Penggandaan roti dan ikan, sungguh nyata adanya

Di salah satu diskusi dalam situs katolisitas, seorang pembaca menuliskan bahwa dia pernah mendengar bahwa ada sebagian umat Katolik yang mengatakan bahwa mukjizat tersebut tidaklah benar-benar terjadi, karena mereka berpendapat bahwa yang terjadi hanyalah orang-orang tersebut saling berbagi, yang dimulai oleh anak kecil yang memberikan lima roti dan dua ikan (lih. Yoh 6:9). Saya memberikan beberapa argumentasi sebagai berikut:Continue reading

Teks Misa Minggu Biasa XVIIB

MINGGU BIASA XVII – th. B, 28-29Juli 2012

NOVENA II HUT PAROKI KE-48
GEREJA ST. ATHANASIUS AGUNG

“Mukjijat itu Sungguh Terjadi!”

Lagu Pembuka: Alangkah Bahagianya (PS 619 )

Tanda Salib – Salam

Tuhan Kasihanilah Kami (PS 353) – Kemuliaan (PS 354)

Doa Pembuka

I: Allah Bapa Maharahim, Engkau selalu peduli dan me-nyelenggarakan segala yang kami perlukan. Datanglah di tengah-tengah kami, ucapkanlah sabda-Mu dan bagikanlah rezeki-Mu. Berikanlah kami hati yang rela berbagi agar kami tidak menjadi serakah dan tak ada yang kelaparan maupun berkekurangan. Demi Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.Continue reading

Seikat #6 Mengenal dan Mencintai Kitab Suci

Seikat ke-6

Mengenal dan Mencintai Kitab Suci

Asal usul Kitab Suci

Umat Kristiani percaya bahwa Kitab Suci bukan merupakan kitab yang ‘jatuh’ dari surga, ataupun kitab yang dituliskan oleh Kristus, melainkan Kitab yang terdiri dari kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang pilihan Allah yang diilhami Roh Kudus. Nah, pertanyaannya, dari mana kita tahu bahwa kitab-kitab tertentu diilhami oleh Roh Kudus, sedangkan ada banyak kitab lainnya ‘hanya’ merupakan karya manusia? Sejarah menunjukkan bahwa yang menentukan apakah suatu kitab tertentu diilhami Roh Kudus atau tidak adalah Gereja Katolik. Hal ini mungkin karena kita percaya bahwa Gereja Katolik dipimpin oleh para rasul dan para penerusnya yang dibimbing oleh Roh Kudus. Karena Roh Kudus ini adalah Roh yang sama dengan Roh yang mengilhami penulisan kitab-kitab itu, maka peneguhan yang ditetapkan oleh Gereja tentang kitab-kitab tersebut tidak mungkin keliru, karena Roh Kudus tidak mungkin mempertentangkan Diri-Nya sendiri.Continue reading

Seikat #5 Perkawinan Katolik

Seikat ke-5

Hukum dan Moral Perkawinan Katolik

Ajaran Gereja Katolik tentang Perkawinan

Arti, Hakikat, Tujuan dan Sifat-sifat Perkawinan

a) Arti dan hakikat perkawinan secara umum

Tujuan hidup manusia adalah mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Untuk mencapainya, manusia menempuh beberapa cara: pertama: dengan hidup selibat-membiara; kedua: menikah atau awan yg hidup selibat dg sukarela.

Dalam arti umum, pada hakikatnya, perkawinan adalah persekutuan hidup antara pria dan wanita atas dasar saling mencintai untuk membentuk hidup bersama secara tetap dan memiliki tujuan yg sama yaitu saling membahagiakan. Tujuan mereka membentuk persekutuan hidup tsb adalah utk mencapai kebahagiaan dan melanjutkan keturunan. Karena itu, dlm agama atau kultur tertentu, bila perkawinan itu tdk mendatangkan keturunan, seorang suami dpt mengambil wanita lain dan menjadikan dia sebagai istrinya untuk dapat memberi keturunan.Continue reading

