Warta Paroki 08 Oktober 2017

WARTA PAROKI
8 Oktober 2017

  1. Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun yang dilaksanakan oleh Tim Kerja Katekis yang sedianya akan diadakan tanggal  6,7 dan 8 Oktober  DIUNDUR menjadi tanggal 3, 4 dan 5 November 2017. Pendaftaran paling lambat tanggal 20 Oktober 2017. Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretariat paroki. Timja Katekis juga mengundang kaum muda untuk hadir dalam seminar “Menjadi Katolik yang sukses” bersama motivator pengusaha bapak Kristian Hardiyanto pada hari Sabtu, 14 Oktober, pukul 19.00, di aula St. Athanasius.
  2. Perayaan Penutupan Novena St. Maria Fatima dipimpin oleh Bapak Uskup :
    Hari/tgl  : Jumat, 13 Oktober 2017
    Pukul    : 16.00 WIB (diawali dengan Rosario)
    Tempat : Kapel Seminari TOR  Sanjaya Jangli
    Tema    : Syukur atas Bunda Maria Fatima Perantara Rahmat Melalui Sabda Tuhan
  3. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl         : Selasa,  17 Oktober 2017
    Pukul           : 16.30 WIB
    Tempat        : aula St. Athanasius
    Tema           : Ekonomi Rumahtangga Kristiani
    Narasumber :  Ibu Irmawati (dari UNIKA)
  4. Timja PSE Paroki se-rayon kota Timur Selatan akan menyelenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2017 pada :
    Hari / tgl          :      Minggu,  22 Oktober 2017
    Dengan acara :
    Misa Pembukaan HPS : pukul 07.30 (misa ke-2)
    Bazar aneka produk non-pabrikan
    Pelatihan / demo memasak makanan bergizi/menu sehat murah dengan alat sederhana
    Lomba memasak nasi goreng (untuk bapak-bapak)
    Hiburan Kesenian Barong
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 22 Oktober 2017
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Gereja
    Syarat   :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  : Jum’at, 20 Oktober 2017
    Pukul    : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang C
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 29 Oktober 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Oktober diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  8. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP
    Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  9. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.
  10. Foto peserta penyegaran janji nikah bulan Agustus dan September dapat diambil di sekretariat paroki dengan mengganti ongkos cetak Rp 15.000,-.
  11. Majalah Salam Damai edisi Oktober sudah terbit. Umat dapat membelinya pada petugas di depan gereja.
  12. Minggu, 29 Oktober dalam misa ke-2, pukul 07.30 WIB secara khusus akan dihadiri oleh saudara-saudari kita para tunarungu. Umat yang mempunyai teman/saudara/tetangga katolik yang tunarungu dipersilakan  mengajaknya untuk hadir.
  13. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny   081575731236          Hermanu   08122809915
    Anna     08158059000            Daniel              081901687678
    Ririn      081390092598          Ekha                081325601700
    Yanti     081392142727          Hartono            08157733300
    Mulyatno                  08122868561
  14. Choice Distrik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal     :   3 – 5 November 2017
    Tempat      :   Griya Familia – Bandungan
    Kriteria       :   Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
    Kontribusi  :   Rp 300.000,-
    CP
    Juanito 087837475472,
    Priska  085642726061

 

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Anastasia Diana Panca Wardani dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat
    dengan
    Lukas Fajar Adhitia dari Paroki St. Theresia – Bongsari.
  1. Wilfrida Vidiana Oktofiani dari lingk. St. Chatarina Sienna – Kr.anyar Gunung I
    dengan
    Febryan Avadianto dari Karanganyar Gunung – Semarang.
  1. Vincentius Suryo Hadi Kusumo dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Theresia Yovita Darmawan dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.

Pengumuman II

  1. Monica Susan Marianie dari lingk. St. Helena – Semeru
    dengan
    Robertus Atok Priyanto dari Paroki St. Teresia – Sedayu, Bantul.

Pengumuman I

  1. Sesilia Dwi Fitri Astuti dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Antonius Anggoro Eko Prabowo dari Paroki St. Theresia – Bongsari.
  1. Valentina Natalia Kurniawati Siswanto dari lingk. St. Petrus Claver – Kr.anyar Gunung II
    dengan
    Jan Cornelis Edward Verhoeven dari Paroki Kristus Raja – Ungaran.
  1. Yosephin Jati Pangesti dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II
    dengan
    Vincent Han Ardian Kurnia Putra dari Paroki St. Yusup – Gedangan.
  1. Agnes Ayunda Nuradhistana Utomo dari lingk. St. Petrus Rasul- tengger I
    dengan
    Paulus Frans Arienata Hartanto dari Purwodinatan – Semarang Tengah

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 

PEMENANG LOMBA BKSN 2017

ü BACA KITAB SUCI

    Kategori Anak (SD klas 5 – 6)

Juara 1 :   AL. Wisnukiarto – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   M. Antoni Yunita – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Yosepha M.W.A – wil. Jangli

Harp 1  :   B. Filanata A. W. – wil. Saptamarga

Harp 2  :   K. Sekar W. – wil. Sisingamangaraja

Harp 3  :   M. Ariel Art DR. – wil. Jatingaleh

Kategori Umum (SMP, SMU, OMK)

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa –  wil. Jatingaleh

Juara 2 :   Maria Fatima – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Odilia Ondang – wil. Gombel

Harp 1  :   V. Epivani S. – wil. Gombel

Harp 2  :   M. Febriana Celly  – wil. Jangli

Harp 3  :   V. Gladys Ivana – wil. Sisingamangaraja

ü MAZMUR

Kategori A :

