Sabda Hidup: Senin, 24 April 2017

Fidelis drSigmaringen, Maria EufrasiaPelletier

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8. BcO Why 1:1-20

Bacaan Injil: Yoh 3:1-8

1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”3Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”4Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”5Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.6Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.7BJanganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Renungan

KITA sudah memasuki minggu paskah ke-2. Pada hari minggu didengarkan bacaan tentang bagaimana Yesus yang mengunjungi para murid yang bersembunyi di rumah karena takut pada pemuka Yahudi. Hari ini kita mendengar percakapan Yesus dan Nikodemus tentang kelahiran kembali dari Roh. Hanya mereka yang dilahirkan dari air dan Roh yang bisa masuk kerajaan Allah.

Paskah menjadi kesempatan bagi kita untuk lahir kembali. Kita lahir kembali bersama Kristus yang wafat dan telah bangkit. Kita memperbaharui janji baptis kita. Kita ikut lahir kembali bersama Kristus yang bangkit.

Kiranya paskah ini sungguh menjadi syukur bagi kita. Paskah ini menjadi masa meraih rahmat yang tak terbatas. Kita mendapat rahmat pemurnian yang menyentuh dasar hidup kita. Maka kelahiran kembali ini menguatkan kita untuk menjadi saksi-saksi kehidupan. Kita bangkit dan hidup, bukan tak berdaya dan mati.

Kontemplasi

Bayangkan kasih Tuhan melalui peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Tuhan mencintai kita tanpa batas.

Refleksi

Apa arti kelahiran baru bagimu?

Doa

Tuhan kelahiran baruku menjadi daya bagiku sebagai saksi-saksi kehidupan. Semoga aku pun mampu membangkitkan hidup sesamaku. Amin.

Perutusan

Dengan semangat kelahiran baru aku akan menjadi saksi-saksi kehidupan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

WARTA PAROKI 23 April 2017

HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI
23 April 2017

  1. Sosialisasi bahan BKL akan dilaksanakan hari Rabu, 26 April, pukul 18.30, di aula St. Athanasius. Dimohon kehadiran Ketua Lingkungan dan Pemandu.
  2. Para baptisan Paskah 2017 diharap hadir dalam pertemuan pertama Mistagogi pada hari Sabtu, 29 April, pukul 18.00, di ruang C.
  3. Kegiatan Donor Darah akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 April, pukul 09.00, di aula St. Maria. Partisipasi umat sangat diharapkan.
  4. Akan diadakan pelatihan Prodiakon pada hari Minggu, 30 April, pukul 10.00, di Wisma Chatarina, Jl.Kawi. Seluruh prodiakon di-WAJIB-kan hadir.
  5. Para OMK, misdinar dan PIR diharap mengikuti kegiatan Aksi Panggilan bersama frater-frater dari Seminari Mertoyudan pada hari Sabtu – Minggu, 29 – 30 April.
  6. Tanggal 2 Mei adalah Pesta Nama Santo Athanasius, Pelindung Paroki kita.
    Ekaristi syukur akan diadakan hari Selasa, 2 Mei, pukul 17.30 dan dilanjutkan dengan ramahtamah dan santap malam sederhana. Seluruh umat diharap hadir. Ekaristi pagi DITIADAKAN.
  7. Dalam Rangka Bulan Panggilan akan diadakan acara ”Live in” untuk para Suster, Bruder dan Frater yang akan ditempatkan di keluarga-keluarga pada hari Jum’at – Minggu, 5 – 7 Mei. Para ketua lingkungan dimohon menyiapkan keluarga yang berkenan ketempatan acara “Live in” ini.
  8. Katekese Persiapan Perkawinan akan diadakan hari Senin – Rabu, 15 – 17 Mei, pukul 17.30, di aula St. Maria. Biaya kursus Rp 100.000,-

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Veronika Mayasari Chandra Setya dari lingkungan St. Lidwina – Kesatrian V
    dengan
    Aloysius Lukas dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono – Semarang.

