Biji Jenmanii

Jenmanii adalah tanaman yang sepintas mirip talas. Para pecinta anturium berani membelinya dengan harga mahal. Biji Jenmanii yang siap disemai, umbi, bunga, dan kecambah hasil semaian bisa dijual ratusan ribu rupiah. Bila sudah besar, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Jenmanii memang memiliki tekstur dan hijau daun yang indah. Terkesan gagah, anggun, mewah, dan memendarkan keunggulan. Tanaman ini juga memiliki daya hidup yang sangat kuat. Dan inilah rahasianya; biji Jenmanii harus ditaruh di media tanam yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik.

Terkadang kita mungkin bertanya-tanya, mengapa tidak semua benih firman yang kita terima membuat kita bertumbuh menjadi orang kristiani yang “unggul dan berkelas” seperti Jenmanii? Padahal kita sudah beribadah di gereja yang baik, mendapat pelayanan terbaik, bahkan mungkin hadir dalam setiap Kebaktian Kebangunan Rohani! Namun, rasanya kerohanian kita biasa saja. Mengapa demikian? Kita menemukan jawabannya dalam perumpamaan Yesus tentang seorang penabur. Biji yang ditaburnya tidak akan bertumbuh bila tanah yang menerimanya kering di pinggir jalan (ayat 4,19), berbatu-batu (ayat 5,6,20,21) atau penuh semak berduri (ayat 7,22). Benih itu hanya akan tumbuh pada tanah yang baik (ayat 8,23).

Tuhan ingin kita bertumbuh menjadi pribadi unggul. Mulailah dengan langkah kecil, yakni dengan menerapkan firman yang kita terima tiap-tiap hari. Kita perlu menjaga hati agar selalu siap menerima firman, memahaminya, dan benar-benar melakukannya. Dengan demikian, kita pun sungguh-sungguh berbuah bagi-Nya! -AGS

Ilustrasi:http://alkitab.sabda.org

“Bertumbuh dan Berbuahlah!”

Bahan Refleksi Pribadi

  • Apa yang bisa dikatakan oleh perumpamaan ini tentang Gereja saat ini?
  • Menurutku pribadi, Gereja kita saat ini menjadi tanah seperti apa? Mengapa?
  • Sikap batin seperti apa yang semestinya kita miliki ketika mendengarkan Injil hari ini?
  • Menurut Anda , apakah bahaya yang mengancam pertumbuhan benih Kerajaan Allah pada jaman sekarang ini? Bagaimana sebaiknya kita mensikapinya?

Inspirasi Bacaan:

  • Meskipun lembut halus lunak seperti embun pagi, Sabda Tuhan akan selalu berbuah. ( Yesaya )
  • Hidup Baru dianugerahkan bagi orang orang yang beriman ( Roma )
  • Kita dapat belajar banyak dari petani yang sabar dan percaya, yang mencurahkan daya kekuatan dan harapannya bahwa di setiap musim dia akan mendapat panen. ( Matius )

Warta Paroki 11 Juni 2017

WARTA PAROKI
11 Juni 2017

 

  1. Perayaan Ekaristi Novena St. Maria Fatima V akan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juni 2017 pk. 17.30 di Kapel Seminari TOR Sanjaya, Jangli.
  2. Agenda persiapan terakhir Komuni Pertama 2017:
    Minggu, 11 Juni, pukul 07.00 – 15.30 :  Misa dan dilanjutkan dengan Rekoleksi Keluarga calon Komuni IOrangtua dan katekis WAJIB HADIR
    Pengumpulan Buku Tugas yang sudah direkomendasioleh katekis
    Batas penyerahan formulir dan Surat Baptis asli ke sekretariat paroki
    Selasa, 13 Juni, pukul 16.00 :
    Sakramen Tobat untuk seluruh calon Komuni I
    Jum’at, 16 Juni, pukul 18.00 :
    Gladi bersih  à orangtua WAJIB HADIR
    Minggu, 18 Juni, pukul 07.00 :
    Penerimaan Komuni Pertama Orangtua dan katekis WAJIB HADIR
  3. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki diadakan hari Selasa,20 Juni, pukul 16.30,  di aula St. Athanasius. Pokok bahasan : Perlindungan Perempuan dan Anak. Seluruh ibu diundang untuk hadir. Undangan dapat diambil di loker.
  4. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  5. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke
    – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  6. Akan diadakan Festival Film Puskat 2017 :
    Tema      :  Merawat Kebhinnekaan
    Kompetisi :  Film Pendek
    Kategori   :  1.  Dokumenter dan 2.  Film Cerita
    Peserta   :  Umum  –  Nasional
    Batas akhir pendaftaran       :        15 Juli 2017 (cap pos)
    Dikirim ke STUDIO AUDIO VISUAL PUSKAT
    Balai Budaya Sinduharjo
    Jl. Kaliurang km. 8,5 Jaban, Sinduharjo
    Ngaglik, Sleman – Yogyakarta 55581
    Telpon   : 0274 – 883539
    Email    : office@savpuskat.or.id
    Website : www.savpuskat.or.id
    Pengumuman pemenang     :  15 Agustus 2017
  7. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang : – siswa klas VII XII : 10 – 15 Juli 2017  – mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
    CP Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Vinsensius Priyo Wicaksono dari St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Florentina Validhita Fajarati dari Paroki St. Joannes Rasul – Delanggu.

Pengumuman II

  1. Stepani Ari Siswanti dari lingkungan St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Yulius Handaru Pradipta dari Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun – Jakarta Timur.