Juara 1 :   E. Nadine Puspa Aum L. – wil. Jangli

Juara 2 :   E. Dian Ayu P. – wil. Jangli

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   A. Chyntia Naralya UNDIP

Juara 3 :   R. Benigno Satria D. – wil. Jatingaleh

ü MENYANYI LAGU ROHANI

Kategori A :

Juara 1    :        Yolanda Sekar Febri – wil. Kr. Gunung

Juara 2 :   Angela Dewi K. – wil. Kesatrian

Juara 3 :   Clara Gyoa N. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   E. Dyah Ayu P. – wil. Jangli

Juara 2 :   F. D’Rayi R.- wil. Sanggung

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori C :

Juara 1 :   V. Dede Jakaria – wil. Kr.rejo Selatan

Juara 2 :   K. Andita Pratiwi – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   B. Aristola NA. – wil. Jangli

ü CERDAS CERMAT

Juara 1 :   PD Kristoforus

Juara 2 :   Wilayah Jangli

Juara 3 :   Wilayah Karangrejo

ü LOMBA MEWARNAI

Kategori A :

Juara 1 :   Elvina Deva – wil. Kalilangse

Juara 2 :   Bernadheta Evita – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   Andreas Harimurti – wil. Gombel

Harp 1  :   Ara – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Andra – wil. Jangli

Harp 3  :   Gisela – wil. Jatingaleh

KATEGORI  B :

Juara 1 :   Yosie – wil. Candibaru

Juara 2 :   Cello – wil. Padre Pio

Juara 3 :   Brigita – wil. Sisingamangaraja

Harp 1  :   Amel – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Elisabeth Putri – wil. Jatingaleh

Harp 3  :   Nando – wil. Gombel

 

Keterangan :

Juara 1,2,3 mendapatkan hadiah piala dan piagam (bisa diambil di sekretariat Paroki)

Juara harapan mendapatkan piagam.

Piagam bisa diambil pertengahan Oktober 2017 dan dimohon para pemenang yang belum memberikan nama lengkapnya bisa menyerahkan datanya ke sekretariat Paroki.

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Intisari Bacaan

  1. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita dan mengharapkan yang terbaik dari diri kita, seperti pemilik kebun anggur yang sangat memperhatikan kebun anggurnya. (Bacaan I – Yesaya)
  2. Di dalam segala hal hendaklah kita selalu mengucap syukur dan melakukan yang baik. Semua itu akan mendatangkan damai sejahtera. (Bacaan II – Filipi)
  3. Keselamatan diberikan kepada siapa pun yang mengikuti kehendak Allah dan yang menghasilkan buah-buah kebaikan. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku termasuk orang yang mudah bersyukur atau sulit bersyukur? Mengapa?
  3. Kasih Allah macam apa yang aku alami selama ini?
  4. Apa arti “rekan sekerja Allah” menurutku?
  5. Bagaimana aku selama ini menghayati panggilanku sebagai rekan kerja Allah di kebun anggur-Nya?

Katekismus Gereja Katolik

PENYELENGGARAAN DAN SEBAB KEDUA

306      Allah adalah Tuhan yang berdaulat atas keputusan-Nya. Tetapi untuk melaksanakannya, Ia mempergunakan juga kerja sama makhluk-Nya. Itu bukanlah bukti kelemahan, melainkan bukti kebesaran dan kebaikan Allah. Sebab Allah tidak hanya memberi keberadaan kepada makhluk-Nya, tetapi juga martabat, untuk bertindak sendiri, menjadi sebab dan asal usul satu dari yang lain dan dengan demikian bekerja sama dalam pelaksanaan keputusan-Nya.

307      Kepada manusia Allah malahan memberi kemungkinan untuk mengambil bagian secara bebas dalam penyelenggaraan-Nya, dengan menyerahkan tanggung jawab kepada mereka, untuk “menaklukkan dunia” dan berkuasa atasnya`. Dengan demikian Allah memungkinkan manusia, menjadi sebab yang berakal dan bebas untuk melengkapi karya penciptaan dan untuk menyempurnakan harmoninya demi kesejahteraan diri dan sesama. Manusia sering kali merupakan teman sekerja Allah yang tidak sadar, tetapi dapat juga secara sadar memperhatikan rencana ilahi dalam perbuatannya, dalam doanya, tetapi juga dalam penderitaannya. Dengan demikian secara penuh dan utuh mereka menjadi “teman sekerja Allah” ( I Kor 3:9; 1 Tes 3:2) dan Kerajaan-Nya.

308      Dengan demikian kebenaran bahwa Allah bekerja dalam setiap perbuatan makhluk-Nya tidak dapat dipisahkan dari iman akan Allah Pencipta. Ia adalah sebab pertama, yang bekerja dalam dan melalui sebab kedua. “Karma Allah yang mengerjakan ini dalam kamu baik kehendak maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp 2:1.3). Kebenaran ini sama sekali tidak merugikan martabat makhluk, tetapi meninggikannya. Diangkat dari ketidakadaan oleh kekuasaan, kebijaksanaan dan kebaikan Allah, makhluk tidak dapat berbuat apa-apa, kalau ia diputuskan dari asalnya, karma “ciptaan menghilang tanpa Pencipta” (GS 36,3). Lebih lagi, ia tidak dapat mencapai tujuan akhirnya tanpa bantuan rahmat.

