Warta Paroki 29 Oktober 2017

Warta Paroki
29 Oktober 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,    01 Nov.    :     Hari Raya Semua Orang Kudus.
    Kamis,  02 Nov.    :     Peringatan Mulia Arwah Semua Orang.
    Sabtu,   04 Nov.    :     Peringatan Wafat Santo Karolus Boromeus, Uskup.
  2. Misa Hari Minggu Biasa XXX pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertempatan dengan Peringatan Sumpah Pemuda. Misa akan dimeriahkan oleh Teater Karangpanas. Mohon partisipasi dan dukungan dari seluruh umat, Khususnya OMK.
  3. Pelatihan Lektor Paroki dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 29 Oktober 2017
    Pukul   : 08.00 – 14.00 WIB
    Tempat : Joglo Panti Semedi Nasaret
    Seluruh lektor lama dan baru WAJIB HADIR.
  4. Pertemuan PRODIAKON diadakan :
    Hari/tgl : Minggu, 5 November 2017
    Pukul   : 10.00 – 12.30 WIB
    Tempat : aula St. Athanasius
    Seluruh prodiakon diharap hadir.
  5. Kamis, 2 November adalah Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman.
    Ekaristi arwah diadakan :
    Hari/tgl : Kamis, 2 November 2017
    Pukul   : 18.00 WIB
    Ujud misa akan ditayangkan dalam LCD. Umat dapat menyampaikan ujud misa paling lambat hari Selasa, 31 Oktober.
    Umat dipersilakan membawa bunga dan foto keluarga yang didoakan untuk diberkati romo.
  6. MISA ARWAH :
    – Di Aula Krematorium – Ambarawa
              Hari/tgl      :        Sabtu, 4 November 2017
              Pukul        :        10.00 WIB
    – Di kompleks Pantai Marina
              Hari/tgl      :        Minggu, 5 November 2017
              Pukul        :        14.00 WIB
              Bis berangkat pukul 12.00 WIB dari masing-masing gereja
    – Di Gua Maria Pereng – Salatiga
              Hari/tgl      :        Minggu, 5 November 2017
              Pukul        :        10.00 WIB
    Tempat     :   Kompleks Pantai Mari
  7. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 20 – 22 Nov. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  8. Camp Waberkat Semarang ke-4 diadakan:
    Tanggal   : 10 – 12 November 2017
    Tempat    : Green Valley – Bandungan.
  9. Dalam rangka pelaksanaan “Makrab OMK”, OMK paroki mengajak umat untuk ikut berpartisipasi dalam pengumpulan baju bekas layak pakai untuk penggalangan dana. Baju bekas bisa diserahkan di stan OMK depan gereja setelah misa. CP : Tito : 0812.2565.6741 (WA)
  10. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur. Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  11. Sertifikat pemenang lomba BKSN 2017 dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  12. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2017, Prodia kembali memberikan keringanan biaya pemeriksaan sebesar 20% :
    Prodia MT. Haryono No. 882, Tanggal 1-3 November 2017.
    Prodia Setiabudi Jl. Setiabudi No. 119 D, Tanggal 7-8 November 2017.
    Prodia Semarang Barat Jl. Siliawangi No. 121 Semarang, Tanggal 13-14 November  2017
    Keringanan biaya tersebut berlaku tunggal untuk semua jenis pemeriksaan yang dilakukan sendiri di Prodia.
  13. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning    0821.3303.5508
  14. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.
  15. Komunitas Tritunggal Mahakudus mengadakan retret :
    Tanggal     :  24 – 26 November 2017
    Tempat     :  Griya Persada Hotel, Bandungan
    Pembicara :  Sr. Putri Karmel & Frater CSE
  16. Choice Distrik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal     :   3 – 5 November 2017
    Tempat      :   Griya Familia – Bandungan
    Kriteria       :   Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
    Kontribusi  :   Rp 300.000,-
    CP à   Juanito 087837475472,   Priska  085642726061
  17. Foto peserta penyegaran janji nikah bulan Agustus dan September dapat diambil di sekretariat paroki dengan mengganti ongkos cetak Rp 15.000,-.
  18. Majalah Salam Damai edisi Oktober sudah terbit. Umat dapat membelinya pada petugas di depan gereja.
  19. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny   081575731236          Hermanu   08122809915
    Anna     08158059000            Daniel              081901687678
    Ririn      081390092598          Ekha                081325601700
    Yanti     081392142727          Hartono            08157733300
    Mulyatno                  08122868561

 

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Kresentia Marsha Safira Hartono dari lingk. St. Yoseph – Kalilangse IV
    dengan
    William Surya Widjaja dari Jl. Mlati Selatan – Brumbungan – Semarang.
  2. Andreas Triyono dengan Maria Dhesti Rostari , keduanya dari lingk. St. Perpetua – Karangrejo I.
  3. Gabriella Melly Kurniawan dari lingk. St. Richardus – Kaliwiru I
    dengan
    Ivan Santoso dari Paroki Katedral – Semarang.
  4. Elizabeth Devina Prasetyo dari lingk. St. Familia – Tengger II d
    dengan
    Vincentius Fung Lukito Waluyo dari Paroki St. Yoseph – Purwokerto.
  5. Bernadeta Yulia Wijaya Puspitasari dengan Leonardus Rossy Kurniawan ; keduanya dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I.

