“Yang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil.” (15 Juli 2015)

Matius (11:25-27)
“Yang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil.”
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa-Ku kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Menghayati hidup berdasarkan hidup nurani yang jernih, membawa pada sukacita yang sejati. Seorang bapak atau ibu yang menghayati hidup perkawinan dengan sukacita akan bekerja demi mencukupi keperluan keluarga serta mendampingi putra-putrinya dalam suasana sukacita pula. Aktivis paroki atau paguyuban atau aktivis penggerak kaderisasi menyatakan sikap hatinya sebagai aktivis yang mau keluar uang, tenaga dan waktu dnegan melibatkan diri dalam aneka kegiatan pemberdayaan dengan sukacita sambil mewariskan iman kepercayaan yang telah teruji melalui kegiatan yang terencana. Seorang suster, bruder, atau imam, yang menjalani hidup pembaktian kepada Tuhan dalam Gereja dengan sukacita hati, memberi pelayanan kepada umat, paguyuban, atau komunitas dengan sepenuh hati. Aneka suasana hati itu menjadi kekuatan dan penggugah semangat dalam menghayati keseharian hidup yang dilandaskan oleh cinta dan hormat bakti kepada Yesus Sang Penuntun.

Ungkapan penginjil Matius melukiskan tugas perutusan Sang Juru Selamat dinyatakan dalam nada syukur: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Hati yang terbuka dan hati yang menjadi “anawim”, orang sederhana yang mengandalkan diri pada kasih setia Allah, merupakan teladan. Santo Bonaventura dalam penghayatan kemiskinan yang teruji, menghadirkan kekayaan Kerajaan Allah sebagai Uskup dan Pujangga Gereja yang melayani Allah dan Gereja dengan sukacita yang keluar dari kedekatan dengan Allah Sang Empunya kehidupan.

Doa
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber :www.renunganpagi.blogspot.com

Cerita

Nyanyian tidak ada dibuku baik itu Tata Perayaan Ekaristi maupun Puji Syukur
Apakah pernah seperti ini?

Nyanyian tidak ada di buku

 

Sumber : Google.co.id

Semoga bisa membuat hari anda semakin ceria

Cerita Samuel

ANAK laki-laki yang masih sangat muda ini berwajah tampan, bukan? Namanya Samuel. Dan orang yang menaruh tangannya di atas kepala Samuel adalah imam besar Israel, bernama Eli. Di sampingnya adalah Elkana, ayah Samuel dan Hana, ibunya, yang membawa Samuel kepada Eli.
Samuel bertemu imam besar Eli

Samuel baru berumur empat atau lima tahun. Tetapi ia akan tinggal di sini, di kemah pertemuan (tabernakel) Yehuwa bersama-sama dengan Eli dan imam-imam lainnya. Mengapa Elkana dan Hana memberikan anak yang semuda Samuel untuk melayani Yehuwa di kemah pertemuan-Nya? Mari kita lihat sebabnya.

Beberapa tahun sebelumnya Hana merasa sangat sedih. Sebabnya ialah karena ia tidak bisa mendapat anak, dan ia sangat menginginkannya. Maka pada suatu hari ketika Hana berkunjung ke tabernakel Yehuwa, ia berdoa, ’O Yehuwa, janganlah melupakan aku! Jika Engkau memberikan seorang putra kepadaku, aku berjanji bahwa aku akan memberikan dia kepada-Mu agar dia bisa melayani-Mu sepanjang hidupnya.’

Yehuwa menjawab doa Hana, dan beberapa bulan kemudian ia melahirkan Samuel. Hana sayang kepada anak laki-laki itu, dan ia mulai mengajar anaknya mengenai Yehuwa sewaktu ia masih kecil sekali. Ia berkata kepada suaminya, ’Segera sesudah Samuel cukup besar dan bisa disapih, aku akan membawanya ke tabernakel untuk melayani Yehuwa di sana.’

Itulah yang sedang dilakukan oleh Elkana dan Hana dalam gambar ini. Dan oleh karena Samuel telah diajar dengan baik oleh orang tuanya, ia sangat senang untuk melayani Yehuwa di sini di kemah Yehuwa. Tiap-tiap tahun Hana dan Elkana datang untuk beribadat pada kemah istimewa ini, dan untuk mengunjungi putra mereka. Dan tiap tahun Hana membawa jubah baru tanpa lengan yang ia telah buat untuk Samuel.