Sharing Iman

Pada abad pertama, banyak tanah di Israel disewa oleh sekelompok orang asing untuk usaha perkebunan anggur. Dalam peraturan sewa-menyewa tanah tersebut, penyewa berhak mengutus hamba-hamba atau orang kepercayaannya untuk mengumpulkan panenan itu. Tentu saja hal ini membuat penggarap-penggarap, yang merupakan penduduk asli, sering merasa dirugikan dan tidak jarang menimbulkan pemberontakan.

Yesus mengambil gambaran situasi ini untuk menjelaskan relasi antara Allah dengan umat Israel. Kebun anggur melambangkan umat. Hanya Tuhan Allah-lah yang memiliki umatNya. Allah memang mempercayakan pemeliharaannya kepada para pemimpin umat (Perjanjian Lama), yang dalam kisah ini tampil sebagai para penggarap yang ingin menguasai milik tuan tadi. Para hamba ialah para nabi yang mendapat perlakuan buruk dari para pemimpin. Kemudian anak empunya kebun tadi ialah Yesus sendiri.

Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi langsung memahami perumpamaan tadi sebagai alegori tersebut. Dalam Mat 21:45 disebutkan bahwa mereka (bersama orang-orang Farisi) mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus dan mengerti bahwa merekalah yang dimaksud oleh Yesus. Mereka merasa diancam bakal mendapat hukuman dari Allah sendiri karena telah mempertanyakan sah tidaknya kuasa Yesus yang dilihat banyak orang dan diakui orang sebagai berasal dari Allah (Mat 21:23 dst.). Mereka waswas bila pengajar atau “nabi” hebat tapi liar ini tidak ditertibkan, para penguasa Romawi mengira ada gerakan untuk memberontak. Hal ini tentu akan mempengaruhi situasi politik di tanah Yudea dan khususnya bagi kelestarian Bait Allah. Oleh karena itu mereka semakin bersikap memusuhi Yesus.

Padahal ada hal yang tidak dimengerti oleh para pemimpin tadi, yakni bahwa semuanya ini belum terjadi seperti diutarakan dalam perumpamaan. Mereka belum diadili oleh pemilik kebun anggur. Bahkan mereka belum sungguh-sungguh menyingkirkan anak pemilik tadi. Jadi sebenarnya masih ada waktu bagi mereka untuk berubah. Sayang kesempatan itu tidak mereka lihat. Mereka sudah terbawa oleh rencana-rencana mereka sendiri dan tidak lagi memiliki kemerdekaan. Mereka tidak dapat memikirkan perumpamaan tadi sebagai perumpamaan yang juga memuat ajakan untuk berubah. Mereka bahkan berusaha untuk merebut apa yang menjadi milik Allah.

Bagi kita sekarang, kebun anggur yang Allah percayakan kepada kita adalah Gereja. Kita adalah rekan sekerja Allah dalam pelaksanaan karya keselamatan-Nya. Dalam menjalankan panggilan dan perutusan ini, kita dihadapkan pada berbagai kesulitan dan tantangan. Bagaimana aku menyikapinya?

Warta Paroki 24 Sept 2017

Warta Paroki
24 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,  27 Sept. : Peringatan St. Vinsensius a Paulo, Imam.
    Jumat, 29 Sept.: Pesta St. Mikael,St. Gabriel, dan St. Rafael, Malaikat Agung.
    Sabtu, 30 Sept. : Peringatan St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl   : Minggu, 1 Oktober 2017
    Pukul     : 10.00 WIB
    Tempat   : Ruang C
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang ibu untuk mewakilinya.
  3. Para Ketua / Bendahara Lingkungan di harap segera mengambil uang pengembalian persembahan periode April – Juni, disekretariat paroki.
  4. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  5. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  6. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  1. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ; keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman II

  1. Yohanes Berliandy Ari Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Patricia Dian Indriacipta dari Paroki Hati Yesus Mahakudus – Purwodadi.

Pengumuman I

  1. Lukas Fajar Adhitia dari Paroki St. Theresia – Bongsari
    dengan
    Anastasia Diana Panca Wardani dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat.
  1. Febryan Avadianto dari Karanganyar Gunung – Semarang
    dengan
    Wilfrida Vidiana Oktofiani dari St. Chatarina Sienna – Karanganyar Gunung I.
  1. Vincetius Suryo Hadi Kusumo dari Lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Theresia Yovita Darmawan dari Paroki Atmodirono – Semarang

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Antonius Suratno (72 th) – suami dari ibu Caecilia Sudarmi – dari lingk. St. Lidwina – Kesatrian V.  Wafat hari Minggu, tanggal 17 September 2017.

“Yang terdahulu menjadi yang terakhir”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Kita hendaknya selalu dekat dengan Tuhan. Ia memiliki rencana yang indah atas hidup kita. (Bacaan I – Yesaya)
  2. Kita dipanggil dan diutus untuk menampakkan kemuliaan Kristus melalui hidup kita. Hendaknya kita hidup sesuai dengan Injil dan teladan Kristus. (Bacaan II – Filipi)
  3. Yesus mengajak kita untuk bersikap murah hati kepada semua orang seperti Allah Bapa yang murah hati. Kemurahan hati Allah itu diterima dengan penuh rasa syukur dan bukannya rasa iri dan dengki. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah – yang merupakan wujud keadilan dan kemurahan hati-Nya – bagiku?
  3. Apakah selama ini aku sudah bersikap adil dan murah hati?
  4. Hal konkret apa yang akan aku lakukan sebagai ungkapan rasa syukurku atas keadilan dan kemurahan hati Allah yang sudah aku terima selama ini?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

