Sharing Iman : Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Panggilan Sedunia 2018

Saudari-saudara terkasih,

Pada bulan Oktober yang akan datang, Sidang Umum Biasa ke-15 dari Sinode Para Uskup akan membahas tema kaum muda dan secara khusus hubungan antara kaum muda, iman, dan panggilan. Dalam sidang itu, kita akan memiliki kesempatan untuk merenungkan lebih mendalam, di pusat hidup kita, panggilan kepada sukacita yang Allah anugerahkan kepada kita dan bagaimana panggilan ini adalah “rencana Allah bagi manusia, pria dan wanita, di sepanjang zaman” (Sinode Para Uskup, Sidang Umum Biasa XV, Kaum Muda, Iman dan Panggilan, Pengantar).

Hari Doa Panggilan Sedunia ke-55 kembali memaklumkan kabar baik ini kepada kita. Kita tidak muncul begitu saja secara kebetulan atau merupakan bagian dari serangkaian peristiwa yang tidak saling terkait; namun sebaliknya, hidup dan kehadiran kita di dunia ini merupakan buah panggilan ilahi!

Bahkan di tengah masa-masa yang sulit ini, misteri Inkarnasi mengingatkan kita bahwa Allah terus-menerus datang menjumpai kita. Ia adalah “Allah-beserta-kita”, yang berjalan mengiringi langkah-langkah hidup kita yang sering kotor berdebu. Ia tahu betapa kita merindukan cinta dan bahagia. Ia memanggil kita kepada sukacita. Dalam keragaman dan keunikan setiap panggilan, baik yang personal maupun eklesial, ada kebutuhan untuk mendengarkan, menegaskan dan menghidupi Sabda yang memanggil kita, yang memampukan kita untuk mengembangkan bakat-bakat, dan menjadikan kita sarana-sarana keselamatan di dunia serta membimbing kita kepada kebahagiaan sejati.

Tiga aspek ini – mendengarkan, menegaskan, dan menghidupi – juga sudah ada pada awal misi Yesus sendiri, ketika, setelah hari-hari doa dan pergumulan di padang gurun, Ia mengunjungi sinagoga-Nya Nazaret. Di sana, Ia mendengarkan Sabda, menegaskan isi misi yang dipercayakan pada-Nya oleh Bapa, dan mewartakan bahwa Ia datang menyempurnakannya “hari ini” (Luk 4:16-21).

Mendengarkan

Panggilan Tuhan – sejak permulaan – tidak sejelas seperti apa yang kita dengar, lihat atau sentuh dalam pengalaman kita sehari-hari. Allah datang diam-diam tanpa suara, tanpa memaksakan kebebasan kita. Dengan demikian bisa terjadi bahwa panggilan-Nya tenggelam oleh banyaknya kecemasan dan kekhawatiran yang memenuhi pikiran dan hati kita.

Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana mendengarkan sabda dan kisah hidup-Nya dengan baik, tetapi juga memperhatikan detail-detail hidup kita sehari-hari, belajar melihat berbagai hal dengan mata iman, dan terbuka pada kejutan-kejutan Roh.

Kita tidak akan pernah menemukan panggilan khusus dan personal yang Tuhan sampaikan dalam budi kita jika kita tetap terkungkung dalam diri kita sendiri, dengan melakukan segala sesuatu secara biasa, dan dengan sikap apatis seperti orang-orang yang menghabiskan hidup di dunia kecil mereka sendiri. Kita akan kehilangan kesempatan bermimpi besar dan memainkan peran kita dalam kisah unik dan orisinal yang ingin Tuhan tuliskan bersama kita.

Yesus juga dipanggil dan diutus. Itulah mengapa Ia masuk ke ruang batin-Nya sendiri dalam keheningan. Ia mendengarkan dan membaca Sabda di sinagoga, kemudian dengan terang dan kekuatan Roh Kudus, Ia menyatakan artinya, dengan merujuk pada diri pribadi-Nya sendiri dan sejarah umat Israel.

Sekarang ini, mendengarkan menjadi semakin sulit, kita seperti terbenam di tengah-tengah masyarakat yang bising, yang dipenuhi dan dibanjiri oleh berbagai informasi. Kebisingan yang terjadi di kota-kota dan lingkungan sekitar kita sering disertai oleh dispersi dan kebingungan batin kita sendiri. Hal ini menghambat kita untuk berhenti sejenak, berkontemplasi, dengan tenang merenungkan peristiwa-peristiwa hidup kita, dan dengan mantab menjalankan pekerjaan kita dalam rencana kasih Allah, serta membuat penegasan diri yang berbuah melimpah.

Tetapi, seperti kita ketahui, Kerajaan Allah datang dengan diam-diam tanpa menarik perhatian (bdk. Luk 17:21), dan kita hanya dapat mengenali benih-benihnya ketika, seperti nabi Elia, kita masuk ke ruang batin kita dan terbuka terhadap desiran angin sepoi-sepoi ilahi yang tak terlihat (bdk. 1Raj 19:11-13).

 

Penegasan Roh

Ketika Yesus membaca kutipan nabi Yesaya di sinagoga Nazareth, Ia menegaskan isi perutusan yang dipercayakan kepada-Nya dan menyatakannya kepada mereka yang menanti kedatangan Mesias: “Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Ia telah mengutus Aku mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk mewartakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19).

Dengan cara yang sama, kita masing-masing dapat menemukan panggilan kita sendiri hanya melalui penegasan roh. Penegasan roh merupakan “sebuah proses yang dilalui seseorang untuk membuat pilihan-pilihan dasar, dalam dialog dengan Tuhan dan sambil mendengarkan suara Roh, mulai dengan pilihan status hidupnya” (Sinode Para Uskup, Sidang Umum Biasa XV, Kaum Muda, Iman dan Penegasan Panggilan, II, 2).

Demikian kita menemukan bahwa panggilan Kristiani selalu memiliki dimensi kenabian. Kitab Suci menceritakan kepada kita bahwa para nabi diutus kepada umat yang berada dalam kondisi kekurangan material serta krisis spiritual dan moral, untuk menyampaikan pesan pertobatan, pengharapan dan penghiburan atas nama Allah. Seperti angin puyuh, nabi mengusik kemapanan hati nurani yang telah melupakan firman Tuhan. Dia melihat berbagai peristiwa dalam terang janji Tuhan dan memampukan umat untuk melihat tanda-tanda cahaya fajar di tengah bayang-bayang sejarah yang gelap.

Hari ini juga, kita sangat memerlukan penegasan roh dan nubuat. Kita harus menahan godaan ideologi dan negativitas, dalam hubungan kita dengan Tuhan, tempat, sarana dan situasi yang dengannya Ia memanggil kita. Setiap orang Kristiani hendaknya tumbuh dalam kemampuan “membaca kedalaman” hidupnya, dan memahami di mana dan untuk apa dia dipanggil Tuhan, untuk menjalankan misi-Nya.

Menghidupi

Akhirnya, Yesus mewartakan kebaruan masa sekarang, yang akan menumbuhkan dan menguatkan hati banyak orang. Kepenuhan waktu telah datang. Dialah Mesias yang dinubuatkan nabi Yesaya dan diurapi untuk membebaskan para tawanan, menyembuhkan yang buta dan mewartakan belas kasih Tuhan kepada setiap ciptaan. Sungguh, Yesus menyatakan bahwa “hari ini Kitab Suci telah terpenuhi saat kamu mendengarkannya” (Luk 4:21).

