“Yang terdahulu menjadi yang terakhir”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Kita hendaknya selalu dekat dengan Tuhan. Ia memiliki rencana yang indah atas hidup kita. (Bacaan I – Yesaya)
  2. Kita dipanggil dan diutus untuk menampakkan kemuliaan Kristus melalui hidup kita. Hendaknya kita hidup sesuai dengan Injil dan teladan Kristus. (Bacaan II – Filipi)
  3. Yesus mengajak kita untuk bersikap murah hati kepada semua orang seperti Allah Bapa yang murah hati. Kemurahan hati Allah itu diterima dengan penuh rasa syukur dan bukannya rasa iri dan dengki. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah – yang merupakan wujud keadilan dan kemurahan hati-Nya – bagiku?
  3. Apakah selama ini aku sudah bersikap adil dan murah hati?
  4. Hal konkret apa yang akan aku lakukan sebagai ungkapan rasa syukurku atas keadilan dan kemurahan hati Allah yang sudah aku terima selama ini?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

KEADILAN DAN KEMURAHAN ALLAH

214      Allah, “la yang ada”, telah mewahyukan Diri kepada Israel sebagai “yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan” (Kej 34:6). Kedua pengertian ini menegaskan inti kekayaan nama ilahi itu. Dalam segala karya-Nya Allah menunjukkan kemurahan hati-Nya, kebaikan-Nya, rahmat-Nya, cinta-Nya, tetapi juga sifat-Nya yang layak dipercaya, ketabahan hati-Nya, kesetiaan-Nya dan kebenaran-Nya. “Aku mau memuji nama-Mu, sebab Engkau setia dan selalu mengasihi” (Mzm 138:2). Ia adalah kebenaran, karena “Allah itu terang, dan padaNya tidak ada kegelapan sama sekali” (1 Yoh 1:5); Ia adalah “cinta”, seperti yang diajarkan Rasul Yohanes (1 Yoh 4:8).

215      “Semua sabda-Mu benar, segala hukum-Mu yang adil tetap selama-lamanya” (Mzm 119:160). “Ya, Tuhanku dan Allahku, Engkau Allah yang Esa, semua janji-Mu Kau tepati” (2 Sam 7:28). Karena itu, Allah selalu memenuhi janji-Nya. Allah adalah kebenaran itu sendiri; Sabda-sabda-Nya tidak bisa menipu. Karena itu, dengan penuh kepercayaan orang dapat menyerahkan diri dalam segala hal kepada kebenaran-Nya dan kepada kepastian Sabda-Nya. Dosa dan kejatuhan manusia disebabkan oleh dusta penggoda yang membawa kebimbangan terhadap Sabda Allah, terhadap kemurahan hati-Nya dan kesetiaan-Nya.

216      Kebenaran Allah adalah juga kebijaksanaan-Nya, yang menetapkan tata tertib seluruh ciptaan dan peredaran dunia. Allah, yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi, adalah juga satu-satunya yang dapat menganugerahkan pengertian yang benar tentang segala ciptaan dalam hubungannya dengan Dia.

Sharing iman:

Dari berbagai sumber

Orangtua yang mempunyai lebih dari satu anak tahu betul situasi ini: salah satu anak protes dan menilai sang orangtua tidak adil karena merasa saudaranya menerima “lebih” dari apa yang dia terima. Entah “lebih” itu dipahami dalam arti lebih banyak, lebih bundar, lebih baru, dst. Situasi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja si anak sebenarnya merasa bosan, butuh perhatian, atau iri. Namun bisa juga si anak memang merasa diperlakukan tidak adil. Untuk kasus ini, mau tak mau orangtua mesti dengan sabar menjelaskan arti keadilan di dalam pemberian tersebut.

Perumpamaan dalam Injil hari ini menggambarkan Kerajaan Surga seperti tindakan seorang “tuan rumah yang pagi-pagi benar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya” (Mat 20:1). Ada dua hal yang dapat digarisbawahi dari tindakan sang tuan rumah. Pertama, tindakan memberikan upah harian yang sama kepada para pekerjanya, dari yang bekerja sejak pagi hingga yang baru bekerja pada jam lima sore, mengilustrasikan kemurahan hati Allah di tengah kekayaan dan kekuasaan-Nya: tuan rumah memberikan nafkah yang cukup untuk penghidupan sehari-hari, terlepas dari berapa lama mereka bekerja. Kedua, keluhan buruh yang bekerja sejak pagi menggarisbawahi keadilan Allah: tuan rumah tak melanggar hak siapapun, karena semua pekerja sama-sama mendapatkan upah yang memadai untuk sehari kerja. Artinya, di dalam komunitas orang beriman, ‘upah’ orang percaya didasarkan pada kemurahan hati dan keadilan Allah, bukan atas prakarsa manusia. Karena itu perkataan Yesus, “yang terakhir akan menjadi yang terdahulu …” (Mat 20:16) mengulangi perkataan Yesus di bagian lainnya: “banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Mat 19:30) sekaligus menegaskan bahwa Kerajaan Allah akan membalikkan penilaian manusia.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini memperingatkan kita untuk tidak menerapkan prinsip penilaian dunia ke dalam kehidupan manusia. Hal ini tentu tidak dapat diterima oleh orang-orang yang mengharapkan dapat mengatur keselamatan menurut aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia menurut prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia atas dasar “pukulan dibalas dengan pukulan” atau “satu perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik yang lain.” Allah memiliki rancangan yang berbeda dengan rancangan manusia (Yes 55:8). Rancangan dan cara bertindak Allah seutuhnya adalah kasih. Kasih karunia Allah ini cukup untuk semua orang.

