Warta Paroki 13 Mei 2018

 Warta Paroki
13 Mei 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 14 Mei: Pesta St. Matias, Rasul.
  2. Masa Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 akan diadakan pada:
    Hari, tanggal  : Sabtu,19 Mei 2018
    pukul              : 19.00 WIB
    tempat            : Aula St. Athanasius
    Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
    Jadwal Mistagogi 2018:
    Sabtu, 19 Mei 2018: Hidup Menggereja dan Berparoki oleh Romo Ignatius Suharyono, Pr.
    Sabtu, 19 Mei 2018: Penerimaan S. Tobat, dimulai pukul 16.00 WIB.
    Sabtu, 19 Mei 2018: Syukuran dan Penyerahan Surat Baptis jam 19.00 WIB.
  3. Doa Karismatik pada hari Rabu, 02 dan 08 Mei 2018 DITIADAKAN, dan akan diadakan lagi pada hari Rabu, 16 Mei 2018 di Aula St. Maria.
  4. Tim Kerja PSE akan mengadakan Bazar Kuliner Paguyuban UKM Paroki Karangpanas:
        Hari, tgl : Sabtu – Minggu, 12 – 13 Mei 2018
        Pukul     :  Sabtu, 12 Mei: 18.00 – selesai
    Minggu, 13 Mei: 06.00 – 12.00 WIB
        Tempat :  Halaman Gereja St. Athanasius
    Mohon kunjungan umat untuk memeriahkan Bazar.
  5. Misa Penutup Pekan KOMSOS KAS akan diselenggarakan Minggu, 13 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Vikjend.
  6. Rekoleksi Peserta Komuni Pertama dan Orang Tua akan diadakan pada:
        Hari, tgl : Minggu, 13 Mei 2018
    Pukul     : 09.00 – 14.30 WIB
    Tempat  : Peserta Komuni I: Aula SMA Don Bosko
    : Pendamping bagi orangtua calon komuni I di Aula SD Don Bosko
    Acara akan ditutup dengan misa bersama anak dan orangtua.
    Jadwal penerimaan S. Tobat bagi Peserta Komuni I dan orangtua:
    Senin, 28 Mei 2018: Kelompok Don Bosco
    Selasa, 29 Mei 2018: Kelompok Aloysius dan Bina Bangsa School
    Rabu, 30 Mei 2018: Kelompok Gereja , Kanisius , Maria Regina.
    Penerimaan S. Tobat dilaksanakan mulai pukul 17.30 WIB di gereja.
    Para orangtua diminta memberikan teladan dengan menerima S. Tobat untuk membesarkan hati putra/putri dalam Sakramen Tobat mereka yang pertama.
  7. Pertemuan Paguyuban Ibu Paroki akan diadakan pada:
        Hari, tgl : Selasa, 15 Mei 2018
    Pukul    : 16.30 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Tema    : Memasak Makanan Sehat untuk Keluarga bersama Br. Albertus Slamet,FIC
  8. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
        Hari, tgl : Senin – Rabu, 21 – 23 Mei 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Syarat :
    –  Mengisi formulir
    –  Fc. Surat baptis
    –  Foto berdampingan 4×6 satu lembar
    –  Biaya Rp 100.000,00
  9. Timja Adi Yuswa akan mengadakan Misa Syukur Hari Lansia Se-dunia (20 Mei) dan Penerimaan Sakramen Minyak Suci, pada:
        Hari, tgl : Selasa, 22 Mei  2018
    Pukul    : 09.00 – 12.00 WIB
    Tempat : Gereja St. Athanasius
        Kami mengharap kehadiran seluruh Adi Yuswa se-paroki.
  10. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari, tgl : Minggu, 27 Mei 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Syarat :
        –  Formulir dari ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –   Fc. Testimonium matrimonii (surat nikah gereja)
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 thn, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari, tgl :  Jumat, 25 Mei 2018
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat :  Ruang St. Yusup
  11. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari, tgl :  Minggu, 27 Mei 2018
    Pukul     :  17.30 WIB
        Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Mei diharap mengikutinya. Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  12. Pengembalian persembahan Bulan Januari Maret 2018 dapat diambil di sekretariat paroki.
  13. Deteksi Dini, Konseling Gratis, dan Misa Anak Berkebutuhan Khusus dilaksanakan pada:
    Hari, tgl   :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul      :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat   :  Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No. 9
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr. Pendaftaran dan informasi: Christi (0899 6676 340) dan Olga (0815 7679 694).
  14. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” pada:
    Hari, tgl :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  15. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  16. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  17. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  18. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Edmundus Edwardus Ulukyanan dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Aprilia Dwi Rahayu dari Sleman – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Angelika Grace Kimendora Gautama dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Petrus Vincensius Eric Pratama dari St. Maria Fatima – Pekanbaru.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

HIDUP DALAM KASIH

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Matias dipilih sebagai pengganti Yudas Iskariot demi pelayanan kesaksian kebangkitan Yesus. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Jika kita saling mengasihi, Allah ada di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus mengasihi para murid sehabis-habisnya. Ia berdoa bagi para murid agar mereka tetap menjadi satu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah satu. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Bagaimana cara pandang dan sikapku terhadap dunia di sekitarku saat ini?
  3. Apakah tandanya bahwa aku “bukan dari dunia” seperti yang disabdakan Yesus?
  4. Apakah aku memandang dan menyikapi situasi di dunia dengan kasih, seperti yang telah dilakukan Yesus?
  5. Apakah yang akan aku lakukan untuk menciptakan lingkungan (dunia) yang penuh kasih?

Katekismus Gereja Katolik:

1996 Kita memperoleh pembenaran berkat rahmat Allah. Rahmat adalah kemurahan hati, pertolongan sukarela. yang Allah berikan kepada kita,agar kita dapat menjawab panggilan-Nya. Sebab panggilan kita ialah menjadi anak-anak Allah (Bdk. Yoh 1:12-18), anak-anak angkat-Nya (Bdk. Rm 8:14-17), mengambil bagian dalam kodrat ilahi, (Bdk. 2 Ptr 1:34) dan dalam kehidupan abadi (Bdk. Yoh 17:3).

1997 Rahmat adalah keikutsertaan ada kehidupan Allah, ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam: melalui Pembaptisan warga Kristen mengambil bagian dalam rahmat Kristus, yang adalah Kepala Tubuh-Nya. Sebagai “anak angkat”, orang Kristen dapat menamakan Allah “Bapanya” hanya dalam persatuan dengan Putera yang tunggal. Ia menerima kehidupan Roh, yang mencurahkan kasih kepadanya dan yang membangun Gereja.