 

Sukacita Injil, yang membuat kita terbuka menjumpai Tuhan dan saudara-saudari kita, tidak membiarkan kelambanan dan kemalasan kita. Sukacita Injil tidak akan mengisi hati kita jika kita terus berdiri termangu saja dengan alasan menunggu saat yang tepat, tanpa keberanian menerima bahwa hari ini juga terdapat risiko membuat keputusan. Panggilan itu saat ini! Perutusan Kristiani itu sekarang! Kita masing-masing dipanggil – entah hidup awam dalam perkawinan, hidup imamat dalam pelayanan tertahbis, maupun hidup membiara – untuk menjadi saksi Tuhan, di sini dan sekarang.

“Hari ini” yang Yesus maklumkan meyakinkan kita bahwa Allah terus “datang” menyelamatkan keluarga umat manusia dan membuat kita berpartisipasi dalam misi-Nya. Tuhan terus memanggil setiap orang untuk hidup bersama-Nya dan mengikuti-Nya dalam jalinan relasi yang mendalam. Dia terus memanggil setiap orang untuk melayani-Nya secara langsung. Jika Dia membuat kita menyadari bahwa Dia sedang memanggil kita untuk menguduskan diri seutuhnya bagi Kerajaan-Nya, janganlah takut! Ini indah – dan merupakan suatu rahmat besar – dikuduskan sepenuhnya dan selamanya bagi Allah dan pelayanan saudara-saudari kita.

Hari ini Tuhan terus memanggil kita mengikuti Dia. Kita jangan menunggu menjadi sempurna untuk menjawab “ya” dengan ikhlas hati, atau jangan takut akan keterbatasan-keterbatasan dan dosa-dosa kita, tetapi mari buka hati kita bagi panggilan Tuhan. Untuk mendengarkan panggilan itu, untuk mencerna perutusan pribadi kita dalam Gereja dan dunia, serta pada akhirnya untuk menghidupinya pada hari ini yang Allah anugerahkan kepada kita.

Semoga Maria yang paling suci, yang sebagai perempuan muda yang hidup dalam kegelapannya mendengar, menerima dan mengalami Sabda Allah menjadi daging, selalu melindungi dan menyertai kita di sepanjang perjalanan kita.

Vatikan, 3 Desember 2017Minggu Pertama Adven

Paus Fransiskus

YESUS: GEMBALA YANG BAIK

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus, batu yang dibuang oleh tukang bangunan tetapi menjadi batu penjuru. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Karena begitu besar kasih Allah kepada kita, kita diangkat menjadi anak-anak Allah. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah Gembala yang baik. Ia memberikan nyawa-Nya bagi kita, domba-domba-Nya. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Menurutku, apa arti “gembala yang baik”?
  3. Ada saat aku dipanggil dan diutus menjadi “gembala” dan ada saat aku menjadi “domba”. Dalam hal/situasi apa?
  4. Apa yang telah dan akan aku lakukan untuk mendukung para gembala umat?
  5. Apa usahaku untuk menumbuhkan benih panggilan khusus sebagai imam, suster, dan bruder di paroki ini?

Katekismus Gereja Katolik

931 Orang berbakti kepada Allah, yang sudah menjadi milik Allah melalui Pembaptisan, menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, yang ia kasihi di atas segala sesuatu. Dengan demikian ia dibaktikan secara lebih dalam kepada pelayanan Allah dan ditentukan untuk kesejahteraan Gereja. Oleh status pembaktian kepada Allah, Gereja memberi kesaksian tentang Kristus dan menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja di dalamnya secara mengagumkan. Mereka, yang mengikrarkan nasihat-nasihat Injil, pertama-tama mempunyai tugas supaya hidup sesuai dengan kebaktiannya. Tetapi “justru karena… membaktikan diri kepada pelayanan Gereja dengan pengudusan dirinya itu, [mereka] berkewajiban untuk berkarya secara khusus dalam kegiatan misioner, dengan cara yang khas bagi lembaga mereka sendiri” (KHK Kan. 783; Bdk. RM 69).

932 Di dalam Gereja yang bagaikan Sakramen, artinya tanda dan sarana kehidupan Allah, hidup bakti itu merupakan satu tanda khusus dari misteri penebusan. Mengikuti Kristus secara “lebih dekat lagi” dan mencontohi Dia, mewartakan penghampaan dirinya dengan “lebih jelas”, berarti di dalam hati Kristus berada lebih dekat pada orang-orang semasanya. Karena, mereka yang berada di jalan Yang lebih “sempit” ini menyemangati saudara-saudarinya melalui teladannya dan memberi “kesaksian yang cemerlang dan luhur bahwa dunia tidak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah tanpa semangat Sabda Bahagia” (LG 31).

933 Apakah kesaksian ini diberikan secara publik (seperti dalam hidup membiara), secara privat atau tersembunyi – untuk semua orang yang mengabdikan diri, kedatangan Kristuslah asal dan petunjuk kehidupan mereka. “Umat Allah tidak mempunyai kediaman tetap di sini, tetapi mencari kediaman yang akan datang. Maka status religius, yang lebih membebaskan para anggotanya dari keprihatinan-keprihatinan duniawi, juga lebih jelas memperlihatkan kepada semua orang beriman harta surgawi yang sudah hadir di dunia ini, memberi kesaksian akan hidup baru dan kekal yang diperoleh berkat penebusan Kristus, dan mewartakan kebangkitan yang akan datang serta kemuliaan Kerajaan Surgawi” (LG 44).

934 “Oleh penetapan ilahi, di antara orang-orang beriman kristiani dalam Gereja ada pelayan-pelayan rohani, yang dalam hukum juga disebut klerus; sedangkan yang lainnya disebut awam. Dari kedua belah pihak ada orang-orang beriman kristiani yang dengan mengikrarkan nasihat-nasihat Injili… dibaktikan kepada Allah dan bermanfaat bagi misi keselamatan Gereja” (KHK Kan. 207§1.2).

935 Untuk pewartaan iman dan pembangunan Kerajaan-Nya Kristus mengutus para Rasul-Nya dan para pengganti mereka. Ia mengikut-sertakan mereka dalam perutusan-Nya. Mereka menerima dari-Nya wewenang untuk bertindak atas nama pribadi-Nya.

936 Tuhan telah menetapkan santo Petrus sebagai dasar Gereja-Nya dan telah memberikan kepadanya kunci-kunci Gereja. Uskup Gereja Roma, pengganti santo Petrus, adalah “kepala dewan Uskup, wakil Kristus dan gembala Gereja universal” (KHK Kan. 331).

937 Paus “atas penetapan ilahi mempunyai kekuasaan tertinggi, sepenuhnya, langsung dan universal atas reksa jiwa-jiwa ” (CD 2).

938 Para Uskup yang ditetapkan oleh Roh Kudus adalah pengganti-pengganti para Rasul. Mereka adalah “asas yang kelihatan dan dasar kesatuan dalam Gereja-gereja lokalnya” (LG 23).

939 Para Uskup mempunyai tugas mengajarkan iman secara murni, merayakan kebaktian, terutama Ekaristi, dan membimbing Gereja mereka sebagai gembala yang benar Dalam pada itu mereka dibantu oleh rekan kerjanya, para imam, dan oleh para diakon. Yang termasuk juga dalam tugas mereka ialah pemeliharaan Gereja-gereja bersama dan di bawah Paus.

940 “Karena ciri khas status hidup awam yakni: hidup di tengah masyarakat dan urusan-urusan duniawi, maka mereka dipanggil oleh Allah, untuk dijiwai semangat kristiani, ibarat ragi, menunaikan kerasulan mereka di dunia ” (AA 2).

