“Jangan tertidur! Berdoa & Dengarkan Tuhan!”

Tidur adalah peristiwa alamiah. Dengan tidur, badan yang penat dan beban yang berat dipulihkan kembali dan orang menjadi lebih sehat serta semangat saat bangun tidur. Meski demikian, kalau kita tertidur pd saat-saat penting misalnya mengikuti rapat, Ekaristi, seminar, dsb, peristiwa itu menjadi hal yang seringkali dipandang kurang sopan. Lagipula dengan tertidur, hal-hal penting dalam suatu aktivitas yang sedang diikuti bisa-bisa terlewatkan begitu saja. Hal yang sama dialami Petrus, Yakobus dan Yohanes yang diajak Yesus ke sebuah bukit untuk menemani-Nya berdoa, malah mereka jatuh tertidur. Ketika bangun, geragapanlah mereka dan Petrus angkat bicara utk mendirikan 3 kemah tetapi Petrus sendiri tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Dalam ketakjuban karena Yesus berubah rupa, terdengarlah suara dari dalam awan, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!”

Kita pun diajak bersama Yesus bertekun selama masa Prapaska: berdoa dan tidak justru tertidur; serta mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakannya. Mari kita tetap bersiap-siaga dan dengan penuh semangat melaksanakan matiraga 40 hari. Jangan tertidur! ***d2t

Apa yang terjadi pada kedatangan Yesus yang kedua?

Akhir dunia. Akhir dari waktu, sebab sesudah itu hanya ada keabadian.

Akhir dari kematian, sebab semua yang masih hidup pada saat Yesus datang yang kedua ini tidak mengalami kematian, tetapi ‘diubah’ (lih 1Kor 15:51; 1Tes 14:17)

Akhir dari Api Penyucian. Setelah kedatangan Yesus ini maka semua orang dalam Api Penyucian akan memasuki surga.

Kebangkitan orang mati. Orang-orang mati akan dibangkitkan (Yoh 5:27-29; 11:23-24). Tubuh orang-orang yang jahat akan bersatu dengan jiwanya dan masuk dalam siksa abadi di neraka, sedangkan tubuh orang-orang benar akan bersatu dengan jiwanya dan akan memasuki kebahagiaan kekal di surga. Tubuh orang-orang benar akan bersinar spt matahari (Mat 13:43) dan tak bisa lagi mengalami penderitaan, penyakit & kematian (1 Kor 15:42).

Penghakiman terakhir (Mat 25:31-46; Why 20:1-15). Seluruh umat manusia akan dikumpulkan di hadapan tribunal yang akan menyatakan keseluruhan sejarah manusia. Segala sesuatu yang diperbuat seseorang akan dinyatakan di hadapan segala mahluk, tidak ada yang tersembunyi. Tuhan akan mengumumkan penghakiman/hukuman final, atau penghargaan final yang melibatkan tubuh dan jiwa setiap manusia: ke neraka atau ke surga. Mereka yang wafat sebelum kedatangan Yesus yang kedua telah mengetahui tujuan akhir mereka pada saat penghakiman khusus, dan hal ini tidak berubah. Hanya pada Pengadilan Akhir, pengadilan mereka dinyatakan kembali dan diumumkan hasilnya pada segenap mahluk, dan jiwa mereka bersatu dengan tubuh mereka menuju ke tempat tujuan akhir: surga atau neraka sesuai dengan hasil Penghakiman tersebut.