Sudah bertahun-tahun lewat dan Samuel tetap melayani di tabernakel Yehuwa, dan Yehuwa maupun semua orang senang kepadanya. Tetapi putra-putra imam besar Eli, yaitu Hofni dan Pinehas bukan orang-orang baik. Mereka melakukan banyak perbuatan jahat, dan menyebabkan orang-orang lain jadi ikut tidak taat kepada Yehuwa. Eli seharusnya memecat mereka dari kedudukan imam, tetapi ia tidak berbuat demikian.

Samuel yang masih muda itu tidak mau terpengaruh oleh perbuatan-perbuatan jahat di tabernakel itu sehingga berhenti melayani Yehuwa. Tetapi oleh karena begitu sedikit orang yang sungguh-sungguh mengasihi Yehuwa, sudah lama sekali Yehuwa tidak berbicara kepada seorang manusia. Ketika Samuel sudah bertambah besar lagi, terjadilah begini.

Samuel sedang tidur dalam tabernakel ketika suatu suara membangunkan dia. Ia menjawab, ’Ya, aku datang.’ Dan ia bangun dan lari kepada Eli, dan berkata, ’Tuan telah memanggil, inilah aku.’

Tetapi Eli menjawab, ’Aku tidak memanggilmu, tidurlah kembali.’ Maka Samuel tidur lagi.

Kemudian suara itu memanggil lagi, ’Samuel!’ Samuel bangun dan lari lagi kepada Eli. ’Tuanku memanggil, inilah aku,’ katanya. Tetapi Eli menjawab, ’Aku tidak memanggil, anakku. Tidurlah kembali.’ Maka Samuel pergi tidur lagi.

’Samuel!’ suara itu memanggil untuk ketiga kalinya. Maka Samuel lari kepada Eli. ’Inilah aku, kau pasti telah memanggil aku kali ini,’ katanya. Eli tahu bahwa pastilah Yehuwa yang memanggil. Maka ia berkata kepada Samuel, ’Tidurlah sekali lagi, dan bila ia memanggil, kau harus bicara begini, ”Ya, Yehuwa, berbicaralah, sebab hamba-Mu mendengarkan.”’

Itulah yang dikatakan oleh Samuel ketika Yehuwa memanggil lagi. Yehuwa kemudian berkata kepada Samuel bahwa Ia akan menghukum Eli dan putra-putranya. Beberapa waktu kemudian Hofni dan Pinehas mati dalam pertempuran dengan orang Filistin, dan ketika Eli mendengar apa yang terjadi ia terjatuh, patah lehernya dan mati. Jadi perkataan Yehuwa menjadi kenyataan.

Samuel menjadi dewasa, dan merupakan hakim terakhir dari Israel. Pada waktu ia sudah tua, orang banyak itu meminta, ’Pilihlah raja untuk memerintah atas kami.’ Samuel tidak mau melakukan ini, karena sesungguhnya Yehuwa adalah raja mereka. Tetapi Yehuwa berkata supaya mendengarkan permintaan orang banyak itu.

Sumber : http://www.jw.org/id/publikasi/buku/cerita-alkitab/bagian-3-kelepasan-dari-mesir-sampai-raja-israel-yang-pertama/cerita-55-anak-lelaki-yang-masih-sangat-muda-melayani-allah/

 

Semoga bisa bermanfaat

Mengenal Peralatan Misa

Yuuuukkkk adek-adek…..

Kita mulai mengenal sedikit demi sedikit alat-alat misa di gereja supaya bisa menjadi anggota mesdinar.

Mengenal Peralatan Misa

Semoga bisa bermanfaat

Sumber : www.s712.photobucket.com/user/negeribangau/media/lit/20131103_zpsf6a4fc09.jpg.html

 

Tahukah Anda?

Mengapa kita perlu berlutut pada saat kita berdoa di gereja?

Tahukah Anda

Semoga bisa bermanfaat

Sumber : www.keuskupan-malang.org/sadarliturgi/