941 Para awam ikut serta dalam imamat Kristus. Semakin kuat dipersatukan dengan Dia, mereka mengembangkan rahmat Pembaptisan dan Penguatan dalam segala bidang kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan gerejani, dan dengan demikian melaksanakan panggilan kepada kekudusan yang disampaikan kepada semua orang yang telah dibaptis.

942 Berkat perutusannya sebagai nabi, para awam “dipanggil juga untuk dalam segalanya menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat manusia” (GS 43, 4).

943 Berkat perutusannya sebagai raja, para awam menerima kekuasaan, agar dengan penyangkalan diri dan kehidupan yang kudus, mengalahkan kerajaan dosa dalam dirinya sendiri dan dalam dunia Bdk. LG 36.

944 Ciri khas kehidupan yang dibaktikan kepada Allah ialah ikrar publik dari nasihat-nasihat Injil, kemiskinan, kemurnian dan ketaatan dalam status kehidupan tetap yang telah diakui oleh Gereja.

945 Orang beriman diserahkan kepada Allah yang dikasihinya di atas segala-galanya; sudah sejak Pembaptisan ia telah ditentukan untuk Allah. Dalam status kehidupan yang dibaktikan ini ia ditahbiskan lebih khusus lagi untuk pelayanan Allah dan kesejahteraan seluruh Gereja.

Warta Paroki 15 April 2018

Warta Paroki
15 April 2018

  1. Paguyuban Ibu ibu Karangpanas :
    Hari/tgl  :   Selasa, 17 April 2018
    Pukul     :   16.30 – 18.00 WIB
    Tempat :   Aula St. Athanasius
    Tema     :   Meneladani Perempuan Samaria
  2. Masa Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 mohon kehadirannya pada
    Hari/Tgl : Sabtu atau Minggu, 22 April  – 12 Mei 2018
    Pukul     : 19.00 WIB
    Tempat  : Aula St. Athanasius Agung Karangpanas
    Agenda : Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan di luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
           Jadwal Masa Mistagogi 2018
    Minggu,22 April 2018 – Kitab Suci oleh Timja Kerasulan Dan Kitab Suci
    Sabtu, 28 April 2018 – Hidup menggereja, beriman cerdas, tangguh dan misioner oleh Pawil Omk.
    Sabtu, 5 Mei 2018 – Sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat oleh Timja Pendalaman Iman.
    Sabtu, 12 Mei 2018 – Hidup menggereja dan berparoki oleh Romo Ignatius Suharyono,Pr
    Mistagogi ditutup dengan sakramen tobat, misa syukur, penyerahan Surat Baptis, CD foto dan kenang kenangan ( waktu akan diinform)
  3. Donor darah akan diadakan pada :
    Hari/tgl  :  Minggu, 22 April 2018
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat :  Ruang St. Yusup
  4. Rapat pleno Dewan Paroki akan diadakan pada:
    Hari/Tgl : Minggu, 22 April 2018
    Pukul     : 10.00 – 13.00 WIB
    Tempat  : Aula St. Athanasius Agung Karangpanas
    Agenda :
    Kilas Balik Kegiatan 2017
    Penyampaian Program Kerja & RAPB 2018
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl  :  Minggu, 29 April 2018
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat :  Kapel
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Biaya Rp 30.000,-
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  :  Jum’at, 27 April 2018
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat :  Ruang St. Yusuf
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 29 April 2018
    Pukul    : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Maret dan April diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan :
    Kursus MC / Panatasara Jawi :
    Hari/tgl  :  Senin, 30 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y Widodo 0815.7588.6915 dan Bp Budi Sayogo 0813.9018.6750,dimohon mengisi formulir yang telah di sediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  8. Akan diadakan Misa difabel (anak berkebutuhan khusus) pada :
    Hari/tgl  :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul     :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat  : Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No 9
    Tema     : Deteksi dini dan Konseling Gratis
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr.
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP Christi 08996676340 dan Olga 08157679694.
  9. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl  :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  10. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto    :         081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                        :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto  :  081 225 680 570
  11. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    081575731236
    Anna      08158059000
  12. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  13. Majalah Salam Damai Edisi April sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja
  14. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-I yang ingin bergabung   untuk menjadi Pemazmur dg syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik dan
    bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Untuk pendaftaran hub: Bp Broto: 0815100294738

PENGUMUMAN TAHBISAN DIAKON

 Akan ditahbiskan pada hari Sabtu, tanggal 14 April  2018, di Gereja Pertapaan – St. Maria – Rawaseneng, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Semarang, 2 orang frater dari Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae (OCSO):

  1. Fr. Antonius Naruh, OCSO
  2. Fr. Yulius Darwanto, OCSO

Mohon doa restu bagi para diakon

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Christina Devi Natalia dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Alexander Viandoko dari Paroki St. Yusuf – Gedangan .

Pengumuman II

  1. Christina Devi Natalia dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Alexander Viandoko dari Paroki St. Yusuf – Gedangan .

Pengumuman I

  1. Antonius Tatag Bramatyo dari lingk. St. Petrus Claver – Karanganyar Gunung II
    dengan
    Bernadeta Firstiana Cristallin Putri dari Paroki St. Ignatius – Magelang.
  1. Fransiska Kid Daling Yesnat dari lingk. St. Laurensius – Jatingaleh II
    dengan
    Florentinus Danang Suryandono dari Paroki St. Petrus – Purwosari – Surakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Stephanus Leksono (69 th) – Suami dari Ibu Christina Sumarni – dari lingk. St. Familia – Tengger  II.  Wafat hari Sabtu, tanggal 31 Maret 2018.
  2. Yohannes Moerland (70 th) –  Suami dari Ibu Poerwantini Theresia  – dari lingk. St. Maria Goretti  – Jangli III. Wafat hari Selasa, tanggal 10 April  2018.
  3. Emiliana Toeminah Soemadi (68 th) –  Istri dari Bapak Poerwantini Theresia  – dari lingk. St. Antonius Padua   – Jatingaleh IV. Wafat hari Jumat, tanggal 6 April  2018.

 

 

YESUS KRISTUS: PENGGENAPAN JANJI KESELAMATAN ALLAH

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Di hadapan orang-orang Yahudi, Petrus bersaksi bahwa Allah telah menggenapi janji keselamatan-Nya dengan mengutus Mesias yang menderita dan ia mengajak mereka untuk bertobat. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Yesus Kristus adalah pengantara manusia dengan Allah, pendamaian untuk segala dosa manusia. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua yang ada tertulis tentang Mesias dalam Kitab Suci. (Bacaan Injil – Lukas)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji keselamatan Allah sesuai yang dinyatakan dalam Kitab Suci?
  3. Apakah selama ini aku telah meluangkan cukup waktu untuk membaca dan memahami isi Kitab Suci?
  4. Apa perasaan dan pikiran yang muncul saat membaca dan merenungkan Kitab Suci?
  5. Apakah aku berjumpa dengan Tuhan di dalam Kitab Suci?

Katekismus Gereja Katolik

104 Di dalam Kitab Suci, Gereja selalu mendapatkan makanannya dan kekuatannya karena di dalamnya ia tidak hanya menerima kata-kata manusiawi, tetapi apa yang sebenarnya Kitab Suci itu: Sabda Allah. “Karena di dalam kitab-kitab suci Bapa yang ada di surga penuh cinta kasih menjumpai para putera-Nya, dan berwawancara dengan mereka” (Dei Verbum/DV 21).