Pengumuman II

  1. Fransiska Indriastuti dari lingk. St.Alfonsus Maria de Liguori – Karangrejo Selatan III
    dengan
    Stefanus Argo Yudha Kreswana dari Paroki St. Theresia – Bongsari.
  2. Laurentius Rio Aditya Putra dari St. Benedictus Jangli Permai Timur)
    dengan
    Natalia Arthika Chrisma Rani dari Paroki Kristus Raja – Ungaran.

Pengumuman I

  1. Verena Jessica Pradana dari lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Laurentius Adley Rukmana Tirta Diyaksa dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  2. Laurentius Rio Aditya Putra dari St. Benedictus Jangli Permai Timur
    dengan
    Natalia Arthika Chrisma Rani dari Paroki Kristus Raja – Ungaran.
  3. Anastasia Katerin Marthalina dari St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Iwan Jonathan Fang dari Paroki Orchid Park  – Batam.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Dominicus Soehardi (70 th) – suami dari ibu Lucia Suparti – dari lingk. St. Maria Fatima – Jangli I.  Wafat hari Selasa, tanggal 24 Oktober 2017.

PEMENANG LOMBA BKSN 2017

ü BACA KITAB SUCI

    Kategori Anak (SD klas 5 – 6)

Juara 1 :   AL. Wisnukiarto – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   M. Antoni Yunita – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Yosepha M.W.A – wil. Jangli

Harp 1  :   B. Filanata A. W. – wil. Saptamarga

Harp 2  :   K. Sekar W. – wil. Sisingamangaraja

Harp 3  :   M. Ariel Art DR. – wil. Jatingaleh

Kategori Umum (SMP, SMU, OMK)

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa –  wil. Jatingaleh

Juara 2 :   Maria Fatima – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Odilia Ondang – wil. Gombel

Harp 1  :   V. Epivani S. – wil. Gombel

Harp 2  :   M. Febriana Celly  – wil. Jangli

Harp 3  :   V. Gladys Ivana – wil. Sisingamangaraja

ü MAZMUR

Kategori A :

Juara 1 :   E. Nadine Puspa Aum L. – wil. Jangli

Juara 2 :   E. Dian Ayu P. – wil. Jangli

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   A. Chyntia Naralya UNDIP

Juara 3 :   R. Benigno Satria D. – wil. Jatingaleh

ü MENYANYI LAGU ROHANI

Kategori A :

Juara 1    :        Yolanda Sekar Febri – wil. Kr. Gunung

Juara 2 :   Angela Dewi K. – wil. Kesatrian

Juara 3 :   Clara Gyoa N. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   E. Dyah Ayu P. – wil. Jangli

Juara 2 :   F. D’Rayi R.- wil. Sanggung

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori C :

Juara 1 :   V. Dede Jakaria – wil. Kr.rejo Selatan

Juara 2 :   K. Andita Pratiwi – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   B. Aristola NA. – wil. Jangli

ü CERDAS CERMAT

Juara 1 :   PD Kristoforus

Juara 2 :   Wilayah Jangli

Juara 3 :   Wilayah Karangrejo

ü LOMBA MEWARNAI

Kategori A :

Juara 1 :   Elvina Deva – wil. Kalilangse

Juara 2 :   Bernadheta Evita – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   Andreas Harimurti – wil. Gombel

Harp 1  :   Ara – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Andra – wil. Jangli

Harp 3  :   Gisela – wil. Jatingaleh

KATEGORI  B :

Juara 1 :   Yosie – wil. Candibaru

Juara 2 :   Cello – wil. Padre Pio

Juara 3 :   Brigita – wil. Sisingamangaraja

Harp 1  :   Amel – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Elisabeth Putri – wil. Jatingaleh

Harp 3  :   Nando – wil. Gombel

Keterangan :

Juara 1,2,3 mendapatkan hadiah piala dan piagam (bisa diambil di sekretariat Paroki)

Juara harapan mendapatkan piagam.

Piagam bisa diambil pertengahan Oktober 2017 dan dimohon para pemenang yang belum memberikan nama lengkapnya bisa menyerahkan datanya ke sekretariat Paroki.

SUMPAH PEMUDA (28 Okt 2017)

