Roti Hidup

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Allah memperhatikan kebutuhan umat Israel yang keluar dari Mesir dengan memberikan makanan daging dan roti manna di padang gurun. (Bacaan I – Keluaran)
  2. Paulus menasihati jemaat di Efesus untuk menanggalkan manusia lama, yaitu hidup dalam nafsu yang menyesatkan; dan mengenakan manusia baru, yaitu hidup dalam kebenaraan dan kekudusan. (Bacaan II – Efesus)
  3. Yesus adalah Roti Hidup yang memuaskan kerinduan dan kebutuhan manusia. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Dengan menyadari setiap usaha dan per-juanganku selama ini, apa yang sebenarnya aku cari di dunia ini?
  3. Apa motivasiku mengikuti Yesus?
  4. Apakah aku mengalami dicukupkan dan dipuaskan oleh Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik:

1333 Di dalam perayaan Ekaristi, roti dan anggur diubah melalui perkataan Kristus dan seruan kepada Roh Kudus, menjadi tubuh dan darah Kristus. Sesuai dengan petunjuk Tuhan, demi kenangan akan Dia, Gereja melanjutkan apa yang telah Ia lakukan pada malam sebelum sengsara-Nya sampai kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan: “Ia mengambil roti….. “Ia mengambil piala yang berisi air anggur”. Roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus atas cara yang penuh rahasia, tetapi tinggal tanda-tanda tentang kebaikan ciptaan. Karena itu, dalam mempersiapkan persembahan kita berterima kasih kepada Pencipta untuk roti dan anggur (Bdk. Mzm 104:13-15), hasil dari usaha manusia”, tetapi pertama-tama “hasil dari bumi” dan “pokok anggur”, anugerah Pencipta. Gereja melihat di dalam tindakan Melkisedek, raja dan imam yang membawa “roti dan anggur” (Kej 14:18), satu pratanda bahan persembahannya sendiri (Bdk. MR, Doa SyukurAgung Romawi 95: “Supra quae”).

1334 Di dalam Perjanjian Lama, roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung, sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Tetapi dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir ia memiliki lagi satu arti baru… Roti yang tak beragi, yang umat Israel makan dalam perayaan Paska setiap tahun, mengingatkan pada ketergesaan keluaran dari Mesir yang membebaskan; kenangan akan manna di padang gurun selalu mengingatkan Israel bahwa ia hidup dari roti Sabda Allah (Bdk. Ul 8:3). Dan roti sehari-hari adalah buah tanah terjanji, satu jaminan bahwa Allah tetap setia kepada janji-janji-Nya. “Piala pengucapan syukur” (1 Kor 10:16) pada akhir perjamuan Paska Yahudi menambahkan arti eskatologis pada kegembiraan pesta anggur: penantian mesianis akan pembangunan kembali Yerusalem. Yesus telah menciptakan Ekaristi-Nya dengan memberikan satu arti baru dan definitif kepada pemberkatan roti dan anggur

Sharing Iman:
www.sabda.org

Roti sudah tidak lagi dianggap sebagai suatu benda yang sedemikian penting seperti halnya pada zaman Alkitab. Kita biasanya tidak menganggap roti sebagai simbol kebutuhan hidup. Akan tetapi pada zaman Yesus, roti melambangkan berbagai jenis makanan bergizi dengan segala bentuknya.

Kenyataan di atas membantu kita memahami mengapa Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk meletakkan roti dalam Ruang Kudus di Kemah Pertemuan, yang merupakan lambang dari rumah Tuhan. Di sanalah, di dalam ruangan pertama itu, terdapat dua belas potong roti yang harus disajikan di atas sebuah meja emas “di hadapan Tuhan” (Imamat 24:6). Roti-roti itu mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah selalu memelihara milik-Nya ketika mereka datang dan berkenan kepada-Nya. Roti mencerminkan janji Allah untuk memberikan pemenuhan kebutuhan bagi semua manusia yang lapar dan haus akan kebenaran (Matius 5:6; Matius 6:31-34).

Bagi umat yang percaya kepada Kristus, roti juga dapat melambangkan Alkitab, Yesus, persekutuan orang kristiani, atau persediaan yang telah disiapkan Allah untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Dia memelihara kita dan selalu siap sedia untuk mengenyangkan kita. Akan tetapi, tawaran-Nya tersebut bukannya tanpa syarat. Dia berjanji akan memberikan “roti” setiap hari bagi mereka yang di dalam ketaatan telah mengkhususkan diri untuk hidup dan makan dari tangan Allah. Tuhan peduli kepada semua orang yang dengan sukarela dan rendah hati menerima makanan jasmani dan rohani dari-Nya.

