“KASIH YANG MENYELAMATKAN”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah menyatakan murka-Nya melalui peristiwa pembuangan dan menyatakan kerahiman-Nya melalui pembebasan dari pembuangan. (Bacaan I – 2 Tawarikh)
  2. Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan pemberian Allah melalui Yesus Kristus. (Bacaan II – Efesus)
  3. Allah begitu mengasihi dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Menurutku, apakah “kasih” itu?
  3. Apakah aku mengalami kasih Allah? Kapan? Dalam bentuk apa?
  4. Apakah aku juga mengasihi Allah? Apa bentuk kasihku itu?
  5. Apakah aku mengasihi sesamaku? Apa bentuk kasihku itu?

Katekismus Gereja Katolik

849 “Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi `Sakramen universal keselamatan. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang” (AG 1). “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:19-20).

850 Tugas yang diserahkan Tuhan kepada Gereja mempunyai asalnya dalam cinta abadi Tritunggal Mahakudus: “Pada hakikatnya Gereja penziarah bersifat misioner, sebab berasal dari perutusan Putera dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa” (AG 2). Tujuan terakhir misi ialah menyanggupkan manusia-manusia mengambil bagian dalam persekutuan, yang ada antara Bapa dan Putera dalam Roh cinta kasih.

851 Alasan untuk misi ialah cinta kasih Allah kepada semua manusia. Darinya Gereja sejak dahulu telah menimba kewajiban dan kekuatan semangat misinya, karena “cinta kasih Kristus menguasai kami…” (2 Kor 5:14). Allah menghendaki “supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:4). Allah menghendaki supaya semua orang sampai kepada keselamatan melalui pengetahuan akan kebenaran. Keselamatan terdapat dalam kebenaran. Barang siapa taat kepada dorongan roh kebenaran, ia sudah berada di jalan menuju keselamatan: tetapi Gereja, kepada siapa dipercayakan kebenaran ini, harus memperhatikan kerinduan manusia dan membawakan kebenaran itu kepadanya. Oleh karena Gereja percaya kepada keputusan keselamatan yang mencakup semua manusia, maka ia harus bersifat misioner.

Sharing Iman:
www.sabda.org

Seorang petani menempatkan sebuah penunjuk arah angin di atas gudangnya dengan tulisan “Allah itu kasih.” Suatu hari seorang pelancong berhenti di dekat tanah pertanian itu dan melihat penunjuk arah angin tersebut yang bergerak karena hembusan angin. Dengan wajah menyeringai pelancong itu bertanya, “Apakah Anda bermaksud mengatakan bahwa Allah dapat berubah-ubah arah seperti angin?” Petani itu menggeleng dan menjawab, “Tidak. Saya bermaksud mengatakan bahwa tak peduli ke mana angin berhembus, Allah itu tetap kasih!”

Pernyataan “Allah itu kasih” secara tak langsung mengungkapkan arti lebih dari sekadar bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya tanpa dibatasi lingkungan. Pernyataan itu berarti bahwa kasih adalah hakekat dari karakter Allah. Kita tidak akan pernah dapat menduga kedalaman kasih Allah – bahkan dalam keabadian sekalipun. Namun Yohanes menunjukkan bahwa kita dapat mulai memahami hal tersebut jika kita memandang kepada salib. Saat kita melihat Kristus mati di sana karena kita, sekilas kita dapat menangkap betapa mulia hati Allah yang penuh kasih itu. Yohanes menjelaskan bahwa jika Allah itu kasih, anak-anak-Nya seharusnya juga serupa dengan-Nya. Konsekuensi-nya, jika tak ada kehangatan dalam hati kita terhadap saudara seiman, jika kita tak tergetar oleh nama Yesus yang agung, mungkin realita pertobatan yang kita alami perlu dipertanyakan. Apakah kita sudah memahami dan mencerminkan kasih Allah? Seseorang yang mengenal kasih Allah akan mencerminkan kasih-Nya.

Warta Paroki 04 Maret 2018

Warta Paroki
04 Maret 2018

  1. Choice Distik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal       :  9 – 11 Maret 2018
      Tempat        :  Biara Kana, Salatiga
      Kriteria        :  Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
      Konstribusi  : Rp. 300.000,-
      Cp à Juanito 087837475472, Putri 0895340987970
  2. Rekoleksi Adi Yuswo Karangpanas :
    Hari/tgl        :  Sabtu, 17 Maret 2018
    Pukul          :  09.00 – 11.00 WIB
    Tempat       :  Aula St. Athanasius
    Tema          :  Penuh Kasih dan Sukacita di Usia Senja
    Pembicara  : Rm Emmanuel Graha Lisanta,Pr
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl  : Senin – Rabu, 19 – 21 Maret 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya    : Rp 100.000,-
    Syarat   :
    Mengisi Formulir
    – Fotocopy surat baptis
    – Foto 4×6 berdampingan (1 lembar)
    Pendaftaran di sekretariat paroki.
  4. PIA Karangpanas akan mengadakan lomba dalam rangka Paskah 2018:
    Hari/tgl  : Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Maria
    Lomba yang diadakan yaitut :
    – Lomba Merangkak untuk usia 8 -18 bulan
    – Lomba memindahkan telur paskah untuk Playgroup
    – Lomba mewarnai ada 2 Kategori
    Kategori A usia TK A dan TK B
    Kategori B usia Kelas 1 – 2 SD
    – Lomba menghias telur paskah untuk kelas 3 – 4 SD
    Hiasan dari peserta, panitia hanya menyediakan telur
    Cp : Andrew 085799937692 ; Mega 089677298768
  5. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  6. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih    :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                          :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto     :  081 225 680 570
  7. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny    081575731236      Anna      08158059000
  8. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Yustina Retnowati Rahayu dari Lingk. St. Yohanes Maria Vianney – Jangli V
    dengan
    Abraham Hari Munif  Effendi dari Surabaya.