KEADILAN DAN KEMURAHAN ALLAH

214      Allah, “la yang ada”, telah mewahyukan Diri kepada Israel sebagai “yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan” (Kej 34:6). Kedua pengertian ini menegaskan inti kekayaan nama ilahi itu. Dalam segala karya-Nya Allah menunjukkan kemurahan hati-Nya, kebaikan-Nya, rahmat-Nya, cinta-Nya, tetapi juga sifat-Nya yang layak dipercaya, ketabahan hati-Nya, kesetiaan-Nya dan kebenaran-Nya. “Aku mau memuji nama-Mu, sebab Engkau setia dan selalu mengasihi” (Mzm 138:2). Ia adalah kebenaran, karena “Allah itu terang, dan padaNya tidak ada kegelapan sama sekali” (1 Yoh 1:5); Ia adalah “cinta”, seperti yang diajarkan Rasul Yohanes (1 Yoh 4:8).

215      “Semua sabda-Mu benar, segala hukum-Mu yang adil tetap selama-lamanya” (Mzm 119:160). “Ya, Tuhanku dan Allahku, Engkau Allah yang Esa, semua janji-Mu Kau tepati” (2 Sam 7:28). Karena itu, Allah selalu memenuhi janji-Nya. Allah adalah kebenaran itu sendiri; Sabda-sabda-Nya tidak bisa menipu. Karena itu, dengan penuh kepercayaan orang dapat menyerahkan diri dalam segala hal kepada kebenaran-Nya dan kepada kepastian Sabda-Nya. Dosa dan kejatuhan manusia disebabkan oleh dusta penggoda yang membawa kebimbangan terhadap Sabda Allah, terhadap kemurahan hati-Nya dan kesetiaan-Nya.

216      Kebenaran Allah adalah juga kebijaksanaan-Nya, yang menetapkan tata tertib seluruh ciptaan dan peredaran dunia. Allah, yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi, adalah juga satu-satunya yang dapat menganugerahkan pengertian yang benar tentang segala ciptaan dalam hubungannya dengan Dia.

Sharing iman:

Dari berbagai sumber

Orangtua yang mempunyai lebih dari satu anak tahu betul situasi ini: salah satu anak protes dan menilai sang orangtua tidak adil karena merasa saudaranya menerima “lebih” dari apa yang dia terima. Entah “lebih” itu dipahami dalam arti lebih banyak, lebih bundar, lebih baru, dst. Situasi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja si anak sebenarnya merasa bosan, butuh perhatian, atau iri. Namun bisa juga si anak memang merasa diperlakukan tidak adil. Untuk kasus ini, mau tak mau orangtua mesti dengan sabar menjelaskan arti keadilan di dalam pemberian tersebut.

Perumpamaan dalam Injil hari ini menggambarkan Kerajaan Surga seperti tindakan seorang “tuan rumah yang pagi-pagi benar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya” (Mat 20:1). Ada dua hal yang dapat digarisbawahi dari tindakan sang tuan rumah. Pertama, tindakan memberikan upah harian yang sama kepada para pekerjanya, dari yang bekerja sejak pagi hingga yang baru bekerja pada jam lima sore, mengilustrasikan kemurahan hati Allah di tengah kekayaan dan kekuasaan-Nya: tuan rumah memberikan nafkah yang cukup untuk penghidupan sehari-hari, terlepas dari berapa lama mereka bekerja. Kedua, keluhan buruh yang bekerja sejak pagi menggarisbawahi keadilan Allah: tuan rumah tak melanggar hak siapapun, karena semua pekerja sama-sama mendapatkan upah yang memadai untuk sehari kerja. Artinya, di dalam komunitas orang beriman, ‘upah’ orang percaya didasarkan pada kemurahan hati dan keadilan Allah, bukan atas prakarsa manusia. Karena itu perkataan Yesus, “yang terakhir akan menjadi yang terdahulu …” (Mat 20:16) mengulangi perkataan Yesus di bagian lainnya: “banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Mat 19:30) sekaligus menegaskan bahwa Kerajaan Allah akan membalikkan penilaian manusia.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini memperingatkan kita untuk tidak menerapkan prinsip penilaian dunia ke dalam kehidupan manusia. Hal ini tentu tidak dapat diterima oleh orang-orang yang mengharapkan dapat mengatur keselamatan menurut aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia menurut prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan ketentuan-ketentuan yang dibuat manusia. Allah tidak memperlakukan manusia atas dasar “pukulan dibalas dengan pukulan” atau “satu perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik yang lain.” Allah memiliki rancangan yang berbeda dengan rancangan manusia (Yes 55:8). Rancangan dan cara bertindak Allah seutuhnya adalah kasih. Kasih karunia Allah ini cukup untuk semua orang.

