WARTA PAROKI 29-30 Juli 2017

WARTA PAROKI
29-30 Juli 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin,31 Juli:Peringatan St. Ignasius Loyola, Imam.
    Selasa,1 Agust:Peringatan St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja.
    Jum’at, 4 Agust:Peringatan St. Yohanes Maria Vianney, Imam.
  1. Ziarah timja WKRI ke Gua Maria Penadaran, Gubug – Purwodadi :
    Hari / tgl.      :  Minggu,  6 Agustus 2017
    Berangkat     :  Pukul 06.00 tepat
    Dari             :  depan gereja
    Para peserta diharap memperhatikan.
  1. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  2. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à    Agatha     0821.3871.8293
    Naning  0821.3303.5508
  1. Timja PSE akan mengadakan bazaar produk-produk UKM Paroki :
    Hari / tgl   :  Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul         :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl  : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul         :  06.00 WIB – selesai
    Tempat      :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.
    CP à bp. Sayogo 081.390.186.750 Tempat terbatas.
  1. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl  :  Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul      :  18.30 WIB
    Tempat   :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp.  Misri      0815.7581.0002
    Bp.  Daniel    0819.0167.7678
    Ibu  Anna      0815.8059.000
  1. Akan diadakan Camp Young Girls angkatan ke-3 :
    Tanggal     :  1 – 3 September 2017
    Tempat     :  Green Valley – Bandungan
    Para remaja putri berusia 13 – 17 tahun diajak bergabung.
    Info selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.
  1. Pertemuan Prodiakon bersama Rm. FX Agus Suryana Gunadi Pr. :
    Hari / tgl     :  Rabu, 2 Agustus 2017
    Pukul         :  18.30 – 21.00 WIB
    Tempat      :  Aula St Athanasius
    Tema         : Mari Merayakan Kehidupan
    Pengumuman ini berlaku sebagai undangan.
  2. Pertemuan bidang Pewartaan dan para tim kerja :
    Hari/tgl.      : Minggu, 6 Agustus 2017
    Pukul         : 10.00 WIB
    Tempat      :  Aula St. Athanasius
    Pengumuman ini berlaku sebagai undangan.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali.
  1. Angelia Rosari dengan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  2. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  3. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Fransiska Yuliana dari lingk. RS St. Elisabeth
    dengan
    Yohanes Slamet Karyadi dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  1. Petrus Canisius Mutiara Adi Kusuma dari lingk. St. Petrus Rasul – Tengger I
    dengan
    Zefanya Desy Ayunda Pribadi dari Jl. Sawah Besar – Semarang.
  2. Louis Ricky Hartono dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Margareta Pramesta Donna dari paroki St. Theresia – Bongsari.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

Pengajaran “Kerajaan Surga: Pilihan Terbaik”

diambil dari http://alkitab.sabda.org

KERAJAAN … HARTA.                          Nas : Mat 13:44-46

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara mengajarkan dua kebenaran:

  1. 1) Kerajaan Allah merupakan suatu harta yang tak ternilai harganya, yang patut diinginkan melebihi segala sesuatu.
  2. 2) Kerajaan Allah hanya dapat diperoleh dengan mengorbankan segala sesuatu yang mungkin menghalangi kita menjadi anggota Kerajaan itu. “Menjual seluruh miliknya” berarti bahwa kita harus mengalihkan segenap hati dari segala perkara lain dan memusatkan seluruh hidup kita kepada Kristus saja (Rom 12:1).

 

KERAJAAN … PUKAT.                                 Nas : Mat 13:47

Perumpamaan ini menyatakan kembali kebenaran yang telah sangat ditekankan oleh Kristus: tidak semua anggota dari kerajaan yang kelihatan merupakan anak-anak Tuhan yang sejati. Gereja-gereja dan organisasi Kristen belum tentu searti dengan umat Allah yang sejati, yaitu umat yang terdiri atas semua orang percaya yang hidup dengan iman dan kebenaran yang sejati (bd. Mat 24:11,24Gal 5:19-21;

MEMISAHKAN ORANG JAHAT DARI ORANG BENAR.