Pengumuman II

  1. Pasificus Estefano Santika Cahyadi dari Lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Stephanie Vivid Ana Hokgianto dari St. Lukas – Pemalang.
  1. Klaudia Xary Permana dari Lingk. St. Nikolaus – Sanggung III
    dengan
    Andreas Oka Chrisdiyanto dari Paroki St. Gabriel – Pulogebang – Jakarta Timur.
  1. Patrixcia Indah Murtikarini dari Lingk. St. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
    dengan
    Teodosius Domina Herta Putra dari Paroki St. Theresia – Sedayu.

Pengumuman I

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

“ YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH”

“Ambil semuanya ini dari sini, jangan membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah memberikan hukum kepada bangsa Israel melalui Nabi Musa agar bangsa Israel selamat. Hukum inilah yang dikenal sebagai Sepuluh Perintah Allah. (Bacaan I – Keluaran)
  2. Paulus mewartakan Kristus yang tersalib sebagai kekuatan dan hikmat Allah. (Bacaan II – 1 Korintus)
  3. Melalui tindakan menyucikan Bait Allah dari para pedagang, Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah Bait Allah yang Sejati, tanda nyata kehadiran Allah di tengah-tengah manusia. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Bagaimana sikapku selama ini terhadap hukum Tuhan/Sepuluh Perintah Allah?
  3. Apakah aku sadar bahwa tubuhku juga adalah bait Allah, yang harus dijaga kekudusannya?
  4. Bagaimana caraku menjaga kekudusan diriku, khususnya di masa Prapaskah ini?

Katekismus Gereja Katolik

604 Dengan menyerahkan Putera-Nya karena dosa kita, Allah menunjukkan bahwa rencana-Nya untuk kita adalah satu keputusan cinta yang penuh kebaikan dan mendahului setiap jasa dari pihak kita: “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yoh 4:10). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm 5:8).

605 Cinta ini tidak mengecualikan seorang pun. Yesus mengatakannya pada akhir perumpamaan mengenai domba yang hilang: “Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki, supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (Mat 18:14). Ia menegaskan bahwa Ia menyerahkan hidup-Nya “menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28). Ungkapan “untuk banyak orang” bukan menyempit, melainkan menempatkan seluruh umat manusia di hadapan pribadi Penebus satu satunya, yang menyerahkan Diri, untuk menyelamatkannya. Seturut teladan para Rasul, Gereja mengajarkan bahwa Yesus wafat untuk semua manusia tanpa kecuali: “Tidak ada seorang manusia, tidak pernah ada seorang manusia, dan tidak akan ada seorang manusia, yang baginya Ia tidak menderita” (Sinode Quiercy 853: DS 624).

Sharing Iman:
www.sabda.org

Beberapa tahun lalu, sebuah penyelidikan yang dilakukan pemerintah Amerika mendapati bahwa beberapa pengemudi truk mengangkut sampah dengan truk pendingin yang biasanya digunakan untuk mengangkut makanan. Salah satu alasannya adalah bila truk yang melakukan perjalanan jauh harus kembali tanpa mengangkut apa pun, maka ongkosnya tidak akan mencukupi.

Dalam sidang dengar pendapat yang diadakan oleh Kongres, para pengemudi truk mengatakan bahwa sampah merupakan komoditas “favorit” karena mereka dibayar untuk mengangkut sesuatu yang tidak bisa rusak. Menjawab alasan itu, seorang pakar ilmu gizi mengatakan bahwa dengan melakukan hal itu, mereka ibarat menyajikan salad kentang dari tempat sampah yang sudah diacak-acak kucing.

Skandal “polusi demi mencari untung” ini belum apa-apa dibanding dengan yang diceritakan dalam Yohanes 2:13-22. Yesus mengusir para penukar uang dari Bait Allah karena niat mereka untuk mencari untung telah mengotori rumah Bapa-Nya. Namun yang juga sama buruknya adalah mengotori bait tubuh kita dengan pikiran dan perbuatan yang tidak semestinya (1 Korintus 6:19).