Warta Paroki 17 September 2017

 Warta Paroki
17 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,    20 Sept. :  Peringatan St. Andreas Kim Tae Gon, Imam dan St. Pulus Chong Ha Sang dkk, Martir.
    Kamis,  21 Sept. :  Pesta St. Matius,Rasul dan Penulis Injil.
    Sabtu,   23 Sept. :  Peringatan St.Padre Pio dari Pietrelcina, Imam.
  2. Dalam rangka BKSN 2017 paroki akan menyelenggarakan lomba :
    Mewarnai Gambar Anak-anak
    Menyanyi Lagu Rohani F anak dan umum
    Menyanyi Mazmur F anak dan umum
    Membaca Kitab Suci F anak dan anak muda
    Cerdas Cermat
    PELAKSANAAN
    Tanggal :          17 dan 24 September 2017
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 18 – 20 Sept. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 24 September 2017
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau ada)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 22 September 2017
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang C
  5. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Agustus dan September diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  6. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl      : Selasa, 19 September 2017
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat     : St. Athanasius
    Tema        : SEATAP TAPI TAK MERATAP
    Pembicara : Dra. ProbowatieTjondronegoro, Msi Psikolog
  7. LOMBA MAZMUR
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Peserta : SD sampai Dewasa tiap Wilayah
    Daftar   : Rosa Simone – 081325511202
  8. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  9. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  10. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP
    Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  1. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ;
    keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman I

  1. Yohanes Berliandy Ari Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Patricia Dian Indriacipta dari Paroki Hati Yesus Mahakudus – Purwodadi.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

“Saling Mengampuni”

Intisari Bacaan

  1. Dendam dan amarah merusak relasi dengan sesama, dengan diri sendiri, dan dengan Tuhan. Orang yang mampu mengampuni dan menaruh belas kasih kepada sesamanya juga akan mendapatkan pengampunan dari Tuhan. (Bacaan I – Sirakh)
  2. Setiap orang beriman adalah milik Tuhan: hidup bagi Tuhan dan mati bagi Tuhan. (Bacaan II – Roma)
  3. Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Kita juga harus mengasihi dan mengampuni tanpa batas. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti pengampunan menurutku?
  3. Bagaimana sikapku selama ini terhadap sesama/ orang lain yang berbuat salah kepadaku?
  4. Apa yang akan aku lakukan agar aku sungguh mampu mengampuni dan mengasihi orang lain tanpa batas?

Katekismus Gereja Katolik

PENGAMPUNAN

2840    Sungguh mengejutkan bahwa kerahiman ini tidak dapat meresap di hati kita sebelum kita mengampuni yang bersalah kepada kita. Sebagaimana tubuh Kristus, demikian pula cinta tidak dapat dibagi-bagi. Kita tidak dapat mencintai Allah yang tidak kita lihat, kalau kita tidak mencintai saudara dan saudari kita yang kita lihat Bdk. 1 Yoh 4:20. Kalau kita menolak mengampuni saudara dan saudari kita, hati kita menutup diri dan kekerasannya tidak dapat ditembus oleh cinta Allah yang penuh kerahiman. Tetapi dengan mengakui dosa-dosa, hati kita membuka diri lagi untuk rahmat-Nya.

Sharing Iman

Diambil dari http://priakatolik.com/rahmat-pengampunan/

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat. 18:22)

“Sakitnya tuh di sini…..” Menjadi ungkapan nge-trend yang diambil dari petikan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Cita Citata. Sakit karena ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sakit karena diri kita mengenyam sesuatu yang pahit. Sakit karena kita menerima peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Sakit karena kesempurnaan yang menjadi impian kita masih belum bisa dijangkau. Memang ketidaksempurnaan manusia membuka peluang bagi kita untuk melakukan kesalahan. Bahkan hal ini bisa terjadi secara timbal balik: kita melakukan kesalahan kepada orang lain dan orang lain melakukan kesalahan terhadap diri kita.

Lalu sebagai orang kristiani, sikap iman apa yang harus kita ambil berhadapan dengan kenyataan ini? Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang yang mengklaim pengikut Yesus? Menarik kisah yang diangkat dalam Injil hari ini. Ketika Petrus datang dan bertanya kepada Yesus, “…Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudarakua jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus menjawab,”Bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Sabda Yesus ini bukan mau mengundang kita untuk mengampuni sampai empat ratus Sembilan puluh kali dan kita berhenti sampai di situ. Yesus mengajak kita untuk mengampuni tanpa batas. Mengampuni bukanlah perkara yang gampang. Menerima orang yang melukai hati kita bukanlah hal yang mudah. Namun itulah sikap yang harus ada dari pengikut Yesus. Ketika kita mengambil keputusan untuk mengampuni, saat itu juga pemulihan terjadi. Bukan hanya dari pihak kita atau dari pihak mereka yang bersalah kepada kita tetapi kesembuhan nyata bagi dua pihak yang menyakiti dan tersakiti.

Maka dari itu, marilah kita mohon rahmat pengampunan dari Tuhan untuk memampukan kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Kalau ini yang terjadi, maka kehidupan kita akan semakin bernilai di mata Tuhan dan sesama. Dunia pun akan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan mendamaikan bagi semua orang.

 