 

Warta Paroki 29 Juli 2018

Warta Paroki
28 – 29  Juli 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
        Selasa,  31 Juli         : Peringatan St. Ignatius dari Loyola, Imam.
    Rabu,     01 Agustus  : Peringatan St.  Alfonsus Maria de Liguori,Uskup Pujangga Gereja.
    Sabtu,    04 Agustus  : Peringatan St. Yohanes Maria Vianney, Imam.
  2. Jadwal Triduum dan Persiapan Akhir Sakramen Penguatan 2018:
    Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 18.00 WIB di Aula St. Athanasius dan St. Maria: Triduum 1: Hidup Menggereja.
    Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 18.00 WIB di Aula St. Athanasius dan St. Maria: Triduum 2: Hidup Memasyarakat.
    Jumat, 10 Agustus 2018 pukul 18.00 WIB di Aula St. Athanasius dan St. Maria: Triduum 3: Rangkuman/Kesimpulan.
    Senin, 13 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB di gereja: Penerimaan Sakramen Tobat untuk siswa SMP.
    Senin, 13 Agustus 2018 pukul 18.00 WIB di gereja: Penerimaan Sakramen Tobat untuk siswa SMA/K, Mahasiswa, Dewasa.
    Rabu, 15 Agustus 2018, pukul 18.00 WIB di gereja: Gladi Bersih. Peserta Katekumen dan Wali Penguatan.
    Minggu, 19 Agustus 2018, pukul 07.30 WIB di gereja: Upacara Sakramen Penguatan.
  3. PROGRAM DISCOUNT MEDICAL CHECK-UP:
    Tim Kerja Kesehatan Paroki Karangpanas bekerjasama dengan laboratorium IDEAL mengadakan Medical Check-Up dengan harga khusus.
    PAKET I :         Gula puasa, cholesterol total, triglyceride, asam urat. Biaya: Rp  000,00 (biaya normal: Rp  187.000,00)
    PAKET II: Gula puasa, cholesterol total, HDL & LDL cholesterol triglyceride, asam urat. Biaya: Rp 225.000,00 (biaya normal: Rp  000,00)
    Pelaksanaan:
    Sabtu, 11 Agustus, pukul 07.00 WIB, di poli Bunda Teresa-Gereja Karangpanas.
    Senin-Kamis, 13-16 Agustus, pukul 06.15 WIB, di Klinik IDEAL, Jl. Kartini No. 30 Semarang.
    Dimohon berpuasa 8-10 jam sebelum dilakukan pemeriksaan dan minum air putih seperlunya.
    Pemeriksaan tambahan di luar paket akan mendapat diskon 20 %.
    Pendaftaran melalui Sekretariat Paroki setelah Misa atau setiap hari kerja.
  4. Penerima Komuni Pertama maksimal kelas 3 SMP yang berminat menjadi Putra-Putri Altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis pukul 16.30 WIB di gereja. CP : Maria Fatima 0857 1238 0602
  5. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS-KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek. Pendidikan)
    CP :
    Bp. Martinus Budi Kastianto: 0815 7500 0822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 0812 2552 0287
    Bp. Mardiono: 0812 2578 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 0812 2568 0570
  6. Choice Distik Semarang mengadakan Week End Choice:
    Tanggal       : 25-26 Agustus 2018
    Tempat        : Biara Kana, Salatiga
    Kriteria         : usia 20-35 thn, belum menikah
    Konstribusi  : Rp 250.000,00
    CP:  Ferry   0878 3117 7883
    Rio       0813 7072 9130
    Anton 0815 7500 4899
  7. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non-tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  8. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi:
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  9. PENGUMUMAN PERKAWINAN
    Pengumuman III
    Lukas Veno Sutriantono dari Lingk. St. Yohane Maria Vianney – Jangli V dengan Yosefa Indah Kartika Putri dari Paroki St. Yusup – Gedangan – Semarang.
    Viona Claudia Natawidjaja Maramis dari lingk. St. Vincencius de Paul – Bukit Agung dengan Ignatius Fransiscus Enrico Kristianto dari Paroki St. Martinus – Weleri.
    Yosef Natanael Montanaro da Silva dari lingk. St. Fabianus – Karangrejo Selatan II dengan Melania Fiera Lusida Retiana dari Paroki St. Pius X – Blora.
    Pengumuman II
    Scholastika Mira Safira dari Lingk. St. Martinus – Kesatrian III dengan Efran Adi Suminar dari Semarang.
    Marcellus Aryo Adi Kusumo dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat dengan Caroline Dessy Nurtanti dari Paroki Katedral – Semarang.
    Pengumuman I
    Agustina Hermin Widyastuti dari Lingk. St. Elisabeth – RS.Elisabeth dengan Adi Cahyo Kusumo dari Wonogiri.

Saudara-i yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

ALLAH MENYEDIAKAN DAN MENCUKUPKAN

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Melalui Nabi Elisa, Allah mencukupkan kebutuhan orang yang kelaparan di Gilgal. (Bacaan I – 2 Raja-raja)
  2. Paulus menasihati jemaat di Efesus untuk senantiasa bersikap rendah hati, lemah lembut, dan sabar. (Bacaan II – Efesus)
  3. Yesus, Gembala yang Baik, memberi makan lima ribu orang. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah yang paling aku butuhkan dalam hidup ini?
  3. Sebagai orang beriman, apakah yang menjadi kerinduan terdalamku selama ini?
  4. Bagaimana aku mengusahakan pemenuhan atas kebutuhan dan kerinduan terdalam, “lapar dan dahaga-ku”, itu?