Warta Paroki 17 September 2017

 Warta Paroki
17 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,    20 Sept. :  Peringatan St. Andreas Kim Tae Gon, Imam dan St. Pulus Chong Ha Sang dkk, Martir.
    Kamis,  21 Sept. :  Pesta St. Matius,Rasul dan Penulis Injil.
    Sabtu,   23 Sept. :  Peringatan St.Padre Pio dari Pietrelcina, Imam.
  2. Dalam rangka BKSN 2017 paroki akan menyelenggarakan lomba :
    Mewarnai Gambar Anak-anak
    Menyanyi Lagu Rohani F anak dan umum
    Menyanyi Mazmur F anak dan umum
    Membaca Kitab Suci F anak dan anak muda
    Cerdas Cermat
    PELAKSANAAN
    Tanggal :          17 dan 24 September 2017
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 18 – 20 Sept. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 24 September 2017
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau ada)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 22 September 2017
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang C
  5. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Agustus dan September diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  6. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl      : Selasa, 19 September 2017
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat     : St. Athanasius
    Tema        : SEATAP TAPI TAK MERATAP
    Pembicara : Dra. ProbowatieTjondronegoro, Msi Psikolog
  7. LOMBA MAZMUR
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Peserta : SD sampai Dewasa tiap Wilayah
    Daftar   : Rosa Simone – 081325511202
  8. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  9. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  10. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP
    Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  1. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ;
    keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman I

  1. Yohanes Berliandy Ari Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Patricia Dian Indriacipta dari Paroki Hati Yesus Mahakudus – Purwodadi.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

“Saling Mengampuni”

Intisari Bacaan

  1. Dendam dan amarah merusak relasi dengan sesama, dengan diri sendiri, dan dengan Tuhan. Orang yang mampu mengampuni dan menaruh belas kasih kepada sesamanya juga akan mendapatkan pengampunan dari Tuhan. (Bacaan I – Sirakh)
  2. Setiap orang beriman adalah milik Tuhan: hidup bagi Tuhan dan mati bagi Tuhan. (Bacaan II – Roma)
  3. Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Kita juga harus mengasihi dan mengampuni tanpa batas. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti pengampunan menurutku?
  3. Bagaimana sikapku selama ini terhadap sesama/ orang lain yang berbuat salah kepadaku?
  4. Apa yang akan aku lakukan agar aku sungguh mampu mengampuni dan mengasihi orang lain tanpa batas?

Katekismus Gereja Katolik

PENGAMPUNAN

2840    Sungguh mengejutkan bahwa kerahiman ini tidak dapat meresap di hati kita sebelum kita mengampuni yang bersalah kepada kita. Sebagaimana tubuh Kristus, demikian pula cinta tidak dapat dibagi-bagi. Kita tidak dapat mencintai Allah yang tidak kita lihat, kalau kita tidak mencintai saudara dan saudari kita yang kita lihat Bdk. 1 Yoh 4:20. Kalau kita menolak mengampuni saudara dan saudari kita, hati kita menutup diri dan kekerasannya tidak dapat ditembus oleh cinta Allah yang penuh kerahiman. Tetapi dengan mengakui dosa-dosa, hati kita membuka diri lagi untuk rahmat-Nya.

Sharing Iman

Diambil dari http://priakatolik.com/rahmat-pengampunan/

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat. 18:22)

“Sakitnya tuh di sini…..” Menjadi ungkapan nge-trend yang diambil dari petikan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Cita Citata. Sakit karena ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sakit karena diri kita mengenyam sesuatu yang pahit. Sakit karena kita menerima peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Sakit karena kesempurnaan yang menjadi impian kita masih belum bisa dijangkau. Memang ketidaksempurnaan manusia membuka peluang bagi kita untuk melakukan kesalahan. Bahkan hal ini bisa terjadi secara timbal balik: kita melakukan kesalahan kepada orang lain dan orang lain melakukan kesalahan terhadap diri kita.

Lalu sebagai orang kristiani, sikap iman apa yang harus kita ambil berhadapan dengan kenyataan ini? Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang yang mengklaim pengikut Yesus? Menarik kisah yang diangkat dalam Injil hari ini. Ketika Petrus datang dan bertanya kepada Yesus, “…Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudarakua jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus menjawab,”Bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Sabda Yesus ini bukan mau mengundang kita untuk mengampuni sampai empat ratus Sembilan puluh kali dan kita berhenti sampai di situ. Yesus mengajak kita untuk mengampuni tanpa batas. Mengampuni bukanlah perkara yang gampang. Menerima orang yang melukai hati kita bukanlah hal yang mudah. Namun itulah sikap yang harus ada dari pengikut Yesus. Ketika kita mengambil keputusan untuk mengampuni, saat itu juga pemulihan terjadi. Bukan hanya dari pihak kita atau dari pihak mereka yang bersalah kepada kita tetapi kesembuhan nyata bagi dua pihak yang menyakiti dan tersakiti.