Warta Paroki 10 September 2017

 Warta Paroki
10 September 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,  13 Sept. :         Peringatan St. Yohanes Krisostomus ,Uskup dan Pujangga Gereja
    Jum’at,15 Sept. :        Peringatan St. Perawan maria Berdukacita
    Sabtu, 16 Sept. :        Peringatan St. Kornelius , Paus dan Santo Siprianus , Uskup dan Martir.
  2. Dalam rangka BKSN 2017 paroki akan menyelenggarakan lomba :
    Mewarnai Gambar Anak-anak
    Menyanyi Lagu Rohani F anak dan umum
    Menyanyi Mazmur F anak dan umum
    Membaca Kitab Suci F anak dan anak muda
    Cerdas Cermat
    PELAKSANAAN
    Tanggal :          17 dan 24 September 2017
    TEMU TEKNIK
    Tanggal :          10 September 2017
    Undangan dan penjelasan lengkap dapat diambil di loker.
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 18 – 20 Sept. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 24 September 2017
    Pukul     :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau ada)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 22 September 2017
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang C
  5. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 24 September 2017
    Pukul   : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Agustus dan September diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  6. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki :
    Hari/tgl      : Selasa, 19 September 2017
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat     : St. Athanasius
    Tema        : SEATAP TAPI TAK MERATAP
    Pembicara : Dra. ProbowatieTjondronegoro, Msi Psikolog
  7. Novena St. Maria Fatima putaran ke-8 di Seminari TOR Sanjaya :
    Hari/tgl : Rabu,  13 September 2017
    Pukul   : 17.30 –  diawali dengan rosario
    Tema   : Bunda Maria Fatima Perantara Rahmat Perdamaian melalui Sabda Tuhan.
  8. Novena Syukur kapel Nasaret – wilayah Jangli diadakan :
    Hari/tgl : Jumat, 15 September 2017
    Pukul   : 19.00 WIB
    Dipimpin : Rm. Yohanes Iswahyudi, Pr.
  9. Tim Kerja Katekis akan mengadakan Retret Pewarta Muda Angkatan I untuk usia 20 – 40 tahun :
    Tanggal  : 6,7 dan 8 Oktober 2017
    Yang berminat dipersilahkan mendaftarkan diri di sekretaria paroki.
  10. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  11. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning   0821.3303.5508

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Vincentius Feri Kurniawan Hertanto dengan Benedikta Ayuning Untari Sitorus,
    keduanya dari lingk. St. Laurensius – Jatingaleh II.
  1. Silvia Asa Talenta Yonanda dari lingk. St. Aloysius Gonzaga – Karangrejo Selatan I
    dengan
    Andreas Maria Damian dari Paroki Katedral – Semarang.

Pengumuman I

  1. Benedictus Yanuar Adi Pranoto dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Dessy Christianita Gunawan dari Malang.
  1. Ignatius Frans Senna Oktapradisa dari lingk. St. Gabriel – Kaliwiru III
    dengan
    Yuliana Misna Rahayu dari Jrobang, Saptamarga III Barat.
  1. Bonifasius Dedy Christanto dan Theodora ALbertiene Moerland ;
    keduanya dari lingk. St. Maria Ratu Rosari – Jangli II.
  1. Yosep Cahyo Sukmanto dari lingk. St. Yusuf Maria – Karangpanas II
    dengan
    Regina Adonia Zefanie Pattikawa dari Paroki Katedral – Semarang.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Ibu Natalia Kusmiyati (58 th) – istri dari bapak Stefanus Soenardi – dari lingk. St. Fransiscus Xaverius – Kalilangse III.  Wafat tanggal 19 Agustus 2017.
  2. Bapak Stevanus Djasmani (66 th) – suami dari ibu Christiana Pasilah – dari lingk. St. Stanislaus – Gombel Lama.  Wafat tanggal 29 Agustus 2017.

Warta Paroki 13 Agustus 2017

 WARTA PAROKI
13  Agustus  2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 14 Agust. : Peringatan St. Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir
    Kamis,17 Agust. : Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
  2. Sosialisasi BKSN diadakan Hari Selasa, 15 Agustus, pukul 18.00 – 21.00 di Aula St. Athanasius. Buku dapat dipesan melalui sekretariat paroki.
  3. Ekaristi Syukur memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 72 diadakan hari Kamis, 17 Agustus, pukul 17.30. EKARISTI PAGI DITIADAKAN
  4. Timja PSE mengadakan bazaar produk-produk UKM:
    Hari / tgl   :                                                   Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul    :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl                                          : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul    :  06.00 WIB – selesai
    Tempat :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.  CP à bp. Sayogo 081.390.186.750.  Tempat terbatas.Technical meeting PSE diadakan hari Senin, 14 Agustus, pukul 19.00
    di Aula St. Athanasius. Seluruh peserta bazaar WAJIB HADIR
  5. Timja Adiyuswa mengadakan edukasi kesehatan bersama Dr. Rudi Purnomo yang akan diadakan hari Minggu, 3 September, pukul 10.00 di Aula St. Athanasius.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki. Edaran dapat diambil di loker
  6. Novena Syukur ke-6 renovasi Kapel Nazareth – Jangli diadakan hari Kamis, 18 Agustus, pukul 19.00 dipimpin oleh Rm. A. Dodit Haryono, Pr. Umat diundang untuk hadir
  7. Baptisan bayi diadakan hari Minggu, 27 Agustus, pukul 09.00
    Pembekalan orangtua dan wali baptis diadakan hari Jumat, 25 Agustus, pukul 18.00 di Ruang C
  8. Penyegaran Janji Perkawinan diadakan hari Minggu, 27 Agustus, pukul 17.30
    Para pasutri yang menikah di bulan Agustus diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  9. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning 0821.3303.5508
  10. Perkumpulan St. Maria mengadakan ceramah “Pencegahan & Pertolongan pertama Serangan Jantung & Stroke :
    Hari / tgl  :Minggu,  20 Agustus 2017
    Pukul   :  09.00 – 13.00 WIB
    Tempat :  Gedung KPP KAS Lt. 3
    Harga tiket üumum Rp 50.000,- üanggota Rp 25.000,-
  11. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl  :Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul   :  18.30 WIB
    Tempat :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp.          Misri                                             0815.7581.0002
    Bp.          Daniel                                           0819.0167.7678
    Ibu Anna  0815.8059.000
  12. Akan diadakan Camp Young Girls angkatan ke-3 :
    Tanggal :  1 – 3 September 2017
    Tempat :  Green Valley – Bandungan
    Para remaja putri berusia 13 – 17 tahun diajak bergabung.
    Info selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