Nas : Mat 13:49

Dalam perumpamaan tentang pukat, urutan pemisahan orang jahat dari orang benar sama dengan urutan dalam perumpamaan gandum dan lalang (ayat Mat 13:30,41,43): semua yang melakukan kejahatan dikumpulkan dahulu dan baru kemudian orang benar dikumpulkan (bd. Wahy 19:11-20:4). Urutan ini dengan jelas menunjukkan bahwa pemisahan tersebut dilaksanakan pada akhir masa kesengsaraan besar (Mat 24:29-31Wahy 19:11-20:4) dan bukan pada saat pengangkatan jemaat, pada waktu orang setia dari jemaat Kristus dikumpulkan dari antara orang jahat (lih. 1Tes 4:13-18Wahy 3:10). Dalam perumpamaan ini Kristus menekankan lagi bahwa di antara umat Allah ada banyak orang yang tidak sungguh-sungguh setia kepada-Nya dan Firman-Nya.

 

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

ARTIKEL 7 * KEBAJIKAN

1803 “Jadi, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Flp 4:8). Kebajikan adalah suatu kecenderungan yang tetap dan teguh untuk melakukan yang baik. Ia memungkinkan manusia bukan hanya untuk melakukan perbuatan baik, melainkan juga untuk menghasilkan yang terbaik seturut kemampuannya.

Dengan segala kekuatan moral dan rohani, manusia yang berkebajikan berusaha untuk melakukan yang baik. Ia berusaha untuk mencapainya dan memilihnya dalam tindakannya yang konkret.

“Tujuan kehidupan yang berkebajikan ialah menjadi serupa dengan Allah” (Gregorius Nisa, beat. l).        1733, 1768

  1. Kebajikan Manusiawi

1804 Kebajikan manusiawi adalah sikap yang teguh, kecenderungan yang dapat diandalkan, kesempurnaan akal budi dan kehendak yang tetap, yang mengarahkan perbuatan kita, mengatur hawa nafsu kita dan membimbing tingkah laku kita supaya sesuai dengan akal budi dan iman. Mereka memberi kepada manusia kemudahan, kepastian dan kegembiraan untuk menjalankan kehidupan moral secara baik. Manusia yang berkebajikan melakukan yang baik dengan sukarela.

Kebajikan moral diperoleh melalui usaha manusia. Ia adalah buah dan sekaligus benih untuk perbuatan baik secara moral; ia mengarahkan seluruh kekuatan manusia kepada tujuan, supaya hidup bersatu dengan cinta ilahi.                   2500, 1827

  1. Kebajikan Pokok [Kardinal]

1805 Empat kebajikan merupakan poros kehidupan moral. Karena itu orang menamakan mereka kebajikan “kardinal” [cardo berarti poros]; semua yang lain berada di sekeliling mereka. Mereka adalah kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. “Kalau seorang mengasihi kebenaran, maka kebajikan adalah hasil jerih payah kebijaksanaan. Sebab ia mengajarkan menahan diri dan berhati-hati, keadilan dan kebenaran” (Keb 8:7). Kebajikan-kebajikan ini juga dipuji dalam banyak teks Kitab Suci dengan nama-nama yang lain.

1806 Kebijaksanaan adalah kebajikan yang membuat budi praktis rela, supaya dalam tiap situasi mengerti kebaikan yang benar dan memilih sarana yang tepat untuk mencapainya. “Orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (Ams 14:15). “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Ptr 4:7). “Kebijaksanaan ialah akal budi benar sebagai dasar untuk bertindak”, demikian santo Tomas menulis (s.th. 2-2,47,2,sc) mengikuti Aristoteles. Ia tidak mempunyai hubungan dengan rasa malu atau rasa takut, dengan lidah bercabang atau berpura-pura. Orang menamakan dia “auriga virtutum” [pengemudi kebajikan]; ia mengemudikan kebajikan lain, karena ia memberi kepada mereka peraturan dan ukuran. Kebijaksanaan langsung mengatur keputusan hati nurani. Manusia bijak menentukan dan mengatur tingkah lakunya sesuai dengan keputusan ini. Berkat kebajikan ini kita menerapkan prinsip-prinsip moral tanpa keliru atas situasi tertentu dan mengatasi keragu-raguan tentang yang baik yang harus dilakukan dan yang buruk yang harus dielakkan.