Pengumuman I

  1. Daniel Irwanto Wibowo dari lingkungan St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Irene Dian Chrisanti dari Paroki St. Joseph – Kepulauan Riau

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

“SATU ALLAH TIGA PRIBADI”

Bahan Refleksi Pribadi dari Bacaan Injil Hari ini:

  1. Dari teks Injil hari ini, manakah teks yang paling mengesan atau menyentuh hati anda?
  2. Adakah kata yang diulang-ulang dalam teks Injil hari ini? Apa itu?
  3. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang kasih Allah?
  4. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang Yesus?
  5. Bagaimana Injil hari ini mengatakan tentang dunia?
  6. Injil hari ini memanggil / mendorong saya untuk melakukan apa?

Inspirasi Bacaan Hari ini:

  1. Karena kita orang berdosa, maka keselamatan kita sungguh tergantung dari belaskasih dan pengampunan Allah. (Bacaan pertama – Keluaran)
  2. Kerukunan jemaat dan masyarakat hanya dimungkinkan kalau Roh Kudus menjiwai  suara dari setiap anggotanya yang beragam. ( Bacaan kedua – Korintus )
  3. Kasih yang besar ditunjukkan dalam kemurahan hati  tanpa pamrih dan pemberian tanpa batas. ( Bacaan Injil – Yohanes )