105 Allah adalah penyebab (auctor) Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”. “Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (DV 11).

106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis (auclor) Kitab Suci. “Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka – semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh” (DV 11).

107 Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. “Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (DV 11).

108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup” (Bernard, hom. miss. 4, 11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Alkitab” (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.

Sharing Iman:                                   sabda.org

Banyak orang rela masuk sekolah teologi agar bisa mengerti Alkitab secara detail. Dengan hati yang haus, mereka membekali diri, mulai dari menyelidiki Alkitab menurut bahasa aslinya sampai mempelajari sejarah Gereja. Saya sendiri mengambil studi teologi dan senang menggali Alkitab. Ketika menemukan pesan suatu teks, rasanya seperti menemukan mutiara kehidupan. Itu semua hasil pertolongan Roh Kudus, yang membuka pikiran dan memberikan pencerahan.

Penampakan Yesus pasca-kebangkitan, tampaknya tidak membuat para murid langsung percaya. Mereka terkejut, takut, dan malah menyangka melihat hantu (Luk 24:37). Sampai Yesus sendiri menegaskan kehadiran-Nya dengan menunjukkan tangan dan kaki yang berlubang paku (ay. 38-40). Sekejap Yesus pun mengalihkan momen kebingungan itu dengan menanyakan kepada mereka, apakah ada makanan atau tidak (ay. 41-43). Sambil makan, Yesus menjelaskan pada mereka tentang kebenaran Kitab Suci (ay. 44) dan, agar mereka paham, Dia membukakan pikiran mereka (ay. 45), memampukan mereka memahami berita pertobatan dan pengampunan dosa (ay. 47). Tanpa pencerahan tersebut, Kitab Suci pastilah akan menjadi aksara biasa belaka bagi mereka.

Kitab Suci banyak berisi maksud Allah yang sulit dicerna oleh logika kita. Saat merenungkan firman-Nya, kita dapat berdoa memohon Tuhan memberikan pengertian. Kiranya firman yang kita renungkan mengarahkan kita kepada maksud Tuhan yang sebenarnya sehingga kita tidak salah langkah. Mintalah pertolongan-Nya untuk membuka pikiran kita yang terbatas.

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Di hadapan orang-orang Yahudi, Petrus bersaksi bahwa Allah telah menggenapi janji keselamatan-Nya dengan mengutus Mesias yang menderita dan ia mengajak mereka untuk bertobat. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Yesus Kristus adalah pengantara manusia dengan Allah, pendamaian untuk segala dosa manusia. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua yang ada tertulis tentang Mesias dalam Kitab Suci. (Bacaan Injil – Lukas)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji keselamatan Allah sesuai yang dinyatakan dalam Kitab Suci?
  3. Apakah selama ini aku telah meluangkan cukup waktu untuk membaca dan memahami isi Kitab Suci?
  4. Apa perasaan dan pikiran yang muncul saat membaca dan merenungkan Kitab Suci?
  5. Apakah aku berjumpa dengan Tuhan di dalam Kitab Suci?

Katekismus Gereja Katolik

104 Di dalam Kitab Suci, Gereja selalu mendapatkan makanannya dan kekuatannya karena di dalamnya ia tidak hanya menerima kata-kata manusiawi, tetapi apa yang sebenarnya Kitab Suci itu: Sabda Allah. “Karena di dalam kitab-kitab suci Bapa yang ada di surga penuh cinta kasih menjumpai para putera-Nya, dan berwawancara dengan mereka” (Dei Verbum/DV 21).

105 Allah adalah penyebab (auctor) Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”. “Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (DV 11).

106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis (auclor) Kitab Suci. “Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka – semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh” (DV 11).

107 Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. “Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (DV 11).

108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup” (Bernard, hom. miss. 4, 11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Alkitab” (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.

Sharing Iman:                                   sabda.org

Banyak orang rela masuk sekolah teologi agar bisa mengerti Alkitab secara detail. Dengan hati yang haus, mereka membekali diri, mulai dari menyelidiki Alkitab menurut bahasa aslinya sampai mempelajari sejarah Gereja. Saya sendiri mengambil studi teologi dan senang menggali Alkitab. Ketika menemukan pesan suatu teks, rasanya seperti menemukan mutiara kehidupan. Itu semua hasil pertolongan Roh Kudus, yang membuka pikiran dan memberikan pencerahan.

Penampakan Yesus pasca-kebangkitan, tampaknya tidak membuat para murid langsung percaya. Mereka terkejut, takut, dan malah menyangka melihat hantu (Luk 24:37). Sampai Yesus sendiri menegaskan kehadiran-Nya dengan menunjukkan tangan dan kaki yang berlubang paku (ay. 38-40). Sekejap Yesus pun mengalihkan momen kebingungan itu dengan menanyakan kepada mereka, apakah ada makanan atau tidak (ay. 41-43). Sambil makan, Yesus menjelaskan pada mereka tentang kebenaran Kitab Suci (ay. 44) dan, agar mereka paham, Dia membukakan pikiran mereka (ay. 45), memampukan mereka memahami berita pertobatan dan pengampunan dosa (ay. 47). Tanpa pencerahan tersebut, Kitab Suci pastilah akan menjadi aksara biasa belaka bagi mereka.

Kitab Suci banyak berisi maksud Allah yang sulit dicerna oleh logika kita. Saat merenungkan firman-Nya, kita dapat berdoa memohon Tuhan memberikan pengertian. Kiranya firman yang kita renungkan mengarahkan kita kepada maksud Tuhan yang sebenarnya sehingga kita tidak salah langkah. Mintalah pertolongan-Nya untuk membuka pikiran kita yang terbatas.

Warta Paroki 08 April 2018

Warta Paroki
08 April 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 9 April      :  Hari Raya Kabar Sukacita.
    Rabu, 11 April     :  Peringatan St. Stanislaus, Uskup Martir.
  2. Paguyuban Ibu ibu Karangpanas :
    Hari/tgl  : Selasa, 17 April 2018
    Pukul     : 16.30 – 18.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Tema     : Meneladani Perempuan Samaria
  3. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl  : Minggu, 8 April 2018
    Pukul     : 10.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusup
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  4. Donor darah akan diadakan pada :
    Hari/tgl  : Minggu, 22 April 2018
    Pukul     : 09.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusup
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 29 April 2018
    Pukul     : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Syarat   :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Biaya Rp 30.000,-
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  : Jum’at, 27 April 2018
    Pukul     : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusuf
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 29 April 2018
    Pukul     : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Maret dan April diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan :
    Kursus Pijat Syaraf (SPOT dan Penyakit Degeneratif ):
    Hari/tgl   :  Senin, 09 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat   :  Aula St. Athanasius
    Kursus MC / Panatasara Jawi :
    Hari/tgl   :  Senin, 30 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat   :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y Widodo 0815.7588.6915 dan Bp Budi Sayogo 0813.9018.6750,dimohon mengisi formulir yang telah di sediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  8. Komunitas Tritunggal Mahakudus akan mengadakan Gladi Rohani pada:
    Hari/tgl   :  Jumat – Minggu, 13 -15 April 2018
    Tempat   :  Wisma Syalom Bandungan
    Tema      :  “The Transformation”
    Cp          : Marga 087.832.225.556 dan Grace 085.811.606.606
  9. Akan diadakan Misa difabel (anak berkebutuhan khusus) pada :
    Hari/tgl   :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul     :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat   : Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No 9
    Tema      : Deteksi dini dan Konseling Gratis
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr.
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP Christi 08996676340 dan Olga 08157679694.
  10. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl   :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta   :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  11. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto  :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih          :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                              :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto          :  081 225 680 570
  12. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny     081575731236
    Anna      08158059000
  13. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  14. Majalah Salam Damai Edisi April sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja
  15. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-I yang ingin bergabung   untuk menjadi Pemazmur dg syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik dan
    bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Untuk pendaftaran hub: Bp Broto: 0815100294738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Petrus Paskalis Susanto dari lingk. St. Elisabeth – RS St. Elisabeth
    dengan
    HanaSukoning Tyas dari Paroki Jepara.