1998 Panggilan menuju kehidupan abadi ini bersifat adikodrati. Ia diterima hanya karena kebaikan Allah yang secara sukarela mendahului kita karena hanya Ia yang dapat mewahyukan Diri dan memberikan Diri. Panggilan itu melampaui kekuatan pikiran dan kehendak manusia dan segala makhluk (Bdk. 1 Kor 2:7-9).

1999 Rahmat Allah berarti bahwa Allah memberi kehidupan-Nya secara cuma-cuma kepada kita. Ia mencurahkannya ke dalam hati kita melalui Roh Kudus, untuk menyembuhkannya dari dosa dan untuk menguduskannya. Itulah rahmat pengudusan atau rahmat pengilahian, yang telah kita terima di dalam Pembaptisan. Ia merupakan asal “karya keselamatan” di dalam kita (Bdk.Yoh 4:14; 7:38-39).

2000 Rahmat pengudusan adalah satu anugerah yang tetap, satu kecondongan adikodrati yang tetap. Ia menyempurnakan jiwa, supaya memungkinkannya hidup bersama dengan Allah dan bertindak karena kasih-Nya. Orang membeda-bedakan apa yang dinamakan rahmat habitual, artinya satu kecondongan yang tetap, supaya hidup dan bertindak menurut panggilan ilahi, dari apa yang dinamakan rahmat pembantu, yakni campur tangan ilahi pada awal pertobatan atau dalam proses karya pengudusan.

2001 Persiapan manusia untuk menerima rahmat sudah merupakan karya rahmat. Rahmat itu perlu untuk menampilkan dan menopang kerja sama kita pada pembenaran melalui iman dan pada pengudusan melalui kasih. Allah menyelesaikan apa yang sudah dimulai-Nya di dalam kita, “karena Ia mulai dengan menyebabkan, bahwa kita mau; Ia menyelesaikan dengan bekerja sama dengan kehendak kita yang telah ditobatkan” (Agustinus, grat. 17).

Sharing Iman:

www.sabda.org

Bunda Teresa menulis, “Penyakit paling menakutkan itu bukan TBC atau lepra, melainkan tidak dikehendaki, tidak dicintai, dan tidak dipedulikan. Kita dapat mengobati fisik dengan obat-obatan, tetapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan hilangnya harapan adalah kasih. Banyak orang di dunia ini yang mati karena kurang makan, tetapi lebih banyak lagi yang mati karena haus kasih sayang.” Banyak orang yang tertolak oleh lingkungannya dan mereka merasa sendiri. Banyak orang putus asa karena apa yang ia harapkan tak kunjung terwujud dalam hidupnya. Ya, dunia haus akan kasih sayang dan menantikan orang-orang yang bersedia menyatakan kasih itu.

Rasul Yohanes mengatakan bahwa Allah adalah kasih dan kita banyak sekali mendapatkan limpahan kasih yang dari Allah dalam kehidupan kita. Tujuan Allah memberikan kasih itu kepada kita adalah supaya kita melanjutkan kasih tersebut bagi sesama. Bukan hanya untuk disimpan dan dinikmati bagi diri kita sendiri. Kewajiban kita adalah mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Kasih pasti menyelamatkan banyak hal dalam kehidupan. Orang menjadi merasa dihargai dan tidak kesepian karena ia tahu bahwa ia tidak sendiri lagi.

Kasih tidak akan pernah habis sewaktu kita membagikannya. Justru kasih akan semakin bertambah banyak dalam diri kita. Karena kita sudah mendapatkan kasih Allah secara cuma-cuma, demikian hendaknya kita juga berbagi kasih tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Tugas kita adalah membagikan kepada sesama kasih yang sudah tuhan berikan bagi kita.

Warta Paroki 05 Mei 2018

Warta Paroki
05 Mei 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
        Kamis,            10 Mei   :         Hari Raya Kenaikan Tuhan.
  2. Masa Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 akan diadakan pada :
    Hari/Tgl : Sabtu atau Minggu, 22 April  – 12 Mei 2018
    Pukul    : 19.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan di luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
    Jadwal Masa Mistagogi 2018
    Minggu,22 April 2018 – Kitab Suci oleh Timja Kerasulan Dan Kitab Suci
    Sabtu, 28 April 2018 – Hidup menggereja, beriman cerdas, tangguh dan misioner oleh Pawil OMK.
    Sabtu, 5 Mei 2018 – Sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat oleh Timja Pendalaman Iman.
    Sabtu, 12 Mei 2018 – Hidup menggereja dan berparoki oleh Romo Ignatius Suharyono,Pr
    Mistagogi ditutup dengan sakramen tobat, misa syukur, penyerahan Surat Baptis, CD foto dan kenang kenangan ( waktu akan diinformasikan lebih lanjut)
  3. Karismatik pada hari Rabu Tgl 02 dan 08 Mei 2018 DITIADAKAN, dan akan diadakan lagi pada hari Rabu, tanggal 15 Mei 2018 di aula St. Maria.
  4. Tim kerja PSE akan mengadakan Bazar kuliner paguyuban UKM paroki Karangpanas:
        Hari/tgl :  Sabtu – Minggu, 12 – 13 Mei 2018
        Pukul    :  Sabtu, 12 Mei pukul 18.00 – selesai
                       Minggu, 13 Mei pukul 06.00 – 12.00 WIB
        Tempat   :  Halaman parkir Gereja St. Athanasius
    Mohon kunjungan umat untuk memeriahkan Bazar.
  5. Jadwal Misa Kenaikan Isa Almasih :
        Ÿ Rabu, 9 Mei 2018 pukul 18.00
    Ÿ Kamis, 10 Mei 2018 pukul 05.30 ; 07.30 ; 17.30
        Misa pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko.    (dalam rangka Pembukaan Pekan Komsos KAS)
  6. “PEKAN KOMSOS KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
        Akan diadakan mulai tanggal 10 – 13 Mei 2018
        Gereja St. Athanasius Agung – Karangpanas sebagai Tuan Rumah.
    FMisa Pembukaan
        Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
    FMisa Penutup
    Minggu, 13 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Vikjend.
  7. Rekoleksi Calon Komuni Pertama dan Orang Tua akan diadakan pada :
        Hari/tgl  : Minggu/13 Mei 2018
        Pukul    : 08.30 WIB
        Tempat : Don Bosko
        Acara akan ditutup dengan misa.
  8. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
        Hari/tgl  : Senin – Rabu, 21 – 23 Mei 2018
        Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
        Tempat : Aula St. Athanasius
        Syarat :
        –  Mengisi formulir
        –  Fc. Surat baptis
    –  Foto berdampingan 4×6 satu lembar
    –  Biaya 100.000,-
  9. Pengembalian persembahan  Bulan Januari – Maret 2018 dapat diambil di sekretariat paroki.
  10. Akan diadakan Misa difabel (anak berkebutuhan khusus) pada :
    Hari/tgl  :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul     :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat  : Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No 9
    Tema     : Deteksi dini dan Konseling Gratis
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr.
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP Christi 08996676340 dan Olga 08157679694.
  11. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl  :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja
  12. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto    :         081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                        :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto  :  081 225 680 570
  13. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    081575731236
    Anna             08158059000
  14. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki
  15. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-I yang ingin bergabung untuk menjadi Pemazmur dg syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik dan
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Untuk pendaftaran hub: Bp Broto: 085100294738
  16. OMK mengajak kaum muda berusia 13 – 35 ( belum Menikah), untuk bergabung dalam kelompok paduan suara omk yang akan dipersiapkan untuk lomba. Kumpul perdana pada tanggal 13 Mei 2018 pukul 19.00. Cp : Cossy 085.601.136.389 dan arsika 081.311.638.863.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Edmundus Edwardus Ulukyanan dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Aprilia Dwi Rahayu dari Sleman – Yogyakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Aloysius Suharto (74 th) – Suami dari Ibu Veronika Kasiyati – dari lingk. St. Yusuf  – Ngesrep Barat.  Wafat hari Kamis, tanggal 26 April 2018.
  2. Yohannes Benediktus Mulyadi (73 th) – Suami dari Ibu Catharina Suyatmi – dari lingk. St. Rafael – Sanggung I.  Wafat hari Rabu, tanggal 25 April 2018.