Katekismus Gereja Katolik

  1. “Kami Percaya akan Satu Allah”
    200 Kredo Nisea-Konstantinopel mulai dengan kata-kata ini. Pengakuan akan keesaan Allah, yang berakar dalam wahyu ilahi Perjanjian Lama, tidak dapat dipisahkan dari pengakuan tentang adanya Allah dan dengan demikian sangat mendasar. Allah adalah Esa; ada hanya satu Allah. “Kepercayaan Kristen memegang teguh dan mengakui … bahwa Allah adalah Esa menurut kodrat, substansi, dan hakikat” (Catech.R. 1,2,2).
    201 Tuhan sebagai Yang Esa mewahyukan Dia kepada Israel, bangsa yang dipilih-Nya: “Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ul 6:4-5). Dengan perantaraan para nabi, Allah mengajak Israel dan semua bangsa supaya berpaling kepada-Nya, Allah yang satu-satunya: “Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain … semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan” (Yes 45:22-24)1.
    202 Yesus sendiri menegaskan bahwa Allah “adalah satu-satunya Tuhan” dan bahwa orang harus mencintai-Nya dengan sepenuh hatinya, dengan segenap jiwanya, dengan seluruh akalnya, dan dengan segala kekuatannya. Pada waktu yang sama Ia juga menyatakan bahwa Ia sendiri adalah “Tuhan”. Memang pengakuan bahwa “Yesus itu Tuhan” adalah kekhasan iman Kristen. Namun ia tidak bertentangan dengan iman akan Allah yang Esa. Juga iman akan Roh Kudus “yang adalah Tuhan dan membuat hidup”, tidak membawa perpecahan dalam Allah yang Esa: .
    “Kami percaya dengan teguh dan mengakui dengan jujur bahwa ada hanya satu Allah yang benar, kekal, tidak terbatas, dan tidak berubah, tidak dapat dimengerti, mahakuasa, dan tidak terkatakan yaitu Bapa, Putera, dan Roh Kudus: meskipun tiga Pribadi, tetap satu hakikat, substansi atau kodrat yang sama sekali tak tersusun [dari bagian-bagian]” (Konsili Lateran IV: DS 800).
  2. “Demi Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”
    232 Orang Kristen dibaptis atas “nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Sebelumnya mereka menjawab pertanyaan tiga ganda, apakah mereka percaya akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dengan: “Aku percaya”. “Inti iman semua orang Kristen adalah Allah Tritunggal” (Sesarius dari Arles, symb.).
    233 Orang Kristen dibaptis atas “nama” (tunggal) dan bukan atas “nama-nama” (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus, karma ada hanya satu Allah, Bapa yang mahakuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Mahakudus.
    234 Misteri Tritunggal Mahakudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Itulah misteri kehidupan batin ilahi, dasar pokok segala misteri iman yang lain dan cahaya yang meneranginya. Itulah yang paling mendasar dan hakiki dalam “hierarki kebenaran iman”. (DCG 43). “Seluruh sejarah keselamatan tidak lain dari sejarah jalan dan upaya, yang dengan perantaraannya Allah yang satu dan benar – Bapa, Putera, dan Roh Kudus – mewahyukan Diri, memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yang berbalik dari dosa, dan mempersatukan mereka dengan diri Nya” (DCG 47).
    235 Dalam bagian ini dijelaskan secara singkat, bagaimana misteri Tritunggal Mahakudus diwahyukan (II), bagaimana Gereja merumuskan ajaran iman tentang misteri ini (III) dan bagaimana Bapa melalui perutusan ilahi Putera-Nya dan Roh Kudus melaksanakan “keputusan-Nya yang berbelaskasihan” mengenai penciptaan, penebusan, dan pengudusan (IV).
    236 Bapa-bapa Gereja membedakan “teologi” dan “oikonomi”. Dengan istilah pertama mereka menandaskan kehidupan batin Allah Tritunggal; dengan yang kedua semua karya, yang dengannya Allah mewahyukan Diri dan menyampaikan kehidupan-Nya. Melalui “oikonomi” disingkapkan bagi kita “teologi”; tetapi sebaliknya “teologi” menerangi seluruh “oikonomi”. Karya Allah mewahyukan kepada kita kodrat batin-Nya, dan sebaliknya misteri kodrat batin-Nya itu membuat kita mengerti karya-Nya dengan lebih baik. Hubungan antar pribadi manusia mirip dengan itu: manusia menyatakan diri dalam perbuatannya, dan semakin baik kita mengenal seseorang, semakin baik lagi kita mengerti perbuatannya.
    237 Tritunggal adalah misteri iman dalam arti sesungguhnya, satu dari “rahasia-rahasia yang tersembunyi dalam Allah … yang kalau tidak diwahyukan oleh Allah, tidak dapat diketahui” (Konsili Vatikan 1: DS 3015). Dalam karya penciptaan-Nya dan dalam wahyu-Nya selama Perjanjian Lama, Allah memang meninggalkan jejak-jejak kodrat trinitaris-Nya itu. Tetapi kodrat-Nya yang terdalam sebagai Tritunggal Kudus merupakan satu rahasia, yang tidak dapat diterobos budi kita dan yang sebelum inkarnasi Putera Allah dan perutusan Roh Kudus, juga tidak dapat diterobos iman Israel.
    Pembentukan Dogma tentang Trinitas
    249 Kebenaran wahyu mengenai Tritunggal Mahakudus, sejak awal adalah dasar pokok iman Gereja yang hidup, terutama karena Pembaptisan. Ia terungkap dalam syahadat Pembaptisan yang dirumuskan dalam khotbah, katekese, dan doa Gereja. Rumusan-rumusan yang demikian itu sudah ada dalam tulisan-tulisan para Rasul, seperti salam yang diambil alih ke dalam perayaan Ekaristi: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2 Kor 13:13)2.
    250 Selama abad-abad pertama Gereja berusaha merumuskan iman Tritunggal dengan lebih rinci, untuk memperdalam pengertian iman dan untuk membelanya melawan ajaran yang menyesatkan. Itulah karya konsili-konsili pertama yang ditopang oleh karya teologis dari para bapa Gereja dan didukung oleh kesadaran iman umat Kristen.
    251 Untuk merumuskan dogma Tritunggal, Gereja harus mengembangkan terminologi yang tepat dengan bantuan istilah-istilah filsafat – “substansi”, “pribadi” atau “hupostasis”, “hubungan”. Dengan demikian ia tidak menaklukkan iman kepada kebijaksanaan manusiawi, tetapi memberi kepada istilah-istilah itu satu arti baru yang belum diketahui sebelumnya, sehingga mereka mampu mengungkapkan misteri yang tak terucapkan itu, yang “jauh melampaui segala sesuatu yang kita mengerti dengan cara manusiawi” (SPF 2).
    252 Gereja mempergunakan gagasan “substansi” (kadang-kadang diterjemahkan juga dengan “hakikat” atau “kodrat”) untuk menyatakan kodrat ilahi dalam kesatuannya; gagasan “pribadi” atau “hupostasis” untuk menyatakan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dalam perbedaan-Nya yang real satu dari yang lain; gagasan “hubungan” untuk mengatakan bahwa perbedaannya terletak dalam hubungan timbal balik antara ketiganya.
    Dogma tentang Tritunggal Mahakudus
    253 Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: “Tritunggal yang sehakikat” (Konsili Konstantinopel 1155: DS 421). Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: “Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat” (Sinode Toledo XI 675: DS 530). “Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi” (K. Lateran IV 1215: DS 804).
    254 Ketiga Pribadi ilahi berbeda secara real satu dengan yang lain. Allah yang satu bukanlah “seakan-akan sendirian” (Fides Damasi: DS 71). “Bapa”, “Putera”, “Roh Kudus”, bukanlah hanya nama-nama yang menyatakan cara-cara berada berbeda dari hakikat ilahi, karena mereka secara real berbeda satu dengan yang lain: “Bapa tidak sama dengan Putera, Putera tidak sama dengan Bapa, Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Putera” (Sin. Toledo XI 675: DS 530). Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah “Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan” (K. Lateran IV 1215: DS 804). Kesatuan ilahi bersifat tritunggal.
    255 Ketiga Pribadi ilahi berhubungan satu dengan yang lain. Karena perbedaan real antar Pribadi itu tidak membagi kesatuan ilahi, maka perbedaan itu hanya terdapat dalam hubungan timbal balik: “Dengan nama-nama pribadi, yang menyatakan satu hubungan, maka Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dihubungkan dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya: Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi, demikian iman kita” (Sin.Toledo XI 675: DS 528). Dalam mereka “segala-galanya… satu, sejauh tidak ada perlawanan seturut hubungan” (K. Firenze 1442: DS 1330). “Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera” (ibid., DS 1331).
    256 Santo Gregorius dari Nasiansa, yang dinamakan juga “sang teolog”, menyampaikan rumusan berikut tentang iman Tritunggal kepada para katekumen Konstantinopel:
    “Peliharalah terutama warisan yang baik ini, untuknya aku hidup dan berjuang, dengannya Aku mau mati dan yang menyanggupkan aku memikul segala kemalangan dan menolak segala hiburan: ialah pengakuan iman akan Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Aku mempercayakannya hari ini kepada kalian. Di dalam pengakuan itu aku akan mencelupkan kamu pada saat ini ke dalam air dan mengangkat kembali dari dalamnya. Aku memberikan pengakuan itu kepada kalian sebagai pendamping dan pengawal seluruh kehidupan kalian. Aku memberikan kepada kalian ke-Allah-an dan kekuasaan yang satu, yang sebagai satu berada dalam tiga dan mencakup Ketiga itu atas cara yang berbeda-beda. Satu ke-Allahan tanpa ketidaksamaan menurut substansi atau hakikat, tanpa derajat lebih tinggi yang meninggikan atau derajat lebih rendah yang merendahkan … Itulah kesamaan hakikat yang tidak terbatas dari Ketiga yang tidak terbatas. Allah seluruhnya, tiap-tiapnya dilihat dalam diri sendiri … Allah sebagai yang tiga dilihat bersama-sama … Baru saja aku mulai memikirkan kesatuan, muncullah sudah Tritunggal dalam kemegahan-Nya. Baru saja aku mulai memikirkan Tritungggal, langsung saya disilaukan kesatuan” (or. 40, 41).