  1. Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di Indonesische Clubgebouwyang penuh sesak, ribuan pemuda mendengar pidato penutupan Kongres Pemuda Indonesia ke-dua dan sekaligus mendengar lantunan lagu “Indonesia Raya” dari biola WR. Soepratman.
  2. Menjelang penutupan, Muhammad Yamin, yang saat itu baru berusia 25 tahun, mengedarkan secarik kertas kepada pimpinan rapat, Soegondo Djojopoespito, lalu diedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Siapa sangka, dari tulisan tinta Yamin di secarik kertas itulah tercetus gagasan Sumpah Pemuda.
  3. Sumpah itu lalu dibaca oleh oleh Soegondo, lalu Yamin memberi penjelasan panjang lebar tentang isi rumusannya itu. Pada awalnya, rumusan singkat Yamin itu dinamakan “ikrar pemuda”, lalu diubah oleh Yamin sendiri menjadi “Sumpah Pemuda”. Berikut isi Sumpah Pemuda itu:
  4. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia
    Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
    Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia
  1. Kongres Pemuda II berlangsung pada 27-28 Oktober dalam tiga tahap rapat. Rapat pertama berlangsung di gedung Katholieke Jongelingen Bond di Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), lalu dipindahkan ke Oost Java Bioscoop di Konigsplein Noord (sekarang Jalan Medan Merdeka Utara), dan kemudian Gedung Kramat 106 baru dipakai untuk rapat ketiga sekaligus penutupan rapat.
  2. Dari rapat pertama hingga rapat ketiga, kongres pemuda II ini menghadirkan 15 pembicara, yang membahas berbagai tema. Diantara pembicara yang dikenal, antara lain: Soegondo Djojopespito, Muhammad Yamin, Siti Sundari, Poernomowoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, dan Sunario.
  3. Hadir pula banyak organisasi pemuda dan kepanduan saat itu, diantaranya: Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Roekoen, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll.
  4. Kongres Pertama (I) berlangsung pada tahun 1926. Kongres Pertama sudah membahas bahasa persatuan. Mohammad Yamin mengusulkan bahasa Melayu. Tetapi penamaan “Bahasa Melayu” dikritik oleh salah seorang peserta Kongres, Tabrani Soerjowitjitro. Menurut Tabrani, kalau nusa itu bernama Indonesia, bangsa itu bernama Indonesia, maka bahasa itu harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu, walaupun unsur-unsurnya Melayu. Keputusan kongres pertama akhirnya menyatakan bahwa penetapan bahasa persatuan akan diputuskan di kongres kedua.
  5. Seusai kongres pemuda ke-II, sikap pemerintah kolonial biasa saja. Bahkan Van Der Plass, seorang pejabat kolonial untuk urusan negara jajahan, menganggap remeh kongres pemuda itu dan keputusan-keputusannya. Van Der Plass sendiri menertawakan keputusan kongres untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, mengingat bahwa sebagian pembicara dalam kongres itu justru menggunakan bahasa Belanda dan bahasa daerah. Soegondo sendiri, meskipun didaulat sebagai pimpinan sidang dan berusaha mempergunakan bahasa Indonesia, terlihat kesulitan berbahasa Indonesia dengan baik.
  6. Siti Sundari, salah satu pembicara dalam kongres pemuda II itu, masih menggunakan bahasa Belanda. Hanya saja, dua bulan kemudian, sebagaimana ditulis Dr Keith Foulcher, pengajar jurusan Indonesia di Universitas Sydney, Australia, Siti Sundari mulai menggunakan bahasa Indonesia.
  7. Akan tetapi, perkiraan Van Der Plass ternyata meleset. Sejarah telah membuktikan bahwa kongres itu telah menjadi “api” yang mencetuskan persatuan nasional bangsa Indonesia untuk melawan kolonialisme.
  8. Meskipun, seperti dikatakan sejarahwan Asvi Warman Adam yang mengutip pernyataan Profesor Sartono Kartodirdjo, Manifesto Politik yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda pada 1925 jauh lebih fundamental daripada Sumpah Pemuda 1928. Manifesto Politik 1925 berisi prinsip perjuangan, yakni unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Sedangkan Sumpah Pemuda hanya menonjolkan persatuan
  9. Bung Karno sendiri menganggap Sumpah Pemuda 1928 bermakna revolusioner: satu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, masyarakat adil dan makmur, dan persahabatan antarbangsa yang abadi. “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” kata Soekarno dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35 di Istana Olahraga Senayan, Jakarta, 28 Oktober 1963.

Dikutip dari tulisan Risal Kurnia

Sumber: http://www.berdikarionline.com/sejarah-kongres-pemuda-dan-sumpah-pemuda/

DOA UNTUK TANAH AIR. (PS 194)

Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.

Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan dataran, hutan dan belantara; semuanya menyemarakkan tanah air kami.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa.

Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Semoga kami semua berusaha memelihara dan memajukannya. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.

Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengigatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau. Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. (Amin.)

“HUKUM YANG TERBESAR”

PERTANYAAN REFLEKSI PRIBADI
a) Dari kutipan Injil hari ini, apakah ada ayat yang menyentuh hati Anda? Mengapa?
b) Siapakah orang-orang Farisi? Siapakah orang-orang Farisi pada jaman sekarang?
c) Mengapa orang orang Farisi mencobai Yesus dengan pertanyaan mereka?
d) Apa hubungan antara perintah pertama dan kedua?
e) Mengapa kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama merupakan ringkasan hukum dan kitab para nabi?

Kesaksian Seorang Ateis
Diambil dari http://alkitab.sabda.org/illustration

Karena menyadari bahwa kasih kepada Allah dan sesama merupakan inti ajaran Kitab Suci, saya membuat disertasi doktoral saya tentang “The Concept of Love in the Psychology of Sigmund Freud” (Konsep Kasih dalam Psikologi Sigmund Freud). Saya mempelajari bahwa pemikir berpengaruh, yang tidak beriman kepada Allah ini tetap sangat menekankan pentingnya kasih.
Misalnya, Freud menulis, cara terbaik untuk “lari dari kesusahan dalam kehidupan” dan “melupakan kesengsaraan yang sebenarnya” adalah dengan mengikuti jalan “yang mengharapkan datangnya kepuasan sejati melalui tindakan mengasihi dan dikasihi”. Dalam hal ini, Freud sejalan dengan Alkitab yang berfokus pada kasih.
Kitab Suci mengajarkan bahwa “Allah adalah kasih” (1Yoh. 4:8). Kitab Suci juga mengajarkan pentingnya “iman yang bekerja oleh kasih” (Gal. 5:6). Dengan demikian, masalah besar yang dihadapi oleh kita semua adalah bagaimana melepaskan diri dari dosa mencintai diri sendiri, sementara di saat yang sama kita mengasihi Allah dan sesama dengan sungguh-sungguh (Mat. 32:37-39; 1Yoh. 3:14). Injil, yang berbicara tentang kasih Kristus yang mengubah kehidupan, menyodorkan satu-satunya jawaban untuk masalah itu. Paulus menyatakannya dalam Roma 5:5, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus.”
Sudahkah Anda merasakan curahan kasih Allah? Hanya ketika Anda memercayai Yesus sebagai Juru Selamat, Roh Kudus dengan kasih-Nya akan mengalir di dalam dan melalui diri Anda –VCG