ALLAH ADALAH KASIH

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Paulus menyatakan bahwa Allah mengasihi dan tidak membeda-bedakan setiap orang. Setiap orang yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Rasul Yohanes mengajak kita sebagai murid-murid Yesus untuk saling mengasihi. Kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus menghendaki agar kita senantiasa tinggal dalam kasih-Nya, yaitu dengan cara menuruti perintah-Nya. Tinggal di dalam kasih-Nya akan membawa sukacita dan buah yang (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti “kasih” menurutku?
  3. Apakah aku memiliki pengalaman “mengasihi” dan “dikasihi”?
  4. Apa tindakan konkret yang aku lakukan sebagai bentuk/ungkapan kasih-ku bagi keluarga, lingkungan/ masyarakat, dan Gereja?
  5. Apa usahaku agar dapat senantiasa tinggal dalam kasih Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik

1822 Kasih adalah kebajikan ilahi, dengannya kita mengasihi Allah di atas segala-galanya demi diri-Nya sendiri dan karena kasih kepada Allah, kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.

1823 Yesus membuat kasih menjadi suatu perintah baru Bdk. Yoh 13:43.. Karena Ia mengasihi orang-orang-Nya “sampai pada kesudahannya” (Yoh 13:1), Ia menyatakan kasih yang Ia terima dari Bapa-Nya. Melalui kasih satu sama lain para murid mencontoh kasih Yesus, yang mereka terima dari Dia. Karena itu Yesus berkata: Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu” (Yoh 15:9). Dan juga: “Inilah perintah-Ku: yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12).

1824 Sebagai buah roh dan penyempurnaan hukum, kasih mematuhi perintah-perintah Allah dan Kristus. “Tinggallah di dalam kasih-Ku! Jikalau kamu menurut perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku” (Yoh 15:9-10) Bdk. Mat 22:40; Rm 13:8-10.

1825 Kristus telah wafat karena kasih terhadap kita, ketika kita masih “musuh” (Rm 5:10). Tuhan menghendaki agar kita mengasihi musuh-musuh kita menurut teladan-Nya (Mat 5:44), menunjukkan diri kita sebagai sesama kepada orang yang terasing (Bdk. Luk 10:27-37), dan mengasihi anak-anak (Bdk. Mrk 9:37), dan kaum miskin (Bdk. Mat 25:40, 45).

Sharing Iman:

sabda.org

Sejak kecil, saya tahu Ayah sangat suka kenari hitam. Jarang-jarang ia bisa mendapatkannya, maka ketika suatu hari menemukan buah itu di tanah saya amat girang! Yang pertama terbersit di benak saya adalah segera meminta tolong Ibu untuk memecahkan kenari itu agar bisa saya makan. Namun kasih saya kepada Ayah membuat saya mengubah rencana itu. Saya menyimpannya untuk Ayah.

Malam harinya ketika ia pulang, saya memberikan kenari itu dan berkata, “Ini buat Ayah, saya sudah menyimpannya seharian khusus untuk Ayah!” Sungguh aneh bagi saya ketika melihat Ayah tidak langsung memecah dan memakannya. Saya baru memahaminya 30 tahun kemudian, setelah beliau wafat. Saya menemukan kenari itu lagi, tersimpan di sebuah tempat khusus di meja Ayah. Ibu berkata bahwa Ayah menganggap buah kenari itu sebagai bukti dalamnya kasih saya kepadanya, sehingga Ayah menyimpannya sebagai kenang-kenangan.

Tindakan-tindakan yang sepele tetapi penuh kasih semacam itu sering kali jauh lebih dihargai daripada yang kita perkirakan. Maka mari kita camkan dalam benak kita perintah Allah untuk saling mengasihi. Dengan kuasa Roh Kudus, mari kita ganti sikap mementingkan diri sendiri dengan kata-kata dan perbuatan tulus yang menunjukkan kasih kita.

Jangan menunda-nunda tindakan kasih, bahkan dalam bentuk yang paling kecil sekalipun. Percayalah, setiap tindakan kasih kita akan dihargai, dan dibalas dengan berlimpah-limpah oleh Tuhan. Tindakan kecil yang penuh kasih dapat membuat perbedaan besar. Untuk membuat perbedaan dalam hidup, tunjukkanlah kasih.

Warta Paroki 28 April 2018

WARTA PAROKI
28-29 April 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,    02 Mei:   Pesta St. Athanasius, Uskup Pujangga.
    Kamis,   03 Mei    :  Pesta St. Filipus dan Yakobus, Rasul.
  2. Peserta Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2018 dimohon kehadirannya pada:
    Hari, tgl: Minggu, 22 April-Sabtu, 12 Mei 2018
    Pukul       : 19.00 WIB
    Tempat    : Aula St. Athanasius
    Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan di luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
    Jadwal Masa Mistagogi 2018:
    Minggu, 22 April 2018 – Kitab Suci, oleh Timja Kerasulan dan Kitab Suci.
    Sabtu, 28 April 2018 – Hidup Menggereja, Beriman Cerdas, Tangguh dan Misioner oleh Pawil dan wakil OMK.
    Sabtu, 5 Mei 2018 – Sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat, oleh Timja Pendalaman Iman.
    Sabtu, 12 Mei 2018 – Hidup Menggereja dan Berparoki, oleh Rm. Ignatius Suharyono, Pr
    Mistagogi ditutup dengan sakramen tobat, misa syukur, penyerahan Surat Baptis, CD foto dan kenang kenangan (waktu akan diinformasikan)
  3. Dalam rangka Hari Pelindung Paroki, akan diadakan Misa Novena pada:
    Hari, tgl:  Selasa-Rabu, 24 April – 2 Mei 2018