Warta Paroki 04 Juni 2017

WARTA PAROKI
4 Juni 2017

  1. Perayaan Ekaristi Novena St. Maria Fatima V akan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juni 2017 pk. 17.30 di Kapel Seminari TOR Sanjaya, Jangli.
  2. OMK mengucapkan terimakasih atas partisipasi umat yang sudah berkenan mengumpulkan pakaian bekas layak pakai.
  3. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  4. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke à  – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  5. Dalam rangka penggalangan dana untuk renovasi Gereja St. Petrus & Paulus, Klepu – Yogyakarta akan diadakan ORKESTRA GEMA NUSANTARA bersama Imoeng Mulyadi, Endah Laras, Didik Nini Thowok bersama para pastor dan music Lam Kwan “Boen Hian Tong” pada hari Sabtu, 3 Juni, pukul 18.00, bertempat Sri Ratu convention hall. Harga tiket : Silver  Rp 150.000,- ; Gold Rp 300.000,- ; Platinum Rp 500.000,- ; Ultima Rp 1.000.000,- ; Premiere Rp 2.000.000,- Ticket box  à  Bp. Susanto  087888195899
  6. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang : – siswa klas VII XII    :     10 – 15 Juli 2017
    – mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
    CP à  Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

BERITA LELAYU :

  1. Ibu Elisabeth Ni Wayan Etik Sulasmi (43 th) – istri dari bapak Agustinus Mukodam – dari  St. Yusuf Pekerja – Karangpanas I.  Wafat hari Selasa, 23 Mei 2017.
  2. Stephanus Waloeyo Boediharjo (72 th) – dari  St. Antonius Padua – Jatingaleh IV.
    Wafat hari Senin,  29 Mei 2017.

 

“Tujuh Karunia Roh: 1.Roh Hikmat, 2.Roh Pengertian, 3.Roh Nasihat, 4.Roh Keperkasaan, 5.Roh Pengenalan akan Allah, 6.Roh Kesalehan, 7.Roh Takut akan Allah.”

Inspirasi Bacaan:

  1. Karena kehadiran Roh Kudus, semua bahasa bisa mengidungkan nyanyian sukacita dan kedamaian.
    ( Bacaan pertama – Kisah Rasul )
  2. Ketika anugrah dari setiap diri kita digunakan untuk melayani sesama, maka kita akan mengalami kharisma; namun ketika anugrah dari setiap diri kita digunakan untuk kepentingan sendiri, maka kita akan mengalami keonaran ( Bacaan kedua – 1 Korintus )
  3. Damai, belaskasih dan pengampunan adalah buah-buah sejati dari kehadiran Roh Kudus ( Injil – Yohanes)

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK
ARTIKEL 8
“AKU PERCAYA AKAN ROH KUDUS “

687 “Tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah” (1 Kor 2:11). Roh yang mewahyukan Allah itu, membuat kita mengenal Kristus, Sabda-Nya yang hidup; tetapi ia tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri. la, yang “bersabda melalui para nabi”, membuat kita mendengarkan Sabda Bapa. Tetapi kita tidak mendengarkan Dia sendiri. Kita hanya mendengarkan Dia secara tidak langsung, bila ia mewahyukan Sabda kepada kita dan mempersiapkan kita, menerima-Nya dalam iman. Roh kebenaran, yang “mengungkapkan” Kristus bagi kita, tidak berbicara “dari diri-Nya sendiri” (Yoh 16:13). Sikap rendah hati yang ilahi ini menjelaskan, mengapa “dunia tidak dapat menerima-Nya, karena ia tidak melihat-Nya dan tidak mengenal-Nya”, sedangkan mereka yang percaya kepada Kristus mengenal-Nya, karena Ia menyertai mereka (Yoh 14:17).

688 Sebagai persekutuan iman yang hidup, yang meneruskan iman para Rasul, Gereja adalah tempat kita mengenal Roh Kudus:
– dalam Kitab-Kitab yang diilhami oleh-Nya;
– dalam tradisi, dengan para bapa Gereja sebagai saksi-saksi yang tetap aktual;
– dalam Wewenang Mengajar Gereja, yang Ia dampingi;
– dalam liturgi sakramental: oleh perkataan dan lambang-lambang yang dengannya Roh menghubungkan kita dengan Kristus;
– dalam doa, di mana Ia membela kita;
– dalam karisma dan tugas-tugas pelayanan, yang olehnya Gereja dibangun; – dalam kehidupan apostolik dan misionaris;
– dalam kesaksian para kudus, di mana Ia menyatakan kekudusan-Nya dan melanjutkan karya keselamatan. 