Seikat #4, Per Mariam ad Jesum

Seikat 4,

Per Mariam ad Jesum

Mariologi

Sudah sejak abad I, refleksi teologis tentang Bunda Maria (Mariologi) berkembang dalam hidup Gereja. Mariologi adalah refleksi teologis karena di dalamnya kita membicarakan Maria sebagai bagian dari pengalaman kita berelasi dengan Allah. Dengan kata lain: Kita tdk bisa mengarahkan perhatian hanya pada Maria dan melepaskannya dari peranannya di dalam karya keselamatan Allah terhadap umat manusia. Jika bicara tentang Maria, kita harus merenungkan hubungan Maria dengan Allah dlm Kristus (Kristologi) & hubungan Maria dg Gereja (Ekklesiologi).
Ada tendensi, selama abad-abad I, Gereja melebih-lebihkan devosi kepada Bunda Maria (selanjutnya disingkat BM). Apakah akibatnya kemudian? Muncullah pandangan spekulatif tentang jati diri dan perannya. Karena hal inilah, Gereja Katolik juga dituduh oleh umat Protestan sebagai yang me-”nuhan”-kan Maria/menyejajarkan Maria dengan Allah. Contoh beberapa kitab apokrif tentang BM yang tidak diakui kebenarannya oleh Gereja: Pra-Injil Yakobus/Proto evangelicum Jacobi (riwayat Maria dari lahir sampai menjadi Ibu Yesus), Liber Transitus Mariae (ttg akhir hidup Maria), Injil Thomas (ttg masa muda Maria), Epistola Apostolorum (surat para rasul), Acta Petri (Kisah Petrus). Continue reading

Seikat #3. Kain Kafan Turin

Seikat 3

KAIN KAFAN TURIN = KAIN KAFAN TUHAN YESUS?

Foto perbandingan Kain Kafan Turin asli dengan tampilan foto negatif.

 

APA ITU KAIN KAFAN TURIN?

Kain Kafan dari Torino (Sindone di Torino atau Sacra Sindone) adalah sepotong kain yang memiliki gambaran seorang pria yang tampak telah disiksa secara fisik yang konsisten dengan siksaan penyaliban. Kain kafan Turin dipercayai sebagai kain kafan yang  dipakai oleh  para  murid Yesus  untuk  membungkus jenazah-Nya waktu dimakamkan, seperti dikisahkan oleh semua penginjil. “Mereka mengambil mayat Yesus, lalu mengafaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.” (Yoh 19:40). Kain ini disimpan di kapel kerajaan di Katedral Santo Yohanes Pembaptis di kota Torino, Italia. Gambaran pada kain kafan tersebut jauh lebih jelas dalam hitam-putih (foto negatif) dibandingkan dalam warna kecoklatan aslinya. Gambar negatif yang menyolok ini pertama kali dilihat pada malam hari tanggal 28 Mei 1898 di piringan fotografi terbalik milik fotografer amatir Secondo Pia yang diperbolehkan mengambil foto kain tersebut setika sedang dipamerkan di Katedral Turin. Menurut Secondo Pia, ia hampir menjatuhkan dan memecahkan piringan fotografi tersebut akibat keterkejutannya melihat gambaran seseorang di kain tersebut. Continue reading

Seikat #2. Bangga Jadi Katolik

Seikat 2

Aku bangga menjadi orang Katolik!

Tentang “Katolik

Istilah ‘katolik‘ merupakan istilah yang sudah ada sejak abad awal, yaitu sejak zaman Santo Polycarpus (murid Rasul Yohanes) untuk menggambarkan iman Kristiani,[1] bahkan pada jaman para rasul, sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Kis 9:31 menuliskan asal mula kata Gereja Katolik (katholikos) yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“. Ayatnya berbunyi, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis 9:31). Di sini kata “Katha holos atau katholikos; dalam bahasa Indonesia adalah jemaat/umat Seluruh/Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”Continue reading

Seikat #1. Keukuspanku Cintaku

Sekolah Iman Katolik

“Keuskupkanku Cintaku”
Paroki St. Athanasius Agung Karangpanas

Beberapa Hal yang hendak dipelajari:

1.    Bagaimana sejarah Keuskupan Agung Semarang?
2.    Siapakah sajakah Uskup yang pernah menjadi Gembala di KAS?
3.    Ada berapa kevikepan di KAS?
4.    Berapa jumlah umat Katolik KAS?
5.    Tahukah apa itu ARDAS?
6.    Apa Spiritualitas dan Visi Paroki kita tercinta?Continue reading