Pengumuman II

  1. Patrick Darmawan Aris Teguh dari Griya Bukit Mas I
    dengan        
    Theresia Maria Cristin Noviany dari Paroki St. Yoseph – Palembang.
  1. Vincentius Johny Lintin Dodi Yustisia – Sumurboto
    dengan
    Elizabeth Rona Yuannita dari Paroki Katedral.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

BERITA DUKA :

  1. Bapak Aloysius Naim Eko Suyatno (70 th) – suami dari ibu Chatarina Wartini – dari lingk. St. Ignatius – Kalilangse II. Wafat hari Minggu, 16 April 2017.

Apa itu Minggu Kerahiman Ilahi?

http://www.indocell.net

Buku Catatan Harian St Faustina memuat setidak-tidaknya empatbelas bagian di mana Tuhan kita meminta suatu “Pesta Kerahiman Ilahi” ditetapkan secara resmi dalam Gereja.

“Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku yang terdalam, dan diperteguh oleh kedalaman belas kasih-Ku yang paling lemah lembut (420)….

Adalah kehendak-Ku agar pesta ini dirayakan dengan khidmad pada hari Minggu pertama sesudah Paskah.…

 Aku menghendaki Pesta Kerahiman Ilahi menjadi tempat perlindungan dan tempat bernaung bagi segenap jiwa-jiwa, teristimewa para pendosa yang malang. Pada hari itu, lubuk belas kasih-Ku yang paling lemah-lembut akan terbuka. Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku (699)”

Tergerak oleh permenungan akan Allah sebagai Bapa yang Maharahim, maka Bapa Suci Yohanes Paulus II menghendaki agar sejak saat ditetapkannya, Minggu Paskah II secara resmi dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi oleh segenap Gereja semesta. Hal ini dimaklumkan beliau pada tanggal 30 April 2000, tepat pada hari kanonisasi St Faustina Kowalska. Lebih lanjut, Paus Yohanes Paulus II memberikan tugas kepada para imam, sebagaimana tercantum dalam Dekrit Penitensiary Apostolik 29 Juni 2002, untuk memberikan penjelasan kepada umat Katolik mengenai Minggu Kerahiman Ilahi ini.

Jumat, 21 April 2017 Hari Jumat dalam Oktaf Paskah

Jumat, 21 April 2017
Hari Jumat dalam Oktaf Paskah
“Berada dalam Gereja, Tubuh Mistik Kristus, meskipun secara implisit dan sungguh secara misterius, adalah syarat esensial untuk keselamatan.” (St. Yohanes Paulus II, Audiensi Umum 31 Mei 1995)

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (21:1-14)

“Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan.”
Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguh pun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau,” sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Ayat terakhir bacaan Injil hari ini: “Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.” (Yoh 21:14) menginspirasi meditasi ini. Para murid sempat sedih, kecewa, putus harapan, setelah kematian yesus, Guru dan harapan mereka. Mengalami dan mendengar kabar Yesus bangkit memberi harapan baru. Pengalaman akan kebangkitan Yesus ini membuat para murid berani bersaksi. Bacaan pertama memperlihatkan keberanian Petrus dan Yohanes bersaksi tentang Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati. (Kis 4:10).

Injil mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada Simon Petrus dan beberapa murid lain di tepi pantai, tempat kerja mereka sebagai nelayan. Para murid sadar: “Itu Tuhan”, setelah mereka mendapatkan ikan yang banyak, pada hari menjelang siang, padahal semalam sebelumnya mereka tidak berhasil menangkap apa-apa. Apalagi ketika mereka mendengar Yesus berkata, “Marilah dan sarapanlah”, sambil Ia mengambil roti dan memberikannya kepada mereka. Renungan bagi kita: apakah kita juga pernah mengalami “penampakan Tuhan”, menyadari kehadiran Allah, campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidup kita?  . (MP/Renungan Harian Mutiara Iman 2017)
Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Kamis, 20 April 2017

HARI KAMIS DALAM OKTAF PASKAH

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48. BcO 1Ptr 3:1-17

Bacaan Injil: Luk 24:35-48

35Lalu kedua orang itupunmenceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. 36Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” 37Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” 40Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” 42Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” 45Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Renungan

UNTUK memastikan identitas seseorang biasanya orang memakai tanda-tanda yang melekat pada orang tersebut. Salah satu tanda yang diingat teman-teman saya di SD dan SMP adalah tahi lalat di dagu kiri. Tapi sekarang jarang keliatan karena tertutup jenggot hehehe. Ada pula orang yang dikenali dari bentuk giginya. Masih banyak cara lain untuk mengenali temannya.