Maka dari itu, marilah kita mohon rahmat pengampunan dari Tuhan untuk memampukan kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Kalau ini yang terjadi, maka kehidupan kita akan semakin bernilai di mata Tuhan dan sesama. Dunia pun akan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan mendamaikan bagi semua orang.

 

Warta Paroki 10 September 2017

 Warta Paroki
10 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,  13 Sept. :         Peringatan St. Yohanes Krisostomus ,Uskup dan Pujangga Gereja
    Jum’at,15 Sept. :        Peringatan St. Perawan maria Berdukacita
    Sabtu, 16 Sept. :        Peringatan St. Kornelius , Paus dan Santo Siprianus , Uskup dan Martir.
  2. Dalam rangka BKSN 2017 paroki akan menyelenggarakan lomba :
    Mewarnai Gambar Anak-anak
    Menyanyi Lagu Rohani F anak dan umum
    Menyanyi Mazmur F anak dan umum
    Membaca Kitab Suci F anak dan anak muda
    Cerdas Cermat
    PELAKSANAAN
    Tanggal :          17 dan 24 September 2017
    TEMU TEKNIK
    Tanggal :          10 September 2017
    Undangan dan penjelasan lengkap dapat diambil di loker.
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 18 – 20 Sept. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 24 September 2017
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau ada)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 22 September 2017
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang C
  5. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Agustus dan September diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  6. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl      : Selasa, 19 September 2017
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat     : St. Athanasius
    Tema        : SEATAP TAPI TAK MERATAP
    Pembicara : Dra. ProbowatieTjondronegoro, Msi Psikolog
  7. Novena St. Maria Fatima putaran ke-8 di Seminari TOR Sanjaya :
    Hari/tgl : Rabu,  13 September 2017
    Pukul   : 17.30 –  diawali dengan rosario
    Tema   : Bunda Maria Fatima Perantara Rahmat Perdamaian melalui Sabda Tuhan.
  8. Novena Syukur kapel Nasaret – wilayah Jangli diadakan :
    Hari/tgl : Jumat, 15 September 2017
    Pukul   : 19.00 WIB
    Dipimpin : Rm. Yohanes Iswahyudi, Pr.
  9. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  10. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  11. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning   0821.3303.5508

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Vincentius Feri Kurniawan Hertanto dengan Benedikta Ayuning Untari Sitorus,
    keduanya dari lingk. St. Laurensius – Jatingaleh II.
  1. Silvia Asa Talenta Yonanda dari lingk. St. Aloysius Gonzaga – Karangrejo Selatan I
    dengan
    Andreas Maria Damian dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman I

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ;
    keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Ibu Natalia Kusmiyati (58 th) – istri dari bapak Stefanus Soenardi – dari lingk. St. Fransiscus Xaverius – Kalilangse III.  Wafat tanggal 19 Agustus 2017.
  2. Bapak Stevanus Djasmani (66 th) – suami dari ibu Christiana Pasilah – dari lingk. St. Stanislaus – Gombel Lama.  Wafat tanggal 29 Agustus 2017.

Warta Paroki 13 Agustus 2017

 WARTA PAROKI
13  Agustus  2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 14 Agust. : Peringatan St. Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir
    Kamis,17 Agust. : Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
  2. Sosialisasi BKSN diadakan Hari Selasa, 15 Agustus, pukul 18.00 – 21.00 di Aula St. Athanasius. Buku dapat dipesan melalui sekretariat paroki.
  3. Ekaristi Syukur memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 72 diadakan hari Kamis, 17 Agustus, pukul 17.30. EKARISTI PAGI DITIADAKAN
  4. Timja PSE mengadakan bazaar produk-produk UKM:
    Hari / tgl   :                                                   Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul    :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl                                          : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul    :  06.00 WIB – selesai
    Tempat :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.  CP à bp. Sayogo 081.390.186.750.  Tempat terbatas.Technical meeting PSE diadakan hari Senin, 14 Agustus, pukul 19.00
    di Aula St. Athanasius. Seluruh peserta bazaar WAJIB HADIR
  5. Timja Adiyuswa mengadakan edukasi kesehatan bersama Dr. Rudi Purnomo yang akan diadakan hari Minggu, 3 September, pukul 10.00 di Aula St. Athanasius.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki. Edaran dapat diambil di loker
  6. Novena Syukur ke-6 renovasi Kapel Nazareth – Jangli diadakan hari Kamis, 18 Agustus, pukul 19.00 dipimpin oleh Rm. A. Dodit Haryono, Pr. Umat diundang untuk hadir
  7. Baptisan bayi diadakan hari Minggu, 27 Agustus, pukul 09.00
    Pembekalan orangtua dan wali baptis diadakan hari Jumat, 25 Agustus, pukul 18.00 di Ruang C
  8. Penyegaran Janji Perkawinan diadakan hari Minggu, 27 Agustus, pukul 17.30
    Para pasutri yang menikah di bulan Agustus diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  9. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  10. Perkumpulan St. Maria mengadakan ceramah “Pencegahan & Pertolongan pertama Serangan Jantung & Stroke :
    Hari / tgl  :Minggu,  20 Agustus 2017
    Pukul   :  09.00 – 13.00 WIB
    Tempat :  Gedung KPP KAS Lt. 3
    Harga tiket üumum Rp 50.000,- üanggota Rp 25.000,-
  11. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl  :Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul   :  18.30 WIB
    Tempat :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp.          Misri                                             0815.7581.0002
    Bp.          Daniel                                           0819.0167.7678
    Ibu Anna  0815.8059.000
  12. Akan diadakan Camp Young Girls angkatan ke-3 :
    Tanggal :  1 – 3 September 2017
    Tempat :  Green Valley – Bandungan
    Para remaja putri berusia 13 – 17 tahun diajak bergabung.
    Info selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