Lambang-lambang Roh Kudus

694 Air. Dalam upacara Pembaptisan air adalah lambang tindakan Roh Kudus, karena sesudah menyerukan Roh Kudus, air menjadi tanda sakramental yang berdaya guna bagi kelahiran kembali. Seperti pada kelahiran kita yang pertama kita tumbuh dalam air ketuban, maka air Pembaptisan adalah tanda bahwa kelahiran kita untuk kehidupan ilahi, dianugerahkan kepada kita dalam Roh Kudus. “Dibaptis dalam satu Roh”, kita juga “diberi minum dari satu Roh” (1 Kor 12:13). Jadi Roh dalam pribadi-Nya adalah air yang menghidupkan, yang mengalit, dari Kristus yang disalibkan dan yang memberi kita kehidupan abadi.

695 Urapan. Salah satu lambang Roh Kudus adalah juga urapan dengan minyak, malahan sampai ia menjadi sinonim dengan-Nya. Dalam inisiasi Kristen, urapan adalah tanda sakramental dalam Sakramen Penguatan, yang karenanya dinamakan “Khrismation” dalam Gereja-gereja Timur. Tetapi untuk mengerti sepenuhnya bobot nilai dari lambang ini, orang harus kembali ke urapan pertama, yang Roh Kudus kerjakan: Urapan Yesus. “Khristos” (terjemahan dari perkataan Ibrani “Messias”) berarti yang “diurapi dengan Roh Allah”. Dalam Perjanjian Lama sudah ada orang yang “diurapi” Tuhan; terutama Daud adalah seorang yang diurapi. Tetapi Yesus secara khusus adalah Dia yang diurapi Allah: kodrat manusiawi yang Putera terima, diurapi sepenuhnya oleh “Roh Kudus”. Oleh Roh Kudus, Yesus menjadi “Kristus”. Perawan Maria mengandung Kristus dengan perantaraan Roh Kudus, yang mengumumkan-Nya melalui malaikat pada kelahiran-Nya sebagai Kristus, dan yang membawa Simeon ke dalam kanisah, supaya ia dapat melihat yang diurapi Tuhan. Ialah yang memenuhi Kristus,b dan kekuatan-Nya keluar dari Kristus, waktu Ia melakukan penyembuhan dan karya-karya keselamatan. Pada akhirnya Ia jualah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dalam kodrat manusiawi-Nya, yang adalah pemenang atas kematian, setelah sepenuhnya dan seutuhnya menjadi “Kristus”, Yesus memberikan Roh Kudus secara berlimpah ruah, sampai “orang-orang kudus” dalam persatuan-Nya dengan kodrat manusiawi Putera Allah menjadi “manusia sempurna” dan “menampilkan Kristus dalam kepenuhan-Nya” (Ef 4:13): “Kristus paripurna”, seperti yang dikatakan santo Agustinus.

696 Api. Sementara air melambangkan kelahiran dan kesuburan kehidupan yang dianugerahkan dalam Roh Kudus, api melambangkan daya transformasi perbuatan Roh Kudus. Nabi Elia, yang “tampil bagaikan api dan perkataannya bagaikan obor yang menyala” (Sir 48:1), dengan perantaraan doanya menarik api turun alas kurban di gunung Karmel – lambang api Roh Kudus yang mengubah spa yang Ia sentuh. Yohanes Pembaptis, yang mendahului Tuhan “dalam roh dan kuasa Elia” (Luk 1:17) mengumumkan Kristus sebagai Dia, yang “akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk 3:16). Mengenai Roh ini Yesus berkata: “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Aku harapkan, api itu telah menyala” (Luk 12:49). Dalam “lidah-lidah seperti api” Roh Kudus turun alas para Rasul pada pagi hari Pentekosta dan memenuhi mereka (Kis 2:3-4). Dalam tradisi rohani, lambang api ini dikenal sebagai salah satu lambang yang paling berkesan mengenai karya Roh Kudus”. “Janganlah padamkan Roh” (1 Tes 5:19).

697 Awan dan sinar. Kedua lambang ini selalu berkaitan satu sama lain, kalau Roh Kudus menampakkan Diri. Sejak masa teofani Perjanjian Lama, awan – baik yang gelap maupun yang cerah – menyatakan Allah yang hidup dan menyelamatkan, dengan menyelubungi kemuliaan-Nya yang adikodrati. Demikian juga dengan Musa di gunung Sinai”, dalam kemah wahyu” dan selama perjalanan di padang gurun”; pada Salomo waktu pemberkatan kanisah”. Semua gambaran ini telah dipenuhi dalam Roh Kudus oleh Kristus. Roh turun alas Perawan Maria dan “menaunginya”, supaya ia mengandung dan melahirkan Yesus (Luk 1:35). Di alas gunung transfigurasi Ia datang dalam awan, “yang menaungi” Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan “satu suara kedengaran dari dalam awan: Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Luk 9:34-35). “Awan” yang sama itu akhirnya menyembunyikan Yesus pada hari kenaikan-Nya ke surga dari pandangan para murid (Kis 1:9); pada hari kedatangan-Nya awan itu akan menyatakan Dia sebagai Putera Allah dalam segala kemuliaan-Nya.