Dalam banyak hal, sebenarnya kita tidak lebih baik daripada para pengemudi truk atau para pedagang di Bait Allah pada zaman Yesus. Kita sering beranggapan bahwa akan lebih menguntungkan jika menyimpan sampah nilai-nilai kehidupan duniawi dalam benak kita. Semoga Allah mengampuni kita, membersihkan kita, dan membantu kita membuang apa saja yang mengotori bait Allah, di mana hanya Dia yang berhak menempatinya. Kita memang harus hidup di dunia, tetapi jangan biarkan dunia hidup dalam kita.

Warta Paroki 25 Februari 2018

Warta Paroki
25 Februari 2018

  1. Pertemuan UKM Paroki:
       Hari/tgl  : Senin, 26 Februari 2018
       Pukul    : 19.00 WIB
       Tempat : Aula St. Athanasius
  2. Akan diadakan Ibadat Doa Koronka Kerahiman Ilahi setelah Misa Jumat Pertama. Umat dimohon kehadirannya.
  3. Rekoleksi Umat:
    Hari/tgl  : Sabtu, 03 Maret 2018
    Pukul    : 09.00 –  15.00 WIB
    Tempat : Gedung Sukasari Jl Dr. Sutomo No 2 Semarang
    Tema    : Indahnya Persaudaraan
    Biaya    : Rp. 20.000,-
  4. Pembekalan Katekumen Sakramen Penguatan 2018:
    Hari/tgl  : Minggu, 04 Maret 2018
    Pukul    : 10.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Calon wajib hadir, tidak boleh diwakilkan.
  5. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl  :  Minggu, 4 Maret 2018
    Pukul     :  10.00 WIB
    Tempat :  Ruang St. Yusup
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  6. Choice Distik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal       :   9 – 11 Maret 2018
    Tempat        :   Biara Kana, Salatiga
    Kriteria        :   Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
    Konstribusi  :   Rp. 300.000,-
    Cp à Juanito 087837475472, Putri 0895340987970
  7. Rekoleksi Adi Yuswo Paroki Karangpanas:
    Hari/tgl         :  Sabtu, 17 Maret 2018
    Pukul           :  09.00 –  11.00 WIB
    Tempat        :  Aula Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas
    Tema           : Penuh Kasih dan Sukacita di Usia Senja
    Pembicara  : Romo Emmanuel Graha Lisanta,Pr
  8. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl  : Senin – Rabu, 19 – 21 Maret 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya    : Rp 100.000,-
    Syarat   :
    1.    Mengisi Formulir
    2.    Fotocopy surat baptis
    3.    Foto 4×6 berdampingan (1 lembar)
    Pendaftaran di sekretariat paroki.
  9. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  10. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    ·      Rek. Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    ·      Rek. Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    ·      Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Ernawaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto :       081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                        :  081 225 78 650
    I
    bu Erniwaty Heru Karjanto  :  081 225 680 570

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

1. Angelia Maya Putri Utami dari Lingk. St. Lukas – Gombel Permai III
dengan
Gabriel Hansen Santoso dari Paroki St. Fransiscus Xaverius –  Kebon Dalem – Semarang.

Pengumuman II

1. Yustina Retnowati Rahayu dari Lingk. St. Yohanes Maria Vianney – Jangli V
dengan

Abraham Hari Munif  Effendi dari Surabaya.

Pengumuman I

1. Pasificus Estefano Santika Cahyadi dari Lingk. St. Aloysius  – Bukit Sari
dengan
Stephanie Vivid Ana Hokgianto dari St. Lukas – Pemalang.

2.  Klaudia Xary Permana dari Lingk. St. Nikolaus – Sanggung III
dengan

Andreas Oka Chrisdiyanto dari Paroki St. Gabriel – Pulogebang – Jakarta Timur.

3. Patrixcia Indah Murtikarini dari Lingk. St. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
dengan

Theodosius Domina Herta Putra dari Paroki St. Theresia – Sedayu.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

KEMULIAAN SALIB

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Abraham taat pada perintah Allah untuk mempersembahan Ishak, anaknya yang tunggal. Ketaatan Abraham mendatangkan berkat berlimpah baginya dan bagi keturunannya. (Bacaan I – Kejadian)
  2. Allah sangat mengasihi manusia sehingga Ia menyerahkan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal dan melimpahkan berkat melalui Putera-Nya itu. (Bacaan II – Roma)
  3. Dalam peristiwa transfigurasi Yesus menunjukkan bahwa Ia datang menggenapi Hukum Taurat Musa dan nubuat keselamatan Nabi Elia, serta menyatakan bahwa kemuliaan hanya dapat dicapai melalui penderitaan. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Seandainya aku adalah Abraham, apa tanggapanku atas perintah dari Allah untuk mempersembahkan putera tunggal?
  3. Apakah aku percaya bahwa kemuliaan hanya dapat dicapai melalui penderitaan?
  4. Yesus adalah Putera Allah yang terkasih. Apa arti pernyataan itu bagiku?
  5. Apakah aku juga mau menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya? Apa usahaku?