ALLAH MENCURAHKAN KASIH-NYA DI DALAM HATI KITA AGAR KITA JUGA MENCURAHKANNYA KEPADA SESAMA

Warta Paroki 08 Oktober 2017

WARTA PAROKI
8 Oktober 2017

  1. Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun yang dilaksanakan oleh Tim Kerja Katekis yang sedianya akan diadakan tanggal  6,7 dan 8 Oktober  DIUNDUR menjadi tanggal 3, 4 dan 5 November 2017. Pendaftaran paling lambat tanggal 20 Oktober 2017. Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretariat paroki. Timja Katekis juga mengundang kaum muda untuk hadir dalam seminar “Menjadi Katolik yang sukses” bersama motivator pengusaha bapak Kristian Hardiyanto pada hari Sabtu, 14 Oktober, pukul 19.00, di aula St. Athanasius.
  2. Perayaan Penutupan Novena St. Maria Fatima dipimpin oleh Bapak Uskup :
    Hari/tgl  : Jumat, 13 Oktober 2017
    Pukul    : 16.00 WIB (diawali dengan Rosario)
    Tempat : Kapel Seminari TOR  Sanjaya Jangli
    Tema    : Syukur atas Bunda Maria Fatima Perantara Rahmat Melalui Sabda Tuhan
  3. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl         : Selasa,  17 Oktober 2017
    Pukul           : 16.30 WIB
    Tempat        : aula St. Athanasius
    Tema           : Ekonomi Rumahtangga Kristiani
    Narasumber :  Ibu Irmawati (dari UNIKA)
  4. Timja PSE Paroki se-rayon kota Timur Selatan akan menyelenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2017 pada :
    Hari / tgl          :      Minggu,  22 Oktober 2017
    Dengan acara :
    Misa Pembukaan HPS : pukul 07.30 (misa ke-2)
    Bazar aneka produk non-pabrikan
    Pelatihan / demo memasak makanan bergizi/menu sehat murah dengan alat sederhana
    Lomba memasak nasi goreng (untuk bapak-bapak)
    Hiburan Kesenian Barong
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 22 Oktober 2017
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Gereja
    Syarat   :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  : Jum’at, 20 Oktober 2017
    Pukul    : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang C
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 29 Oktober 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Oktober diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  8. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP
    Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  9. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.
  10. Foto peserta penyegaran janji nikah bulan Agustus dan September dapat diambil di sekretariat paroki dengan mengganti ongkos cetak Rp 15.000,-.
  11. Majalah Salam Damai edisi Oktober sudah terbit. Umat dapat membelinya pada petugas di depan gereja.
  12. Minggu, 29 Oktober dalam misa ke-2, pukul 07.30 WIB secara khusus akan dihadiri oleh saudara-saudari kita para tunarungu. Umat yang mempunyai teman/saudara/tetangga katolik yang tunarungu dipersilakan  mengajaknya untuk hadir.
  13. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny   081575731236          Hermanu   08122809915
    Anna     08158059000            Daniel              081901687678
    Ririn      081390092598          Ekha                081325601700
    Yanti     081392142727          Hartono            08157733300
    Mulyatno                  08122868561
  14. Choice Distrik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal     :   3 – 5 November 2017
    Tempat      :   Griya Familia – Bandungan
    Kriteria       :   Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
    Kontribusi  :   Rp 300.000,-
    CP
    Juanito 087837475472,
    Priska  085642726061

 

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Anastasia Diana Panca Wardani dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat
    dengan
    Lukas Fajar Adhitia dari Paroki St. Theresia – Bongsari.
  1. Wilfrida Vidiana Oktofiani dari lingk. St. Chatarina Sienna – Kr.anyar Gunung I
    dengan
    Febryan Avadianto dari Karanganyar Gunung – Semarang.
  1. Vincentius Suryo Hadi Kusumo dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Theresia Yovita Darmawan dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.

Pengumuman II

  1. Monica Susan Marianie dari lingk. St. Helena – Semeru
    dengan
    Robertus Atok Priyanto dari Paroki St. Teresia – Sedayu, Bantul.