Katekismus Gereja Katolik:

2444 Gereja dalam “cinta kasihnya terhadap kaum miskin, yang … melekat pada pusaka tradisinya” (Centesimus Annus/CA 57), membiarkan diri dibimbing oleh Injil sabda bahagia (Luk 6:20-22), oleh kemiskinan Yesus (Mat 8:20) dan oleh perhatian-Nya kepada kaum miskin (Mrk 12:41-44). Cinta kasih kepada kaum miskin untuk seorang Kristen malahan merupakan salah satu alasan untuk bekerja dan mendapat uang secukupnya, “supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Ef 4:28). Ini tidak hanya menyangkut kemiskinan material, tetapi juga aneka ragam kemiskinan kultural dan religius (CA 57).

2445 Cinta kasih kepada kaum miskin tidak dapat berbarengan dengan cinta kepada kekayaan yang tidak terkendalikan dan dengan penggunaannya secara egois (Yak 5:1-6).

2446 Santo Yohanes Krisostomus mengingatkan kewajiban ini dengan kata-kata yang sangat tegas: “tidak membiarkan kaum miskin turut menikmati harta miliknya, berarti mencuri dari mereka dan membunuh mereka. Yang kita miliki, bukanlah harta milik kita, melainkan harta milik mereka” (Laz 1,6). “Hendaknya tuntutan-tuntutan keadilan dipenuhi, supaya apa yang sudah harus diserahkan berdasarkan keadilan jangan diberikan sebagai hadiah cinta kasih” (Apostolicam Actuositatem/AA 8:5). “Kalau kita memberikan kepada kaum miskin apa yang sangat dibutuhkan, kita tidak memberi kepada mereka secara sukarela pemberian pribadi, tetapi kita mengembalikan kepada mereka, apa yang menjadi hak mereka. Dengan berbuat demikian, kita lebih banyak memenuhi kewajiban keadilan daripada melaksanakan perbuatan cinta kepada sesama” (GregoriusAgung, past. 3, 21).

2447 Karya-karya belas kasihan adalah perbuatan cinta kasih, yang dengannya kita membantu sesama kita dalam kebutuhan jasmani dan rohaninya (Yes 58:6-7; Ibr 13:3). Mengajar, memberi nasihat, menghibur, membesarkan hati, Serta mengampuni dan menanggung dengan sabar hati adalah karya-karya belas kasihan di bidang rohani. Karya-karya belas kasihan di bidang jasmani terutama: memberi makan kepada yang lapar, memberi tumpangan kepada tunawisma, mengenakan pakaian kepada yang telanjang, mengunjungi orang miskin dan orang tahanan dan menguburkan orang mati (Mat 25:31-46). Dari semua karya itu, memberi derma kepada orang miskin (Tob 4:5-11; Sir 17:22) adalah satu dari kesaksian utama cinta kasih kepada sesama; ia juga merupakan satu perbuatan keadilan yang berkenan kepada Allah (Mat 6:2-4).

Warta Paroki 15 Juli 2018

Warta Paroki
14 – 15  Juli  2018

  1. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl  : Senin – Rabu, 16 – 18 Juli 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula Gereja
    Biaya    : Rp 100.000,-
    Syarat  :
    Formulir dr Sekretariat
    Surat Baptis
    Foto berdampingan 4×6
    Biaya Rp. 100.000,-
  2. Pertemuan Paguyuban Ibu – ibu Paroki Karangpanas :
    Hari/tgl   : Selasa, 17 Juli 2018
        Pukul     : 16.30 WIB
        Tempat : Aula Gereja
  3. Donor darah akan diadakan pada :
        Hari/tgl  : Minggu, 22 Juli 2018
        Pukul    : 09.00 WIB
        Tempat : Aula St. Athanasius
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl :  Minggu, 22 Juli 2018
        Pukul    :  09.00 WIB
        Tempat :  Gereja
        Syarat :
        –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Biaya Rp 30.000,-
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  : Jum’at, 20 Juli 2018
        Pukul     : 18.00 WIB
        Tempat : Ruang St. Yusup
  5. Sosialisasi Triduum Sakramen Penguatan pada :
        Hari/tgl  : Selasa, 25 Juli 2018
        Pukul    : 18.00 WIB
        Tempat : Aula St. Athanasius
        Para Katekis Sakramen Penguatan diharap hadir.
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 29 Juli 2018
        Pukul    : 17.30 WIB
        Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
        Pasutri yang menikah di bulan Juli diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. Tim Kerja KKS Paroki Karangpanas  akan mengadakan kursus Kitab Suci. Bersertifikat dalam 6 kali pertemuan setiap Jumat minggu Ke III.Pertemuan Pertama akan diadakan pada :
    Hari/tgl : Kamis, 26 Juli 2018
        Pukul    : 18.30 WIB
        CP        : Deo 081325441555 ; Beni 081575731236 ; Anna  08158059000
  8. Jadwal Triduum dan persiapan Akhir Sakramen Penguatan 2018:
    Sosialisasi Triduum oleh team pada hari Selasa, 24 Juli 2018, pukul 18.00 di Aula St. Athansius
    Peserta : Semua Katekis Penguatan.
    Triduum 1 : Hidup Menggereja, hari Rabu, 8 Agustus 2018, pukul 18.00 di Aula St. Athanasius dan St. Maria oleh Team.
    Triduum 2 : Hidup Memasyarakat, hari Kamis, 9 Agustus 2018, pukul 18.00 di Aula St. Athanasius dan St. Maria oleh Team.
    Triduum 3 : Rangkuman / Kesimpulan, hari Jumat, 10 Agustus 2018, pukul 18.00 di Aula St. Athanasius dan St. Maria oleh Romo.
    Sakramen Tobat, hari Senin, 13 Agustus 2018, pukul 16.00 untuk siswa SMP, di Gereja
    Sakramen Tobat, hari Senin, 13 Agustus 2018, pukul 18.00 untuk selain siswa SMP, di Gereja
    Gladibersih, hari Rabu 15 Agustus 2018, pukul 18.00 di Gereja. Peserta Katakumen dan Wali penguatan.
    Upacara Sakramen Penguatan, hari Minggu 19 Agustus 2018, Jam 07.30 di Gereja.
  9. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  10. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  11. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  12. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Julius Widhi Kurniawan dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan
    Novanda Ayuwardani dari Semarang.
  1. Ignatius Arditio Hernanda dari lingk. Soegijopranoto – Ngesrep Timur
    dengan
    Stefani Amanda Harmani dari Paroki St. Paulus – Kleca – Surakarta.