    Pukul   :  18.00 WIB
         (Misa pagi/harian pukul 05.30 WIB tetap ada)
  4. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan Kursus MC/ Panatasara Jawi:
    Hari, tgl :  Senin, 30 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y. Widodo (0815 7588 6915) dan Bp. Budi Sayogo (0813 9018 6750), dimohon mengisi formulir yang telah disediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  5. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas:
    Hari, tgl    :  Minggu, 6 Mei 2018
    Pukul       :  10.00 WIB
    Tempat     :  Ruang St. Yusup
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  6. Tim kerja PSE akan mengadakan Bazar Kuliner Paguyuban UKM Paroki Karangpanas:
    Hari, tgl   :  Sabtu – Minggu, 12 – 13 Mei 2018
    Pukul       :  Sabtu, 12 Mei; 18.00 WIB-selesai
    Minggu, 13 Mei; 06.00-12.00 WIB

    Tempat    :  Area parkir Gereja St. Athanasius
    Mohon kunjungan umat untuk memeriahkan bazar.
  7. Jadwal Misa Kenaikan Isa Almasih:     Ÿ
    Rabu, 9 Mei 2018 pukul 18.00 WIB     Ÿ
    Kamis, 10 Mei 2018 pukul 05.30 ; 07.30 ; 17.30 WIB
    Misa pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.30 WIB dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (dalam rangka Pembukaan Pekan Komsos KAS).
  8. PEKAN KOMSOS KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG akan diadakan 10-13 Mei 2018. Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas sebagai Tuan Rumah.
    Agenda Kegiatan:
    Misa Pembukaan: 10 Mei 2018 pukul 07.30 WIB dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Dilanjutkan Lelang Lukisan dan Pameran Karya KOMSOS.
    Pameran Karya KOMSOS: 10-13 Mei 2018
    Aneka Lomba: Cerita Pendek, Fotografi, Film Pendek
    Workshop Musik Ilustrasi Film: 10 Mei 2018
    Temu Raya KOMSOS: 11-13 Mei 2018
    Workshop Fotografi: 12 Mei 2018
    Workshop Penulisan Naskah Film: 12 Mei 2018
    Pagelaran Seni: 12 Mei 2018
    Misa Penutup: Minggu, 13 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Vikjend dan romo KOMSOS 4 kevikepan.
    Informasi selengkapnya dapat diperoleh melalui KOMSOS Karangpanas atau pekankomsoskas18@gmail.com.
  9. Rekoleksi Calon Komuni Pertama dan Orangtua akan diadakan pada:
    Hari, tgl    :  Minggu, 13 Mei 2018
    Pukul       :  08.30 WIB
    Tempat     :  Kompleks Sekolah Don Bosko
    Acara akan ditutup dengan misa.
  10. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP):
    Hari, tgl    :  Senin – Rabu, 21 – 23 Mei 2018
    Pukul       :  17.30 – 21.00 WIB
    Tempat     :  Aula St. Athanasius
    Syarat      :
    Mengisi formulir
    Fc. Surat baptis
    Foto berdampingan 4×6 satu lembar
    Biaya 100.000,00
  11. Pengembalian persembahan Januari – Maret 2018 dapat diambil di sekretariat paroki.
  12. Deteksi Dini, Konseling Gratis, dan Misa Anak Berkebutuhan Khusus dilaksanakan pada:
    Hari, tgl:   Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul    :   15.30 -20.00 WIB
    Tempat : Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No. 9
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr. Pendaftaran dan informasi: Christi (0899 6676 340) dan Olga (0815 7679 694).
  13. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” pada:
    Hari, tgl    :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta      :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  14. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  15. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny       0815 7573 1236
    Anna         0815 8059 000
  16. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki
  17. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Untuk pendaftaran hub: Bp. Broto: 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Antonius Tatag Bramatyo dari lingk. St. Petrus Claver – Karanganyar Gunung II
    dengan 
    Bernadeta Firstiana Cristallin Putri dari Paroki St. Ignatius – Magelang.
  1. Fransiska Kid Daling Yesnat dari lingk. St. Laurensius – Jatingaleh II
    dengan 
    Florentinus Danang Suryandono dari Paroki St. Petrus – Purwosari – Surakarta.
  1. Ignatius Bagus Sulistyo dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan 
    Sesilia Diyaningtyas dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo – Semarang.

Saudara-i yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Antonius Yosef Soeprapto (65 th) – Suami dari Margareta Wastutiani (lingk. St. Monika, Gombel Permai II).  Wafat: Rabu, 11 April 2018.
  2. Lucia Wasini (81 th) (lingk. St. Fransiskus Xaverius, Kalilangse III). Wafat: Senin, 23 April 2018.

AKULAH POKOK ANGGUR DAN KAMU RANTINGNYA

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Saulus yang bertobat, dapat menjadi pewarta Injil yang hebat berkat kuasa Roh Kudus dan dukungan dari para rasul dan jemaat. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk percaya pada Yesus Kristus dan saling mengasihi secara total: melalui perkataan dan perbuatan. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingNya. Setiap orang yang tinggal di dalamNya akan berbuah melimpah. (Bacaan Injil – Yohanes)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa artinya bagiku: Yesus adalah pokok anggur dan aku adalah rantingNya?
  3. Menurutku, apa arti “tinggal” dan “berbuah”?
  4. Bagaimana kualitas hidup bersama sebagai murid-murid Yesus di lingkungan, wilayah, dan paroki-ku? Apa yang sudah baik? Apa yang masih kurang baik?
  5. Apa usahaku untuk menjadi “ranting yang subur dan berbuah melimpah” di tengah lingkungan, wilayah, paroki, dan masyarakat?

 

Katekismus Gereja Katolik

787 Sejak awal, Yesus membiarkan para murid-Nya mengambil bagian dalam kehidupan-Nya. Ia menyingkapkan bagi mereka misteri Kerajaan Allah’ dan memberikan mereka bagian dalam perutusan-Nya, dalam kegembiraan-Nya dan dalam kesengsaraan-Nya’. Yesus berbicara mengenai hubungan akrab antara Dia dan mereka, yang mengikuti Dia: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu … Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yoh 15:4-5). Dan. Ia menyatakan satu persekutuan yang penuh rahasia dan real antara tubuh-Nya dan tubuh kita: “Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yoh 6:56).