1807 Keadilan sebagai kebajikan moral adalah kehendak yang tetap dan teguh untuk memberi kepada Allah dan sesama, apa yang menjadi hak mereka. Keadilan terhadap Allah dinamakan orang “kebajikan penghormatan kepada Allah” [virtus religionis]. Keadilan terhadap manusia mengatur, supaya menghormati hak setiap orang dan membentuk dalam hubungan antar manusia, harmoni yang memajukan kejujuran terhadap pribadi-pribadi dan kesejahteraan bersama. Manusia yang adil yang sering dibicarakan Kitab Suci, menonjol karena kejujuran pikirannya dan ketepatan tingkah lakunya terhadap sesama. “Janganlah engkau membeIa orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran” (Im 19:15). “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, karma juga mempunyai tuan di surga” (Kol 4:1).

1808 Keberanian adalah kebajikan moral yang membuat tabah dalam kesulitan dan tekun dalam mengejar yang baik. Ia meneguhkan kebulatan tekad, supaya melawan godaan dan supaya mengatasi halangan-halangan dalam kehidupan moral. Kebajikan keberanian memungkinkan untuk mengalahkan ketakutan,juga ketakutan terhadap kematian dan untuk menghadapi segala percobaan dan penghambatan. Ia juga membuat orang reIa untuk mengurbankan kehidupan sendiri bagi suatu hal yang benar. “Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku” (Mzm 118:14). “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).      2848, 2473

1809 Penguasaan diri adalah kebajikan moral yang mengekang kecenderungan kepada berbagai macam kenikmatan dan yang membuat kita mempergunakan benda-benda duniawi dengan ukuran yang tepat. Ia menjamin penguasaan kehendak atas kecenderungan dan tidak membiarkan kecenderungan melampaui batas-batas yang patut dihormati. Manusia yang menguasai diri mengarahkan kehendak inderawi-nya kepada yang baik, mempertahankan kemampuan sehat untuk menilai, dan berpegang pada kata-kata: “Jangan mengikuti setiap kecenderungan walaupun engkau mampu, dan jangan engkau mengikuti hawa nafsumu” (Sir 5:2) Bdk. Sir 37:27-31.. Kebajikan penguasaan diri sering dipuji dalam Perjanjian Lama: “Jangan dikuasai oleh keinginan-keinginanmu, tetapi kuasailah segala nafsumu” (Sir 18:30). Dalam Perjanjian Baru ia dinamakan “kebijaksanaan” atau “ketenangan”. Kita harus hidup “bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Tit 2:12).

“Hidup yang baik itu tidak lain dari mencintai Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap pikiran. (Oleh penguasaan diri) orang mencintai-Nya dengan cinta sempurna, yang tidak dapat digoyahkan oleh kemalangan apa pun (karena keberanian yang hanya mematuhi Dia (karena keadilan) dan yang siaga supaya menilai semua hal, supaya jangan dikalahkan oleh kelicikan atau penipuan (inilah kebijaksanaan)” (Agustinus, mor. Eccl. 1,25,46).

III. Kebajikan dan Rahmat

1810 Kebajikan manusiawi yang diperoleh melalui pendidikan, melalui latihan, dan ketekunan dalam usaha, dimurnikan dan diangkat oleh rahmat ilahi. Dengan bantuan Allah mereka menggembleng watak dan memberi kemudahan dalam melakukan yang baik. Manusia yang berkebajikan bergembira dalam berbuat baik.

1811 Bagi manusia yang telah dilukai oleh dosa memang tidak mudah untuk mempertahankan keseimbangan moral. Keselamatan yang dikaruniakan oleh Kristus memberi kita rahmat yang dibutuhkan supaya tabah dalam mengejar kebajikan. Tiap orang harus selalu memohon rahmat terang dan kekuatan, harus mencari bantuan dalam Sakramen-sakramen, harus bekerja sama dengan Roh Kudus dan mengikuti ajakan-Nya untuk mencintai yang baik dan bersikap waspada terhadap yang jahat.

DOA MOHON KEBIJAKSANAAN            Puji Syukur 1992, No. 142

Allah yang Mahabijaksana, Engkau telah menciptakan dan menata alam ini dengan kebijaksanaan yang tak terhingga. Engkau pun telah mengajarkan kebijaksanaan sejati kepada kami, yang seringkali tidak kami pahami, karena jalan-Mu jauh berbeda dengan jalan kami, dan pikiran kami jauh berbeda dari pikiran-Mu. Berilah kami bagian dari kebijaksanaa-Mu, supaya seperti Salomo, kami lebih mencintai kebijaksanaan daripada harta dan kuasa yang akan binasa.

