Paroki sebagai Organisme dan Organisasi

Saudara saudari terkasih, patutlah kita bersyukur kepada Allah Maha Kasih yang telah dan selalu mendampingi langkah kita semua dari waktu ke waktu. Seperti tahun tahun

sebelumnya, pada tahun ini, kita telah dapat merencanakan program kerja sekaligus melaksanakannya dengan baik. Kita berharap dan berupaya dengan sungguh – sungguh agar semua yang kita rencanakan dapat kita laksanakan sampai akhir tahun ini dengan maksimal dan hasil yang optimal. Terima kasih untuk segala jerih payah anda semua mulai dari pengurus Dewan Harian, Ketua Bidang, Koordinator Ketua Wilayah dan Lingkungan, Para Ketua Tim Kerja dan anggotanya, serta semuanya saja yang telah ikut ambil bagian dalam penyusunan program kerja 2012 ini agar dapat menjadi pegangan kita bersama.

Dengan adanya buku program kerja ini, tidak berarti bahwa lalu beres segalanya. Buku ini lebih berfungsi mendokumentasikan agenda kerja dan mengingatkan kita semua bahwa paroki harus sungguh menghayati diri sebagai “organisme” yaitu umat Allah yang hidup dan dinamis. Dengan menyadari sebagai suatu organisme maka diharapkan ada suatu gerak yang dipahami, dihayati, dihidupi secara bersama sama oleh seluruh umat Paroki. Program kerja yang telah di rumuskan dan dibakukan ini hendaknya membuat kita semua menjadi semakin dinamis dan tidak statis teristimewa dengan terang ARDAS KAS 2011 – 2015.

Selain itu, sisi paroki sebagai suatu ” organisasi “ juga tidak bisa kita abaikan begitu saja.dengan tatanan organisasi, kita bergerak mewujudkan diri sebagai umat Allah yang tertata rapi baik dalam aneka macam pencatatan, pembukuan, maupun laporan – laporan. Kredibilitas kita dituntut dalam hal ini. Semoga kitapun dapat membangun diri sebagai umat Allah yang kredibel dan akuntabel agar sisi organisasi itu semakin mempunyai nilai plus.

Mari kita wujudkan bersama gerak tersebut di paroki kita sehingga paroki ini semakin hidup dinamis, kreatif, kredibel dan akuntabel. Sekali lagi saya ucakan terima kasih untuk semuanya yang telah ambil bagian dalam penyusunan rogram kerja paroki St. Athanasius Agung periode 2012 ini. Semoga dari evaluasi kerja yang telah kita laksanakan sebelumnya program kerja tahun 2012 ini sungguh menjawab kebutuhan umat dan berbuah limpah dalam kesaksian kita sebagai garam dan terang dunia ( lih Mat 5 :: 13-14 )

Berkah Dalem

Antonius Dodit Haryono, Pr

Santo Athanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

LOGO ATHANASIUSPembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal MahaKudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia ialah santo Athanasius, Uskup Aleksandria, Mesir. Athanasius lahir di Aleksandria, kurang lebih pada tahun 297 dan meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373. Beliau dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu.

Pada tahun 318, Athanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti santo Antonius, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.

Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Athanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Sebagai pengganti Uskup Aleksandria, Athanasius dipilih menjadi uskup Aleksandria. Dalam tugasnya sebagai uskup, Athanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia memimpin keuskupannya selama 45 tahun.
Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373.