698 Meterai adalah sebuah lambang, yang erat berkaitan dengan pengurapan. Kristus telah disahkan oleh “Bapa dengan meterai-Nya” (Yoh 6:27) dan di dalam Dia, Bapa juga memeteraikan tanda milik-Nya alas kita. Karena gambaran meterai [bahasa Yunani “sphragis”] menandaskan akibat pengurapan Roh Kudus yang tidak terhapuskan dalam penerimaan Sakramen Pembaptisan, Penguatan, dan Tahbisan, maka ia dipakai dalam beberapa tradisi teologis untuk mengungkapkan “karakter”, yang tidak terhapuskan, tanda yang ditanamkan oleh ketiga Sakramen yang tidak dapat diulangi itu.

699 Tangan. Yesus menyembuhkan orang sakit dan memberkati anak-anak kecil, dengan meletakkan tangan ke alas mereka. Atas nama-Nya para Rasul melakukan yang sama. Melalui peletakkan tangan para Rasul, Roh Kudus diberikan. Surat kepada umat Ibrani memasukkan peletakkan tangan dalam “unsur-unsur pokok” ajarannya. Dalam epiklese sakramentalnya, Gereja mempertahankan tanda pencurahan Roh Kudus ini yang mampu mengerjakan segala sesuatu.

700 Jari. “Dengan jari Allah” Yesus mengusir setan (Luk 11:20). Sementara perintah Allah ditulis dengan “jari Allah” alas loh-loh batu (Kel 31:18), “surat Kristus” yang ditulis oleh para Rasul, “ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia” (2 Kor 3:3). Madah “Veni, Creator Spiritus” berseru kepada Roh Kudus sebagai “jari tangan kanan Bapa”.

701 Merpati. Pada akhir air bah (yang adalah lambang Pembaptisan), merpati, – yang diterbangkan oleh Nuh dari dalam bahtera, – kembali dengan sehelai daun zaitun segar di paruhnya sebagai tanda bahwa bumi sudah dapat didiami lagi. Waktu Kristus naik dari air Pembaptisan-Nya, Roh Kudus – dalam rupa merpati – turun alas-Nya dan berhenti di alas-Nya. Roh turun ke dalam hati mereka yang sudah dimurnikan oleh Pembaptisan dan tinggal di dalamnya. Di beberapa gereja, Ekaristi suci disimpan dalam satu bejana logam yang berbentuk merpati [columbarium] dan digantung di alas altar. Merpati dalam ikonografi Kristen sejak. dahulu adalah lambang Roh Kudus.

Warta Paroki 28 Mei 2017

WARTA PAROKI
28 Mei 2017

  1. Dalam rangka HUT Adiyuswa, Paroki akan mengadakan perayaan ekaristi dan penerimaan Sakramen Perminyakan pada hari Senin, 29 Mei, pukul 09.30.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas akan dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Juni, pukul 10.00, di ruang C.  Mohon setiap wilker mengirimkan 2 orang ibu untuk mewakilinya.
  3. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,                  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  4. OMK mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk Porseri dengan cara mengumpulkan pakaian bekas layak pakai ke stan OMK di depan gereja setelah misa.
  5. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke  – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  6. Dalam rangka penggalangan dana untuk renovasi Gereja St. Petrus & Paulus, Klepu – Yogyakarta akan diadakan ORKESTRA GEMA NUSANTARA bersama Imoeng Mulyadi, Endah Laras, Didik Nini Thowok bersama para pastor dan music Lam Kwan “Boen Hian Tong” pada hari Sabtu, 3 Juni, pukul 18.00, bertempat Sri Ratu convention hall. Harga tiket : Silver  Rp 150.000,- ; Gold Rp 300.000,- ; Platinum Rp 500.000,- ; Ultima Rp 1.000.000,- ; Premiere Rp 2.000.000,-
    Ticket box  à  Bp. Susanto  087888195899 
  7. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang : – siswa klas VII XII :  10 – 15 Juli 2017  – mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
    CP Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

“Komunikasi: Budaya Perjumpaan Sejati”

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Apakah saudara mengingat kata-kata atau kalimat dari orang yang saudara cintai? Apakah hal itu memotivasi hidup saudara?
  2. Kalau saat kematian anda mendekat, apakah pesan yang anda ingin tinggalkan untuk keluarga dan komunitas saudara?
  3. Adakah sabda perpisahan Yesus kepada murid-muridNya ( Yohanes 13 – 17 ) yang saudara ingat? Mengapa?

Ilustrasi Bacaan Injil Hari Ini
Diambil dari http://alkitab.sabda.org

DOA SYAFAAT KRISTUS UNTUK SEMUA ORANG PERCAYA.
Nas : Yoh 17:1
Doa Yesus yang terakhir untuk para murid-Nya menunjukkan keinginan-Nya yang mendalam bagi semua orang percaya, baik dahulu maupun sekarang. Doa ini juga merupakan suatu teladan yang diilhamkan Roh tentang bagaimana semua gembala sidang harus mendoakan jemaat mereka, dan bagaimana orang-tua harus mendoakan anak-anak mereka. Dengan berdoa untuk mereka yang berada di bawah pengawasan kita, perhatian terbesar haruslah:
(1) supaya mereka dapat mengenal Kristus dan Firman-Nya secara mendalam (ayat Yoh 17:2-3,17,19; lihat cat. –> Yoh 17:3); [atau ref. Yoh 17:3]
(2) supaya Allah melindungi mereka dari dunia, agar mereka tidak tersesat oleh tipu daya Iblis dan ajaran palsu (ayat Yoh 17:6,11,14-17);
(3) supaya mereka senantiasa memiliki sukacita penuh di dalam Kristus (ayat Yoh 17:13);
(4) supaya mereka kudus dalam pikiran, perbuatan, dan tabiat (lihat cat. –> Yoh 17:17); [atau ref. Yoh 17:17]
(5) supaya mereka menjadi satu dalam tujuan dan persekutuan sebagaimana halnya Yesus dengan Bapa (ayat Yoh 17:11,21-22; lihat cat. –> Yoh 17:21); [atau ref. Yoh 17:21]
(6) supaya mereka dapat menuntun orang lain kepada Kristus (ayat Yoh 17:21,23);
(7) supaya mereka dapat bertekun dalam iman dan akhirnya bersama dengan Kristus di sorga (ayat Yoh 17:24); dan
(8) supaya mereka senantiasa hidup di dalam kasih dan kehadiran Allah (ayat Yoh 17:26).

