INAGURASI KEP (KURSUS EVANGELISASI PRIBADI)

Sebanyak 36 peserta kursus evangelisasi pribadi (KEP) menerima sertifikat kelulusan dari Romo Graha Lisanta Pr dalam acara malam inagurasi KEP yang diselenggarakan di aula St Athanasius, Selasa (4/12). Acara yang diadakan setahun sekali ini merupakan acara simbolis pemberian sertifikat kepada peserta KEP angkatan ke-6, yang maknanya peserta tersebut sudah siap untuk diutus gereja menyebarkan sukacita. Tak hanya penyerahan sertifikat, acara ini dikemas dengan ciamik dan menyenangkan. Ada drama, menyanyi dan tak jarang peserta menari menikmati irama. Inagurasi KEP malam itu dikoordinasi dengan baik oleh panitia, yang merupakan Alumni KEP angkatan sebelumnya.

“Disini kita mengenali diri sendiri dulu, baru memahami pewartaan. Yang pasti peserta KEP mendapatkan banyak materi dengan masa pengajaran 3,5 bulan. Dalam satu minggu ada 2 kali pertemuan. Jadi, selama 3,5 bulan ada 28 kali pertemuan. Kami belajar memahami Injil dengan baik dan bagaimana bisa _sharing_ tentang Injil. Sebelum acara Inagurasi KEP, retreat adalah puncaknya. Semboyan kami : KEP Siap Diutus untuk Tuhan!” ujar bapak Budi Santosa, wakil ketua panitia Inagurasi KEP angkatan ke-6..
“Peserta tahun ini ada 42 orang ya, tetapi yang gagal ada 6 orang.” , tambahnya.
Peserta yang gagal, bukan karena tidak memenuhi kualifikasi namun dikarenakan ada tanggungan keluar kota, memiliki anak yang tidak bisa ditinggal, maupun ada kerjaan lembur sehingga tidak bisa melanjutkan KEP.

Peserta KEP tahun ini cukup bervariasi, tua dan muda semuanya berbaur dalam sukacita. Tidak ada patokan umur untuk pesertanya, semua usia boleh mengikuti KEP. Bahkan, menurut Budi Santoaa, di angkatan ke-6 ada dua anak muda yang masih berkuliah. Pemikiran yang salah jika KEP tidak diperuntukan anak muda.

“Saya mahasiswa UNDIP. Awalnya penasaran sih, KEP itu apa kemudian semakin terdorong untuk mengikuti KEP. Akhirnya ikut, ada yang membiayai juga. Banyak sekali yang bisa saya dapat. Relasi, pengalaman dan semakin paham akan Injil. Selama ini saya suka mengeluh, dikit-dikit membuat status, tapi sekarang kalau ada masalah bisa lebih dewasa sih dan banyak bersyukur. Jadi, kalau ada masalah sabar aja. Disini enggak ada batasan usia, semua membaur. Saya berharap semakin banyak anak muda yang mau ikut KEP!” , ujar Erwin Sinaga peserta KEP angkatan ke -6.

“Akan ada penyesalan kalau tidak mengikuti KEP. Dulu, saya selalu merasakan khawatir. Tetapi sekarang saya menyerahkan apa yang terjadi dalam hidup saya kepada Tuhan.” , tambah Pak Desianto selaku Alumni KEP ke-5. (Like/Komsos)