Yesus telah bangkit. Kala disalib tangan dan kakinya berlobang. Maka kala Ia hadir di hadapan para murid Ia menunjukkan lobang-lobang tersebut sebagai penanda diri-Nya. Mirid-murid pun percaya. Untuk menambah keyakinan mereka Ia pun meminta makanan dan memakan di depan mereka.

Kita pun juga bisa mengenali hidup beriman kita. Ada banyak tanda yang menghantar kita berjumpa dengan Yesus. Namun seringkali tanda itu tertutup kala kita lagi marah atau kecewa atau sedih. Maka cobalah untuk selalu membuka diri agar dapat melihat tanda-tanda dari Tuhan. Dengan begitu kita tidak akan gampang lari walau ada kecewa di hati.

Kontemplasi

Pejamkan matamu sejenak. Temukan tanda-tanda yang membuatmu bertahan walau ada kecewa di hatimu.

Refleksi

Apa yang membuatmu bertahan dalam iman akan Tuhan?

Doa

Tuhan kuatkanlah keyakinanku kepadamu. Semoga aku tetep percaya kepada-Mu walau ada kekecewaan, kesedihan yang melingkupiku. Amin.

Perutusan

Aku akan menemukan tanda yang meneguhkan keyakinanku pada Tuhan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Selasa, 18 April 2017

HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18. BcO 1Ptr 1:22-2:10

Bacaan Injil: Yoh 20: 11-18

11Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” 14Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” 16Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. 17Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” 18Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan

YESUS telah bangkit. Yesus yang telah bangkit itu menemu Maria yang kehilangan. Perjumpaan itu sungguh menguatkan hati Maria. Hatinya yang lunglai karena kepedihan menjadi bergairah karena bertemu deng Tuhan yang telah bangkit. Ia pun membawa kabar kebangkitan tersebut, “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya” (Yoh 20:18).

Pada saat-saat tertentu mungkin kita mengalami lesu dan tak berdaya. Semua hal yang telah kita usahakan dan harapan tampak sirna dan tak berbekas. Tidak ada lagi penopang yang menegakkan tulang kita untuk berdiri. Walau kondisi ini membawa kita pada ketidakberdayaan bahkan ketidakpercayaan namun justru pada saat seperti itu kita perlu datang dan mengandalkan Tuhan. Maria Magdalena tidak lari ke mana-mana. Ia hanya datang dan mencari Tuhan. Tuhan pun melegakan kelelahan Maria. Mari kita selalu datang kepada Tuhan.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 20:11-18. Timba daya perjumpaan dengan Tuhan.

Refleksi

Apa yang aku lakukan kala merasa tidak berdaya dan tidak punya harapan?

Doa

Tuhan semoga aku selalu merasakan daya kekuatan-Mu terutama kala harapanku hampir pupus. Amin.

Perutusan

Aku menguatkan semangat hidup dari Tuhan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Berita Paroki 16 April 2017