Pengumuman I

  1. Sesilia Dwi Fitri Astuti dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Antonius Anggoro Eko Prabowo dari Paroki St. Theresia – Bongsari.
  1. Valentina Natalia Kurniawati Siswanto dari lingk. St. Petrus Claver – Kr.anyar Gunung II
    dengan
    Jan Cornelis Edward Verhoeven dari Paroki Kristus Raja – Ungaran.
  1. Yosephin Jati Pangesti dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II
    dengan
    Vincent Han Ardian Kurnia Putra dari Paroki St. Yusup – Gedangan.
  1. Agnes Ayunda Nuradhistana Utomo dari lingk. St. Petrus Rasul- tengger I
    dengan
    Paulus Frans Arienata Hartanto dari Purwodinatan – Semarang Tengah

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 

PEMENANG LOMBA BKSN 2017

ü BACA KITAB SUCI

    Kategori Anak (SD klas 5 – 6)

Juara 1 :   AL. Wisnukiarto – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   M. Antoni Yunita – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Yosepha M.W.A – wil. Jangli

Harp 1  :   B. Filanata A. W. – wil. Saptamarga

Harp 2  :   K. Sekar W. – wil. Sisingamangaraja

Harp 3  :   M. Ariel Art DR. – wil. Jatingaleh

Kategori Umum (SMP, SMU, OMK)

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa –  wil. Jatingaleh

Juara 2 :   Maria Fatima – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Odilia Ondang – wil. Gombel

Harp 1  :   V. Epivani S. – wil. Gombel

Harp 2  :   M. Febriana Celly  – wil. Jangli

Harp 3  :   V. Gladys Ivana – wil. Sisingamangaraja

ü MAZMUR

Kategori A :

Juara 1 :   E. Nadine Puspa Aum L. – wil. Jangli

Juara 2 :   E. Dian Ayu P. – wil. Jangli

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   A. Chyntia Naralya UNDIP

Juara 3 :   R. Benigno Satria D. – wil. Jatingaleh

ü MENYANYI LAGU ROHANI

Kategori A :

Juara 1    :        Yolanda Sekar Febri – wil. Kr. Gunung

Juara 2 :   Angela Dewi K. – wil. Kesatrian

Juara 3 :   Clara Gyoa N. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   E. Dyah Ayu P. – wil. Jangli

Juara 2 :   F. D’Rayi R.- wil. Sanggung

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori C :

Juara 1 :   V. Dede Jakaria – wil. Kr.rejo Selatan

Juara 2 :   K. Andita Pratiwi – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   B. Aristola NA. – wil. Jangli

ü CERDAS CERMAT

Juara 1 :   PD Kristoforus

Juara 2 :   Wilayah Jangli

Juara 3 :   Wilayah Karangrejo

ü LOMBA MEWARNAI

Kategori A :

Juara 1 :   Elvina Deva – wil. Kalilangse

Juara 2 :   Bernadheta Evita – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   Andreas Harimurti – wil. Gombel

Harp 1  :   Ara – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Andra – wil. Jangli

Harp 3  :   Gisela – wil. Jatingaleh

KATEGORI  B :

Juara 1 :   Yosie – wil. Candibaru

Juara 2 :   Cello – wil. Padre Pio

Juara 3 :   Brigita – wil. Sisingamangaraja

Harp 1  :   Amel – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Elisabeth Putri – wil. Jatingaleh

Harp 3  :   Nando – wil. Gombel

 

Keterangan :

Juara 1,2,3 mendapatkan hadiah piala dan piagam (bisa diambil di sekretariat Paroki)

Juara harapan mendapatkan piagam.

Piagam bisa diambil pertengahan Oktober 2017 dan dimohon para pemenang yang belum memberikan nama lengkapnya bisa menyerahkan datanya ke sekretariat Paroki.

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Intisari Bacaan

  1. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita dan mengharapkan yang terbaik dari diri kita, seperti pemilik kebun anggur yang sangat memperhatikan kebun anggurnya. (Bacaan I – Yesaya)
  2. Di dalam segala hal hendaklah kita selalu mengucap syukur dan melakukan yang baik. Semua itu akan mendatangkan damai sejahtera. (Bacaan II – Filipi)
  3. Keselamatan diberikan kepada siapa pun yang mengikuti kehendak Allah dan yang menghasilkan buah-buah kebaikan. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku termasuk orang yang mudah bersyukur atau sulit bersyukur? Mengapa?
  3. Kasih Allah macam apa yang aku alami selama ini?
  4. Apa arti “rekan sekerja Allah” menurutku?
  5. Bagaimana aku selama ini menghayati panggilanku sebagai rekan kerja Allah di kebun anggur-Nya?

Katekismus Gereja Katolik

PENYELENGGARAAN DAN SEBAB KEDUA

306      Allah adalah Tuhan yang berdaulat atas keputusan-Nya. Tetapi untuk melaksanakannya, Ia mempergunakan juga kerja sama makhluk-Nya. Itu bukanlah bukti kelemahan, melainkan bukti kebesaran dan kebaikan Allah. Sebab Allah tidak hanya memberi keberadaan kepada makhluk-Nya, tetapi juga martabat, untuk bertindak sendiri, menjadi sebab dan asal usul satu dari yang lain dan dengan demikian bekerja sama dalam pelaksanaan keputusan-Nya.

307      Kepada manusia Allah malahan memberi kemungkinan untuk mengambil bagian secara bebas dalam penyelenggaraan-Nya, dengan menyerahkan tanggung jawab kepada mereka, untuk “menaklukkan dunia” dan berkuasa atasnya`. Dengan demikian Allah memungkinkan manusia, menjadi sebab yang berakal dan bebas untuk melengkapi karya penciptaan dan untuk menyempurnakan harmoninya demi kesejahteraan diri dan sesama. Manusia sering kali merupakan teman sekerja Allah yang tidak sadar, tetapi dapat juga secara sadar memperhatikan rencana ilahi dalam perbuatannya, dalam doanya, tetapi juga dalam penderitaannya. Dengan demikian secara penuh dan utuh mereka menjadi “teman sekerja Allah” ( I Kor 3:9; 1 Tes 3:2) dan Kerajaan-Nya.