 

Katekismus Gereja Katolik

554 Sejak saat Petrus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah yang hidup, “Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan, lalu dibunuh, dibangkitkan pada hari ketiga” (Mat 16:21). Petrus menolak pernyataan itu; juga yang lain-lain tidak mengerti perkataan itu. Dalam hubungan ini terdapatlah kejadian perubahan rupa Yesus yang penuh rahasia di atas gunung yang tinggi di depan tiga saksi yang terpilih oleh-Nya: Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Wajah dan pakaian Yesus menjadi putih berkilau kilauan; Musa dan Elia nampak dan berbicara “tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem” (Luk 9:31). Awan datang menaungi mereka dan satu suara dari surga berkata: “Inilah Anak Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Luk 9:35).

555 Untuk sementara Yesus membiarkan kemuliaan ilahi-Nya bersinar, dengan demikian meneguhkan pengakuan Petrus. Ia juga menunjukkan bahwa Ia harus menderita kematian di salib di Yerusalem “untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya” (Luk 24:26). Musa dan Elia telah melihat kemuliaan Allah di alas gunung; hukum dan para nabi telah mengumumkan penderitaan Mesias. Kesengsaraan Yesus adalah kehendak Bapa. Putera bertindak sebagai Hamba Allah; awan adalah tanda kehadiran Roh Kudus; “Seluruh Tritunggal tampak: Bapa dalam surga, Putera  sebagai manusia, dan Roh Kudus dalam awan yang bersinar” (Tomas Aqu., S. Th. 3,45,4 ad 2).

556 Pada awal kehidupan-Nya di depan umum terdapat Pembaptisan, pada awal Paska perubahan rupa. Dalam Pembaptisan Yesus diumumkan “rahasia kelahiran baru yang pertama”: Pembaptisan kita; perubahan rupa adalah “Sakramen kelahiran kembali kedua”: kebangkitan kita (Tomas Aqu., S. Th. 3,45,4, ad 2). Sejak sekarang kita mengambil bagian dalam kebangkitan Tuhan melalui Roh Kudus, yang bekerja di dalam Sakramen-sakramen Gereja, Tubuh Kristus. Perubahan rupa memberi kepada kita satu bayangan mengenai kedatangan Kristus kembali dalam kemuliaan, “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia” (Flp 3:21). Tetapi ia juga mengatakan kepada kita bahwa kita “harus mengalami banyak sengsara untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Kis 14:22).

Sharing Iman
www.sabda.org

Kemuliaan tidak selalu berarti mahkota dan penghormatan. Saat membaca kisah biografi Ibu Teresa, saya menemukan bahwa kemuliaan bisa mengambil rupa karakter luhur yang rela berkorban demi melayani orang-orang miskin di Kalkuta, India. Ada kemuliaan dalam sikapnya yang menghargai manusia yang dibuang dan ditinggalkan keluarganya. Gaun yang sederhana dan hidup miskin demi mengabdi adalah sebentuk kemuliaan unik yang membangkitkan rasa kagum dan hormat kepada sosok Ibu Teresa.

Yesus banyak menyebut tentang kemuliaan. Namun, kerap kali yang Dia maksud adalah peristiwa penyaliban-Nya. Ya, berkorban bagi keselamatan manusia adalah sebuah kemuliaan. Meskipun itu berarti Dia harus dipermalukan dan dihina melalui proses penangkapan, penganiayaan, dan penyaliban. Namun, kemuliaan Bapa terpancar dalam kasih dan pengurbanan Kristus, Sang Anak Allah. Sungguh luar biasa. Dalam peristiwa paling memalukan sepanjang sejarah itu, di sana kemuliaan Bapa justru terpancar paling indah selama-lamanya.

Kemuliaan salib yang unik mengajak Anda untuk mengejar kemuliaan yang berbeda dari kemuliaan dunia. Kemuliaan yang bertolak belakang dengan kemuliaan harta dan takhta. Kemuliaan salib adalah inspirasi bagi kemuliaan hidup berkorban dan mengabdi. Hidup tidak untuk diri sendiri, tetapi demi panggilan ilahi melayani dunia ini. Ada sebentuk kemuliaan dalam pengorbanan. Ada sebentuk kehormatan dalam kehinaan demi panggilan. Dalam kemuliaan ini, ada kebahagiaan yang kualitasnya sangat berbeda. Begitu luhur, begitu ilahi. Maukah Anda ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang unik ini?

Warta Paroki 18 Februari 2018

Warta Paroki
18 Februari 2018

  1. Penanggalan Liturgi
        Kamis,    22 Feb   :  Pesta Takhta St. Petrus, Rasul.

2. Pertemuan Paguyuban Ibu ibu paroki :
       Hari/tgl  : Selasa, 20 Februari 2018
       Pukul    : 16.30 – 18.00 WIB
       Tempat : Aula St. Athanasius
       Tema    : Merangkai daun palma