788 Ketika Ia tidak hadir lagi secara kelihatan di tengah murid-murid-Nya, Yesus tidak meninggalkan mereka sebagai yatim piatu. Ia menjanjikan, tinggal beserta mereka sampai akhir zaman,’ dan mengutus kepada mereka Roh-Nya’. Dalam arti tertentu persekutuan dengan Yesus dipererat lagi: “Sebab Ia telah mengumpulkan saudara-saudarinya dari segala bangsa, dan dengan mengurniakan Roh-Nya Ia secara gaib membentuk mereka menjadi Tubuh-Nya” (LG 7).

789 Perbandingan Gereja dengan tubuh menyoroti hubungan yang mesra antara Gereja dan Kristus. Gereja tidak hanya terkumpul di sekeliling-Nya, tetapi dipersatukan di dalam Dia, dalam Tubuh-Nya.

790 Orang beriman, yang menjawab Sabda Allah dan menjadi anggota Tubuh Kristus, dipersatukan secara erat dengan Kristus: “Dalam Tubuh itu hidup Kristus dicurahkan ke dalam umat beriman. Melalui Sakramen-sakramen mereka itu secara rahasia namun nyata dipersatukan dengan Kristus yang telah menderita dan dimuliakan” (LG 7). Itu berlaku terutama untuk Pembaptisan, yang olehnya kita dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus, dan untuk Ekaristi, yang olehnya “kita secara nyata ikut serta dalam Tubuh Tuhan; maka kita diangkat untuk bersatu dengan Dia dan bersatu antara kita” (LG 7).

791 Kesatuan Tubuh tidak menghapus perbedaan antara anggota-anggota: “Dalam pembentukan Tubuh Kristus berlaku perbedaan anggota dan tugas. Satu Roh yang membagi-bagikan anugerah-Nya yang bermacam ragam, sesuai kekayaan-Nya dan sejalan dengan kebutuhan pelayanan, demi kepentingan Gereja”. Kesatuan Tubuh Mistik menyebabkan dan mengembangkan di antara kaum beriman cinta satu sama lain: “Maka, bila ada satu anggota yang menderita, semua anggota ikut menderita; atau bila satu anggota dihormati, semua anggota ikut bergembira” (LG 7). Kesatuan Tubuh Mistik mengatasi segala pemisahan antar manusia: “Karena kamu semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Gal 3:27-28).

 

Sharing Iman:

sabda.org

Di tiap kebun anggur, seorang pengurus kebun anggur memangkas ranting-ranting pohon anggur agar menghasilkan lebih banyak buah. Dalam pengertian rohani, terkadang Bapa surgawi kita harus memperlakukan kita dengan cara yang sama, yaitu memangkas kehidupan kita. Tak hanya ranting-ranting mati yang harus dibuang, tetapi terkadang bahkan yang masih hidup dan penting pun harus dibuang agar dapat menghasilkan buah yang lebih baik dan lebat.

Berbagai macam keadaan dapat menjadi pisau pemangkas di tangan Tuan Pemilik Kebun Anggur. Pisau itu dapat berupa isyarat penolakan, perkataan tidak ramah, atau bahkan tanpa kata. Bisa jadi itu berupa rasa frustrasi karena terus-menerus hidup dalam kegaduhan dan kebingungan, menghadapi tugas sehari-hari, sehingga tidak punya kesempatan untuk menemukan tempat yang tenang untuk menyendiri. Atau mungkin saat menunggu campur tangan Allah ketika tampaknya tidak ada harapan sama sekali dan kita tidak punya teman yang bisa menolong.

Namun, pisau pemotong itu dikendalikan oleh sepasang tangan yang penuh kasih. Tuan Pemilik Kebun Anggur tahu apa yang bisa kita dapatkan dan Dia tahu bahwa kita akan menjadi lebih mengasihi, bersukacita, damai, penuh toleransi, baik hati, dapat dipercaya, lembut, percaya diri — lebih kuat dan lebih baik daripada keadaan kita sekarang ini.

Kita tidak perlu menghindari pisau itu, tetapi memercayai tangan yang memegangnya. Bapa kita di surga mempunyai satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan buah yang baik dalam diri kita.

Warta Paroki 22 April 2018

Warta Paroki
22 April 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu,  25 April  : Pesta St. Markus, Penulis Injil.Masa Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 akan diadakan pada :
  2. Hari/Tgl : Sabtu atau Minggu, 22 April  – 12 Mei 2018
    Pukul    : 19.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan di luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
    Jadwal Masa Mistagogi 2018
    Minggu,22 April 2018 – Kitab Suci oleh Timja Kerasulan Dan Kitab Suci
    Sabtu, 28 April 2018 – Hidup menggereja, beriman cerdas, tangguh dan misioner oleh Pawil OMK.
    Sabtu, 5 Mei 2018 – Sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat oleh Timja Pendalaman Iman.
    Sabtu, 12 Mei 2018 – Hidup menggereja dan berparoki oleh Romo Ignatius Suharyono,Pr
    Mistagogi ditutup dengan sakramen tobat, misa syukur, penyerahan Surat Baptis, CD foto dan kenang kenangan ( waktu akan diinformasikan lebih lanjut)
  3. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 29 April 2018
    Pukul     : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Syarat   :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Biaya Rp 30.000,-
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl  : Jum’at, 27 April 2018
    Pukul     : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusuf
  4. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl  : Minggu, 29 April 2018
    Pukul     : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Maret dan April diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  5. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan :
    Kursus MC / Panatasara Jawi :
    Hari/tgl    :  Senin, 30 April 2018
    Pukul       :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat    :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y Widodo 0815.7588.6915 dan Bp Budi Sayogo 0813.9018.6750,dimohon mengisi formulir yang telah di sediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  6. Jadwal Misa Kenaikan Isa Almasih :
    Rabu, 9 Mei 2018 pukul 18.00
    Kamis, 10 Mei 2018 pukul 05.30 ; 07.30 ; 17.30
    Misa pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko. (dalam rangka Pembukaan Pekan Komsos KAS)
  7. Dalam rangka Hari Pelindung Paroki, akan diadakan Misa Novena mulai :
    Hari/Tanggal       :  Selasa – Rabu / 24 April – 2 Mei 2018
    Pukul                  :  18.00 WIB(Misa pagi pukul 05.30 tetap ada)
  8. “PEKAN KOMSOS KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG”
    Akan diadakan mulai tanggal 10 – 13 Mei 2018
    Gereja St. Athanasius Agung – Karangpanas sebagai Tuan Rumah.
    Misa Pembukaan
    Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
    Misa Penutup
    Minggu, 13 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Vikjend.
  9. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl  : Senin – Rabu, 21 – 23 Mei 2018
    Pukul     : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat  : Aula St. Athanasius
    Syarat   :
    –  Mengisi formulir
    –  Fc. Surat baptis
    –  Foto berdampingan 4×6 satu lembar
    –  Biaya 100.000,-
  10. Pengembalian persembahan Bulan Januari – Maret 2018 dapat diambil di sekretariat paroki.
  11. Akan diadakan Misa difabel (anak berkebutuhan khusus) pada :
    Hari/tgl   :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul     :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat   : Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No 9
    Tema      : Deteksi dini dan Konseling Gratis
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr.
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP Christi 08996676340 dan Olga 08157679694.
  12. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl   :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta   :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  13. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto        :         081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih     :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                        :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto     :  081 225 680 570
  14. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny     081575731236
    Anna      08158059000
  15. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  16. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-I yang ingin bergabung   untuk menjadi Pemazmur dg syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik dan
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Untuk pendaftaran hub: Bp Broto: 085100294738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Antonius Tatag Bramatyo dari lingk. St. Petrus Claver – Karanganyar Gunung II
    dengan
    Bernadeta Firstiana Cristallin Putri dari Paroki St. Ignatius – Magelang.
  1. Fransiska Kid Daling Yesnat dari lingk. St. Laurensius – Jatingaleh II
    dengan
    Florentinus Danang Suryandono dari Paroki St. Petrus – Purwosari – Surakarta.
  1. Ignatius Bagus Sulistyo dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan
    Sesilia Diyaningtyas dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo – Semarang.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Maria Umiyati Boediono (77 th) – Istri dari Bapak Bambang Kartono alm.  – dari lingk. St. Yusuf – Ngesrep Barat.  Wafat hari Senin, tanggal 16 April 2018.
  2. Emiliana Kemi (74 th) – dari lingk. St. Theresia de Lisieux – Candi Baru. Wafat hari Sabtu, tanggal 14 April 2018.
  3. Thomas Hadi Sucahyo (74 th) – Suami dari Ibu Immaculata Paesri – dari lingk. St. Fransiskus Asisi – Tinjomoyo.  Wafat hari Jumat, tanggal 13 April 2018.

