Tentang Masa Adven**

Tentang Masa Adven**

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Suatu cara yang baik dan saleh untuk membantu kita dalam masa persiapan Adven adalah dengan memasang Lingkaran Adven. Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

**dikutip dan diedit dari yesayaindocell.net

Jaga diri

Hari ini, kita memasuki Minggu Adven I yg sekaligus merupakan tahun liturgi baru dalam rangkaian tahun liturgi Gereja: A-B-C. Kita memasuki tahun liturgi C. Adven berasal dari kata adventus (Latin) yang artinya datang. Kedatangan siapa? Tiada lain adalah Yesus Kristus Juruselamat. Injil hari ini juga mengajak kita untuk mempersiapkan diri menyambut Sang Juruselamat itu. Memang terasa miris pewartaan Injil tsb. karena terkait dengan situasi khaos (baca: keos artinya kacau balau) yg akan terjadi saat semesta ini sampai pada kesudahannya yaitu akhir zaman. Meski demikian, kita mendapat peneguhan dari Tuhan, “Apabila semuanya itu terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” Oleh karena itu, kita harus semakin beriman dan percaya kepada-Nya total krn kedatangan-Nya akan menjadikan dari situasi yg semula khaos menjadi khairos (teratur, damai, penuh berkat). Tuhan mengajak kita utk hidup dlm khairos “…jagalah dirimu, jgn sampai hatimu sarat dg pesta pora, kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.”, Marilah hidup dlm khairos agar kita ikut serta menghadirkan kegembiraan, pengharapan dan kasih dlm dunia***d2t