  1. World Marriage Day pada :
    Hari/tgl           :   Minggu, 18 Februari 2018
    Pukul              :   10.00 WIB
    Tempat          :   Gereja St. Petrus Sambiroto
    Jl. Arumsari, Kedungmundu, Semarang
    Konselebrasi  :   Kardinal Yulius Darmaatmadja,SJ ; Rm. Leonard Smith,SJ ; Rm. Ign.Wignyosumarto,MSF ;
    Rm. Y.Aristanto H.S,MSF ; Rm Ign.Supriyatno,MSF.
    Daftar ke        :   Pasutri Hari – Seri 081.575.111.678
    Pasutri Didi – Lia 081.901.821.14
    Pasutri Handoyo – Ageng 081.228.599.04
  2. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :   Minggu, 25 Februari 2018
        Pukul      :   09.00 WIB
        Tempat   :   Gereja
        Syarat    :
        –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis
                (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl     :  Jum’at, 23 Februari 2018
        Pukul       :  18.00 WIB
        Tempat    :  Ruang St. Yusup
  1. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 25 Februari 2018
        Pukul    : 17.30 WIB
        Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
        Pasutri yang menikah di bulan Februari diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  2. Choice Distik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal       :   9 – 11 Maret 2018
        Tempat        :   Biara Kana, Salatiga
        Kriteria        :   Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
        Konstribusi  :   Rp. 300.000,-
        Cp à Juanito 087837475472, Putri 0895340987970
  3. Tim kerja Inisiasi mengundang pamong wilayah dan 2 wakil katekis wilayah untuk konsolidasi katekese penguatan 2018 :
    Hari/tgl  : Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul    : 19.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
  4. Pembekalan Katekumen Sakramen Penguatan 2018:
    Hari/tgl  : Minggu, 04 Maret 2018
    Pukul    : 10.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Calon wajib hadir, tidak boleh diwakilkan.
  5. OMK Karangpanas membuka pendaftaran Visualisasi Jalan Salib 2018. Kaum muda yang ingin terlibat dalam Visualisasi Jalan Salib dapat mendaftarkan diri di stand depan gereja atau menghubungi:
    CP :
    Cossy     Ø WA : 085.601.136.389 / mas_cossy
    Helena      Ø WA : 085.881.535.953/ helenayupita
  6. Majalah Salam Damai Edisi Februari sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
  7. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
  • Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
  • Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Ernawaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih    :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                          :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto     :  081 225 680 570

 PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Maria Yustina Novita Sari Lingk. St. Antonia – Kalilangse I
    dengan
    Yakobus Ryan Setiawan  dari Banyumanik – Semarang
  2. Agustinus Denny Agus Kristanto dengan Jeanne D’ Arc Dwi Murjianti
    Keduanya dari Lingk. St. Petrus Claver  –  Karanganyar Gunung II.

 Pengumuman II

  1. Angelia Maya Putri Utami dari Lingk. St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Gabriel Hansen Santoso dari Lingk. Yohanes Rasul – Paroki Kebon Dalem – Semarang

 Pengumuman I

  1. Yustina Retnowati Rahayu dari Lingk. St. Yohanes Maria Vianney – Jangli V
    dengan
    Abraham Hari Munif Effendi dari Surabaya

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Ibu Veronica Sutrismiyati (56 th) –  dari lingk. St. Aloysius Gonzaga – Karangrejo Selatan I.  Wafat hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2018.

 

BERTOBATLAH, KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah menjanjikan keselamatan kepada Nabi Nuh, keturunannya, dan segala makhluk hidup dan Ia akan selalu setia pada janjiNya. (Bacaan I – Kejadian)
  2. Yesus wafat dan bangkit untuk keselamatan manusia, yang menantikan pemenuhan janji Allah. (Bacaan II – 1Petrus)
  3. Yesus memulai karyaNya dengan berpuasa di padang gurun dan mengalahkan pencobaan. Ia memanggil semua orang untuk bertobat dan percaya pada Injil. (Bacaan Injil – Markus)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya pada janji keselamatan dari Allah, seperti Nabi Nuh?
  3. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan janji keselamatan dari Allah?
  4. Apakah aku pernah mengalami pencobaan? Apa?
  5. Bagaimana aku menghadapi pencobaan itu?

Katekismus Gereja Katolik

538 Injil-injil berbicara tentang waktu kesendirian yang Yesus lewati di sebuah tempat sunyi, langsung sesudah pembaptisan-Nya oleh Yohanes: “Dibawa” oleh Roh Kudus ke padang gurun, Yesus tinggal di sana selama empat puluh hari, tanpa makan. Ia hidup di antara binatang-binatang buas, dan malaikat-malaikat melayani-Nya. Pada akhirnya setan mencobai-Nya sebanyak tiga kali, dengan berusaha menggoyahkan sikap keputeraan Yesus terhadap Allah. Yesus menampik serangan-serangan ini, dalamnya cobaan Adam di firdaus dan cobaan Israel di padang gurun sekali lagi diangkat ke permukaan, dan setan mundur dari hadapan-Nya, supaya kembali lagi “pada waktunya” (Luk 4:13).

539 Injil-injil menunjukkan arti keselamatan dari kejadian yang penuh rahasia ini. Yesus adalah Adam baru, yang tetap setia, sedangkan Adam pertama menyerah kepada percobaan. Yesus melaksanakan perutusan Israel secara sempurna. Bertentangan dengan mereka yang dulu selama empat puluh tahun di padang gurun menantang Allah, Kristus memperlihatkan Diri sebagai Hamba Allah, yang taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Dengan demikian Yesus adalah pemenang atas setan: ia sudah “mengikat orang kuat”, untuk merampas kembali darinya jarahannya. Kemenangan Kristus atas penggoda di padang gurun mendahului kemenangan kesengsaraan, bukti ketaatan cinta-Nya yang paling tinggi sebagai anak kepada Bapa-Nya.