Sharing Iman : Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Panggilan Sedunia 2018

Saudari-saudara terkasih,

Pada bulan Oktober yang akan datang, Sidang Umum Biasa ke-15 dari Sinode Para Uskup akan membahas tema kaum muda dan secara khusus hubungan antara kaum muda, iman, dan panggilan. Dalam sidang itu, kita akan memiliki kesempatan untuk merenungkan lebih mendalam, di pusat hidup kita, panggilan kepada sukacita yang Allah anugerahkan kepada kita dan bagaimana panggilan ini adalah “rencana Allah bagi manusia, pria dan wanita, di sepanjang zaman” (Sinode Para Uskup, Sidang Umum Biasa XV, Kaum Muda, Iman dan Panggilan, Pengantar).

Hari Doa Panggilan Sedunia ke-55 kembali memaklumkan kabar baik ini kepada kita. Kita tidak muncul begitu saja secara kebetulan atau merupakan bagian dari serangkaian peristiwa yang tidak saling terkait; namun sebaliknya, hidup dan kehadiran kita di dunia ini merupakan buah panggilan ilahi!

Bahkan di tengah masa-masa yang sulit ini, misteri Inkarnasi mengingatkan kita bahwa Allah terus-menerus datang menjumpai kita. Ia adalah “Allah-beserta-kita”, yang berjalan mengiringi langkah-langkah hidup kita yang sering kotor berdebu. Ia tahu betapa kita merindukan cinta dan bahagia. Ia memanggil kita kepada sukacita. Dalam keragaman dan keunikan setiap panggilan, baik yang personal maupun eklesial, ada kebutuhan untuk mendengarkan, menegaskan dan menghidupi Sabda yang memanggil kita, yang memampukan kita untuk mengembangkan bakat-bakat, dan menjadikan kita sarana-sarana keselamatan di dunia serta membimbing kita kepada kebahagiaan sejati.

Tiga aspek ini – mendengarkan, menegaskan, dan menghidupi – juga sudah ada pada awal misi Yesus sendiri, ketika, setelah hari-hari doa dan pergumulan di padang gurun, Ia mengunjungi sinagoga-Nya Nazaret. Di sana, Ia mendengarkan Sabda, menegaskan isi misi yang dipercayakan pada-Nya oleh Bapa, dan mewartakan bahwa Ia datang menyempurnakannya “hari ini” (Luk 4:16-21).

Mendengarkan

Panggilan Tuhan – sejak permulaan – tidak sejelas seperti apa yang kita dengar, lihat atau sentuh dalam pengalaman kita sehari-hari. Allah datang diam-diam tanpa suara, tanpa memaksakan kebebasan kita. Dengan demikian bisa terjadi bahwa panggilan-Nya tenggelam oleh banyaknya kecemasan dan kekhawatiran yang memenuhi pikiran dan hati kita.

Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana mendengarkan sabda dan kisah hidup-Nya dengan baik, tetapi juga memperhatikan detail-detail hidup kita sehari-hari, belajar melihat berbagai hal dengan mata iman, dan terbuka pada kejutan-kejutan Roh.

Kita tidak akan pernah menemukan panggilan khusus dan personal yang Tuhan sampaikan dalam budi kita jika kita tetap terkungkung dalam diri kita sendiri, dengan melakukan segala sesuatu secara biasa, dan dengan sikap apatis seperti orang-orang yang menghabiskan hidup di dunia kecil mereka sendiri. Kita akan kehilangan kesempatan bermimpi besar dan memainkan peran kita dalam kisah unik dan orisinal yang ingin Tuhan tuliskan bersama kita.

Yesus juga dipanggil dan diutus. Itulah mengapa Ia masuk ke ruang batin-Nya sendiri dalam keheningan. Ia mendengarkan dan membaca Sabda di sinagoga, kemudian dengan terang dan kekuatan Roh Kudus, Ia menyatakan artinya, dengan merujuk pada diri pribadi-Nya sendiri dan sejarah umat Israel.

Sekarang ini, mendengarkan menjadi semakin sulit, kita seperti terbenam di tengah-tengah masyarakat yang bising, yang dipenuhi dan dibanjiri oleh berbagai informasi. Kebisingan yang terjadi di kota-kota dan lingkungan sekitar kita sering disertai oleh dispersi dan kebingungan batin kita sendiri. Hal ini menghambat kita untuk berhenti sejenak, berkontemplasi, dengan tenang merenungkan peristiwa-peristiwa hidup kita, dan dengan mantab menjalankan pekerjaan kita dalam rencana kasih Allah, serta membuat penegasan diri yang berbuah melimpah.