Pengumuman II

  1. Christina Devi Natalia dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Alexander Viandoko dari Paroki St. Yusuf – Gedangan .

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Yohana Fitri Kusumastuti (38 th) – Istri dari bapak Agustinus Indrawanto  – dari lingk. St. Yusuf Pekerja – Karangpanas I.  Wafat hari Rabu, tanggal 21 Maret 2018.
  2. Yoseph Rugimin (61 th) –  Suami dari ibu Valentina Suwarsih – dari lingk. St. Antonia – Kalilangse I. Wafat hari Selasa, tanggal 27 Maret 2018.

YESUS ENGKAULAH ANDALANKU

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Persekutuan murid-murid Kristus ditandai dengan relasi kasih, sehati dan sejiwa dalam hidup bersama. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah. Menjadi anak-anak Allah berarti mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. (Bacaan II – Surat 1 Yohanes)
  3. Belajar dari pengalaman St. Tomas: hanya di dalam persekutuan, para murid menyaksikan Yesus yang bangkit dan memahami maknanya. (Bacaan Injil – Yohanes)

 Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya karena melihat, ataukah aku percaya walau tidak melihat?
  3. Apa arti “iman” bagiku?
  4. Bagaimana kualitas persekutuan jemaat/umat beriman, di mana aku termasuk di dalamnya?
  5. Apa usahaku untuk mengungkapkan imanku kepada Allah sekaligus mewujudkan persekutuan yang semakin sehati-sejiwa?

Katekismus Gereja Katolik

222 Beriman akan Allah yang Esa dan mencintai-Nya dengan seluruh kepribadian kita, mempunyai akibat-akibat yang tidak dapat diduga untuk seluruh kehidupan kita:

223 Kita mengetahui keagungan dan kemuliaan Allah. “Sesungguhnya, Allah itu agung, tidak tercapai oleh pengetahuan kita” (Ayb 36:26). Karena itu, “kita harus menempatkan Allah pada tempat yang pertama sekali” (Jeanne dArc).

224 Kita hidup dengan ucapan terima kasih: Kalau Allah itu Esa, maka segala sesuatu yang ada pada kita dan yang kita miliki, berasal dari Dia: “Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Kor 4:7). “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?” (Mzm 116:12).

225 Kita mengetahui kesatuan dan martabat yang benar semua manusia: Mereka semua diciptakan menurut citra Allah, sesuai dengan-Nya.

226 Kita mempergunakan benda tercipta secara wajar: Iman akan Allah yang Esa mengajar kita mempergunakan segala sesuatu yang bukan Allah, sejauh hal itu mendekatkan kita kepada Allah, dan melepaskannya, sejauh ia menjauhkan kita dari Dia.

Sharing Iman:

renunganpagi.blogspot.co.id

Pesta Kerahiman Ilahi yang dirayakan pada hari Minggu Paskah II, hari ini, diresmikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 30 April 2000, bertepatan dengan kanonisasi Santa Faustina. Pesan-pesan Yesus dalam penampakan kepada Sr. Faustina mengajak kita untuk semakin mengimani kerahiman dan belas kasih Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus Putera-Nya. Maka, pada Pesta Kerahiman Ilahi ini, marilah kita bersyukur atas kerahiman dan belas kasih Ilahi. Semoga kita makin mengandalkan diri dan berharap pada kerahiman Ilahi serta makin berani melakukan tindakan-tindakan belas kasih kepada sesama.

Pesta Kerahiman Ilahi ini dikehendaki oleh Yesus sendiri sebagaimana disampaikan kepada St. Faustina, “Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku yang terdalam, dan diperteguh oleh kedalaman belas kasih-Ku yang paling lemah lembut (420)…. Adalah kehendak-Ku agar pesta ini dirayakan dengan khidmad pada hari Minggu pertama sesudah Paskah.… Aku menghendaki Pesta Kerahiman Ilahi menjadi tempat perlindungan dan tempat bernaung bagi segenap jiwa-jiwa, teristimewa para pendosa yang malang. Pada hari itu, lubuk belas kasih-Ku yang paling lemah-lembut akan terbuka. Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku (699)”

Sabda Yesus ini mengungkapkan kerahiman-Nya yang luar biasa kepada kita, orang-orang yang berdosa. Allah kita adalah Bapa yang maharahim. Kepada kita, orang-orang berdosa, Ia selalu mengampuni dan memberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri terus-menerus. Ia tidak menghendaki kita terus-menerus merasa cemas dan gelisah karena dicekam oleh rasa takut akan denda dan hukuman dosa. Ia menghendaki damai sejahtera bagi kita semua seperti yang dibawa dan diwartakan-Nya kepada para murid pada saat Ia menampakkan diri kepada mereka. Dalam kaitannya dengan Pesta Kerahiman Ilahi ini kita diajak menyadari bahwa salah satu sumber damai sejahtera kita adalah kerahiman Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus Putra-Nya. Sebab, Kristus telah mengurbankan diri untuk menebus dosa kita dan menganugerahi kita keselamatan.

Tergerak oleh permenungan akan Allah sebagai Bapa yang Maharahim, Bapa Suci Yohanes Paulus II menghendaki agar Minggu Paskah II secara resmi dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi oleh Gereja semesta. Beliau menegaskan bahwa “Gerejaharuslah menganggap sebagai salah satu tugas utamanya – di setiap tingkat sejarah manusia dan teristimewa di abad modern sekarang ini – mewartakan serta menghadirkan ke dalam jiwa misteri kerahiman yang secara luar biasa dinyatakan dalam Yesus Kristus” (Dives In Misericordia).

Pada Pesta Kerahiman Ilahi ini, secara istimewa Tuhan membuka pintu kerahiman-Nya. Tuhan berjanji untuk menganugerahkan pengampunan penuh atas dosa dan penghukuman pada Pesta Kerahiman Ilahi, seperti dicatat dalam Buku Catatan Harian St Faustina: “Aku akan menganugerahkan pengampunan penuh kepada jiwa-jiwa yang menerima Sakramen Tobat dan menyambut Komuni Kudus pada Pesta Kerahiman Ilahi (1109).”

Melalui janji ini, Tuhan menekankan nilai tak terhingga dari Sakramen Tobat dan Ekaristi, khususnya Komuni Kudus sebagai puncak belas kasih-Nya. Marilah kita sadari bahwa dalam Ekaristi, Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Kristus sungguh-sungguh menjadi “Sumber Hidup” bagi kita (300). Dalam penampakan-penampakan-Nya kepada St. Faustina, Yesus menunjukkan dengan jelas apa yang Ia tawarkan kepada kita dalam Komuni Kudus.

Sukacita-Ku yang besar adalah mempersatukan Diri-Ku dengan jiwa-jiwa. Apabila Aku datang ke dalam hati manusia dalam Komuni Kudus, tangan-tangan-Ku penuh dengan segala macam rahmat yang ingin Aku limpahkan atas jiwa.” (1385) Dengan demikian, iman kita diteguhkan bahwa Yesus sungguh hadir dalam Ekaristi, melimpahkan kasih-Nya bagi kita, dan menanti kita untuk setia datang kepada-Nya.