 Pengumuman III

  1. Fransiska Yuliana dari lingk. RS St. Elisabeth
    dengan
    Yohanes Slamet Karyadi dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  1. Petrus Canisius Mutiara Adi Kusuma dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Zefanya Desy Ayunda Pribadi dari Jl. Sawah Besar – Semarang.
  1. Louis Ricky Hartono dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Margareta Pramesta Donna dari paroki St. Theresia – Bongsari.
  2. Yohanes Puguh Herma Sucipto dari St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan
    Angelica Natalia Bima Putri dari Paroki St. Franciscus Xaverius – Kidul Loji – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Maria Ika Maulina Rachmawati dari lingk. St. Maria Assumpta – Jangli VI
    dengan
    Christopherus Septian Dwi Hartantyo dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  2. Eleonora Fitria Mayasari dari lingk. St. Maria Assumpta – Jangli VI
    dengan
    Antonius Dwi Yuli Setiawan dari Paroki St. Petrus – Sambiroto.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

Nyanyian Pujian Maria

http://alkitab.sabda.org

Nats : Kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan” (Lukas 1:46)

Bacaan : Lukas 1:39-56

Maria merasa bingung. Ia baru saja mendengar kata-kata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Lukas 1:28). Perkataan ini tampaknya menghiburkan, tetapi mengejutkan karena diucapkan oleh malaikat.

Maria sedang dihadapkan pada berita yang paling mengagumkan, tetapi ia juga ketakutan. Dan saat malaikat mengatakan bahwa ia akan mengandung seorang bayi, ia berseru, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (ayat 34).

Ada dua fakta tentang Maria di sini, yakni bahwa ia kebingungan dan bahwa ia mempertanyakan perkataan malaikat itu. Fakta tersebut memberitahu kita bahwa ia juga seorang manusia biasa seperti kita, dengan kekuatiran yang normal.

Namun setelah mendengar perkataan malaikat itu, Maria menyebut dirinya “hamba Tuhan,” dan berkata:

“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ayat 38). Maria adalah seorang hamba yang rendah hati, saleh, dan mau melakukan kehendak Allah.

Kita dapat melihat hati Maria lebih mendalam melalui doanya yang mengesankan, yang dikenal sebagai Magnificat, nyanyian pujian Maria (ayat 46-55). Dalam nyanyian ini ia bersukacita dalam kekudusan Allah (ayat 49), rahmat-Nya (ayat 50), kuasa-Nya (ayat 51-52), kepedulian-Nya kepada mereka yang lapar (ayat 53), dan kebaikan-Nya kepada umat-Nya (ayat 54-55).

Kita dapat belajar dari Maria tentang bagaimana mempercayai Allah, di tengah kekuatiran dan ketakutan kita, dan memuji Dia atas kebesaran-Nya. Inilah inti nyanyian pujian Maria [JDB]

JALAN-JALAN ALLAH YANG TAK TERSELAMI
LAYAK MENDAPATKAN SEGALA PUJIAN KITA

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

  1. … dilahirkan oleh Perawan Maria

487 Apa yang Gereja Katolik percaya dan ajarkan tentang Maria, berakar dalam iman akan Kristus, tetapi sekaligus juga menjelaskan iman akan Kristus.

Pilihan Maria sejak Kekal

488 “Tuhan telah mengutus Putera-Nya” (Gal 4:4). Tetapi supaya menyediakan “tubuh bagi-Nya” (Ibr 10:5), menurut kehendak-Nya haruslah satu makhluk bekerja sama dalam kebebasan. Untuk tugas menjadi ibu Putera-Nya, Allah telah memilih sejak kekal seorang puteri Israel, seorang puteri Yahudi dari Nasaret di Galilea, seorang perawan, yang “bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud: nama perawan itu Maria” (Luk 1:26 27). “Adapun Bapa yang penuh belas kasihan menghendaki, supaya penjelmaan Sabda didahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dulu wanita mendatangkan maut, sekarang pun wanitalah yang mendatangkan kehidupan” (LG 56).

489 Sepanjang Perjanjian Lama panggilan Maria sudah dipersiapkan oleh perutusan wanita-wanita saleh. Kendati ketidaktaatannya, sejak awal sudah dijanjikan kepada Hawa bahwa ia akan mendapat turunan, yang akan mengalahkan yang jahat, dan akan menjadi ibu semua orang hidup. Berdasarkan janji ini, Sara mendapat seorang putera kendati usianya sudah lanjut. Bertentangan dengan harapan manusiawi, Allah memilih apa yang bodoh dan lemah bagi dunia, supaya menunjukkan bahwa ia setia pada janji-Nya: Hanna, ibu Samuel, Debora, Rut, Yudit, dan Ester, demikian pula banyak wanita yang lain lagi. Maria adalah “Yang unggul di tengah Umat Tuhan yang rendah dan miskin, yang penuh kepercayaan mendambakan serta menerima keselamatan dari-Nya. Akhirnya ketika muncullah ia, Puteri Sion yang amat mulia, sesudah pemenuhan janji lama dinanti-nantikan, genaplah masanya” (LG 55).