Tetapi, seperti kita ketahui, Kerajaan Allah datang dengan diam-diam tanpa menarik perhatian (bdk. Luk 17:21), dan kita hanya dapat mengenali benih-benihnya ketika, seperti nabi Elia, kita masuk ke ruang batin kita dan terbuka terhadap desiran angin sepoi-sepoi ilahi yang tak terlihat (bdk. 1Raj 19:11-13).

 

Penegasan Roh

Ketika Yesus membaca kutipan nabi Yesaya di sinagoga Nazareth, Ia menegaskan isi perutusan yang dipercayakan kepada-Nya dan menyatakannya kepada mereka yang menanti kedatangan Mesias: “Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Ia telah mengutus Aku mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk mewartakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19).

Dengan cara yang sama, kita masing-masing dapat menemukan panggilan kita sendiri hanya melalui penegasan roh. Penegasan roh merupakan “sebuah proses yang dilalui seseorang untuk membuat pilihan-pilihan dasar, dalam dialog dengan Tuhan dan sambil mendengarkan suara Roh, mulai dengan pilihan status hidupnya” (Sinode Para Uskup, Sidang Umum Biasa XV, Kaum Muda, Iman dan Penegasan Panggilan, II, 2).

Demikian kita menemukan bahwa panggilan Kristiani selalu memiliki dimensi kenabian. Kitab Suci menceritakan kepada kita bahwa para nabi diutus kepada umat yang berada dalam kondisi kekurangan material serta krisis spiritual dan moral, untuk menyampaikan pesan pertobatan, pengharapan dan penghiburan atas nama Allah. Seperti angin puyuh, nabi mengusik kemapanan hati nurani yang telah melupakan firman Tuhan. Dia melihat berbagai peristiwa dalam terang janji Tuhan dan memampukan umat untuk melihat tanda-tanda cahaya fajar di tengah bayang-bayang sejarah yang gelap.

Hari ini juga, kita sangat memerlukan penegasan roh dan nubuat. Kita harus menahan godaan ideologi dan negativitas, dalam hubungan kita dengan Tuhan, tempat, sarana dan situasi yang dengannya Ia memanggil kita. Setiap orang Kristiani hendaknya tumbuh dalam kemampuan “membaca kedalaman” hidupnya, dan memahami di mana dan untuk apa dia dipanggil Tuhan, untuk menjalankan misi-Nya.

Menghidupi

Akhirnya, Yesus mewartakan kebaruan masa sekarang, yang akan menumbuhkan dan menguatkan hati banyak orang. Kepenuhan waktu telah datang. Dialah Mesias yang dinubuatkan nabi Yesaya dan diurapi untuk membebaskan para tawanan, menyembuhkan yang buta dan mewartakan belas kasih Tuhan kepada setiap ciptaan. Sungguh, Yesus menyatakan bahwa “hari ini Kitab Suci telah terpenuhi saat kamu mendengarkannya” (Luk 4:21).

 

Sukacita Injil, yang membuat kita terbuka menjumpai Tuhan dan saudara-saudari kita, tidak membiarkan kelambanan dan kemalasan kita. Sukacita Injil tidak akan mengisi hati kita jika kita terus berdiri termangu saja dengan alasan menunggu saat yang tepat, tanpa keberanian menerima bahwa hari ini juga terdapat risiko membuat keputusan. Panggilan itu saat ini! Perutusan Kristiani itu sekarang! Kita masing-masing dipanggil – entah hidup awam dalam perkawinan, hidup imamat dalam pelayanan tertahbis, maupun hidup membiara – untuk menjadi saksi Tuhan, di sini dan sekarang.

“Hari ini” yang Yesus maklumkan meyakinkan kita bahwa Allah terus “datang” menyelamatkan keluarga umat manusia dan membuat kita berpartisipasi dalam misi-Nya. Tuhan terus memanggil setiap orang untuk hidup bersama-Nya dan mengikuti-Nya dalam jalinan relasi yang mendalam. Dia terus memanggil setiap orang untuk melayani-Nya secara langsung. Jika Dia membuat kita menyadari bahwa Dia sedang memanggil kita untuk menguduskan diri seutuhnya bagi Kerajaan-Nya, janganlah takut! Ini indah – dan merupakan suatu rahmat besar – dikuduskan sepenuhnya dan selamanya bagi Allah dan pelayanan saudara-saudari kita.

Hari ini Tuhan terus memanggil kita mengikuti Dia. Kita jangan menunggu menjadi sempurna untuk menjawab “ya” dengan ikhlas hati, atau jangan takut akan keterbatasan-keterbatasan dan dosa-dosa kita, tetapi mari buka hati kita bagi panggilan Tuhan. Untuk mendengarkan panggilan itu, untuk mencerna perutusan pribadi kita dalam Gereja dan dunia, serta pada akhirnya untuk menghidupinya pada hari ini yang Allah anugerahkan kepada kita.

Semoga Maria yang paling suci, yang sebagai perempuan muda yang hidup dalam kegelapannya mendengar, menerima dan mengalami Sabda Allah menjadi daging, selalu melindungi dan menyertai kita di sepanjang perjalanan kita.

Vatikan, 3 Desember 2017Minggu Pertama Adven

Paus Fransiskus

YESUS: GEMBALA YANG BAIK

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus, batu yang dibuang oleh tukang bangunan tetapi menjadi batu penjuru. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Karena begitu besar kasih Allah kepada kita, kita diangkat menjadi anak-anak Allah. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah Gembala yang baik. Ia memberikan nyawa-Nya bagi kita, domba-domba-Nya. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Menurutku, apa arti “gembala yang baik”?
  3. Ada saat aku dipanggil dan diutus menjadi “gembala” dan ada saat aku menjadi “domba”. Dalam hal/situasi apa?
  4. Apa yang telah dan akan aku lakukan untuk mendukung para gembala umat?
  5. Apa usahaku untuk menumbuhkan benih panggilan khusus sebagai imam, suster, dan bruder di paroki ini?

Katekismus Gereja Katolik

931 Orang berbakti kepada Allah, yang sudah menjadi milik Allah melalui Pembaptisan, menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, yang ia kasihi di atas segala sesuatu. Dengan demikian ia dibaktikan secara lebih dalam kepada pelayanan Allah dan ditentukan untuk kesejahteraan Gereja. Oleh status pembaktian kepada Allah, Gereja memberi kesaksian tentang Kristus dan menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja di dalamnya secara mengagumkan. Mereka, yang mengikrarkan nasihat-nasihat Injil, pertama-tama mempunyai tugas supaya hidup sesuai dengan kebaktiannya. Tetapi “justru karena… membaktikan diri kepada pelayanan Gereja dengan pengudusan dirinya itu, [mereka] berkewajiban untuk berkarya secara khusus dalam kegiatan misioner, dengan cara yang khas bagi lembaga mereka sendiri” (KHK Kan. 783; Bdk. RM 69).