Selain itu, kita juga dipanggil untuk dibasuh bersih dalam Kasih-Nya melalui Sakramen Tobat dan Komuni Kudus – tak peduli betapa berat dosa-dosa kita – dan kita memulai hidup baru kembali. Ingat akan makna Paskah: “Seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup baru.” Yesus menawarkan kepada kita lembaran hidup yang bersih. Untuk itu, Ia memberikan kuasa pengampunan dosa berkat Roh Kudus yang dicurahkan kepada Gereja. “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

Marilah pada Pesta Kerahiman Ilahi ini, kita semakin mengandalkan diri pada kerahiman Tuhan dan membenamkan diri pada samudera belaskasih-Nya yang tak terhingga agar kita senantiasa mengalami damai sejahtera. Bagaimana caranya? Amat sederhana namun mungkin juga tidak mudah, yaitu dengan semakin mencintai Ekaristi dan Sakramen Tobat, ditambah Devosi Kerahiman Ilahi, khususnya Doa Koronka. Yesus sendiri berjanji,“Melalui Koronka ini, engkau akan mendapatkan segala sesuatu, jika yang engkau minta itu sesuai dengan kehendak-Ku (1731).”

Warta Paroki 25 Maret 2018

Warta Paroki
25 Maret 2018

  1. Baptisan Bayi dan Penyegaran Janji Nikah bulan Maret DITIADAKAN, dan akan diadakan lagi bulan April.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl    :  Minggu, 8 April 2018
    Pukul       :  10.00 WIB
    Tempat   :  Ruang St. Yusup
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  3. BAKAT bekerjasama dengan Tim pajak, Klinik Konsultasi Bisnis FEB Unika Soegijapranata mengundang Bapak / Ibu wajib pajak orang pribadi pada :
    Hari/tgl       :  Minggu, 25 Maret 2018
    Pukul         :  09.30 – 12.00 WIB
    Tempat      :  Aula St. Maria
    Tema         :  Pelatihan Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi 2017
    Yang perlu dibawa   :          – Bukti potongan pajak
    – Data aset
    – Data Kewajiban/Utang
    – Perkiraan penghasilan lain (misal bunga deposito,pendapatan sewa)
    – Kartu Keluarga
    Konfirmasi kehadiran :       Cp Ø Rini 081.228.260.81 , Andre : 081.228.344.55, Wardani: 082.138.703.422
  4. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan :
    Kursus Pijat Syaraf (SPOT dan Penyakit  Degeneratif ):
    Hari/tgl  :  Senin, 09 April 2018
    Pukul    :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Kursus MC / Panatasara Jawi :
    Hari/tgl  :  Senin, 30 April 2018
    Pukul    :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y Widodo 0815.7588.6915 dan Bp Budi Sayogo 0813.9018.6750,dimohon mengisi formulir yang telah di sediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  5. Komunitas Tritunggal Mahakudus akan mengadakan Gladi Rohani pada:
    Hari/tgl     :  Jumat – Minggu, 13 -15 April 2018
    Tempat    :  Wisma Syalom Bandungan
    Tema       :  “The Transformation”
    Cp            : Marga 087.832.225.556 dan Grace 085.811.606.606
  6. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl     :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta    :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  7. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  8. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto   :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih         :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                                :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto          :  081 225 680 570
  9. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny       081575731236
    Anna         08158059000
  10. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

Pengumuman II

  1. Petrus Paskalis Susanto dari lingk. St. Elisabeth – RS St. Elisabeth
    dengan
    HanaSukoning Tyas dari Paroki Jepara.

Pengumuman II

  1. Christina Devi Natalia dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Alexander Viandoko dari Paroki St. Yusuf – Gedangan .

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Yohana Fitri Kusumastuti (38 th) – Istri dari bapak Agustinus Indrawanto  – dari lingk. St. Yusuf Pekerja – Karangpanas I.  Wafat har Rabu, tanggal 21 Maret 2018.

 

Jadwal Pekan Suci

Minggu Palma
Sabtu, 24 Maret 2018  :  Pukul 17.30
Minggu, 25 Maret 2018 : Pukul 05.30
Minggu, 25 Maret 2018 :  Pukul 08.00
Minggu, 25 Maret 2018 : Pukul 17.30

Kamis Putih
Kamis,29 Maret 2018 : Pukul 17.00
Kamis, 29 Maret 2018 : Pukul 21.00

Jumat Agung
Jumat, 30 Maret 2018 : Visualisasi Jalan Salib 08.00
Jumat, 30 Maret 2018 : Pukul 15.00
Jumat, 30 Maret 2018 : Pukul 19.00

Sabtu Paskah
Sabtu, 31 Maret 2018 : Pukul 17.00
Sabtu, 31 Maret 2018 : Pukul 21.00

Minggu Paskah
Minggu,1 April 2018 : Pukul 08.00 (Paskah Keluarga)
Minggu, 1 April 2018 : Pukul 17.30 (Paskah Emaus)

Warta Paroki 18 Maret 2018

WARTA PAROKI
18 Maret 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 19 Maret: Hari Raya St. Yusuf, suami St. Maria.
  1. Pertemuan Paguyuban Ibu – ibu Paroki:
    Hari, tgl     : Rabu, 21 Maret 2018
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat      : Aula St. Maria
    Tema   : Kupas Tuntas Penyakit Difteri pada Anak
    Pembicara : dr. MM. D. Hapsari,Sp.AK
  1. BAKAT bekerjasama dengan Tim Pajak, Klinik Konsultasi Bisnis FEB Unika Soegijapranata mengundang Bapak/Ibu Wajib Pajak Orang Pribadi pada:
    Hari, tgl      :  Minggu, 25 Maret 2018
    Pukul          :  09.30 – 12.00 WIB
    Tempat       :  Aula St. Maria
    Tema          :  Pelatihan Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi 2017
    Yang perlu dibawa:
    – Bukti potongan pajak
    – Data asset
    – Data Kewajiban/Utang
    – Perkiraan penghasilan lain (misal bunga deposito, pendapatan sewa)
    – Kartu Keluarga
    Konfirmasi kehadiran:
    CP Ø Rini 0812 2826 081, Andre : 0812 2834 455, Wardani: 0821 3870 3422
  2. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan:
    Kursus Pijat Syaraf (SPOT dan Penyakit Degeneratif ):
    Hari/tgl  :  Senin, 09 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Kursus MC/ Panatacara Jawi:
    Hari/tgl  :  Senin, 30 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
  1. FKPK St. Petrus Semarang akan mengadakan Misa Pelajar Katolik Se – Kevikepan Semarang dalam rangka menghadapi Ujian Nasional:
    Hari, tgl  : Jumat, 23 Maret 2018
    Pukul      : 15.00 WIB
    Tempat   : Gereja SPM Ratu Rosari Katedral Randusari
    Peserta    : Pelajar Katolik SMP/SMA/SMK/SMF
    Tema      : “Teguhkan Imsnmu dan Percaya Kepada-Nya”
    Pemimpin Misa  :  Mgr. Robertus Rubiyatmoko
  1. Komunitas Tritunggal Mahakudus akan mengadakan Gladi Rohani pada:
    Hari, tgl     : Jumat – Minggu, 13 -15 April 2018
    Tempat      : Wisma Syalom Bandungan
    Tema         : “The Transformation”
    CP            : Marga 0878 3222 5556
    Grace 0858 1160 6606
  1. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” :
    Hari, tgl             :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta               :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  1. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  1. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
  • Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
  • Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek. Pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 0815 7500 0822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 0812 2552 0287
    Bpk Mardiono: 0812 2578 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 0812 2568 0570
  1. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi:
    Benny       0815 7573 1236
    Anna         0815 8059 000
  1. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non-tunai), bagi umat yang ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  2. Majalah Salam Damai Edisi Maret sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Pengumuman II

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

Pengumuman II

  1. Petrus Paskalis Susanto dari lingk. St. Elisabeth – RS St. Elisabeth dengan
    HanaSukoning Tyas dari Paroki Jepara.

Saudara/i yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Gregorius Suharmanto (63 th)  – suami dari ibu Anastasia Mintarsih  – dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III.  Wafat hari Sabtu, 10 Maret 2018.