Pengumuman II

  1. Natalia Pungky Desy Christanti dari Lingk. St. Helena – Semeru
    dengan 
    Andreas Nugroho Jati dari Paroki Keluarga Kudus – Cibinong.
  1. Josef Surya Propanut dari lingk. St. Theresia Kanak – kanak Yesus – Kaliwiru II
    dengan
    Winda Ariyanti dari Semarang.
  1. Imanuel Angga Sanjaya dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Yustina Trisna Sundari dari Lingk. St. Alfonsus Maria de Liguori – Karangrejo Selatan III.

Pengumuman I

  1. Lukas Veno Sutriantono dari Lingk. St. Maria Vianney – Jangli V
    dengan 
    Yosefa Indah Kartika Putri dari Paroki Yusup – Gedangan.
  1. Viona Claudia Natawidjaja Maramis dari lingk. St. Vincencius de Paul – Bukit Agung
    dengan 
    Ignatius Fransiscus Enrico Kristianto dari Paroki St. Martinus – Weleri.
  1. Yosef Natanael Montanaro da Silva dari lingk. St. Fabianus – Karangrejo Selatan II
    dengan
    Melania Fiera Lusida Retiana dari Paroki St. Pius  X – Blora.

 Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Johanes Gregorius Dwi Hananto (65 th) – suami dari ibu Rina Listyowati – dari lingk. St. Vincentius De Paul – Bukit Agung.  Wafat hari Rabu, tanggal 12 Juni 2018.
  2. Bapak Antonius Dwi Djoko Sucahyo (63 th) – suami dari ibu Tarsisia Murtiyanti – dari lingk. St. Monika  – Gombel Permai II.  Wafat hari Rabu, tanggal 12 Juni 2018.
  3. Ibu Sesilia Nuke Ernawati (47 th) – dari lingk. St. Yusuf Arimatea – Kesatrian II. Wafat hari Kamis, tanggal 26 Juni 2018.
  4. Bapak Fransiskus Lilik Handoko (47 th) – suami dari ibu Yulia Wiji Mawarti – dari lingk. St. Agustinus  – Jatingaleh I.  Wafat hari Jumat, tanggal 29  Juni 2018.
  5. Bapak Yustinus Suhartono (72 th) – dari lingk. St. Theresia Kanak Kanak Yesus – Kaliwiru II.  Wafat hari Rabu, tanggal 04 Juli 2018.

PENGUMUMAN TAHBISAN IMAM

Akan ditahbiskan pada hari Rabu , tanggal 25 Juli 2018, Pukul 09.00 WIB, di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, 5 Skolastik Ordo Societatis Jesu (SJ):

  • Skolastik Heinrich Angga Indraswara, S.J
    asal Paroki Hati Kudus Kramat Raya, Jakarta, Keuskupan Agung, Jakarta
  • Skolastik Imanuel Eko Anggun Sugiyono, S.J
    asal Paroki Maria Ratu Damai, Banyuwangi, Keuskupan Malang
  • Skolastik Bonifasius Melkyor Pando, S.J
    asal Paroki St. Maria Immakulata, Soroako, Keuskupan Agung Makasar
  • Skolastik Agustinus Winaryanta, S.J
    asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang
  • Skolastik Simon Arief Herdian Putra Tama,S.J
    asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang

Mohon doa restu bagi para diakon

MENJADI UTUSAN ALLAH

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Nabi Amos lebih taat pada kehendak Allah untuk bernubuat daripada taat pada perintah manusia yang tidak mau bertobat. (Bacaan I – Amos)
  2. Paulus bersaksi bahwa Allah telah memilih kita menjadi anak-anakNya dan mengaruniakan segala berkat dengan perantaraan Yesus Kristus demi keselamatan kita. (Bacaan II – Efesus)
  3. Yesus mengutus kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mewartakan Kerajaan Allah. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa artinya “utusan”?
  3. Sikap apa saja yang dibutuhkan utusan dalam menjalankan tugas perutusannya?
  4. Apakah aku sudah memiliki sikap-sikap itu? Apa buktinya?