 Pengumuman III

  1. Fransiska Yuliana dari lingk. RS St. Elisabeth
    dengan
    Yohanes Slamet Karyadi dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  1. Petrus Canisius Mutiara Adi Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Zefanya Desy Ayunda Pribadi dari Jl. Sawah Besar – Semarang.
  1. Louis Ricky Hartono dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Margareta Pramesta Donna dari paroki St. Theresia – Bongsari.
  2. Yohanes Puguh Herma Sucipto dari St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan
    Angelica Natalia Bima Putri dari Paroki St. Franciscus Xaverius – Kidul Loji – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Maria Ika Maulina Rachmawati dari lingk. St. Maria Assumpta – Jangli VI
    dengan
    Christopherus Septian Dwi Hartantyo dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  2. Eleonora Fitria Mayasari dari lingk. St. Maria Assumpta – Jangli VI
    dengan
    Antonius Dwi Yuli Setiawan dari Paroki St. Petrus – Sambiroto.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

Nyanyian Pujian Maria

http://alkitab.sabda.org

Nats : Kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan” (Lukas 1:46)

Bacaan : Lukas 1:39-56

Maria merasa bingung. Ia baru saja mendengar kata-kata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Lukas 1:28). Perkataan ini tampaknya menghiburkan, tetapi mengejutkan karena diucapkan oleh malaikat.

Maria sedang dihadapkan pada berita yang paling mengagumkan, tetapi ia juga ketakutan. Dan saat malaikat mengatakan bahwa ia akan mengandung seorang bayi, ia berseru, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (ayat 34).

Ada dua fakta tentang Maria di sini, yakni bahwa ia kebingungan dan bahwa ia mempertanyakan perkataan malaikat itu. Fakta tersebut memberitahu kita bahwa ia juga seorang manusia biasa seperti kita, dengan kekuatiran yang normal.

Namun setelah mendengar perkataan malaikat itu, Maria menyebut dirinya “hamba Tuhan,” dan berkata:

“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ayat 38). Maria adalah seorang hamba yang rendah hati, saleh, dan mau melakukan kehendak Allah.

Kita dapat melihat hati Maria lebih mendalam melalui doanya yang mengesankan, yang dikenal sebagai Magnificat, nyanyian pujian Maria (ayat 46-55). Dalam nyanyian ini ia bersukacita dalam kekudusan Allah (ayat 49), rahmat-Nya (ayat 50), kuasa-Nya (ayat 51-52), kepedulian-Nya kepada mereka yang lapar (ayat 53), dan kebaikan-Nya kepada umat-Nya (ayat 54-55).

Kita dapat belajar dari Maria tentang bagaimana mempercayai Allah, di tengah kekuatiran dan ketakutan kita, dan memuji Dia atas kebesaran-Nya. Inilah inti nyanyian pujian Maria [JDB]

JALAN-JALAN ALLAH YANG TAK TERSELAMI
LAYAK MENDAPATKAN SEGALA PUJIAN KITA

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

  1. … dilahirkan oleh Perawan Maria

487 Apa yang Gereja Katolik percaya dan ajarkan tentang Maria, berakar dalam iman akan Kristus, tetapi sekaligus juga menjelaskan iman akan Kristus.

Pilihan Maria sejak Kekal

488 “Tuhan telah mengutus Putera-Nya” (Gal 4:4). Tetapi supaya menyediakan “tubuh bagi-Nya” (Ibr 10:5), menurut kehendak-Nya haruslah satu makhluk bekerja sama dalam kebebasan. Untuk tugas menjadi ibu Putera-Nya, Allah telah memilih sejak kekal seorang puteri Israel, seorang puteri Yahudi dari Nasaret di Galilea, seorang perawan, yang “bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud: nama perawan itu Maria” (Luk 1:26 27). “Adapun Bapa yang penuh belas kasihan menghendaki, supaya penjelmaan Sabda didahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dulu wanita mendatangkan maut, sekarang pun wanitalah yang mendatangkan kehidupan” (LG 56).

489 Sepanjang Perjanjian Lama panggilan Maria sudah dipersiapkan oleh perutusan wanita-wanita saleh. Kendati ketidaktaatannya, sejak awal sudah dijanjikan kepada Hawa bahwa ia akan mendapat turunan, yang akan mengalahkan yang jahat, dan akan menjadi ibu semua orang hidup. Berdasarkan janji ini, Sara mendapat seorang putera kendati usianya sudah lanjut. Bertentangan dengan harapan manusiawi, Allah memilih apa yang bodoh dan lemah bagi dunia, supaya menunjukkan bahwa ia setia pada janji-Nya: Hanna, ibu Samuel, Debora, Rut, Yudit, dan Ester, demikian pula banyak wanita yang lain lagi. Maria adalah “Yang unggul di tengah Umat Tuhan yang rendah dan miskin, yang penuh kepercayaan mendambakan serta menerima keselamatan dari-Nya. Akhirnya ketika muncullah ia, Puteri Sion yang amat mulia, sesudah pemenuhan janji lama dinanti-nantikan, genaplah masanya” (LG 55).