308      Dengan demikian kebenaran bahwa Allah bekerja dalam setiap perbuatan makhluk-Nya tidak dapat dipisahkan dari iman akan Allah Pencipta. Ia adalah sebab pertama, yang bekerja dalam dan melalui sebab kedua. “Karma Allah yang mengerjakan ini dalam kamu baik kehendak maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp 2:1.3). Kebenaran ini sama sekali tidak merugikan martabat makhluk, tetapi meninggikannya. Diangkat dari ketidakadaan oleh kekuasaan, kebijaksanaan dan kebaikan Allah, makhluk tidak dapat berbuat apa-apa, kalau ia diputuskan dari asalnya, karma “ciptaan menghilang tanpa Pencipta” (GS 36,3). Lebih lagi, ia tidak dapat mencapai tujuan akhirnya tanpa bantuan rahmat.

Sharing Iman

Pada abad pertama, banyak tanah di Israel disewa oleh sekelompok orang asing untuk usaha perkebunan anggur. Dalam peraturan sewa-menyewa tanah tersebut, penyewa berhak mengutus hamba-hamba atau orang kepercayaannya untuk mengumpulkan panenan itu. Tentu saja hal ini membuat penggarap-penggarap, yang merupakan penduduk asli, sering merasa dirugikan dan tidak jarang menimbulkan pemberontakan.

Yesus mengambil gambaran situasi ini untuk menjelaskan relasi antara Allah dengan umat Israel. Kebun anggur melambangkan umat. Hanya Tuhan Allah-lah yang memiliki umatNya. Allah memang mempercayakan pemeliharaannya kepada para pemimpin umat (Perjanjian Lama), yang dalam kisah ini tampil sebagai para penggarap yang ingin menguasai milik tuan tadi. Para hamba ialah para nabi yang mendapat perlakuan buruk dari para pemimpin. Kemudian anak empunya kebun tadi ialah Yesus sendiri.

Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi langsung memahami perumpamaan tadi sebagai alegori tersebut. Dalam Mat 21:45 disebutkan bahwa mereka (bersama orang-orang Farisi) mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus dan mengerti bahwa merekalah yang dimaksud oleh Yesus. Mereka merasa diancam bakal mendapat hukuman dari Allah sendiri karena telah mempertanyakan sah tidaknya kuasa Yesus yang dilihat banyak orang dan diakui orang sebagai berasal dari Allah (Mat 21:23 dst.). Mereka waswas bila pengajar atau “nabi” hebat tapi liar ini tidak ditertibkan, para penguasa Romawi mengira ada gerakan untuk memberontak. Hal ini tentu akan mempengaruhi situasi politik di tanah Yudea dan khususnya bagi kelestarian Bait Allah. Oleh karena itu mereka semakin bersikap memusuhi Yesus.

Padahal ada hal yang tidak dimengerti oleh para pemimpin tadi, yakni bahwa semuanya ini belum terjadi seperti diutarakan dalam perumpamaan. Mereka belum diadili oleh pemilik kebun anggur. Bahkan mereka belum sungguh-sungguh menyingkirkan anak pemilik tadi. Jadi sebenarnya masih ada waktu bagi mereka untuk berubah. Sayang kesempatan itu tidak mereka lihat. Mereka sudah terbawa oleh rencana-rencana mereka sendiri dan tidak lagi memiliki kemerdekaan. Mereka tidak dapat memikirkan perumpamaan tadi sebagai perumpamaan yang juga memuat ajakan untuk berubah. Mereka bahkan berusaha untuk merebut apa yang menjadi milik Allah.

Bagi kita sekarang, kebun anggur yang Allah percayakan kepada kita adalah Gereja. Kita adalah rekan sekerja Allah dalam pelaksanaan karya keselamatan-Nya. Dalam menjalankan panggilan dan perutusan ini, kita dihadapkan pada berbagai kesulitan dan tantangan. Bagaimana aku menyikapinya?

Warta Paroki 24 Sept 2017

Warta Paroki
24 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,  27 Sept. : Peringatan St. Vinsensius a Paulo, Imam.
    Jumat, 29 Sept.: Pesta St. Mikael,St. Gabriel, dan St. Rafael, Malaikat Agung.
    Sabtu, 30 Sept. : Peringatan St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl   : Minggu, 1 Oktober 2017
    Pukul     : 10.00 WIB
    Tempat   : Ruang C
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang ibu untuk mewakilinya.
  3. Para Ketua / Bendahara Lingkungan di harap segera mengambil uang pengembalian persembahan periode April – Juni, disekretariat paroki.
  4. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  5. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  6. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  1. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ; keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman II

  1. Yohanes Berliandy Ari Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Patricia Dian Indriacipta dari Paroki Hati Yesus Mahakudus – Purwodadi.

Pengumuman I

  1. Lukas Fajar Adhitia dari Paroki St. Theresia – Bongsari
    dengan
    Anastasia Diana Panca Wardani dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat.
  1. Febryan Avadianto dari Karanganyar Gunung – Semarang
    dengan
    Wilfrida Vidiana Oktofiani dari St. Chatarina Sienna – Karanganyar Gunung I.
  1. Vincetius Suryo Hadi Kusumo dari Lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Theresia Yovita Darmawan dari Paroki Atmodirono – Semarang

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Antonius Suratno (72 th) – suami dari ibu Caecilia Sudarmi – dari lingk. St. Lidwina – Kesatrian V.  Wafat hari Minggu, tanggal 17 September 2017.