HIDUP YANG KEKAL.
Nas : Yoh 17:3
Hidup yang kekal bukanlah sekedar hidup yang tanpa akhir. Hidup kekal merupakan suatu kualitas hidup yang kita terima selaku orang percaya apabila kita mengambil bagian dalam hakikat hidup Allah melalui Kristus. Kenyataan ini mengizinkan kita mengenal Allah dalam pengetahuan dan persekutuan yang makin bertambah dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dalam PB hidup kekal digambarkan sebagai:
1) Suatu realitas masa kini (Yoh 5:24; 10:27-28). Memiliki hidup kekal sekarang menuntut adanya iman yang hidup. Hidup yang kekal tidak diperoleh dan dipertahankan hanya dengan suatu tindakan pertobatan dan iman yang dilakukan pada masa lampau (lihat cat. –> Yoh 5:24). [atau ref. Yoh 5:24]
Hidup yang kekal juga meliputi suatu persekutuan dan persatuan yang hidup sekarang ini dengan Kristus (1Yoh 5:12); tidak ada hidup yang kekal terlepas dari Dia (Yoh 10:27 dst; Yoh 11:25 dst; 1Yoh 5:11-13).
2) Harapan di masa depan. Hidup kekal dikaitkan dengan kedatangan Kristus untuk umat-Nya yang setia (lihat cat. –> Yoh 14:3; [atau ref. Yoh 14:3] bd. Mrk 10:30; 2Tim 1:1,10; Tit 1:2; 3:7) dan tergantung pada tetap hidup di dalam Roh (Rom 8:12-17; Gal 6:8).

MEREKA TELAH MENURUTI FIRMAN-MU.
Nas : Yoh 17:6
Doa Kristus untuk perlindungan, sukacita, pengudusan, kasih, dan kesatuan hanya berlaku bagi orang-orang tertentu, yaitu mereka yang menjadi milik Allah, percaya kepada Kristus (ayat Yoh 17:8), terpisah dari dunia (ayat Yoh 17:14-16) dan menaati sabda Kristus dan ajaran-ajaran-Nya (ayat Yoh 17:6,8).

Cerita kehidupan:
Apakah Kita Mengenal Allah?
Penulis Amerika, Mark Twain, terkenal karena kecerdasan dan pesonanya. Dalam suatu perjalanan ke Eropa, ia diundang untuk makan malam dengan seorang kepala negara bagian. Ketika anak perempuannya mengetahui undangan ini, ia berkata, Ayah mengenal semua orang penting yang harus dikenal. Tetapi ayah tidak mengenal Allah. Sedihnya, kata-kata ini benar karena Mark Twain adalah orang tak percaya yang skeptis.
Komentar anak perempuannya itu seharusnya menimbulkan pertanyaan terhadap diri kita sendiri, yaitu apakah kita mengenal Allah. Kita mungkin diberkati dengan persahabatan yang memperkaya hidup, berteman dengan begitu banyak orang penting, namun apakah kita mengenal Allah? Dan apakah pengetahuan kita akan Dia lebih dari sekadar informasi dari orang lain atau spekulasi, hal-hal yang mungkin dapat kita baca di buku?
Yesus ingin agar para murid-Nya memiliki pengenalan yang intim tentang Allah. Dia berdoa, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3). Pengenalan ini benar-benar bersifat pribadi, dan hanya bisa didapatkan melalui persahabatan yang dalam dan lama. Sebenarnya, pengenalan yang dimaksud dalam bacaan ini dan di tempat lain dalam Kitab Suci digambarkan seperti keintiman suami istri saat mereka menjadi satu (Kejadian 4:1).
Kita dapat memiliki pengenalan itu jika kita meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan Allah, membaca firman-Nya, dan membagikan kasih-Nya kepada dunia VCG