Dikandung tanpa Noda Dosa

490 Karena Maria dipilih menjadi bunda Penebus, “maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang sekian luhur” (LG 56). Waktu pewartaan, malaikat menyalaminya sebagai “penuh rahmat” (Luk 1:28). Supaya dapat memberikan persetujuan imannya kepada pernyataan panggilannya, ia harus dipenuhi seluruhnya oleh rahmat Allah.

491 Dalam perkembangan sejarah, Gereja menjadi sadar bahwa Maria, “dipenuhi dengan rahmat” oleh Allah (Luk 1:28), sudah ditebus sejak ia dikandung. Dan itu diakui oleh dogma “Maria Dikandung tanpa Noda Dosa”, yang diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX: … bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal” (DS 2803).

492 Bahwa Maria “sejak saat pertama ia dikandung, dikaruniai cahaya kekudusan yang istimewa” (LG 56), hanya terjadi berkat jasa Kristus: “Karena pahala Puteranya, ia ditebus secara lebih unggul” (LG 53). Lebih dari pribadi tercipta yang mana pun Bapa “memberkati dia dengan segala berkat Roh-Nya oleh persekutuan dengan Kristus di dalam surga” (Ef 1:3). Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan, supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.

493 Bapa-bapa Gereja Timur menamakan Bunda Allah “Yang suci sempurna” [panhagia]: mereka memuji dia sebagai yang “bersih dari segala noda dosa, seolah-olah dibentuk oleh Roh Kudus dan dijadikan makhluk baru” (LG 56). Karena rahmat Allah, Maria bebas dari setiap dosa pribadi selama hidupnya.

“Jadilah padaku menurut Perkataanmu …”

494 Atas pengumuman bahwa ia, oleh kuasa Roh Kudus akan melahirkan “Putera yang mahatinggi” tanpa mempunyai suami, Maria menjawab dalam “ketaatan iman” (Rm 1:5), dalam kepastian bahwa “untuk Allah tidak ada sesuatu pun yang mustahil”: “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:37 38). Dengan memberikan persetujuannya kepada Sabda Allah, Maria menjadi bunda Yesus. Dengan segenap hati, ia menerima kehendak Allah yang menyelamatkan, tanpa dihalangi satu dosa pun, dan menyerahkan diri seluruhnya sebagai abdi Tuhan kepada pribadi dan karya Puteranya. Di bawah Dia dan bersama Dia, dengan rahmat Allah yang mahakuasa, ia melayani misteri penebusan.  “Sebab, seperti dikatakan oleh santo Ireneus, `dengan taat Maria menyebabkan ke selamatan bagi dirinya maupun bagi segenap umat manusia. Maka tidak sedikitlah para Bapa zaman kuno, yang dalam pewartaan mereka dengan rela hati menyatakan bersama Ireneus: Ikatan yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria; apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh Perawan Maria karena imannya. Sambil membandingkannya dengan Hawa, mereka menyebut Maria `bunda mereka yang hidup. Sering pula mereka nyatakan: `maut melalui Hawa, hidup melalui Maria” (LG 56).

Maria Bunda Allah

495 Dalam Injil-injil Maria dinamakan “Bunda Yesus” (Yoh 2:1; 19:25). Oleh dorongan Roh Kudus, maka sebelum kelahiran Puteranya ia sudah dihormati sebagai “Bunda Tuhan Ku” (Luk 1:43). la, yang dikandungnya melalui Roh Kudus sebagai manusia dan yang dengan sesungguhnya telah menjadi Puteranya menurut daging, sungguh benar Putera Bapa yang abadi, Pribadi kedua Tritunggal Mahakudus. Gereja mengakui bahwa Maria dengan sesungguhnya Bunda Allah, [Theotokos, Yang melahirkan Allah].

“TERPUJILAH ENGKAU DI ANTARA WANITA”

HARI RAYA MARIA DIANGKAT KE SURGA

INTISARI BACAAN

  1. Perempuan yang berselubungkan matahari dengan mahkota dari 12 bintang di atas kepalanya bisa kita mengerti sebagai lambang dari Bunda Maria. ( Wahyu 11 )
  2. Pengajaran Paulus tentang akhir jaman, ketika Yesus, Anak Maria, akan menyerahkan Kerajaan kepada Bapa ( 1 Korintus 15 )
  3. Maria yang membawa Kristus dalam kandungannya, mengunjungi Elizabeth. Elizabeth berseru: “Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” ( Lukas 1 )

BAHAN REFLEKSI PRIBADI

  1. Apakah doaku hanyalah menjadi ungkapan perasaanku? Atau apakah doaku sungguh menjadi perayaan dan pengakuan akan tindakan Tuhan padaku?
  2. Maria ditampilkan sebagai orang yang percaya akan sabda Tuhan. Berapakah waktu yang kusediakan untuk mendengarkan sabda Tuhan?
  3. Apakah hidup doaku dijiwai oleh sabda Tuhan ( Doa Alkitabiah ), sebagaimana halnya doa Bunda Maria dalam injil hari ini? Atau apakah doaku hanyalah sebuah devosi aliran kata-kata tanpa henti yang tiada arti –  kering-jenuh-membosankan?
  4. Adakah aku menerima bahwa doa alkitabiah ( doa yang dijiwai oleh Kitab Suci ) adalah doa yang membawa aku ke pengalaman hidup rohani yang amat dalam, seperti dicontohkan oleh Bunda Maria?
  5. Apakah anda mengamini “Magnificat” yaitu kebahagiaan karena memberi, sukacita karena kemurahan hati dan rela kehilangan untuk menemukan makna kehidupan?