540 Percobaan itu menunjukkan, atas cara apa Putera Allah itu Mesias, bertentangan dengan peranan yang setan usulkan kepada-Nya dan di mana manusia lebih senang melihatnya. Karena itu Kristus mengalahkan penggoda demi kita. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15). Oleh masa puasa selama empat puluh hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.

Sharing Iman
www.sabda.org

Sebelum saya cukup dewasa untuk mendapatkan SIM, saya sering memikirkan bagaimana rasanya mengendarai mobil di jalan raya. Saya kuatir kalau-kalau nanti saya akan tergoda untuk melaju dengan kecepatan penuh. Saya tidak tahu apakah saya akan dapat mengontrol diri untuk mengemudi menurut batas kecepatan dan syarat-syarat mengemudi yang telah ditentukan atau tidak. Namun ketika saya sudah berumur 16 tahun, saya menyadari bahwa saya pasti dapat mengontrol pedal gas, dan bukan sebaliknya.

Pernahkah Anda mendengar seseorang membenarkan dosanya, dengan menyatakan bahwa pencobaan yang datang itu tak tertahankan sehingga ia tidak punya pilihan lain? Atau, pernahkah Anda bertanya-tanya bahwa apa yang Anda lakukan itu sebenarnya bukan dosa? Bahkan Anda juga beralasan, bukankah kesempatan yang unik ini datang pada saat yang tepat dan memberikan apa yang Anda butuhkan?

Kita dapat belajar dari pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus, yakni bahwa saat kita memiliki kesempatan untuk berbuat dosa, Allah akan selalu menyediakan jalan keluar bagi kita atau Dia akan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya (Lukas 4:1-13; 1Korintus 10:13). Dengan mengandalkan Roh Kudus dan Firman Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus, kita pasti akan dapat bertahan terhadap pencobaan dan bukan dihancurkan olehnya. Bagi orang Kristen, tidak ada pencobaan yang tak tertahankan. Setiap pencobaan adalah sebuah kesempatan untuk semakin mempercayai Allah.

Warta Paroki 11 Februari 2018

 Warta Paroki
11 Februari 2018

  1. Penanggalan Liturgi
    Rabu,  14 Feb :  Rabu Abu.
  2. Jadwal Misa Rabu Abu 2018 di Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas:
    Selasa, 13 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 05.30 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
  3. Pendaftaran Calon Penerima Sakramen Penguatan 2018 mulai 27 Januari – 18 Februari di Sekretariat Paroki.
    Syarat      :
    Sudah dibaptis dan sudah menerima Komuni Pertama
    Sudah berusia 13 Tahun/ Kelas 1 SMP
    Surat Baptis Asli
    Katekumen yg dipersiapkan Baptis Paskah 2018, sudah menerima Pelantikan Tahap II dan memenuhi syarat dapat mengikutinya surat baptis menyusul.
    Katekese persiapan Penguatan dimulai awal Maret. Formulir Pendaftaran Baptis dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan.
  4. World Marriage Day pada :
    Hari/tgl           :  Minggu, 18 Februari 2018
    Pukul              :  10.00 WIB
    Tempat          :  Gereja St. Petrus Sambiroto
    Jl. Arumsari, Kedungmundu, Semarang
    Konselebrasi  :  Kardinal Yulius Darmaatmadja,SJ ; Rm. Leonard Smith,SJ ; Rm. Ign.Wignyosumarto,MSF ;
    Rm. Y.Aristanto H.S,MSF ; Rm Ign.Supriyatno,MSF.
    Daftar ke        :  Pasutri Hari – Seri 081.575.111.678
    Pasutri Didi – Lia 081.901.821.14
    Pasutri Handoyo – Ageng 081.228.599.04
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul      :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat    :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 23 Februari 2018
    Pukul      :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang St. Yusup
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul    : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Februari diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. OMK Karangpanas membuka pendaftaran Visualisasi Jalan Salib 2018. Kaum muda yang ingin terlibat dalam Visualisasi Jalan Salib dapat mendaftarkan diri di stand depan gereja atau menghubungi:
    CP :
    Cossy     Ø WA : 085.601.136.389 / mas_cossy
    Helena      Ø WA : 085.881.535.953/ helenayupita
  8. Mohon umat mengumpulkan daun palma kering tahun lalu ke Sakristi untuk keperluan Rabu Abu (14/2) mendatang.
  9. Laporan Timja Pendidikan Paroki Karangpanas. Telah menyalurkan subsidi biaya pendidikan bagi putra putri umat karangpanas :
    Siswa siswi SD : 59
    Siswa siswi SMP : 26
    Siswa Siswi SMA/K : 36
    Total  :123
    Dari 16 Wilayah dan 45 Lingkungan, jumlah dana yang sudah tersalurkan selama bulan Maret – Desember sejumlah Rp. 128.687.628,-.
    Bagi umat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Ernawaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto :   081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :   081 225 520 287
    Bpk Mardiono :   081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto :   081 225 680 570

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Maria Yustina Novita Sari Lingk. St. Antonia – Kalilangse I
    dengan
    Yakobus Ryan Setiawan  dari Banyumanik – Semarang
  2. Agustinus Denny Agus Kristanto dengan Jeanne D’ Arc Dwi Murjianti
    Keduanya dari Lingk. St. Petrus Claver  –  Karanganyar Gunung II.

