Tobaaaaat

Pertobatan (Yunani: metanoia) bukanlah sekedar diucapkan dlm sebuah pengakuan dosa tetapi haruslah dinyatakan dlm tindakan nyata. Yohanes Pembaptis memberikan nasihat sangat konkret saat banyak orang bertanya wujud pertobatan macam apa yg harus dilakukan. Di satu sisi, pertobatan mengarah kepada perubahan diri (internal). Di sisi lain, pertobatan juga mengarah kepada sesama (eksternal). Bagaimanapun juga, dosa melukai relasi kasih dg diri pribadi, dg sesama dan dg Allah bahkan juga alam semesta. Sakramen tobat yg dikaruniakan oleh Yesus kepada kita, menjadi langkah awal untuk kembali membangun relasi kasih yg terluka oleh dosa. Sudahkah aku secara rutin mengakukan dosa-dosaku? Ingat: Janganlah menumpuk dosa bahkan sampai bertahun-tahun sebab sangatlah celaka orang yg tdk pernah merasa berdosa shg merasa tdk perlu mengakukan dosanya.**d2t

Sumber: Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Tentang Masa Adven**

Tentang Masa Adven**

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Suatu cara yang baik dan saleh untuk membantu kita dalam masa persiapan Adven adalah dengan memasang Lingkaran Adven. Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

**dikutip dan diedit dari yesayaindocell.net

Jaga diri

Hari ini, kita memasuki Minggu Adven I yg sekaligus merupakan tahun liturgi baru dalam rangkaian tahun liturgi Gereja: A-B-C. Kita memasuki tahun liturgi C. Adven berasal dari kata adventus (Latin) yang artinya datang. Kedatangan siapa? Tiada lain adalah Yesus Kristus Juruselamat. Injil hari ini juga mengajak kita untuk mempersiapkan diri menyambut Sang Juruselamat itu. Memang terasa miris pewartaan Injil tsb. karena terkait dengan situasi khaos (baca: keos artinya kacau balau) yg akan terjadi saat semesta ini sampai pada kesudahannya yaitu akhir zaman. Meski demikian, kita mendapat peneguhan dari Tuhan, “Apabila semuanya itu terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” Oleh karena itu, kita harus semakin beriman dan percaya kepada-Nya total krn kedatangan-Nya akan menjadikan dari situasi yg semula khaos menjadi khairos (teratur, damai, penuh berkat). Tuhan mengajak kita utk hidup dlm khairos “…jagalah dirimu, jgn sampai hatimu sarat dg pesta pora, kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.”, Marilah hidup dlm khairos agar kita ikut serta menghadirkan kegembiraan, pengharapan dan kasih dlm dunia***d2t

Mendengarkan

Relung-relung Renung

Fakta: Prof. Keith L. Moore adalah seorang pakar yang sangat terkenal dalam bidang anatomy dan embryology di dunia. Dlm tulisannya di The Journal Medical Association (1986), ia mengatakan bahwa “selama masa perkembangan foetus (janin), mata mulai terbentuk setelah organ telinga bagian dalam terbentuk, kemudian otak sebagai pusat pemikiran dan perasaan terbentuk setelah telinga dan mata.” Telinga dari foetus mulai terbentuk ketika kehamilan menginjak hari ke-22. Bentuk telinga mulai menjadi sempurna perkembangannya pada masa kehamilan bulan ke-4. Pada saat itu, foetus mulai dapat mendengar suara-suara dalam rahim ibunya. Karena itu, telinga adalah indra yang pertama kali terbentuk sebelum semua organ vital lainnya.

Hari ini, Tuhan Yesus membuka telinga orang yang tuli. Tuhan Yesus menghendaki agar setiap orang punya kepekaan dan kesiapsediaan mendengarkan firman-Nya. Lebih daripada itu, Ia menghendaki agar kita membuka nurani kita sehingga dg nurani yg jernih-bening, kita pun mampu ikut serta membuat segalanya-galanya menjadi baik adanya bersama Dia. Sanggup?***d2t

 

Cinta Ekaristi

Relung-relung Renung
Setiap kali menyambut hosti kudus, yaitu Yesus Kristus sendiri, apakah kita sudah menyadari dan mengimani sungguh-sungguh bahwa kita menyatu dalam Dia? Continue reading

Setia kepada Tuhan

Relung-relung Renung
Sungguh luar biasa cinta Tuhan kepada kita. Tak peduli seberapa jauh kita menyimpang dari jalan-Nya, Ia dg penuh kasih mau menerima kita asal sungguh bertobat! Continue reading

Roti Hidup

Orang-orang yang gencar mencari Yesus itu, bukanlah karena mereka melihat dan percaya tanda-tanda, melainkan karena mereka telah dikenyangkan Yesus. Yesus menangkap motivasi mereka itu, maka Ia terang-terangan menegur mereka dan mengarahkan agar mereka memiliki motivasi yang benar dalam mengikuti Yesus. Motivasi yang benar untuk mengikuti Yesus bukanlah karena motivasi sembako/iman sembako! Bagaimana iman sembako itu? Asal aku mendapat jaminan materi, maka aku akan mengimani-Nya lebih sungguh. Bila tidak, iman pun goyah dan Yesus akan ditinggalkan. Itulah iman sembako. Fenomena seperti itu, sampai sekarang pun masih berlangsung. Ada orang tertentu yang berpindah agama atau pindah gereja karena alasan-alasan materi/sembako! Sungguh sangat disayangkan hal seperti itu. Marilah semakin memurnikan motivasi kita untuk mengikuti Yesus dan memantapkan iman kita untuk mencintai-Nya lebih sungguh; bukan karena materi tetapi percaya bahwa Yesuslah Sang Roti Hidup Sejati sebab Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6). Horeluyaah! *

diedit dari Mutiara Iman 2012

Penggandaan roti dan ikan, sungguh nyata adanya

Di salah satu diskusi dalam situs katolisitas, seorang pembaca menuliskan bahwa dia pernah mendengar bahwa ada sebagian umat Katolik yang mengatakan bahwa mukjizat tersebut tidaklah benar-benar terjadi, karena mereka berpendapat bahwa yang terjadi hanyalah orang-orang tersebut saling berbagi, yang dimulai oleh anak kecil yang memberikan lima roti dan dua ikan (lih. Yoh 6:9). Saya memberikan beberapa argumentasi sebagai berikut:Continue reading