WARTA PAROKI 29-30 Juli 2017

WARTA PAROKI
29-30 Juli 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin,31 Juli:Peringatan St. Ignasius Loyola, Imam.
    Selasa,1 Agust:Peringatan St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja.
    Jum’at, 4 Agust:Peringatan St. Yohanes Maria Vianney, Imam.
  1. Ziarah timja WKRI ke Gua Maria Penadaran, Gubug – Purwodadi :
    Hari / tgl.      :  Minggu,  6 Agustus 2017
    Berangkat     :  Pukul 06.00 tepat
    Dari             :  depan gereja
    Para peserta diharap memperhatikan.
  1. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  2. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à    Agatha     0821.3871.8293
    Naning  0821.3303.5508
  1. Timja PSE akan mengadakan bazaar produk-produk UKM Paroki :
    Hari / tgl   :  Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul         :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl  : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul         :  06.00 WIB – selesai
    Tempat      :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.
    CP à bp. Sayogo 081.390.186.750 Tempat terbatas.
  1. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl  :  Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul      :  18.30 WIB
    Tempat   :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp.  Misri      0815.7581.0002
    Bp.  Daniel    0819.0167.7678
    Ibu  Anna      0815.8059.000
  1. Akan diadakan Camp Young Girls angkatan ke-3 :
    Tanggal     :  1 – 3 September 2017
    Tempat     :  Green Valley – Bandungan
    Para remaja putri berusia 13 – 17 tahun diajak bergabung.
    Info selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.
  1. Pertemuan Prodiakon bersama Rm. FX Agus Suryana Gunadi Pr. :
    Hari / tgl     :  Rabu, 2 Agustus 2017
    Pukul         :  18.30 – 21.00 WIB
    Tempat      :  Aula St Athanasius
    Tema         : Mari Merayakan Kehidupan
    Pengumuman ini berlaku sebagai undangan.
  2. Pertemuan bidang Pewartaan dan para tim kerja :
    Hari/tgl.      : Minggu, 6 Agustus 2017
    Pukul         : 10.00 WIB
    Tempat      :  Aula St. Athanasius
    Pengumuman ini berlaku sebagai undangan.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali.
  1. Angelia Rosari dengan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  2. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  3. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Fransiska Yuliana dari lingk. RS St. Elisabeth
    dengan
    Yohanes Slamet Karyadi dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  1. Petrus Canisius Mutiara Adi Kusuma dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Zefanya Desy Ayunda Pribadi dari Jl. Sawah Besar – Semarang.
  2. Louis Ricky Hartono dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Margareta Pramesta Donna dari paroki St. Theresia – Bongsari.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

Pengajaran “Kerajaan Surga: Pilihan Terbaik”

diambil dari http://alkitab.sabda.org

KERAJAAN … HARTA.                          Nas : Mat 13:44-46

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara mengajarkan dua kebenaran:

  1. 1) Kerajaan Allah merupakan suatu harta yang tak ternilai harganya, yang patut diinginkan melebihi segala sesuatu.
  2. 2) Kerajaan Allah hanya dapat diperoleh dengan mengorbankan segala sesuatu yang mungkin menghalangi kita menjadi anggota Kerajaan itu. “Menjual seluruh miliknya” berarti bahwa kita harus mengalihkan segenap hati dari segala perkara lain dan memusatkan seluruh hidup kita kepada Kristus saja (Rom 12:1).

 

KERAJAAN … PUKAT.                                 Nas : Mat 13:47

Perumpamaan ini menyatakan kembali kebenaran yang telah sangat ditekankan oleh Kristus: tidak semua anggota dari kerajaan yang kelihatan merupakan anak-anak Tuhan yang sejati. Gereja-gereja dan organisasi Kristen belum tentu searti dengan umat Allah yang sejati, yaitu umat yang terdiri atas semua orang percaya yang hidup dengan iman dan kebenaran yang sejati (bd. Mat 24:11,24Gal 5:19-21;

MEMISAHKAN ORANG JAHAT DARI ORANG BENAR.

Nas : Mat 13:49

Dalam perumpamaan tentang pukat, urutan pemisahan orang jahat dari orang benar sama dengan urutan dalam perumpamaan gandum dan lalang (ayat Mat 13:30,41,43): semua yang melakukan kejahatan dikumpulkan dahulu dan baru kemudian orang benar dikumpulkan (bd. Wahy 19:11-20:4). Urutan ini dengan jelas menunjukkan bahwa pemisahan tersebut dilaksanakan pada akhir masa kesengsaraan besar (Mat 24:29-31Wahy 19:11-20:4) dan bukan pada saat pengangkatan jemaat, pada waktu orang setia dari jemaat Kristus dikumpulkan dari antara orang jahat (lih. 1Tes 4:13-18Wahy 3:10). Dalam perumpamaan ini Kristus menekankan lagi bahwa di antara umat Allah ada banyak orang yang tidak sungguh-sungguh setia kepada-Nya dan Firman-Nya.