MENGENAL ALLAH
TAK CUKUP HANYA DENGAN PIKIRAN,
ANDA HARUS MENGENAL-NYA DENGAN HATI

Warta Paroki 21 Mei 2017

 WARTA PAROKI
21 Mei 2017

  1. Baptisan bayi/anak akan dilaksanakan hari Minggu, 28 Mei, pukul 09.00, di gereja. Pembekalan untuk orangtua dan wali baptis diadakan hari Jum’at, 26 Mei, pukul 18.00, di ruang C.
  2. Para orangtua baptisan bayi/anak bulan April diharap hadir dalam pertemuan lanjutan hari Jum’at, 26 Mei, pukul 18.00, di ruang sekretariat DP. Pengumuman ini berlaku sebagai undangan.
  3. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan pada misa Minggu sore, 28 Mei, pukul 17.30. Pasutri yang ingin memperbaharui Janji Nikahnya dapat mendaftarkan diri ke sekretariat paroki. Dan WAJIB daftar ulang di hari H pada petugas di depan gereja.
  4. Dalam rangka HUT Adiyuswa, Paroki akan mengadakan perayaan ekaristi dan penerimaan Sakramen Perminyakan pada hari Senin, 29 Mei, pukul 09.30. Bapak-ibu ketua lingkungan diharap mengkoordinir pada lansianya.
  5. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group.
    Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727,
    Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678, Ekha 081325601700,
    Hartono 08157733300
  6. OMK mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk Porseri dengan cara mengumpulkan pakaian bekas layak pakai ke stan OMK di depan gereja setelah misa.
  7. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-. Pendaftaran ke – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  8. Dalam rangka penggalangan dana untuk renovasi Gereja St. Petrus & Paulus, Klepu – Yogyakarta akan diadakan ORKESTRA GEMA NUSANTARA bersama Imoeng Mulyadi, Endah Laras, Didik Nini Thowok bersama para pastor dan music Lam Kwan “Boen Hian Tong” pada hari Sabtu, 3 Juni, pukul 18.00, bertempat Sri Ratu convention hall.
    Harga tiket : Silver  Rp 150.000,- ; Gold Rp 300.000,- ; Platinum Rp 500.000,- ; Ultima Rp 1.000.000,- ; Premiere Rp 2.000.000,- Ticket box Bp. Susanto  087888195899
  9. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang : – siswa klas VII XII  : 10 – 15 Juli 2017  – mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
    CP Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

BERITA DUKA :

  1. Bpk Pierre Soegito Permadi (49 th) – dari lingkungan St. Stefanus – Griya Bukit Mas. Wafat hari Jumat, 19 Mei 2017. 

“Roh Kebenaran akan menyertaimu selalu”

Inspirasi Kitab Suci Minggu ini:

  1. Kerjasama antara kharisma kharisma yang ada di dalam Gereja dan administrasi yang baik adalah kombinasi yang tak terkalahkan dalam hidup Gereja. ( Bacaan Pertama )
  2. Hanya kalau kita mempersatukan penderitaan kita dengan Salib Tuhan Yesus, maka kita akan ikut ambil bagian dalam kemulian-Nya ( Bacaan Kedua )
  3. Ketaatan pada  perintah-perintah hukum bisa jatuh pada semangat “legalisme”. Hanya hati yang dimotivasi oleh CINTA bisa mengatasi “legalisme” ( Bacaan Injil )

Ilustrasi berikut diambil dari

http://alkitab.sabda.org

BARANGSIAPA MEMEGANG PERINTAH-KU.

Nas : Yoh 14:21

Menaati perintah-perintah Kristus bukan merupakan suatu pilihan bagi mereka yang mengingini hidup kekal (Yoh 3:36; 14:21,23; 15:8-10,13-14; Luk 6:46-49; Yak 1:22; 2Pet 1:5-11; 1Yoh 2:3-6).

1) Ketaatan kepada Kristus, sekalipun tidak pernah sempurna, seharusnya bersifat sungguh-sungguh. Ketaatan merupakan aspek hakiki dari iman yang menyelamatkan, yang timbul dari kasih kita bagi-Nya (ayat Yoh 14:15,21,23-24. ( lihat cat. –> Mat 7:21). [atau ref. Mat 7:21]

Tanpa kasih kepada Kristus, semua usaha kita untuk menaati perintah-Nya hanya merupakan legalisme.

2) Kepada orang yang mengasihi Kristus serta berusaha untuk senantiasa menaati perintah-Nya, Kristus menjanjikan kasih yang khusus, kasih karunia, dan kehadiran-Nya yang mendalam (bd. ayat Yoh 14:23).

Sharing Kehidupan:

Selama beberapa tahun seorang pria hidup menyendiri dan penuh kegetiran. Ia juga tak pernah pergi ke gereja yang dulu pernah sangat ia cintai. Sekarang ia sakit dan hampir sepanjang waktu menangis. Sejumlah orang yang tetap berhubungan dengannya merasa sangat prihatin. Dulu pria tersebut adalah seorang Kristen yang penuh kasih, sampai akhirnya sebuah musibah terjadi.

Seorang anggota gereja yang kaya menipunya dalam suatu perjanjian bisnis dan kemudian memfitnahnya. Pada mulanya ia bereaksi dengan benar dan mencoba menyelesaikan masalahnya secara pribadi. Tatkala usaha ini gagal, ia mencoba menemui dua penatua gereja untuk menemaninya menghadapi orang itu, namun tak satu pun dari mereka mau terlibat dalam kasusnya. Karena frustrasi, ia pun meninggalkan gerejanya, lalu hidup menyendiri dan tidak bahagia.

Meski saya tidak membenarkan pengusaha yang jahat ataupun para penatua yang pengecut itu, saya yakin bahwa tidak adanya damai sejahtera dalam diri orang ini adalah akibat dari ketidaktaatannya sendiri. Walau telah dirugikan, seharusnya ia tetap menaati perintah “kasihilah musuhmu” dan “berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Kasih, ketaatan, dan damai sejahtera adalah tiga hal yang tak terpisahkan. Jika kita benar-benar mengasihi Yesus seperti yang seharusnya, kita akan tetap menaati-Nya, apa pun yang terjadi. Setelah kita menaati-Nya, maka kita akan menikmati damai sejahtera yang hanya dapat diberikan oleh Roh Allah (Yohanes 14:27; Galatia 5:22) –HVL

AGAR DAPAT BERJALAN DALAM DAMAI SEJAHTERA
TETAPLAH MELANGKAH BERSAMA YESUS