Katekismus Gereja Katolik:

1833 Kebajikan adalah kecenderungan yang tetap dan teguh untuk melakukan yang baik.

1834 Kebajikan manusiawi adalah kecenderungan yang teguh dari akal budi dan kehendak, yang mengarahkan perbuatan kita, mengatur hawa nafsu kita, dan membimbing tingkah laku kita, supaya sesuai dengan akal budi. Mereka dapat dikelompokkan menurut empat kebajikan pokok/kebajikan “kardinal” [cardo berarti poros]: kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri.

1835 Kebijaksanaan memungkinkan budi yang praktis, supaya dalam semua situasi mengerti kebaikan yang benar dan memilih sarana yang tepat untuk melaksanakannya.

1836 Keadilan terdiri dari kehendak yang tetap dan teguh untuk memberi kepada Allah dan sesama, apa yang menjadi hak mereka.

1837 Keberanian menyanggupkan untuk mengejar kebaikan dengan teguh dan tabah dalam kesulitan.

1838 Penguasaan diri mengekang kecenderungan kepada kenikmatan jasmani dan membuat kita mempertahankan ukuran yang wajar dalam penggunaan benda-benda yang diciptakan.

Sharing Iman: sabda.org

Ketika tiba di pos jaga untuk dapat memasuki penjara, ternyata tanda pengenal saya tidak ada. Karenanya petugas jaga harus membuat surat izin kunjungan sementara supaya saya dapat masuk dan mengajar kelas Pendalaman Alkitab untuk beberapa narapidana di sana. Dengan membaca SIM saya, petugas jaga itu mengisi surat izin dan memperbolehkan saya masuk. Saat membaca sekilas surat izin masuk itu, saya tersenyum geli. Pada kolom yang menunjukkan atas nama siapa saya diutus, di situ si petugas menulis “Allah.”

Lalu dalam perjalanan pulang, saya memikirkan hal yang lucu itu dengan lebih serius. Petugas tadi mungkin saja hanya bercanda, tetapi sesungguhnya yang ia ungkap-kan itu memang benar. Saya memang mewakili komisi pelayanan penjara, tetapi sebenar-nya saya mewakili Allah sendiri. Menyadari hal itu, saya senang dengan apa yang dilakukan petugas tersebut.

Kepada jemaat di Korintus Paulus berkata, “Kami ini adalah utusan-utusan Kristus” (2 Kor 5:20). Dengan mengemban predikat yang mulia itu, kita bertang-gung jawab untuk “hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar” (1 Tes 4:12). Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita senantiasa mewakili Allah ke mana pun kita pergi dan berada, melalui apa pun yang kita lakukan. Baik di tempat kerja, di lingkungan masyarakat tempat kita tinggal, dalam tim softball, maupun di jalan, kita adalah utusan-utusan Allah. Kristus mengutus kita keluar untuk membawa orang lain ke dalam kasih-Nya.

Warta Paroki 08 Juli 2018

Warta Paroki
07 -08  Juli  2018

  1. Timja Pendidikan akan memberikan bantuan pendidikan bagi umat katolik paroki St. Athanasius Agung yang tidak mampu (LKMTD), untuk tahun ajaran 2018 – 2019 formulir permohonan pengajuan bantuan pendidikan dapat diambil di depan Sekretariat pada hari Minggu, tanggal 1 dan 8 Juli setelah misa minggu pagi ke – 2 dan setelah misa minggu sore.
  1. Donor darah akan diadakan pada :
        Hari/tgl  : Minggu, 22 Juli 2018
        Pukul    : 09.00 WIB
        Tempat : Aula St. Athanasius
  1. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
        Hari/tgl  : Senin – Rabu, 16 – 18 Juli 2018
       Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
        Tempat : Aula Gereja
        Biaya    : Rp 100.000,-
        Syarat  :
    Formulir dr Sekretariat
    Surat Baptis
    Foto berdampingan 4×6
    Biaya Rp. 100.000,-
  2. Tim Kerja KKS Paroki Karangpanas akan mengadakan kursus Kitab Suci. Bersertifikat dalam 6 kali pertemuan setiap Jumat minggu Ke III.Pertemuan Pertama akan diadakan pada :  Hari/tgl : Kamis, 26 Juli 2018
    Pukul    : 18.30 WIB
    CP        : Deo 081325441555 ; Beni 081575731236 ; Anna  08158059000
  1. Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Komunitas Sejati Katolik Kevikepan Semarang mengadakan sarasehan kesehatan “Mengenal Vertigo dan penangananya” pada:   Hari, tgl        : Minggu, 15 Juli 2018
    Pukul           : 09.00 – Selesai
    Tempat        : Aula St. Yustinus
    Kantor pelayanan Pastoral KAS lt. 3. Jl Imam Bonjol No. 172, Semarang
    Tema           : “Mengenal VERTIGO dan Penanganannya”
    Narasumber  :    Dr. Lia Angelin Adriana Sp. S (Dokter Spesialis Saraf)
    Pendaftaran dapat menghubuingi
    Sekr. Perk. Santa Maria – 024 354 4085   FX. Susanto – 024 351 4937
    WP Hadi Santosa – 085700236155 Dody Arijanto – 0812250505540
  2. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  3. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  4. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  5. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Thomas Yulianus Alfo Susianto dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh
    dengan
    Anita Diah Krismarini dari Paroki SPM Ratu Rosario – Semarang.