Terangilah hati kami dengan Roh Kebijaksanaan-Mu, supaya kami berpengamatan tajam dan luas. Jauhkanlah kami dari segala ketakutan dan kecemasan yang tak berfaedah, dan janganlah membiarkan kami menyeleweng karena pelbagai keinginan yang tidak teratur. Semoga kami selalu waspada terhadap bujuk rayu dan godaan yang menyesatkan.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebijaksanaan yang sejati, supaya kami belajar mencari Engkau di dalam segala sesuatu, dan memahami peristiwa-peristiwa hidup ini sesuai dengan tata kebijaksanaan-Mu. Berilah kami kebijaksanaan sejati, agar dengan pikiran yang jernih kami dapat memilih yang terbaik, dan melangkah di jalan yang lurus, mengikuti jejak Yesus, guru kebijaksanaan sejati. Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin

“Kerajaan Surga: Pilihan Terbaik”

Intisari Bacaan Minggu Biasa XVII A

Bagi kita orang Kristen,  hidup adalah pembatinan nilai-nilai yang terus-menerus dan berpusat pada Kehendak Allah. Pemuridan membutuhkan kebijaksanaan yang berasal dari Allah. Itulah kebijaksanaan yang tersembunyi dalam misteri dan kontradiksi SALIB. Kebijaksaan itu memampukan kita melepaskan segalanya demi mendapatkan harta yang terpendam atau mutiara yang berharga.

  1. Kemampuan untuk memimpin dengan bijak dan baik adalah anugrah yang begitu berharga. Kemampuan itu dijanjikan oleh banyak pemimpin tetapi hanya sedikit yang menjalankannya. ( Bacaan I – Raja- Raja )
  2. Percaya bahwa segalanya akan menjadi baik bukanlah sikap naif kekanak-kanakan, melainkan harapan sejati dari mereka yang mencintai Allah ( Bacaan II – Roma )
  3. Sebelum seseorang melepaskan segalanya untuk mendapatkan “mutiara yang berharga”, dia harus sungguh-sungguh berdoa untuk mengetahui “mutiara” nya itu ( Injil – Matius )

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Adakah ayat yang menyentuh hatiku? Mengapa?
  2. Dari pengalaman hidupku pribadi, apa yang aku pahami dengan harta terpendam, pedagang mutiara, pukat nelayan?
  3. Bagaimanakah pengalaman pribadi itu bisa membantuku memahami 3 perumpaan Yesus tentang Kerajaan Allah yang kita dengar pada hari ini?
  4. Adakah perbedaan antara “harta terpendam” dengan “mutiara berharga”

Sebagai murid Kristus, pesan dan misi pribadi apa yang saya terima setelah merenungkan Injil hari ini?

Warta Paroki 23 July 2017

WARTA PAROKI
23 Juli 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Selasa,   25 Juli   :  Pesta St. Yakobus, Rasul.
    Rabu,      26 Juli   :  Peringatan St. Yoakim & St. Ana, orangtua Santa Perawan Maria.
    Sabtu,     29 Juli   :  Peringatan St. Marta, Maria dan Lazarus, sahabat Tuhan.
  1. Penyegaran Janji Perkawinan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juli, pukul 17.30.
    Seluruh pasutri yang menikah di bulan Juni dan Juli diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
    Diharap hadir pukul 17.00 dan WAJIB daftar ulang di hari H pada petugas di depan gereja.
  1. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  2. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi Putra Putri Altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
  3. Timja PSE akan mengadakan bazaar produk-produk UKM Paroki :
    Hari / tgl :  Sabtu, 19 Agustus 2017
    Pukul     :  17.00 WIB – selesai dan
    Hari / tgl   : Minggu, 20 Agustus 2017
    Pukul     :  06.00 WIB – selesai
    Tempat :  halaman parkir gereja.
    Pendaftaran dengan mengisi formulir di ruang PSE setiap hari Minggu setelah misa ke-2.
    CP à bp. Sayogo 081.390.186.750
    Tempat terbatas.
  4. Dalam rangka memperingati 50 tahun Karismatik Dunia akan diadakan Konser Golden Jubilee “Veni Creator Spiritus” :
    Hari / tgl :  Kamis, 24 Agustus 2017
    Pukul     :  18.30 WIB
    Tempat :  Grand Ballroom Crown Plaza Semarang
    Undangan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
    Info lebih lanjut hubungi :
    Bp. Misri     0815.7581.0002
    Bp. Daniel   0819.0167.7678
    Ibu Anna     0815.8059.000
  5. Panitia KEP ke-5 masih menerima pendaftaran peserta.
    Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran  Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke
    – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596
  6. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678, Ekha 081325601700, Hartono 08157733300

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman II

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali.
  1. Angelia Rosari dan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  2. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo
  3. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BENIH YANG BAIK … BENIH LALANG.