Pengumuman I

  1. Angelia Maya Putri Utami dari Lingk. St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Gabriel Hansen Santoso dari Lingk. Yohanes Rasul – Paroki Kebon Dalem – Semarang

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

Diterangkan/dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 10-11 Februari 2018

“MENGASIHI DENGAN KATA DAN PERBUATAN”

 Yang sangat saya kasihi Anak-anak, Remaja, Kaum Muda, Ibu, Bapak, Frater, Suster, Bruder, dan para Rama. Berkah Dalem.

Kita akan memasuki masa empat puluh hari sebelum Paskah (quadragesima) yang kita namakan Masa Puasa dan Pantang dalam Masa Prapaskah. Masa Prapaskah ini akan kita mulai pada Hari Rabu Abu, 14 Februari 2018 mendatang. Selama empat puluh hari, seluruh umat Katolik mendapat kesempatan istimewa untuk secara terus menerus melakukan gladi rohani atau retret agung, guna mengenangkan kembali atau menyiapkan Baptis dan membina pertobatan serta melakukan amal kasih (bdk. Konstitusi Liturgi 109).

Dalam Masa Prapaskah, kita akan membarui dan menyucikan diri dengan olah

kesalehan hidup dan matiraga yang dilandasi oleh pengharapan dan syukur atas melimpahnya rahmat belas kasih Allah kepada kita, manusia yang penuh dengan kerapuhan dan dosa. Secara pribadi dan bersama-sama, kita diajak untuk kembali mengarahkan hidup kepada Allah dan ikut serta dalam usaha membangun KerajaanNya, dimanapun kita berada. Pertobatan sejati mengundang kita untuk berani mengubah perilaku dalam keutamaan hidup kristiani, mengasah kepekaan sosial agar tergerak untuk berbelarasa dan memperjuangkan keadilan, terutama bagi saudari-saudara yang menderita dan berkekurangan. Sebab, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri” (Yes 58:6-7).

Saudari-saudaraku yang terkasih, Tuhan Yesus telah memberi teladan untuk senantiasa memiliki hati yang penuh belas kasih dan peduli terhadap saudari-saudara kita yang menderita, berkekurangan, dan tersingkir. Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan pada Hari Orang Sakit Sedunia ini, Santo Markus (Mrk 1:40-45) menceritakan bagaimana Yesus tergerak hatiNya oleh belas kasihan dan menyambut seorang kusta yang datang memohon kesembuhan dariNya. Seperti kita ketahui,  pada zaman Yesus, seorang kusta harus mengalami nasib dikucilkan, dihina, dan disingkirkan dari masyarakat. Meskipun demikian, Tuhan Yesus justru dengan sepenuh hati menyambut orang kusta tersebut: mengulurkan tangan, menjamah orang itu, dan menyembuhkannya.

Sebagai murid-murid Kristus, kita pun diundang untuk memiliki hati yang tergerak oleh belas kasih, menyambut dan merengkuh saudari-saudara yang menderita, berkekurangan, dan terpinggirkan dari masyarakat. Untuk itulah, dalam gerakan Aksi Puasa Pembangunan tahun 2018 ini, kita  merenungkan tema “Mengasihi dengan Kata dan Perbuatan”. Melalui permenungan ini, kita mau belajar terlibat memberi dukungan pada orang lain, terutama dengan berbelarasa terhadap saudari-saudara yang sangat membutuhkan. Semoga abu yang akan kita terima dalam perayaan Hari Rabu Abu nanti, senantiasa mengingatkan kita akan kerapuhan dan kedosaan kita. Bahkan lebih dari itu, mendorong untuk senantiasa bersyukur atas kelimpahan rahmat belas kasih Allah yang memungkinkan kita untuk mencari, menemukan, menyambut, dan merengkuh mereka yang sakit, menderita, dan berkekurangan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa hari Jumat, 16 Februari 2018, merupakan Tahun Baru Imlek, yang juga merupakan hari pantang. Karena itu bagi umat Katolik yang akan merayakan tahun baru Imlek ini, saya ajak untuk menempatkan perayaan syukur atas tahun baru ini dalam konteks dan semangat Prapaskah, yakni pertobatan yang ditandai antara lain dengan puasa dan pantang. Kesempatan berkumpul bersama keluarga dan sahabat pada hari Kamis atau Jumat, tanggal 15 atau 16 Februari, serta perayaan Cap Go Meh, hendaknya dihayati sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat kehidupan yang Tuhan berikan. Selain itu juga menjadi kesempatan untuk mewujudkan kasih kekeluargaan dan persaudaraan yang semakin nyata diantara anggota keluarga dan para sahabat, dengan saling berbagi. Karena itu, hendaknya perayaan tahun baru Imlek dirayakan dalam semangat berbagi berkah yang semakin besar, khususnya bagi yang berkekurangan. Dengan cara ini kita ungkapkan kasih bukan hanya dengan kata-kata saja, namun dengan perbuatan nyata.