Dikandung tanpa Noda Dosa

490 Karena Maria dipilih menjadi bunda Penebus, “maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang sekian luhur” (LG 56). Waktu pewartaan, malaikat menyalaminya sebagai “penuh rahmat” (Luk 1:28). Supaya dapat memberikan persetujuan imannya kepada pernyataan panggilannya, ia harus dipenuhi seluruhnya oleh rahmat Allah.

491 Dalam perkembangan sejarah, Gereja menjadi sadar bahwa Maria, “dipenuhi dengan rahmat” oleh Allah (Luk 1:28), sudah ditebus sejak ia dikandung. Dan itu diakui oleh dogma “Maria Dikandung tanpa Noda Dosa”, yang diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX: … bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal” (DS 2803).

492 Bahwa Maria “sejak saat pertama ia dikandung, dikaruniai cahaya kekudusan yang istimewa” (LG 56), hanya terjadi berkat jasa Kristus: “Karena pahala Puteranya, ia ditebus secara lebih unggul” (LG 53). Lebih dari pribadi tercipta yang mana pun Bapa “memberkati dia dengan segala berkat Roh-Nya oleh persekutuan dengan Kristus di dalam surga” (Ef 1:3). Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan, supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.

493 Bapa-bapa Gereja Timur menamakan Bunda Allah “Yang suci sempurna” [panhagia]: mereka memuji dia sebagai yang “bersih dari segala noda dosa, seolah-olah dibentuk oleh Roh Kudus dan dijadikan makhluk baru” (LG 56). Karena rahmat Allah, Maria bebas dari setiap dosa pribadi selama hidupnya.

“Jadilah padaku menurut Perkataanmu …”

494 Atas pengumuman bahwa ia, oleh kuasa Roh Kudus akan melahirkan “Putera yang mahatinggi” tanpa mempunyai suami, Maria menjawab dalam “ketaatan iman” (Rm 1:5), dalam kepastian bahwa “untuk Allah tidak ada sesuatu pun yang mustahil”: “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:37 38). Dengan memberikan persetujuannya kepada Sabda Allah, Maria menjadi bunda Yesus. Dengan segenap hati, ia menerima kehendak Allah yang menyelamatkan, tanpa dihalangi satu dosa pun, dan menyerahkan diri seluruhnya sebagai abdi Tuhan kepada pribadi dan karya Puteranya. Di bawah Dia dan bersama Dia, dengan rahmat Allah yang mahakuasa, ia melayani misteri penebusan.  “Sebab, seperti dikatakan oleh santo Ireneus, `dengan taat Maria menyebabkan ke selamatan bagi dirinya maupun bagi segenap umat manusia. Maka tidak sedikitlah para Bapa zaman kuno, yang dalam pewartaan mereka dengan rela hati menyatakan bersama Ireneus: Ikatan yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria; apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh Perawan Maria karena imannya. Sambil membandingkannya dengan Hawa, mereka menyebut Maria `bunda mereka yang hidup. Sering pula mereka nyatakan: `maut melalui Hawa, hidup melalui Maria” (LG 56).

Maria Bunda Allah

495 Dalam Injil-injil Maria dinamakan “Bunda Yesus” (Yoh 2:1; 19:25). Oleh dorongan Roh Kudus, maka sebelum kelahiran Puteranya ia sudah dihormati sebagai “Bunda Tuhan Ku” (Luk 1:43). la, yang dikandungnya melalui Roh Kudus sebagai manusia dan yang dengan sesungguhnya telah menjadi Puteranya menurut daging, sungguh benar Putera Bapa yang abadi, Pribadi kedua Tritunggal Mahakudus. Gereja mengakui bahwa Maria dengan sesungguhnya Bunda Allah, [Theotokos, Yang melahirkan Allah].

“TERPUJILAH ENGKAU DI ANTARA WANITA”

HARI RAYA MARIA DIANGKAT KE SURGA

INTISARI BACAAN

  1. Perempuan yang berselubungkan matahari dengan mahkota dari 12 bintang di atas kepalanya bisa kita mengerti sebagai lambang dari Bunda Maria. ( Wahyu 11 )
  2. Pengajaran Paulus tentang akhir jaman, ketika Yesus, Anak Maria, akan menyerahkan Kerajaan kepada Bapa ( 1 Korintus 15 )
  3. Maria yang membawa Kristus dalam kandungannya, mengunjungi Elizabeth. Elizabeth berseru: “Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” ( Lukas 1 )

BAHAN REFLEKSI PRIBADI

  1. Apakah doaku hanyalah menjadi ungkapan perasaanku? Atau apakah doaku sungguh menjadi perayaan dan pengakuan akan tindakan Tuhan padaku?
  2. Maria ditampilkan sebagai orang yang percaya akan sabda Tuhan. Berapakah waktu yang kusediakan untuk mendengarkan sabda Tuhan?
  3. Apakah hidup doaku dijiwai oleh sabda Tuhan ( Doa Alkitabiah ), sebagaimana halnya doa Bunda Maria dalam injil hari ini? Atau apakah doaku hanyalah sebuah devosi aliran kata-kata tanpa henti yang tiada arti –  kering-jenuh-membosankan?
  4. Adakah aku menerima bahwa doa alkitabiah ( doa yang dijiwai oleh Kitab Suci ) adalah doa yang membawa aku ke pengalaman hidup rohani yang amat dalam, seperti dicontohkan oleh Bunda Maria?
  5. Apakah anda mengamini “Magnificat” yaitu kebahagiaan karena memberi, sukacita karena kemurahan hati dan rela kehilangan untuk menemukan makna kehidupan?