Dari http://sabda.org/

Nas : Mat 13:24-25
Perumpamaan tentang gandum dan lalang ini menekankan bahwa Iblis akan menabur di samping mereka yang menaburkan Firman Allah.

“Ladang” melambangkan dunia, dan “benih yang baik” melambangkan orang percaya dalam Kerajaan Allah (ayat Mat 13:38).

1) Injil dan orang percaya yang sejati akan ditanam di seluruh dunia (ayat Mat 13:38). Iblis juga akan menanam para pengikutnya, “anak-anak si jahat” (ayat Mat 13:38), di antara umat Tuhan untuk meniadakan kebenaran Allah (ayat Mat 13:25,38-39).

2) Pekerjaan utama para pengikut Iblis di dalam Kerajaan Sorga yang kelihatan (yaitu gereja-gereja) adalah melemahkan kekuasaan Firman Allah (lih. Kej 3:4) serta memajukan ketidakbenaran dan ajaran yang palsu (bd. Kis 20:29-30; 2Tes 2:7,12).

Beberapa waktu kemudian Kristus berbicara tentang suatu usaha besar untuk menyesatkan umat-Nya, yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Kristen namun yang sesungguhnya ialah guru-guru palsu

3) Keadaan adanya para pengikut Iblis di antara umat Tuhan akan berakhir ketika Allah pada akhirnya membinasakan segala orang jahat pada akhir zaman (ayat Mat 13:38-43).

Perumpamaan lain yang menekankan keadaan campuran orang percaya dan orang tidak percaya ini, terdapat dalam Mat 22:11-14; 25:1-30; Luk 18:10-14;

BIARKANLAH KEDUANYA TUMBUH BERSAMA.

Nas : Mat 13:30
Mengenai pertumbuhan bersama para pengikut Kristus yang sejati dengan anak-anak si jahat yang menyamar sebagai orang percaya (ayat Mat 13:38; bd. 2Kor 11:13-15), ada tiga hal yang perlu diingat.

1) Sepanjang zaman Injil, kedua kelompok ini akan hidup berdampingan. Allah tidak akan memerintahkan para malaikat-Nya untuk membinasakan anak-anak si jahat ini sebelum akhir zaman (ayat Mat 13:30,38-41).

2) Perumpamaan di atas tidak bertentangan dengan petunjuk-petunjuk lain di Alkitab yang memerintahkan gereja untuk memberlakukan disiplin atas anggota jemaat yang berbuat dosa dan mengucilkan mereka yang tidak mau bertobat dan yang palsu dari persekutuan mereka. Bagaimanapun juga perlu diingat bahwa disiplin gerejani adalah pemecahan terbatas terhadap oknum-oknum yang jahat dalam kerajaan itu. Tuhan dan para malaikat-Nya akan mengadakan pemisahan yang akhir.

3) Orang percaya yang setia harus senantiasa waspada terhadap semua unsur dan oknum subversif yang ditempatkan Iblis di semua bagian dari pekerjaan Tuhan. Dalam banyak hal mereka akan kelihatan seperti anak-anak Allah yang sejati

Gandum dan Lalang

Tumbuhan yang dipakai dalam perumpamaan ini adalah “gandum”, umumnya Triticum aestivum, dan “lalang”, kemungkinan adalah Lolium temulentum. Lalang ini biasanya tumbuh di pertanahan yang sama dengan gandum dan dianggap sebagai rumput liar. Kedua tumbuhan ini sangat mirip sehingga di sejumlah tempat di dunia, lalang ini disebut sebagai “gandum palsu” (bahasa Inggris: “false wheat”; darnel).  Kemiripan kedua tumbuhan ini terutama di awal pertumbuhan dan mulai berbeda ketika bulir-bulir gandum muncul. Batang berbulir pada L. temulentum lebih kurus dari gandum. Warna gandum menjadi kecoklatan ketika ranum, sedangkan lalang menjadi berwarna hitam.

https://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan_lalang_di_antara_gandum

Catatan Nama Botani (botanical name)

Banyak yang mengira lalang adalah ilalang atau alang-alang. Namun alang-alang tidak berbiji seperti gandum.
Lalang atau dalam bahasa Inggris Tares adalah Lolium temulentum dalam nama botani nya.
Sedangkan nama botani alang-alang adalah Imperata cylindrica, yg bijinya berbulu dan diterbangkan angin

“Menjadi Gandum atau Lalang?”