“Yang terdahulu menjadi yang terakhir”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Kita hendaknya selalu dekat dengan Tuhan. Ia memiliki rencana yang indah atas hidup kita. (Bacaan I – Yesaya)
  2. Kita dipanggil dan diutus untuk menampakkan kemuliaan Kristus melalui hidup kita. Hendaknya kita hidup sesuai dengan Injil dan teladan Kristus. (Bacaan II – Filipi)
  3. Yesus mengajak kita untuk bersikap murah hati kepada semua orang seperti Allah Bapa yang murah hati. Kemurahan hati Allah itu diterima dengan penuh rasa syukur dan bukannya rasa iri dan dengki. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah – yang merupakan wujud keadilan dan kemurahan hati-Nya – bagiku?
  3. Apakah selama ini aku sudah bersikap adil dan murah hati?
  4. Hal konkret apa yang akan aku lakukan sebagai ungkapan rasa syukurku atas keadilan dan kemurahan hati Allah yang sudah aku terima selama ini?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

KEADILAN DAN KEMURAHAN ALLAH

214      Allah, “la yang ada”, telah mewahyukan Diri kepada Israel sebagai “yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan” (Kej 34:6). Kedua pengertian ini menegaskan inti kekayaan nama ilahi itu. Dalam segala karya-Nya Allah menunjukkan kemurahan hati-Nya, kebaikan-Nya, rahmat-Nya, cinta-Nya, tetapi juga sifat-Nya yang layak dipercaya, ketabahan hati-Nya, kesetiaan-Nya dan kebenaran-Nya. “Aku mau memuji nama-Mu, sebab Engkau setia dan selalu mengasihi” (Mzm 138:2). Ia adalah kebenaran, karena “Allah itu terang, dan padaNya tidak ada kegelapan sama sekali” (1 Yoh 1:5); Ia adalah “cinta”, seperti yang diajarkan Rasul Yohanes (1 Yoh 4:8).

215      “Semua sabda-Mu benar, segala hukum-Mu yang adil tetap selama-lamanya” (Mzm 119:160). “Ya, Tuhanku dan Allahku, Engkau Allah yang Esa, semua janji-Mu Kau tepati” (2 Sam 7:28). Karena itu, Allah selalu memenuhi janji-Nya. Allah adalah kebenaran itu sendiri; Sabda-sabda-Nya tidak bisa menipu. Karena itu, dengan penuh kepercayaan orang dapat menyerahkan diri dalam segala hal kepada kebenaran-Nya dan kepada kepastian Sabda-Nya. Dosa dan kejatuhan manusia disebabkan oleh dusta penggoda yang membawa kebimbangan terhadap Sabda Allah, terhadap kemurahan hati-Nya dan kesetiaan-Nya.

216      Kebenaran Allah adalah juga kebijaksanaan-Nya, yang menetapkan tata tertib seluruh ciptaan dan peredaran dunia. Allah, yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi, adalah juga satu-satunya yang dapat menganugerahkan pengertian yang benar tentang segala ciptaan dalam hubungannya dengan Dia.

Sharing iman:

Dari berbagai sumber

Orangtua yang mempunyai lebih dari satu anak tahu betul situasi ini: salah satu anak protes dan menilai sang orangtua tidak adil karena merasa saudaranya menerima “lebih” dari apa yang dia terima. Entah “lebih” itu dipahami dalam arti lebih banyak, lebih bundar, lebih baru, dst. Situasi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja si anak sebenarnya merasa bosan, butuh perhatian, atau iri. Namun bisa juga si anak memang merasa diperlakukan tidak adil. Untuk kasus ini, mau tak mau orangtua mesti dengan sabar menjelaskan arti keadilan di dalam pemberian tersebut.

Perumpamaan dalam Injil hari ini menggambarkan Kerajaan Surga seperti tindakan seorang “tuan rumah yang pagi-pagi benar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya” (Mat 20:1). Ada dua hal yang dapat digarisbawahi dari tindakan sang tuan rumah. Pertama, tindakan memberikan upah harian yang sama kepada para pekerjanya, dari yang bekerja sejak pagi hingga yang baru bekerja pada jam lima sore, mengilustrasikan kemurahan hati Allah di tengah kekayaan dan kekuasaan-Nya: tuan rumah memberikan nafkah yang cukup untuk penghidupan sehari-hari, terlepas dari berapa lama mereka bekerja. Kedua, keluhan buruh yang bekerja sejak pagi menggarisbawahi keadilan Allah: tuan rumah tak melanggar hak siapapun, karena semua pekerja sama-sama mendapatkan upah yang memadai untuk sehari kerja. Artinya, di dalam komunitas orang beriman, ‘upah’ orang percaya didasarkan pada kemurahan hati dan keadilan Allah, bukan atas prakarsa manusia. Karena itu perkataan Yesus, “yang terakhir akan menjadi yang terdahulu …” (Mat 20:16) mengulangi perkataan Yesus di bagian lainnya: “banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Mat 19:30) sekaligus menegaskan bahwa Kerajaan Allah akan membalikkan penilaian manusia.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini memperingatkan kita untuk tidak menerapkan prinsip penilaian dunia ke dalam kehidupan manusia. Hal ini tentu tidak dapat diterima oleh orang-orang yang mengharapkan dapat mengatur keselamatan menurut aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia menurut prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia atas dasar “pukulan dibalas dengan pukulan” atau “satu perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik yang lain.” Allah memiliki rancangan yang berbeda dengan rancangan manusia (Yes 55:8). Rancangan dan cara bertindak Allah seutuhnya adalah kasih. Kasih karunia Allah ini cukup untuk semua orang.