Saudari-saudaraku yang terkasih, pada saat yang istimewa ini, saya berdoa untuk siapapun yang sedang sakit, berkekurangan, menanggung beban kehidupan yang berat, difabel, berkebutuhan khusus, dan lanjut usia. Selamat memasuki gladi rohani empat puluh hari dengan tekun, setia, dan tenanan. Semoga Allah yang penuh belas kasih senantiasa menyertai, meneguhkan, dan memberikan penghiburan. Rahmat belas kasih Allah senantiasa melimpah bagi Saudari-saudara semua.

PERATURAN PUASA DAN PANTANG  TAHUN 2018

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa tahun 2016, pasal 138 no. 2.b tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang bagi umat katolik KAS ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari puasa tahun 2018 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 14 Februari 2018, dan Jumat Agung tanggal 30 Maret 2018. Hari pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur antara 18 tahun sampai dengan awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang telah berumur genap 14 tahun.
  3. Puasa dalam arti hukum, berarti makan kenyang hanya sekali dalam sehari. Pantang dalam arti hukum, berarti tidak makan daging atau makanan lain yang disukai.
  4. Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama (misalnya dalam keluarga, lingkungan/wilayah, atau komunitas pastoran/biara/ seminari), menetapkan cara puasa dan pantang yang dirasakan lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Sebagai sikap pertobatan nyata, beberapa hal yang sangat kami anjurkan untuk dibuat, antara lain:
    1. Dalam keluarga, pertemuan lingkungan atau paguyuban, dicari bentuk-bentuk puasa dan pantang yang cocok dengan jenjang usia, sebagai bagian dari pembinaan iman: usia dini dan anak, remaja dan orang muda, dewasa dan usia lanjut.
    2. Selama empat puluh hari dalam masa Prapaskah, secara pribadi atau secara bersama-sama dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari, memilih tindakan tobat yang lebih berdaya guna untuk mewujudkan tindakan kasih.
    3. Menentukan wujud gerakan solidaritas, entah yang berupa gerakan amal/karitatif ataupun pemberdayaan yang berdampak luas bagi perwujudan belarasa dan upaya keutuhan alam semesta, serta bagi masyarakat sekitar.
    4. Hendaknya diusahakan agar setiap orang Katolik, baik secara pribadi maupun bersama-sama, mengusahakan pembaruan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, gladi rohani, ibadat jalan salib, ziarah, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi.
  5. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaska ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak untuk pembaruan pribadi, peningkatan solidaritas pada tingkat paroki, keuskupan, dan nasional. Tema APP tahun 2018 ini adalah: “Mengasihi dengan Kata dan Perbuatan” sebagaimana diuraikan dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.
  6. Terkait dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2018, saya anjurkan beberapa hal berikut:
    1. Jumat, 16 Februari 2018, sebagai tahun baru Imlek tetap kita perlakukan sebagai hari pantang. Maka bagi umat Katolik KAS yang merayakan Tahun Baru Imlek, hendaknya tetap melakukan pantang pada hari itu atau, jika tidak memungkinkan, hendaknya melakukan pantang pada hari lain sebagai pengganti.
    2. Umat Katolik KAS diperkenankan merayakan Ekaristi Syukur Tahun Baru Imlek pada hari Jumat, 16 Februari 2018, atau hari-hari setelahnya dengan tetap mengindahkan ketentuan liturgi masa Prapaskah, dan tetap mengembangkan semangat berbelarasa dan berbagi rezeki, khususnya kepada saudari-saudara kita yang miskin, menderita, tersingkir dan berkebutuhan khusus.

Salam, doa, dan Berkah Dalem
2 Februari 2018, pada Pesta Yesus dipersembahkan di kenisah.

Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

 

           † Mgr. Robertus Rubiyatmoko

“JADILAH TAHIR”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Melalui Musa dan Harun, Allah menetapkan aturan bagi orang yang terkena sakit kusta, sebagai bagian dari panggilan untuk menjaga kesucian di hadapan Allah. (Bacaan I – Imamat)
  2. Paulus mengajak jemaat Korintus untuk senantiasa memuliakan Allah dan tidak menjadi sandungan bagi orang lain. (Bacaan II – 1Kor)
  3. Yesus menyembuhkan orang kusta sebagai wujud kasih dan keberpihakan Allah kepada orang yang menderita. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku pernah/sedang mengalami sakit, baik fisik maupun psikis?
  3. Apa yang aku lakukan untuk memperoleh kesembuhan?
  4. Apakah aku sudah mengalami kesembuhan?
  5. Apakah yang akan aku lakukan untuk membantu orang lain yang sedang sakit fisik atau psikis?