“MATI TERHADAP DOSA, HIDUP BAGI ALLAH DAN SESAMA”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah akan mengikat perjanjian yang baru dengan manusia: suatu perjanjian yang kekal di dalam hati manusia. (Bacaan I – Yeremia)
  2. Kristus adalah pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. (Bacaan II – Ibrani)
  3. Yesus adalah biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, namun menghasilkan banyak buah. Pemberian Diri-Nya adalah demi kemuliaan Allah Bapa dan keselamatan manusia. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah Tuhan menjanjikan sesuatu kepadaku? Apa? Apakah janji itu sudah terlaksana?
  3. Apakah aku pernah berjanji kepada Tuhan? Apa? Apakah janji itu sudah aku laksanakan?
  4. Apakah artinya “Yesus sebagai pokok keselamatan”?
  5. Apakah aku berani “mati”, berkorban untuk mewujudkan kebahagiaan bersama dan menambah kemuliaan Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik

1008 Kematian adalah akibat dosa. Sebagai penafsir otentik atas pernyataan Kitab Suci (Kej 2:17; 3:3; 3:19; Keb 1:13; Rm 5:12; 6:23) dan tradisi, magisterium Gereja mengajarkan bahwa kematian telah masuk ke dalam dunia, karena manusia telah berdosa (DS 1511). Walaupun manusia mempunyai kodrat yang dapat mati, namun Pencipta menentukan supaya ia tidak mati. Dengan demikian kematian bertentangan dengan keputusan Allah Pencipta. Kematian masuk ke dunia sebagai akibat dosa (Keb 2:23-24). “Kematian badan, yang dapat dihindari seandainya manusia tidak berdosa” (GS 18), adalah “musuh terakhir” manusia yang harus dikalahkan (1 Kor 15:26).

1009 Kematian telah diubah Kristus. Juga Yesus, Putera Allah, telah mengalami kematian, yang termasuk bagian dari eksistensi manusia. Walaupun Ia merasa takut akan maut (Mrk 14:33-34; Ibr 5:7-8), namun Ia menerimanya dalam ketaatan bebas kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan Yesus telah mengubah kutukan kematian menjadi berkat (Rm 5:19-21).

1010 Oleh Kristus kematian Kristen mempunyai arti positif. “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp 1:21). “Benarlah perkataan ini: jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia” (2 Tim 2:11). Aspek yang sungguh baru pada kematian Kristen terdapat di dalam hal ini: Oleh Pembaptisan warga Kristen secara sakramental sudah “mati bersama Kristus”, supaya dapat menghidupi satu kehidupan baru. Kalau kita mati dalam rahmat Kristus, maka kematian badani menyelesaikan “mati bersama Kristus” ini dan dengan demikian melaksanakan secara definitif penggabungan kita dalam Dia oleh karya penebusan-Nya: “Lebih baiklah bagiku untuk mati karena Kristus, daripada hidup sebagai raja atas segala ujung bumi. Aku mencari Dia, yang wafat untuk kita; aku menghendaki Dia, yang bangkit demi kita. Kelahiran aku nantikan… biarlah aku menerima sinar yang cerah. Setelah tiba di sana, aku akan menjadi manusia” (Ignasius dari Antiokia, Rom 6,1-2).

1011 Dalam kematian, Allah memanggil manusia kepada diri-Nya. Karena itu, seperti Paulus, warga Kristen dapat merindukan kematian: “Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Flp 1:23). Dan ia dapat mengubah kematiannya menjadi perbuatan ketaatan dan cinta kepada Bapa, sesuai dengan contoh Kristus (Luk 23:46).

Sharing Iman:
www.katolisitas.org

“Lihatlah, sementara orang-orang Yahudi berusaha membunuh Yesus, namun di sini disebutkan, bahwa orang-orang Yunani mau berjumpa dengan-Nya. Dengan demikian, kaum yang bersunat dan tidak bersunat yang tadinya sangat jauh terpisah… kini bertemu di dalam iman akan Kristus. Dan Yesus menjawab, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Apakah Ia berpikir bahwa Ia ditinggikan karena orang-orang Yunani ini mau bertemu dengan-Nya? Tidak. Tetapi Ia melihat bahwa setelah wafat dan kebangkitan-Nya, bangsa-bangsa lain akan percaya kepada-Nya. Ia menganggap permohonan beberapa orang Yunani ini sebagai kesempatan untuk memaklumkan datangnya seluruh bangsa-bangsa lain, sebab saatnya Ia dimuliakan telah dekat, dan bahwa setelah Ia dimuliakan di Surga, bangsa-bangsa lain akan percaya; seperti disebutkan dalam Mazmur, “Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!” (Mzm 57:6)

Tetapi kemuliaan-Nya harus didahului oleh sengsara-Nya, maka Yesus berkata, “Sesungguhnya jika biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, Ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24). Yesus-lah biji itu, yang mati oleh ketidakpercayaan bangsa Yahudi, namun yang akan menghasilkan banyak buah oleh iman dari bangsa-bangsa lain.

Bagaimana memahami, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya?” (Yoh 12:25) Ini dipahami dalam dua arti: 1) Jika kamu ingin mempertahankan nyawamu di dalam Kristus, jangan takut mati untuk Kristus. 2) Jangan mencintai nyawamu di dunia ini, sebab sesudahnya kamu akan kehilangan nyawamu. Ia yang membenci nyawanya di dunia ini, akan memperolehnya di kehidupan kekal. Tapi jangan terburu-buru berpikir, bahwa dengan membenci nyawamu, itu artinya kamu boleh bunuh diri. Sebab orang-orang yang menyimpang telah salah memahaminya, dan telah membakar diri atau mencekik dirinya sendiri… untuk mengakhiri hidupnya. Ini tidak diajarkan Kristus! Tetapi ketika tidak ada pilihan bagimu, ketika penganiaya mengancammu dan kamu harus memilih antara mengingkari hukum Tuhan atau mati, maka bencilah nyawamu di dunia ini, supaya kamu dapat memperolehnya dalam kehidupan kekal.