HARI RAYA PASKAH
16 April 2017

  1. Pertemuan paguyuban ibu-ibu Paroki bersama Drs. Paulus Mujiran, Msi dari Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) diadakan hari Selasa, 18 April, pkl. 16.30, di aula St. Athanasius. Tema :  Perlindungan Anak dan Perempuan. Semua ibu diharap hadir.
  1. Baptisan bayi dilaksanakan hari Minggu, 23 April, pukul 09.00, di Kapel. Pembekalan bagi orangtua dan wali baptis pada hari Jum’at, 21 April, pukul 18.00, bertempat di ruang C. Formulir dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan masing-masing.
  1. Para orangtua baptisan bayi bulan Maret yang lalu diharap hadir dalam pertemuan lanjutan besok hari Jum’at, 21 Aprl, pukul 18.00, di ruang sekretaris Dewan Paroki dan akan diserahkan pula surat baptisnya.
  1. Novena St. Maria Fatima ke – 3 di Seminari TOR Sanjaya diadakan pada hari Kamis, 20 April, pukul 17.30, dipimpin oleh Rm. Y. Dhani Puspantoro, Pr diawali dengan Doa Rosario.
    Tema : Santa Maria Fatima Bunda Perantaran Perdamaian Dalam Panggilan Imamat.     Umat diundang untuk hadir.
  1. Novena putaran ke – 2 di Kapel Nasaret – Jangli akan diadakan pada hari Jum’at, 21 April, pukul 19.00. Kehadiran umat sangat diharapkan.
  1. Dalam ekaristi Minggu sore, tanggal 30 April akan dilaksanakan Penyegaran Janji Nikah. Para pasangan suami – istri yang ingin memperbaharui Janji Nikah dapat mendaftarkan diri ke sekretariat paroki. Daftar ulang wajib dilakukan di hari H pada petugas, di depan gereja.
  1. Kegiatan Donor Darah akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 April, pukul 09.00, di aula    St. Athanasius.  Partisipasi umat sangat diharapkan.
  1. Akan diselenggarakan KEP ke-5 pada bulan Juli – November 2017. Syarat  à  mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran  Rp  150.000,- Pendaftaran ke :  ü  Stand KEP-5 di depan gereja  ;  sekretariat paroki  8312595, 8505288  Dhita 085.643.672.989 ; Woro 085.640.547.596
  1. Wilayah Semeru dan Kalilangse diharap segera mengambil jadwal KKS / kunjungan lingkungan, di loker.
  1. Majalah Salam Damai edisi April dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
  2. Sumbangan untuk Aksi Sosial Paskah saat ini sudah terkumpul sampai sebanyak :beras 120 pc , minyak goreng 37 pc , gula pasir  28 pc  dan  uang tunai Rp 13.114.000,-. Bantuan dapat dimasukkan dalam kotak donasi atau hubungi ibu Poerwono via SMS / WA  081.57.60.60.11.  Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan banyak terima kasih.
  1. Katekese Persiapan Perkawinan akan diadakan hari Senin, Selasa dan Rabu, 15, 16 dan 17 Mei, pukul 17.30 – 21.00, di aula St. Maria. Biaya kursus Rp 100.000,- Menyerahkan pasfoto berdampingan 4 x 6 = 1 lembar  (tidak boleh pakai kaos).
  1. Katekese Persiapan Perkawinan di Paroki Banyumanik akan diadakan hari Jum’at – Minggu, 28 – 30 April. Biaya kursus Rp 150.000,- Syarat :  pasfoto berdampingan 4 x 6 = 1 lembar, fc. Akta Kelahiran, fc. KTP.
  1. Tim IKHRAR MUPERKAS akan mengadakan Paskahan bersama Keluarga Terpanggil pada hari Minggu, 30 April, pukul 09.30 – 14.00, di GMKA. Acara :  Ekaristi dan ramahtamah. Undangan disampaikan melalui loker lingkungan. Konfirmasi kehadiran à  Br. Heribertus Irianto, FIC 081.328.839.339, Sr. Fransiana, OSF 081.575.131.623

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Fransiska Wiwik Nofiyanti dari lingk. St. Fransiskus Xaverius – Kalilangse III
    dengan                           
    Vinantius Evitria Apriyanto dari Paroki Kristus Raja Semesta Alam – Tegalrejo – Salatiga.
  1. Fransiscus Wahyu Pancasakti dari lingkungan St. Maria Fatima – Jangli I
    dengan
    Irene Septi Yustinda dari Paroki St. Petrus – Sambiroto.
  1. Paulus Gandhi Tirtoaji dari lingkungan St. Familia – Tengger II
    dengan
    Pramita Cory Widyaswara dari Jl. Sawunggaling Selatan – Banyumanik.
  1. Floribertus Hascaryantoro dari lingk. St. Domenico Savio – Gombel Permai I
    dengan
    Fransisca Ratna Dwi Pramawati dari Paroki Mater Dei – Lampersari.