Warta Paroki 17 September 2017

 Warta Paroki
17 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,    20 Sept. :  Peringatan St. Andreas Kim Tae Gon, Imam dan St. Pulus Chong Ha Sang dkk, Martir.
    Kamis,  21 Sept. :  Pesta St. Matius,Rasul dan Penulis Injil.
    Sabtu,   23 Sept. :  Peringatan St.Padre Pio dari Pietrelcina, Imam.
  2. Dalam rangka BKSN 2017 paroki akan menyelenggarakan lomba :
    Mewarnai Gambar Anak-anak
    Menyanyi Lagu Rohani F anak dan umum
    Menyanyi Mazmur F anak dan umum
    Membaca Kitab Suci F anak dan anak muda
    Cerdas Cermat
    PELAKSANAAN
    Tanggal :          17 dan 24 September 2017
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 18 – 20 Sept. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 24 September 2017
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau ada)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 22 September 2017
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang C
  5. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Agustus dan September diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  6. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl      : Selasa, 19 September 2017
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat     : St. Athanasius
    Tema        : SEATAP TAPI TAK MERATAP
    Pembicara : Dra. ProbowatieTjondronegoro, Msi Psikolog
  7. LOMBA MAZMUR
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Peserta : SD sampai Dewasa tiap Wilayah
    Daftar   : Rosa Simone – 081325511202
  8. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  9. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  10. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP
    Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  1. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ;
    keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman I

  1. Yohanes Berliandy Ari Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Patricia Dian Indriacipta dari Paroki Hati Yesus Mahakudus – Purwodadi.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

“Saling Mengampuni”

Intisari Bacaan

  1. Dendam dan amarah merusak relasi dengan sesama, dengan diri sendiri, dan dengan Tuhan. Orang yang mampu mengampuni dan menaruh belas kasih kepada sesamanya juga akan mendapatkan pengampunan dari Tuhan. (Bacaan I – Sirakh)
  2. Setiap orang beriman adalah milik Tuhan: hidup bagi Tuhan dan mati bagi Tuhan. (Bacaan II – Roma)
  3. Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Kita juga harus mengasihi dan mengampuni tanpa batas. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti pengampunan menurutku?
  3. Bagaimana sikapku selama ini terhadap sesama/ orang lain yang berbuat salah kepadaku?
  4. Apa yang akan aku lakukan agar aku sungguh mampu mengampuni dan mengasihi orang lain tanpa batas?

Katekismus Gereja Katolik

PENGAMPUNAN

2840    Sungguh mengejutkan bahwa kerahiman ini tidak dapat meresap di hati kita sebelum kita mengampuni yang bersalah kepada kita. Sebagaimana tubuh Kristus, demikian pula cinta tidak dapat dibagi-bagi. Kita tidak dapat mencintai Allah yang tidak kita lihat, kalau kita tidak mencintai saudara dan saudari kita yang kita lihat Bdk. 1 Yoh 4:20. Kalau kita menolak mengampuni saudara dan saudari kita, hati kita menutup diri dan kekerasannya tidak dapat ditembus oleh cinta Allah yang penuh kerahiman. Tetapi dengan mengakui dosa-dosa, hati kita membuka diri lagi untuk rahmat-Nya.

Sharing Iman

Diambil dari http://priakatolik.com/rahmat-pengampunan/

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat. 18:22)

“Sakitnya tuh di sini…..” Menjadi ungkapan nge-trend yang diambil dari petikan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Cita Citata. Sakit karena ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sakit karena diri kita mengenyam sesuatu yang pahit. Sakit karena kita menerima peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Sakit karena kesempurnaan yang menjadi impian kita masih belum bisa dijangkau. Memang ketidaksempurnaan manusia membuka peluang bagi kita untuk melakukan kesalahan. Bahkan hal ini bisa terjadi secara timbal balik: kita melakukan kesalahan kepada orang lain dan orang lain melakukan kesalahan terhadap diri kita.

Lalu sebagai orang kristiani, sikap iman apa yang harus kita ambil berhadapan dengan kenyataan ini? Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang yang mengklaim pengikut Yesus? Menarik kisah yang diangkat dalam Injil hari ini. Ketika Petrus datang dan bertanya kepada Yesus, “…Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudarakua jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus menjawab,”Bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Sabda Yesus ini bukan mau mengundang kita untuk mengampuni sampai empat ratus Sembilan puluh kali dan kita berhenti sampai di situ. Yesus mengajak kita untuk mengampuni tanpa batas. Mengampuni bukanlah perkara yang gampang. Menerima orang yang melukai hati kita bukanlah hal yang mudah. Namun itulah sikap yang harus ada dari pengikut Yesus. Ketika kita mengambil keputusan untuk mengampuni, saat itu juga pemulihan terjadi. Bukan hanya dari pihak kita atau dari pihak mereka yang bersalah kepada kita tetapi kesembuhan nyata bagi dua pihak yang menyakiti dan tersakiti.

Maka dari itu, marilah kita mohon rahmat pengampunan dari Tuhan untuk memampukan kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Kalau ini yang terjadi, maka kehidupan kita akan semakin bernilai di mata Tuhan dan sesama. Dunia pun akan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan mendamaikan bagi semua orang.