatrian IV  Fransiskus Xaverius KRISNANTO BIROWO
St. Lidwina Kesatrian V  Martinus BUDIARTO

Wilayah St. Mathius Rasul (Saptamarga III) – Ketua Wilayah Emiliana Maria Tri Wahyuni

St. Paulus Miki Saptamarga III Barat Helarion HARDJONO
St. Mikael Saptamarga III Timur Franciscus Xaverius BUDI PRASETYO
Padre Pio Hasienda, Perumahan Jangli, Sekip Diponegoro Agustinus SUTOWO LATIEF

Wilayah St. Yusuf Cupertino (Jangli Permai) – Ketua Wilayah Theodorus Soni Sudarmadi

St. Henricus Constant Jangli Permai Barat Gregorius Agung TRI ANDHI
St. Benedictus Abas Jangli Permai Timur Thomas Aquinas DANARDANA
St. Faustina Panorama, Candi Golf Adrianus

Wilayah St. Johannes Bosco (Karangrejo Selatan) – Ketua Wilayah Heribertus Turut Harjaya

St. Aloysius Gonzaga Karangrejo Selatan I Heribertus IGU WIBOWO
St. Fabianus Karangrejo Selatan II Alponsus DALIMAN
St. Alfonsus Maria de Liguori Karangrejo Selatan III Yohanes EKO SUSANTO
St. Stanislaus Gombel Lama Stephanus DJASMANI
St. Fransiscus Asisi Tinjomoyo Markus Fransiskus Xaverius SUKAENI

Wilayah St. Andreas Korsini (Karangpanas) – Ketua Wilayah Adolfus Subagio 

St. Irine Glipir Fransiskus Asisi OKTORIANTO
St. Yusuf Pekerja Karangpanas I Agustinus KRISTIJANTO
St. Yusuf Maria Karangpanas II Felicianus ARI SETYAWAN
St. Paulus Salib Karanganyar Legok Veronica MULYANI ANGGONO

 

“Menjadi Bijak di Dalam Iman”

[Minggu Biasa ke VI: Sir 15:15-20; Mzm 119:1-34; 1Kor 2:6-10; Mat 5:17-37]

Pendidikan-iman-Katolik-anak-400x300

Mungkin telah sering kali kita  mendengar perikop Injil yang dibacakan hari ini. Yaitu bahwa Yesus tidak datang untuk membatalkan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya. Namun sejujurnya, mungkin ada banyak orang yang tidak sepenuhnya memahami, seperti apakah artinya ‘penggenapan’ dalam diri Kristus. Ini terlihat dari fakta bahwa ada banyak orang yang menggunakan ayat Mat 5:18 sebagai dasar bagi ajaran-ajaran yang berbeda dengan ajaran Gereja Katolik. Continue reading

Maria Valtorta

Maria Valtorta adalah seorang perempuan awam Italia yang luar biasa, seorang mistikus yang kepadanya dianugerahkan serangkaian penglihatan akan kehidupan Tuhan kita, dimulai sebelum kelahiran-Nya, dan berakhir dengan Kenaikan Santa Perawan Maria ke surga.Continue reading

Apa itu Epistola?

Epistola adalah surat. Beda antara epistola dan surat adalah epistola biasanya berisi tulisan yang cukup panjang dan sifatnya umum, tidak seperti surat atau memo biasa yang lebih bersifat pribadi. Epistola mirip seperti esei (karangan) – tulisan dimaksudkan untuk mengajarkan suatu topik yang serius. Continue reading