Pengumuman II

  1. Julius Widhi Kurniawan dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan 
    Novanda Ayuwardani dari Semarang.
  1. Ignatius Arditio Hernanda dari lingk. Soegijopranoto – Ngesrep Timur
    dengan
    Stefani Amanda Harmani dari Paroki St. Paulus – Kleca – Surakarta.

Pengumuman I

  1. Natalia Pungky Desy Christanti dari Lingk. St. Helena – Semeru
    dengan
    Andreas Nugroho Jati dari Paroki Keluarga Kudus – Cibinong.
  1. Josef Surya Propanut dari lingk. St. Theresia Kanak – kanak Yesus – Kaliwiru II
    dengan
    Winda Ariyanti dari Semarang.
  1. Imanuel Angga Sanjaya dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Yustina Trisna Sundari dari Lingk. St. Alfonsus Maria de Liguori – Karangrejo Selatan III.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

PENGUMUMAN TAHBISAN IMAM

Akan ditahbiskan pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018, Pukul 09.30 WIB, di Gereja Keluarga Kudus Banteng – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
2 orang Frater Diakon Kongregasi Missionarii a Sacra Familia (MSF)  :

  1. Diakon Stephanus Nyaris Prasetyo –   asal Paroki Mater Dei, Madiun
  2. Diakon Antinus Setya Herawan –   asal Paroki St. Yakobus, Bantul

Mohon doa restu bagi para diakon

 

KUASA-MU DI DALAM KELEMAHANKU

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Nabi Yehezkiel diutus Allah kepada bangsa Israel, yang memberontak melawan Allah. (Bacaan I – Yehezkiel)
  2. Paulus bersaksi bahwa di dalam dirinya ada kelemahan dan justru di dalam kelemahannya kuasa Allah bekerja. (Bacaan II – 2 Korintus)
  3. Yesus ditolak oleh orang-orang Nazareth karena mereka tidak percaya kepada-Nya. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah tugas pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepadaku?
  3. Apakah tantangan dan kesulitan yang aku hadapi dalam melayani, baik yang berasal dari diriku sendiri maupun dari luar diriku?
  4. Bagaimana caraku mengatasi tantangan dan kesulitan itu?

Katekismus Gereja Katolik

28 “Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan la telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun la tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis. 17:26-28).

29 Namun “hubungan kehidupan yang mesra dengan Allah ini” (GS 19,1) dapat dilupakan oleh manusia, disalahartikan, malahan ditolak dengan tegas. Sikap yang demikian itu dapat mempunyai sebab yang berbeda-beda: protes terhadap kejahatan di dunia, ketidakpahaman religius atau sikap tidak peduli, kesusahan duniawi dan kekayaan, contoh hidup yang buruk dari para beriman, aliran berpikir yang bermusuhan dengan agama, dan akhirnya kesombongan manusia berdosa untuk menyembunyikan diri karena takut akan Tuhan dan melarikan diri dari Tuhan yang memanggil.

30 “Semua yang mencari Tuhan, hendaklah bergembira” (Mzm 105:3). Biarpun manusia melupakan atau menolak Tuhan, namun Tuhan tidak berhenti memanggil kembali setiap manusia, supaya ia mencari-Nya serta hidup dan menemukan kebahagiaannya. Tetapi pencarian itu menuntut dari manusia seluruh usaha berpikir dan penyesuaian kehendak yang tepat, “hati yang tulus”, dan juga kesaksian orang lain yang mengajar kepadanya untuk mencari Tuhan.

Sharing Iman:

www.sabda.org

Seorang anak sakit keras. Ia harus segera disuntik agar obat bisa langsung masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, begitu melihat jarum suntik, si anak memberontak. Meronta-ronta sambil menjerit dan menangis. Takut disuntik. Karena bergerak terus, sulit bagi dokter untuk memasukkan jarum suntik. Baru setelah ia kelelahan dan lemas kehabisan tenaga, dokter bisa menyuntiknya. Obat pun masuk ke dalam tubuhnya. Proses penyembuhan dimulai.

Tanpa sadar, kita sering bersikap seperti anak kecil tadi. Ketika menghadapi kenyataan sulit, kita berontak. Panik. Protes. Marah. Sulit menerima kenyatan itu. Begitu pula Rasul Paulus. Saat mendapatkan “duri dalam daging” berupa sakit-penyakit, spontan ia berseru pada Tuhan minta disembuhkan. Berkali-kali. Sayang, upaya itu gagal. Paulus tidak disembuhkan. Namun, harapannya tidak sirna. Dari situ ia belajar satu hal penting: perlunya berdamai dengan kelemahannya. Bukannya berontak, ia berserah diri. Bergantung pada Tuhan sepenuhnya. Justru pada saat itulah, kuasa Tuhan turun menaunginya. Ia dimampukan hidup bersama kelemahan itu dengan kekuatan ilahi.