Pengumuman II

  1. Veronika Mayasari Chandra Setya dari lingkungan St. Lidwina – Kesatrian V
    dengan
    Aloysius Lukas dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono – Semarang.

Pengumuman I

  1. Patrick Darmawan Aris Teguh dari lingkungan St. Stefanus – Griya Bukit Mas
    dengan
    Theresia Maria Cristin Noviany dari Paroki St. Yoseph – Palembang.
  1. Vincentius Johny Lintin Dodi Yustisia dari lingkungan Darmojuwono – Sumurboto
    dengan
    Elizabeth Rona Yuannita dari Paroki Katedral – Semarang.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki.

 BERITA DUKA :

  1. Bapak Vincentius Suripto (67 th) – suami dari ibu Maria Magdalena Mundah – dari lingkungan St. Agnes – Candi Baru I.  Wafat hari Jum’at, 24 Maret 2017.
  2. Bapak Fransiskus Xaverius Suradi (82 th) – suami dari ibu Maria Soemari – dari lingkungan  St. Maria Fatima Jangli I.  Wafat hari Rabu,  12 April 2017.

Sabda Hidup: Rabu, 12 April 2017

HARI RABU DALAM PEKAN SUCI

warna liturgi Ungu

Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25. BcO Yer 15:10-21.

Bacaan Injil: Mat 26:14-25

14Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 17Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” 18Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” 19Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 20Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 22Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” 23Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” 25Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Renungan

Beberapa minggu yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan pembunuhan di sebuah sekolah terkenal. Selidik punya selidik akhirnya ditemukan siapa pembunuhnya. Ternyata pembunuhnya adalah temannya sendiri yang baru berusia 16 tahun. Ia tega membunuh karena merasa sakit hati dengan si korban. Akibat dari tindakannya tersebut si anak diancam 15 th penjara.

Yudas, kita tidak tahu persisnya kenapa selain karena iblis yang merasukinya, tega menjual Yesus gurunya. “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”(Mat 26:15).  Ia menjual Yesus seharga 30 uang perak. Namun kala Yesus ditangkap dan dihukum Yudas merasa terhukum sendiri. Ia tidak kuasa melihat itu dan bunuh diri.

Kiranya kita perlu menepiskan diri dari semangat iri dan sakit hati. Semangat tersebut akan membelenggu dan menyiksa kita. Dia akan mendorong kita untuk melakukan tindakan di luar kontrol kita dan akan mengecewakan bahkan menghukum diri kita. Jangan biarkan diri kita dikuasai iblis.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Mat 26:14-25. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana menjaga diri agar tidak gampang sakit hati?

Doa

Tuhan jangan biarkan aku dikuasai iblis. Jauhkanlah aku dari rasa sakit hati. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga diri agar tidak sakit hati. -nasp-

Sumber :  www.sesawi.net

Sabda Hidup: Selasa, 11 April 2017

HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI

warna liturgi Ungu

Bacaan

Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38. BcO Yer 11:18-12:13

Bacaan Injil: Yoh. 13:21-33,36-38

21Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.23Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.24Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”25Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”26Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.27Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”28Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.29Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.30Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.31Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.32Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.33Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.36Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”37Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”38Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Renungan

AKHIR-AKHIR ini televisi gencar memberitakan mega korupsi E-KTP. Banyak nama disebut dalam dakwaan. Banyak pula nama yang menolak terlibat. Namun ada pula yang mengakui menerima uang. Kita pun disuguhi tanda tanya siapa yang bener melakukan tindakan korupsi dan siapa yang bersih dari korupsi. Yang jelas kita sebagai rakyat dirugikan oleh kerakusan para koruptor tersebut. Yang tidak kita ketahui dengan pasti siapa pelakunya.

Yesus mengatakan bahwa salah satu dari murid-Nya akan bertindak sebagai pengkhianat. Ia akan menjual dan menyerahkan Yesus kepada para musuh-Nya. Kata-kata Yesus ini membuat para murid bertanya-tanya siapa yang dimaksud. Yesus hanya memberi tanda. Pada saatnya orang tersebut akan terlihat.