Intisari Bacaan:

  1. Kebijaksaaan sejati ditemukan dalam pengampunan daripada dalam pembalasan ( Bac I – Kebijaksanaan )
  2. Doa yang mengalir deras keras keluar dari bibir, mungkin malah tidak menampakkan kerinduan hati  yang terdalam akan Allah ( Bac II – Roma )
  3. Ketika kita memberi  label  atau menilai  sesuatu  sebagai “gandum” atau “lalang”, jangan-jangan kita sedang bermain  sebagai Allah. ( Injil – Matius )

Pertanyaan untuk refleksi pribadi:

  1. Bagaimana reaksiku ketika melihat kejahatan di sekitarku? Bagaimana reaksiku ketika menyadari kejahatan dalam diriku sendiri? Reaksiku itu menunjukkan reaksi buruh-buruh pekerja ladang ataukah pemilik yang empunya ladang?
  2. Apakah tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah yang bisa aku lihat di masyarakat sekitarku dan di dalam hidupku?

3.         Gambaran Allah seperti apa yang muncul dalam bacaan Injil hari ini? Apakah gambaran Allah ini cocok dengan gambaran Allah menurutku?

Warta Paroki 16 July 2017

WARTA PAROKI
16 Juli 2017

  1. Katekese Persiapan Perkawinan akan diadakan hari Senin – Rabu, tanggal 17-19 Juli, pukul 17.30, di aula St. Athanasius.
  2. Pertemuan paguyuban ibu-ibu paroki diadakan hari Selasa, 18 Juli, pukul 16.30, di aula St. Maria. Seluruh ibu diundang untuk hadir.
  3. Baptisan bayi akan dilaksanakan hari Minggu, 23 Juli, pukul 09.00, di gereja.
    Pembekalan bagi orangtua dan wali baptis diadakan hari Jum’at, 21 Juli, pukul 18.00, di ruang C.
  4. Penyegaran Janji Perkawinan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juli, pukul 17.30.
    Seluruh pasutri yang menikah di bulan Juni dan Juli diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  5. Surat baptis dan CD Komuni Pertama dapat segera diambil di sekretariat paroki
  6. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi Putra Putri Altar, diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30,di depan Gereja.
  7. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny  081575731236,  Anna 08158059000, Ririn 081390092598, Yanti 081392142727, Mulyatno 08122868561, Hermanu 08122809915, Daniel 081901687678,                  Ekha 081325601700, Hartono 08157733300
  8. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat : mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran Rp  150.000,-.
    Pendaftaran ke à  – Stand KEP-5 di depan gereja
    – Sekretariat Paroki  (024)-8312595, 8505288
    – Dhita 085.875.895.399
    – Woro 085.640.547.596 

9. Akan diadakan Camping Rohani Katolik se – Indonesia di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang :
– siswa klas VII XII   :                                          10 – 15 Juli 2017
– mahasiswa & pekerja muda :  24 – 29 Juli 2017
CP à  Hugo 0811.2892.895  atau  Budi 0811.2805.73

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Andreas Bangun Ari Hantoro dari lingkungan Telaga Bodas
    dengan
    Hana Dasiana Marawita dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.

Pengumuman I

  1. Catarina Lovink Angel Dwi Karina dari lingk. St. Agustinus – Jatingaleh I
    dengan
    Ignatius Putu Premadi dari Paroki Tri Tunggal Mahakudus,Tuka, Badung – Bali
  2. Angelia Rosari dan  Andreas Wilasto Anggit, keduanya dari St. Yusuf – Ngesrep Barat.
  3. Hyacinta Widiyanti dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Albertus Bambang Busono dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  1. Theodora Devi Apriyana Eka Sari dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Paulus Ponijan dari Bantul – Yogyakarta.