 

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

ARTIKEL 7 * KEBAJIKAN

1803 “Jadi, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Flp 4:8). Kebajikan adalah suatu kecenderungan yang tetap dan teguh untuk melakukan yang baik. Ia memungkinkan manusia bukan hanya untuk melakukan perbuatan baik, melainkan juga untuk menghasilkan yang terbaik seturut kemampuannya.

Dengan segala kekuatan moral dan rohani, manusia yang berkebajikan berusaha untuk melakukan yang baik. Ia berusaha untuk mencapainya dan memilihnya dalam tindakannya yang konkret.

“Tujuan kehidupan yang berkebajikan ialah menjadi serupa dengan Allah” (Gregorius Nisa, beat. l).        1733, 1768

  1. Kebajikan Manusiawi

1804 Kebajikan manusiawi adalah sikap yang teguh, kecenderungan yang dapat diandalkan, kesempurnaan akal budi dan kehendak yang tetap, yang mengarahkan perbuatan kita, mengatur hawa nafsu kita dan membimbing tingkah laku kita supaya sesuai dengan akal budi dan iman. Mereka memberi kepada manusia kemudahan, kepastian dan kegembiraan untuk menjalankan kehidupan moral secara baik. Manusia yang berkebajikan melakukan yang baik dengan sukarela.

Kebajikan moral diperoleh melalui usaha manusia. Ia adalah buah dan sekaligus benih untuk perbuatan baik secara moral; ia mengarahkan seluruh kekuatan manusia kepada tujuan, supaya hidup bersatu dengan cinta ilahi.                   2500, 1827

  1. Kebajikan Pokok [Kardinal]

1805 Empat kebajikan merupakan poros kehidupan moral. Karena itu orang menamakan mereka kebajikan “kardinal” [cardo berarti poros]; semua yang lain berada di sekeliling mereka. Mereka adalah kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. “Kalau seorang mengasihi kebenaran, maka kebajikan adalah hasil jerih payah kebijaksanaan. Sebab ia mengajarkan menahan diri dan berhati-hati, keadilan dan kebenaran” (Keb 8:7). Kebajikan-kebajikan ini juga dipuji dalam banyak teks Kitab Suci dengan nama-nama yang lain.

1806 Kebijaksanaan adalah kebajikan yang membuat budi praktis rela, supaya dalam tiap situasi mengerti kebaikan yang benar dan memilih sarana yang tepat untuk mencapainya. “Orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Ams 14:15). “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Ptr 4:7). “Kebijaksanaan ialah akal budi benar sebagai dasar untuk bertindak”, demikian santo Tomas menulis (s.th. 2-2,47,2,sc) mengikuti Aristoteles. Ia tidak mempunyai hubungan dengan rasa malu atau rasa takut, dengan lidah bercabang atau berpura-pura. Orang menamakan dia “auriga virtutum” [pengemudi kebajikan]; ia mengemudikan kebajikan lain, karena ia memberi kepada mereka peraturan dan ukuran. Kebijaksanaan langsung mengatur keputusan hati nurani. Manusia bijak menentukan dan mengatur tingkah lakunya sesuai dengan keputusan ini. Berkat kebajikan ini kita menerapkan prinsip-prinsip moral tanpa keliru atas situasi tertentu dan mengatasi keragu-raguan tentang yang baik yang harus dilakukan dan yang buruk yang harus dielakkan.

1807 Keadilan sebagai kebajikan moral adalah kehendak yang tetap dan teguh untuk memberi kepada Allah dan sesama, apa yang menjadi hak mereka. Keadilan terhadap Allah dinamakan orang “kebajikan penghormatan kepada Allah” [virtus religionis]. Keadilan terhadap manusia mengatur, supaya menghormati hak setiap orang dan membentuk dalam hubungan antar manusia, harmoni yang memajukan kejujuran terhadap pribadi-pribadi dan kesejahteraan bersama. Manusia yang adil yang sering dibicarakan Kitab Suci, menonjol karena kejujuran pikirannya dan ketepatan tingkah lakunya terhadap sesama. “Janganlah engkau membeIa orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran” (Im 19:15). “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, karma juga mempunyai tuan di surga” (Kol 4:1).

1808 Keberanian adalah kebajikan moral yang membuat tabah dalam kesulitan dan tekun dalam mengejar yang baik. Ia meneguhkan kebulatan tekad, supaya melawan godaan dan supaya mengatasi halangan-halangan dalam kehidupan moral. Kebajikan keberanian memungkinkan untuk mengalahkan ketakutan,juga ketakutan terhadap kematian dan untuk menghadapi segala percobaan dan penghambatan. Ia juga membuat orang reIa untuk mengurbankan kehidupan sendiri bagi suatu hal yang benar. “Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku” (Mzm 118:14). “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).      2848, 2473

1809 Penguasaan diri adalah kebajikan moral yang mengekang kecenderungan kepada berbagai macam kenikmatan dan yang membuat kita mempergunakan benda-benda duniawi dengan ukuran yang tepat. Ia menjamin penguasaan kehendak atas kecenderungan dan tidak membiarkan kecenderungan melampaui batas-batas yang patut dihormati. Manusia yang menguasai diri mengarahkan kehendak inderawi-nya kepada yang baik, mempertahankan kemampuan sehat untuk menilai, dan berpegang pada kata-kata: “Jangan mengikuti setiap kecenderungan walaupun engkau mampu, dan jangan engkau mengikuti hawa nafsumu” (Sir 5:2) Bdk. Sir 37:27-31.. Kebajikan penguasaan diri sering dipuji dalam Perjanjian Lama: “Jangan dikuasai oleh keinginan-keinginanmu, tetapi kuasailah segala nafsumu” (Sir 18:30). Dalam Perjanjian Baru ia dinamakan “kebijaksanaan” atau “ketenangan”. Kita harus hidup “bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Tit 2:12).