Restorasi universal (Kis 3:21, 1 Kor 15:28, KGK 671, 769). Setelah Penghakiman Terakhir, maka Gereja akan disempurnakan dalam kemuliaannya, sebagai Yerusalem yang baru (Why 21). Gereja hanya akan terdiri dari orang-orang kudus, yaitu semua orang benar sejak Adam, dari Abel sampai ke orang pilihan terakhir (KGK 769). Para orang kudus akan berjaya bersama Kristus, dalam tubuh dan jiwa yang mulia, dan akan melihat Allah dengan pandangan yang membahagiakan, di mana Allah akan membuka Diri kepada orang-orang pilihan-Nya secara tidak terbatas dan akan menjadi sumber kebahagiaan, perdamaian dan persekutuan sempurna, tanpa akhir (lih. KGK 1044-1045). Unsur-unsur dunia akan hancur karena nyala api ilahi, dan Tuhan akan menciptakan langit dan bumi yang baru (2 Pet 3:12-13), kuasa jahat dikalahkan, dan segala sesuatu akan ditaklukkan di bawah-Nya, dan Allah menjadi semua di dalam semua (1 Kor 15:28).*** selengkapnya lihat di katolisitas.org

“Akulah Raja Kebenaran!”

Tuhan Yesus adalah Raja Semesta Alam. Meski demikian, kerajaan-Nya berbeda dari segala raja dan pemerintahan apa pun di dunia ini. Gelar-Nya tidak berasal dari dunia melainkan berasal dari Allah Bapa. Ia memperkenalkan misteri Allah Bapa yang penuh kasih dalam menyelamatkan umat-Nya. Kesaksian-Nya ini memanggil setiap orang untuk mengimani-Nya dengan total, sepenuh jiwa, hati, akal budi dan kekuatan. Sikap mendua dalam mencintai Yesus pada akhirnya hanya akan menimbulkan sikap menolak bahkan sampai pada tindakan mengkhianati.

Kerajaan duniawi serba sementara, mudah binasa dan terbatas dan hal itu ada bahayanya juga bila kita semata-mata mengandalkan kenyataan-kenyataan duniawi saja. Melalui HR Kristus Raja Semesta Alam ini, kita diingatkan bahwa kita harus memberi tempat bagi Yesus Kristus agar Ia senantiasa merajai dan bertakhta dalam hati dan hidup kita. Jangan biarkan kuasa jahat atau nilai-nilai duniawi yg sering tidak selaras dengan iman Kristiani justru menguasai hidup kita. Yesus Kristus harus menjadi yg utama dlm hidup ini sehingga seperti Rasul Paulus, kita pun boleh berkata, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya” (Flp 3:7-8).***d2t

Doa untuk Bumi Kita

Allah yang Mahaagung, Engkau hadir di segenap alam raya. Engkau hadir pula di setiap jengkal hidup makhluk yang Kaucipta. Engkau memeluk semua yang ada dengan kelembutan jiwa. Maka, ya Allahku, taburilah kami dengan daya cintaMu, penuhilah kami pula dengan damaiMu, agar kami mampu memelihara indahnya kehidupan, agar kami bisa erat bersaudara, tidak saling menabur luka dan duka.

Allah kaum papa, tolonglah kami untuk menyelamatkan mereka yang tersisih dan terlupa, karena di mataMu mereka juga begitu berharga. Sembuhkanlah hidup kami,supaya kami dapat sungguh melindungi bumi ini, bukan malah menjarahnya.

Kuatkanlah kami agar dapat menaburkan keindahan, bukan polusi dan kerusakan.

Sentuhlah hati mereka yang merugikan orang miskin dan papa, dan yang merusak bumi demi keuntungan semata.

Ajarilah kami menemukan makna dari setiap hal yang ada, agar jiwa kami dipenuhi rasa terpesona, sehingga mampu menghormati ciptaanMu.

Ajarilah kami agar kami lebih mampu memahami makna kebersatuan kami dengan setiap ciptaan terutama dalam pejiarahan bersama menuju cahayaMu yang abadi.

Kami bersyukur kepadaMu karena Engkau berkenan bersama kami setiap hari, dan karena itu ya Allahku, kuatkanlah kami dalam perjuangan mewujudkan keadilan, cinta dan damai di bumi. Terpujilah Engkau ya Allah.

Amin.

 

Disadur dari doa Paus Fransiskus “Doa untuk Penyelamatan Bumi” 1 September 2015

Berdasarkan Ensiklik Laudato Si, 18 Juni 2015