 

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

JAM PELAYANAN SEKRETARIAT PAROKI

Per – 1  JULI  2017 

SENIN – MINGGU  (PAGI)   F   08.00 – 13.00 WIB

SENIN – JUMAT    (SORE)  F   17.00 – 19.00 WIB

SABTU & MINGGU               (SORE)      F                         18.00 – 20.00 WIB

 

 

 

Tuhan Tidak Mau Kita Menjadi Pribadi Yang Biasa-Biasa Saja Dia Mau Kita Menjadi Pribadi Yang Luar Biasa

PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN ALLAH.

Nas : Mat 13:3

Dalam pasal Mat 13:1-58 terdapat perumpamaan-perumpamaan mengenai Kerajaan Sorga, yang mengisahkan akibat pemberitaan Injil dan kondisi rohani yang akan ada di bumi ini di kalangan anggota Kerajaan Sorga yang kelihatan (yaitu gereja-gereja) hingga akhir zaman.

1) Dalam sebagian besar perumpamaan ini, Kristus mengajarkan bahwa di dalam kerajaan-Nya yang kelihatan itu akan ada baik dan jahat sepanjang zaman itu. Di antara orang-orang yang mengaku pengikut-Nya akan ada kompromi dan keduniawian yang membawa kepada kemurtadan, namun akan ada juga ketaatan dan kesetiaan yang menuntun kepada hidup kekal. Pada akhir zaman ini orang fasik akan binasa (ayat Mat 13:41,49); “pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka” (ayat Mat 13:43).

2) Kristus menceritakan perumpamaan-perumpamaan ini untuk mengingatkan murid-murid-Nya yang sejati agar jangan terkejut bila melihat kejahatan di dalam lingkungan kerajaan. Ia juga mengajar mereka bagaimana mengalahkan pengaruh dan perlawanan Iblis dan para pengikutnya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan penyerahan sepenuhnya kepada Kristus (ayat Mat 13:44,46) dan mengabdikan hidup kepada kebenaran (ayat Mat 13:43; lihat pasal Wahy 2:1-3:22 mengenai contoh-contoh dari adanya kebaikan dan kejahatan di dalam gereja-gereja Kerajaan itu).3) Perumpamaan merupakan kisah dari kehidupan sehari-hari yang menceritakan dan menggambarkan kebenaran rohani tertentu. Keunikannya ialah bahwa ia menyatakan kebenaran kepada orang yang rohani sedangkan pada saat yang bersamaan menyembunyikan kebenaran itu dari orang yang tidak percaya (ayat Mat 13:11). Perumpamaan kadang-kadang dapat menuntut orang mengambil keputusan (mis. Luk 10:30-37)

Biji Jenmanii

Jenmanii adalah tanaman yang sepintas mirip talas. Para pecinta anturium berani membelinya dengan harga mahal. Biji Jenmanii yang siap disemai, umbi, bunga, dan kecambah hasil semaian bisa dijual ratusan ribu rupiah. Bila sudah besar, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Jenmanii memang memiliki tekstur dan hijau daun yang indah. Terkesan gagah, anggun, mewah, dan memendarkan keunggulan. Tanaman ini juga memiliki daya hidup yang sangat kuat. Dan inilah rahasianya; biji Jenmanii harus ditaruh di media tanam yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik.

Terkadang kita mungkin bertanya-tanya, mengapa tidak semua benih firman yang kita terima membuat kita bertumbuh menjadi orang kristiani yang “unggul dan berkelas” seperti Jenmanii? Padahal kita sudah beribadah di gereja yang baik, mendapat pelayanan terbaik, bahkan mungkin hadir dalam setiap Kebaktian Kebangunan Rohani! Namun, rasanya kerohanian kita biasa saja. Mengapa demikian? Kita menemukan jawabannya dalam perumpamaan Yesus tentang seorang penabur. Biji yang ditaburnya tidak akan bertumbuh bila tanah yang menerimanya kering di pinggir jalan (ayat 4,19), berbatu-batu (ayat 5,6,20,21) atau penuh semak berduri (ayat 7,22). Benih itu hanya akan tumbuh pada tanah yang baik (ayat 8,23).

Tuhan ingin kita bertumbuh menjadi pribadi unggul. Mulailah dengan langkah kecil, yakni dengan menerapkan firman yang kita terima tiap-tiap hari. Kita perlu menjaga hati agar selalu siap menerima firman, memahaminya, dan benar-benar melakukannya. Dengan demikian, kita pun sungguh-sungguh berbuah bagi-Nya! -AGS

Ilustrasi:http://alkitab.sabda.org