Ada banyak hal tersembunyi dalam kehidupan kita yang memancing banyak pertanyaan. Sering tidak mudah bagi kita untuk menemukan jawabannya. Hanya pada saat tertentu ketika telah terjadi kita baru tahu jawabannya. Kiranya kita mesti bersabar untuk kehadiran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita. Tuhan akan memberikan jawaban pada waktu yang tepat.

Kontemplasi

Bayangkan suasana para murid ketika Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Refleksi

Bagaimana menyikapi pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab?

Doa

Tuhan aku percaya Engkau selalu berkenan memberikan jawaban atas pertanyaanku. Semoga aku makin dekat dan erat dalam kepercayaan pada rencana-Mu. Amin.

Perutusan

Aku akan bersandar pada rencana Tuhan atas hidupku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Warta Paroki Minggu Palma, 09 April 2017

  1. Pertemuan paguyuban ibu-ibu Paroki bersama Drs. Paulus Mujiran, Msi dari Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) diadakan hari Selasa, 18 April, pkl. 16.30, di aula St. Athanasius. Tema :  Perlindungan Anak dan Perempuan. Semua ibu diharap hadir.
  1. Baptisan bayi dilaksanakan hari Minggu, 23 April, pukul 09.00, di Kapel. Pembekalan bagi orangtua dan wali baptis pada hari Jum’at, 21 April, pukul 18.00, bertempat di ruang C. Formulir dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan masing-masing.
  1. Para orangtua baptisan bayi bulan Maret yang lalu diharap hadir dalam pertemuan lanjutan besok hari Jum’at, 21 Aprl, pukul 18.00, di ruang sekretaris Dewan Paroki dan akan diserahkan pula surat baptisnya.
  1. Dalam ekaristi Minggu sore, tanggal 30 April akan dilaksanakan Penyegaran Janji Nikah. Para pasangan suami – istri yang ingin memperbaharui Janji Nikah dapat mendaftarkan diri ke sekretariat paroki. Daftar ulang wajib dilakukan di hari H pada petugas, di depan gereja.
  1. Sumbangan untuk Aksi Sosial Paskah yang sudah terkumpul sampai saat ini : beras 112 pc , minyak goreng 32 pc , gula pasir  13 pc  dan  uang tunai Rp 12.111.000,-.  Bantuan dapat dimasukkan dalam kotak donasi atau hubungi ibu Poerwono via SMS / WA  081.57.60.60.11.  Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan banyak terima kasih.
  1. Majalah Salam Damai edisi April dapat dibeli pada petugas di depan gereja.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Antonius Haryo Nugroho dari Paroki Katedral – Semarang  dengan
    Maria Sylvia Herline Mayasari dari lingkungan St. Yusuf – Ngesrep Barat.

Pengumuman II

  1. Fransiska Wiwik Nofiyanti dari lingk. St. Fransiskus Xaverius – Kalilangse III   dengan
    Vinantius Evitria Apriyanto dari Paroki Kristus Raja Semesta Alam – Tegalrejo – Salatiga.
  1. Fransiscus Wahyu Pancasakti dari lingkungan St. Maria Fatima – Jangli I    dengan
    Irene Septi Yustinda dari Paroki St. Petrus – Sambiroto.
  1. Paulus Gandhi Tirtoaji dari lingkungan St. Familia – Tengger II dengan
    Pramita Cory Widyaswara dari Jl. Sawunggaling Selatan – Banyumanik.
  1. Floribertus Hascaryantoro dari lingk. St. Domenico Savio – Gombel Permai I    dengan
    Fransisca Ratna Dwi Pramawati dari Paroki Mater Dei – Lampersari.

Pengumuman I

  1. Veronika Mayasari Chandra Setya dari lingkungan St. Lidwina – Kesatrian V dengan
    Aloysius Lukas dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono – Semarang.

Saudara yang mengetahui halangannya, wajib segera memberitahu Romo Paroki