“Hidup yang baik itu tidak lain dari mencintai Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap pikiran. (Oleh penguasaan diri) orang mencintai-Nya dengan cinta sempurna, yang tidak dapat digoyahkan oleh kemalangan apa pun (karena keberanian yang hanya mematuhi Dia (karena keadilan) dan yang siaga supaya menilai semua hal, supaya jangan dikalahkan oleh kelicikan atau penipuan (inilah kebijaksanaan)” (Agustinus, mor. Eccl. 1,25,46).

III. Kebajikan dan Rahmat

1810 Kebajikan manusiawi yang diperoleh melalui pendidikan, melalui latihan, dan ketekunan dalam usaha, dimurnikan dan diangkat oleh rahmat ilahi. Dengan bantuan Allah mereka menggembleng watak dan memberi kemudahan dalam melakukan yang baik. Manusia yang berkebajikan bergembira dalam berbuat baik.

1811 Bagi manusia yang telah dilukai oleh dosa memang tidak mudah untuk mempertahankan keseimbangan moral. Keselamatan yang dikaruniakan oleh Kristus memberi kita rahmat yang dibutuhkan supaya tabah dalam mengejar kebajikan. Tiap orang harus selalu memohon rahmat terang dan kekuatan, harus mencari bantuan dalam Sakramen-sakramen, harus bekerja sama dengan Roh Kudus dan mengikuti ajakan-Nya untuk mencintai yang baik dan bersikap waspada terhadap yang jahat.

DOA MOHON KEBIJAKSANAAN            Puji Syukur 1992, No. 142

Allah yang Mahabijaksana, Engkau telah menciptakan dan menata alam ini dengan kebijaksanaan yang tak terhingga. Engkau pun telah mengajarkan kebijaksanaan sejati kepada kami, yang seringkali tidak kami pahami, karena jalan-Mu jauh berbeda dengan jalan kami, dan pikiran kami jauh berbeda dari pikiran-Mu. Berilah kami bagian dari kebijaksanaa-Mu, supaya seperti Salomo, kami lebih mencintai kebijaksanaan daripada harta dan kuasa yang akan binasa.

Terangilah hati kami dengan Roh Kebijaksanaan-Mu, supaya kami berpengamatan tajam dan luas. Jauhkanlah kami dari segala ketakutan dan kecemasan yang tak berfaedah, dan janganlah membiarkan kami menyeleweng karena pelbagai keinginan yang tidak teratur. Semoga kami selalu waspada terhadap bujuk rayu dan godaan yang menyesatkan.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebijaksanaan yang sejati, supaya kami belajar mencari Engkau di dalam segala sesuatu, dan memahami peristiwa-peristiwa hidup ini sesuai dengan tata kebijaksanaan-Mu. Berilah kami kebijaksanaan sejati, agar dengan pikiran yang jernih kami dapat memilih yang terbaik, dan melangkah di jalan yang lurus, mengikuti jejak Yesus, guru kebijaksanaan sejati. Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin

“Kerajaan Surga: Pilihan Terbaik”

Intisari Bacaan Minggu Biasa XVII A

Bagi kita orang Kristen,  hidup adalah pembatinan nilai-nilai yang terus-menerus dan berpusat pada Kehendak Allah. Pemuridan membutuhkan kebijaksanaan yang berasal dari Allah. Itulah kebijaksanaan yang tersembunyi dalam misteri dan kontradiksi SALIB. Kebijaksaan itu memampukan kita melepaskan segalanya demi mendapatkan harta yang terpendam atau mutiara yang berharga.

  1. Kemampuan untuk memimpin dengan bijak dan baik adalah anugrah yang begitu berharga. Kemampuan itu dijanjikan oleh banyak pemimpin tetapi hanya sedikit yang menjalankannya. ( Bacaan I – Raja- Raja )
  2. Percaya bahwa segalanya akan menjadi baik bukanlah sikap naif kekanak-kanakan, melainkan harapan sejati dari mereka yang mencintai Allah ( Bacaan II – Roma )
  3. Sebelum seseorang melepaskan segalanya untuk mendapatkan “mutiara yang berharga”, dia harus sungguh-sungguh berdoa untuk mengetahui “mutiara” nya itu ( Injil – Matius )

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Adakah ayat yang menyentuh hatiku? Mengapa?
  2. Dari pengalaman hidupku pribadi, apa yang aku pahami dengan harta terpendam, pedagang mutiara, pukat nelayan?
  3. Bagaimanakah pengalaman pribadi itu bisa membantuku memahami 3 perumpaan Yesus tentang Kerajaan Allah yang kita dengar pada hari ini?
  4. Adakah perbedaan antara “harta terpendam” dengan “mutiara berharga”

Sebagai murid Kristus, pesan dan misi pribadi apa yang saya terima setelah merenungkan Injil hari ini?