Tetapi apakah artinya “melayani Kristus”? Mereka yang melayani Kristus adalah mereka yang tidak mencari apapun bagi dirinya sendiri tetapi bagi Kristus, yaitu mereka yang mengikuti Dia, berjalan di jalan-Nya,  dan melakukan perbuatan-perbuatan baik demi Kristus…, sehingga akhirnya mereka menyelesaikan karya kasih yang besar, dan menyerahkan nyawa mereka bagi saudara-saudara mereka. Tapi kamu bertanya, apakah upahnya? Jawabannya ada di kalimat berikut: “Dan di manapun Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada” (Yoh 12: 26). Maka kasihilah Dia demi diri-Nya sendiri, dan pikirkanlah upah yang demikian besar bagi pelayananmu, yaitu kamu akan ada bersama dengan Dia…

Yesus menghendaki kamu agar bangkit dari kelemahanmu. Ia mengambil kerapuhan manusia, supaya dapat mengajarkan kepada mereka yang rapuh untuk berkata, “Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi.” Dan Yesus melanjutkan, “Sebab untuk itulah aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Yaitu, di dalam sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu. Maka dari Sorga terdengar suara, “Aku telah memuliakan-Nya”, yaitu sebelum Allah menciptakan dunia; “dan akan memuliakan-Nya lagi!” Yaitu, ketika Engkau bangkit dari kematian. Atau, “Aku telah memuliakan-Nya”, yaitu ketika Engkau dilahirkan oleh seorang Perawan, mengerjakan berbagai mukjizat, dinyatakan  oleh Roh Kudus yang turun dalam rupa burung merpati; “dan akan memuliakan-Nya lagi”, yaitu ketika Engkau bangkit dari kematian, dan sebagai Allah, ditinggikan di atas langit dan kemuliaan-Mu mengatasi bumi. Para bangsa akan berdiri dan mendengarnya. Maka suara dari Sorga itu tidak datang untuk memberitahu Yesus—sebab Ia sudah mengetahuinya—tetapi kepada orang-orang banyak itu, yang perlu mengetahuinya. Jadi suara itu datang bukan demi Dia tetapi demi mereka.

Penghakiman di akhir dunia adalah berkenaan dengan penghargaan kekal atau penghukuman kekal. Tetapi terdapat penghakiman lainnya, yang bukan penghukuman tetapi pemilihan. Inilah yang dimaksudkan di sini, yaitu pemilihan orang-orang yang ditebus-Nya sendiri, dan pembebasan mereka dari kuasa setan. Kini penguasa dunia telah dilemparkan ke luar. Setan disebut penguasa dunia di sini, namun tidak untuk diartikan sebagai penguasa langit dan bumi. Tuhan tidak mengizinkan hal itu terjadi. Dunia di sini maksudnya adalah orang-orang jahat yang telah tersebar di seluruh dunia. Dalam arti ini, setan adalah penguasa dunia, yaitu: penguasa semua orang jahat yang hidup di dunia. [Namun] dunia juga kadang dimaksudkan sebagai orang-orang baik yang tersebar di seluruh dunia, contohnya di ayat: Allah, di dalam Kristus mendamaikan dunia, dengan diri-Nya (2Kor 5:19). Ini adalah mereka, yang dari dalam hati mereka-lah, setan, penguasa dunia dilemparkan ke luar. Tuhan kita telah mengetahui bahwa setelah sengsara, wafat dan kemuliaan-Nya, bangsa-bangsa di seluruh dunia akan bertobat. Dari dalam hati merekalah, yang telah sungguh menolak setan, setan itu akan dilemparkan ke luar.

“Apabila Aku ditinggikan dari bumi”, kata Yesus. Yesus tidak ragu, bahwa Ia akan menyelesaikan karya keselamatan, yang karenanya Ia datang. Ia ditinggikan, maksud-Nya adalah: dengan sengsara dan wafat-Nya di salib. Sebagaimana dikatakan Yohanes Penginjil, “Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana cara-Nya Ia akan mati” (St. Agustinus, seperti dikutip oleh St. Thomas Aquinas dalam Catena Aurea).

Warta Paroki 11 Maret 2018

Warta Paroki
11 Maret 2018

  1. Perayaan Ekaristi Novena St. Maria Fatima II:
    Hari, tgl   :  Selasa, 13 Maret 2018
    Pukul      :  17.30 WIB (diawali dengan Rosario)
    Tempat   :  Kapel Seminari TOR  Sanjaya Jangli
    Tema      : Mati Ragamu Hidupkan Imanmu
  2. Penerimaan Sakramen Rekonsiliasi/Pengakuan Dosa akan dilaksanakan pada:
    Hari, tgl   : Jumat, 16 Maret 2018
    Pukul      : 17.00 WIB sd selesai
    Tempat   : Kompleks Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas
    Jalan Salib pada hari tersebut diadakan pukul 16.00 WIB.
  3. Rekoleksi Adi Yuswo Perayaan Paskah 2018 Karangpanas:
    Hari, tgl        :  Sabtu, 17 Maret 2018
    Pukul           :  09.00 WIB
    Tempat        :  Aula St. Athanasius
    Tema           :  Penuh Kasih dan Sukacita di Usia Senja
    Pembicara   :  Rm. Graha Lisanta, Pr
  4. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari, tgl : Senin – Rabu, 19 – 21 Maret 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya    : Rp 100.000,00
    Syarat   :
    Mengisi Formulir
    Fotocopy surat baptis
    Foto 4×6 berdampingan (1 lembar)
    Pendaftaran di sekretariat paroki.
  5. Pertemuan Rutin Bapak-Bapak Katolik (BAKAT):
    Hari/tgl    :  Kamis, 15 Maret 2018
    Pukul      :  19.00 WIB
    Tempat   :  Aula St. Maria
    Tema      :  Pemanfaatan air hujan
  6. PIA Karangpanas akan mengadakan lomba dalam rangka Paskah 2018:
    Hari, tgl : Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Maria
    Lomba yang diadakan yaitu:
    Lomba Merangkak untuk usia 8 -12 bulan
    Lomba memindahkan Telur Paskah untuk Playgroup
    Lomba mewarnai ada 2 Kategori:
    Kategori A usia TK A dan TK B
    Kategori B usia Kelas 1 – 2 SD
    Lomba menghias telur paskah untuk kelas 3 – 4 SD. Hiasan dari peserta, panitia hanya menyediakan telur
    CP : Andrew 085799937692 ; Mega 089677298768
  7. Pertemuan ibu ibu St. monica :
    Hari/tgl    :   Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul      :   Sehabis Misa ke – 2
    Tempat   :   Ruang St. Yusup
  8. Pertemuan paguyuban ibu ibu paroki :
    Hari/tgl    :   Rabu, 21 Maret 2018
    Pukul      :   16.00 WIB
    Tempat   :   Aula St. Maria
    Tema      :   Kupas Tuntas Penyakit Difteri pada anak
  9. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing-masing lingkungan 5 orang. Bantuan berupa 5 Kg Beras; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng; dan 1 dos teh.
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peran serta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1liter sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat-lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  10. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP:           Bpk Martinus Budi Kastianto: 0857 5000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 0812 2552 0287
    Bpk Mardiono:       0812 2578 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 0812 2568 0570
  11. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki Karangpanas mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi:
    Benny    081575731236
    Anna      08158059000
  12. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  13. Majalah Salam Damai Edisi Maret sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.

 PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Pasificus Estefano Santika Cahyadi dari Lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Stephanie Vivid Ana Hokgianto dari St. Lukas – Pemalang.
  1. Klaudia Xary Permana dari Lingk. St. Nikolaus – Sanggung III
    dengan
    Andreas Oka Chrisdiyanto dari Paroki St. Gabriel – Pulogebang – Jakarta Timur.
  1. Patrixcia Indah Murtikarini dari Lingk. St. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
    dengan
    Teodosius Domina Herta Putra dari Paroki St. Theresia – Sedayu.

Pengumuman II

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Pengumuman I

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

 Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Bapak Andreas Didik Setiawan (49 th) – suami dari ibu Matilda Suparni dari lingk. St. Fabianus – Karangrejo Selatan II.  Wafat hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2018.