Adakah masalah yang selama ini terus merongrong diri Anda? Bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, cacat kepribadian, atau kelemahan lainnya. Sudahkah Anda berdamai dengan kelemahan Anda tersebut, atau terus memberontak? Jika Tuhan tidak menyembuhkan, relakah Anda hidup bersama kelemahan itu? Tuhan bisa mengaruniakan kekuatan agar Anda sanggup menanggungnya. Maka, serahkanlah diri Anda kepada-Nya! Jika Anda lemah, maka Anda kuat!

Warta Paroki 01 Juli 2018

Warta Paroki
30 Juni – 01 Juli  2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Selasa,  3 Juli : Pesta St. Tomas,Rasul.
  2. Timja Pendidikan akan memberikan bantuan pendidikan bagi umat katolik paroki St. Athanasius Agung yang tidak mampu (LKMTD), untuk tahun ajaran 2018 – 2019 formulir permohonan pengajuan bantuan pendidikan dapat diambil di depan Sekretariat pada hari Minggu, tanggal 1 dan 8 Juli setelah misa minggu pagi ke – 2 dan setelah misa minggu sore.
  3. Donor darah akan diadakan pada :
    Hari/tgl  : Minggu, 22 Juli 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
  4. Tim Kerja KKS Paroki Karangpanas akan mengadakan kursus Kitab Suci. Bersertifikat dalam 6 kali pertemuan setiap Jumat minggu Ke III.Pertemuan Pertama akan diadakan pada :    Hari/tgl : Kamis, 26 Juli 2018
    Pukul    : 18.30 WIB
    CP        : Deo 081325441555 ; Beni 081575731236 ; Anna  08158059000
  5. Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Komunitas Sejati Katolik Kevikepan Semarang mengadakan sarasehan kesehatan “Mengenal Vertigo dan penangananya” pada:
    Hari, tgl        : Minggu, 15 Juli 2018
    Pukul           : 09.00 – Selesai
    Tempat        : Aula St. Yustinus
    Kantor pelayanan Pastoral KAS lt. 3. Jl Imam Bonjol No. 172, Semarang
    Tema           : “Mengenal VERTIGO dan Penanganannya”
    Narasumber  :    Dr. Lia Angelin Adriana Sp. S (Dokter Spesialis Saraf)
    Pendaftaran dapat menghubuingi
    Sekr. Perk. Santa Maria – 024 354 4085   FX. Susanto – 024 351 4937
    WP Hadi Santosa – 085700236155 Dody Arijanto – 0812250505540
  6. KEP VI Karangpanas akan diselenggarakan bulan Juli – November 2018. Pendaftaran pada petugas di depan gereja setiap misa, Ivan 0822.526.9919 atau di Sekretariat Paroki.
  7. Tim Kerja Paramenta mengundang ibu ibu untuk ikut aktif dalam belajar merangkai bunga setiap hari Selasa, Pukul 10.00 di gereja St. Athanasius Agung.
  8. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  9. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  10. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  11. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman II

  1. Thomas Yulianus Alfo Susianto dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh
    dengan
    Anita Diah Krismarini dari Paroki SPM Ratu Rosario – Semarang.

Pengumuman I

  1. Julius Widhi Kurniawan dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan 
    Novanda Ayuwardani dari Semarang.
  1. Ignatius Arditio Hernanda dari lingk. Soegijopranoto – Ngesrep Timur
    dengan
    Stefani Amanda Harmani dari Paroki St. Paulus – Kleca – Surakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Antonius Dwi Djoko Sucahyo (63 th) – suami dari ibu Tarsisia Murtiyanti – dari lingk. St. Monika – Gombel Permai II.  Wafat hari Rabu, tanggal 12 Juni 2018.
  2. Bapak Yohanes Totok Soeprapto – suami dari ibu Theresia Farintinah Sri Hartinah – dari lingk. St. Aloysius – Bukit Sari.  Wafat hari Kamis, tanggal 21 Juni 2018.

PENGUMUMAN TAHBISAN IMAM

Akan ditahbiskan pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018, Pukul 09.30 WIB, di Gereja Keluarga Kudus Banteng – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
2 orang Frater Diakon Kongregasi Missionarii a Sacra Familia (MSF)  :
1.Diakon Stephanus Nyaris Prasetyo   –      asal Paroki Mater Dei, Madiun
2.Diakon Antinus Setya Herawan      –   asal Paroki St. Yakobus, Bantul

Akan ditahbiskan pada hari Rabu , tanggal 25 Juni 2018, Pukul 09.00 WIB, di Gereja St. Antonius Padua, Kotabru – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
5 Skolastik Ordo Societatis Jesu (S.J)  :

  1. Skolastik Hinrich Angga Indraswara,S.J – asal Paroki Hati Kudus Kramat Raya, Jakarta, Keuskupan Agung, Jakarta
  2. Skolastik Imanuel Eko Anggun Sugiyono,S.J – asal Paroki Maria Ratu Damai, Banyuwangi, Keuskupan Malang
  3. Skolastik Bonifasius Melkyor Pando,S.J    –         asal Paroki St. Maria Immakulata, Soroako, Keuskupan Agung Makasar
  4. Skolastik Agustinus Winaryanta, S.J –   asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang
  5. Skolastik Simon Arief Herdian Putra Tama,S.J   –         asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang

Mohon doa restu bagi para diakon

 

 

“TALITA KUM”

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Allah telah menciptakan manusia seturut gambar-Nya sendiri demi keselamatan manusia. (Bacaan I – Kebijaksanaan Salomo)
  2. Yesus Kristus menjadi miskin, supaya karena kemiskinan-Nya manusia menjadi kaya dalam kasih. (Bacaan II – 2 Korintus)
  3. Yesus berkeliling berbuat baik untuk menyelamatkan manusia. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Allah menciptakan aku seturut gambar/citra-Nya?
  3. Apa pengaruh keyakinan itu bagi hidupku?
  4. Apakah aku memiliki pengalaman “dibangunkan” oleh Yesus? Apa pengaruhnya bagi hidupku saat ini?

Katekismus Gereja Katolik:

2318 “Di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan napas setiap manusia” (Ayb 12:10).

2319 Tiap hidup manusia itu kudus sejak saat pembuahannya sampai kematian, karena manusia itu dikehendaki demi dirinya sendiri dan diciptakan menurut citra Allah yang hidup dan kudus, serupa dengan Dia.

2320 Pembunuhan terhadap seorang manusia sangat bertentangan dengan martabat manusia dan dengan kekudusan Pencipta.

2321 Larangan membunuh tidak menghilangkan hak untuk melumpuhkan penyerang yang tidak sah. Pembelaan yang sah adalah satu kewajiban berat bagi siapa saja yang bertanggung jawab atas kehidupan orang lain atau atas kesejahteraan umum.

 Sharing Iman:

sabda.org

Seorang wanita yang berniat bunuh diri, berdiri selama 3 jam di sebuah jembatan di Seattle; siap untuk terjun. Ini membuat lalu lintas macet total, hingga para pengguna jalan yang kesal karena diburu waktu mengutuki dan meneriakinya agar segera melompat saja. Ia pun benar-benar melompat, tapi selamat meski terjun ke sebuah kanal dari ketinggian 49 meter. Setelah itu banyak warga kota mengirim bunga dan kartu kepadanya di rumah sakit sebagai tanda penyesalan atas kejadian itu. Namun beberapa pengguna jalan yang marah menghubungi surat kabar lokal dan menyalahkan wanita itu karena tidak memilih tempat yang tidak terlalu ramai untuk mengakhiri hidupnya.

Orang-orang yang memerlukan pertolongan kita seringkali datang pada waktu yang tidak tepat. Namun dalam setiap situasi, kita dituntut untuk memberi perhatian secara cepat, meski mengganggu rencana kita.

Yesus selalu dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya selama hidup di dunia ini, dan kita dapat meneladani respon yang Dia berikan kepada mereka. Ketika Yairus meminta-Nya untuk datang dan menyembuhkan anak perempuannya, Yesus meluluskan permintaannya (Mrk 5:22-24). Di tengah jalan, seorang wanita menjumpai-Nya. Yesus pun berhenti dan meluangkan waktu untuk menyembuhkannya (ay. 25-34).

Maukah kita menolong mereka yang membutuhkan? Seperti Yesus, adakah kita berbelas kasihan untuk menolong dan memulihkan mereka yang putus asa? Hari ini, Allah memberi kita kasih karunia untuk menolong orang lain, bagi kemuliaan-Nya.

MENJADI TERANG BAGI SESAMA

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah telah memanggil orang pilihan-Nya sejak semula dan mengutusnya untuk menjadi terang, pembawa keselamatan. (Bacaan I – Kitab Yesaya)
  2. Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk menyiapkan jalan bagi Yesus, Sang Mesias yang membawa keselamatan bagi manusia. (Bacaan II – Kisah Para Rasul)
  3. Kelahiran Yohanes Pembaptis membawa sukacita dan pengharapan besar akan karya Allah bagi manusia. (Bacaan Injil – Lukas)

 

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti “kelahiran” bagiku?
  3. Apakah jawabku atas pertanyaan: “orang macam apakah aku sekarang ini?” dan “menjadi orang macam apakah aku kelak?”

 

Katekismus Gereja Katolik

523 Yohanes Pembaptis adalah perintis Tuhan yang langsung; ia diutus untuk menyiapkan jalan bagi-Nya. Sebagai “nabi Allah yang mahatinggi” (Luk 1:76) Ia menonjol di antara semua nabi. Ia adalah yang terakhir dari mereka dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan. Ia sudah bersorak gembira dalam rahim ibunya mengenai kedatangan Kristus dan mendapat kegembiraannya sebagai “sahabat mempelai” (Yoh 3:29), yang ia lukiskan sebagai “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Ia mendahului Yesus “dalam roh dan kuasa Elia” (Luk 1:17) dan memberikan kesaksian untuk Dia melalui khotbahnya, pembaptisan pertobatan, dan akhirnya melalui mati syahidnya.