932 Di dalam Gereja yang bagaikan Sakramen, artinya tanda dan sarana kehidupan Allah, hidup bakti itu merupakan satu tanda khusus dari misteri penebusan. Mengikuti Kristus secara “lebih dekat lagi” dan mencontohi Dia, mewartakan penghampaan dirinya dengan “lebih jelas”, berarti di dalam hati Kristus berada lebih dekat pada orang-orang semasanya. Karena, mereka yang berada di jalan Yang lebih “sempit” ini menyemangati saudara-saudarinya melalui teladannya dan memberi “kesaksian yang cemerlang dan luhur bahwa dunia tidak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah tanpa semangat Sabda Bahagia” (LG 31).

933 Apakah kesaksian ini diberikan secara publik (seperti dalam hidup membiara), secara privat atau tersembunyi – untuk semua orang yang mengabdikan diri, kedatangan Kristuslah asal dan petunjuk kehidupan mereka. “Umat Allah tidak mempunyai kediaman tetap di sini, tetapi mencari kediaman yang akan datang. Maka status religius, yang lebih membebaskan para anggotanya dari keprihatinan-keprihatinan duniawi, juga lebih jelas memperlihatkan kepada semua orang beriman harta surgawi yang sudah hadir di dunia ini, memberi kesaksian akan hidup baru dan kekal yang diperoleh berkat penebusan Kristus, dan mewartakan kebangkitan yang akan datang serta kemuliaan Kerajaan Surgawi” (LG 44).

934 “Oleh penetapan ilahi, di antara orang-orang beriman kristiani dalam Gereja ada pelayan-pelayan rohani, yang dalam hukum juga disebut klerus; sedangkan yang lainnya disebut awam. Dari kedua belah pihak ada orang-orang beriman kristiani yang dengan mengikrarkan nasihat-nasihat Injili… dibaktikan kepada Allah dan bermanfaat bagi misi keselamatan Gereja” (KHK Kan. 207§1.2).

935 Untuk pewartaan iman dan pembangunan Kerajaan-Nya Kristus mengutus para Rasul-Nya dan para pengganti mereka. Ia mengikut-sertakan mereka dalam perutusan-Nya. Mereka menerima dari-Nya wewenang untuk bertindak atas nama pribadi-Nya.

936 Tuhan telah menetapkan santo Petrus sebagai dasar Gereja-Nya dan telah memberikan kepadanya kunci-kunci Gereja. Uskup Gereja Roma, pengganti santo Petrus, adalah “kepala dewan Uskup, wakil Kristus dan gembala Gereja universal” (KHK Kan. 331).

937 Paus “atas penetapan ilahi mempunyai kekuasaan tertinggi, sepenuhnya, langsung dan universal atas reksa jiwa-jiwa ” (CD 2).

938 Para Uskup yang ditetapkan oleh Roh Kudus adalah pengganti-pengganti para Rasul. Mereka adalah “asas yang kelihatan dan dasar kesatuan dalam Gereja-gereja lokalnya” (LG 23).

939 Para Uskup mempunyai tugas mengajarkan iman secara murni, merayakan kebaktian, terutama Ekaristi, dan membimbing Gereja mereka sebagai gembala yang benar Dalam pada itu mereka dibantu oleh rekan kerjanya, para imam, dan oleh para diakon. Yang termasuk juga dalam tugas mereka ialah pemeliharaan Gereja-gereja bersama dan di bawah Paus.

940 “Karena ciri khas status hidup awam yakni: hidup di tengah masyarakat dan urusan-urusan duniawi, maka mereka dipanggil oleh Allah, untuk dijiwai semangat kristiani, ibarat ragi, menunaikan kerasulan mereka di dunia ” (AA 2).

941 Para awam ikut serta dalam imamat Kristus. Semakin kuat dipersatukan dengan Dia, mereka mengembangkan rahmat Pembaptisan dan Penguatan dalam segala bidang kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan gerejani, dan dengan demikian melaksanakan panggilan kepada kekudusan yang disampaikan kepada semua orang yang telah dibaptis.

942 Berkat perutusannya sebagai nabi, para awam “dipanggil juga untuk dalam segalanya menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat manusia” (GS 43, 4).

943 Berkat perutusannya sebagai raja, para awam menerima kekuasaan, agar dengan penyangkalan diri dan kehidupan yang kudus, mengalahkan kerajaan dosa dalam dirinya sendiri dan dalam dunia Bdk. LG 36.

944 Ciri khas kehidupan yang dibaktikan kepada Allah ialah ikrar publik dari nasihat-nasihat Injil, kemiskinan, kemurnian dan ketaatan dalam status kehidupan tetap yang telah diakui oleh Gereja.

945 Orang beriman diserahkan kepada Allah yang dikasihinya di atas segala-galanya; sudah sejak Pembaptisan ia telah ditentukan untuk Allah. Dalam status kehidupan yang dibaktikan ini ia ditahbiskan lebih khusus lagi untuk pelayanan Allah dan kesejahteraan seluruh Gereja.

YESUS KRISTUS: PENGGENAPAN JANJI KESELAMATAN ALLAH

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Di hadapan orang-orang Yahudi, Petrus bersaksi bahwa Allah telah menggenapi janji keselamatan-Nya dengan mengutus Mesias yang menderita dan ia mengajak mereka untuk bertobat. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Yesus Kristus adalah pengantara manusia dengan Allah, pendamaian untuk segala dosa manusia. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua yang ada tertulis tentang Mesias dalam Kitab Suci. (Bacaan Injil – Lukas)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji keselamatan Allah sesuai yang dinyatakan dalam Kitab Suci?
  3. Apakah selama ini aku telah meluangkan cukup waktu untuk membaca dan memahami isi Kitab Suci?
  4. Apa perasaan dan pikiran yang muncul saat membaca dan merenungkan Kitab Suci?
  5. Apakah aku berjumpa dengan Tuhan di dalam Kitab Suci?

Katekismus Gereja Katolik

104 Di dalam Kitab Suci, Gereja selalu mendapatkan makanannya dan kekuatannya karena di dalamnya ia tidak hanya menerima kata-kata manusiawi, tetapi apa yang sebenarnya Kitab Suci itu: Sabda Allah. “Karena di dalam kitab-kitab suci Bapa yang ada di surga penuh cinta kasih menjumpai para putera-Nya, dan berwawancara dengan mereka” (Dei Verbum/DV 21).

105 Allah adalah penyebab (auctor) Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”. “Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (DV 11).

106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis (auclor) Kitab Suci. “Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka – semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh” (DV 11).

107 Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. “Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (DV 11).

108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup” (Bernard, hom. miss. 4, 11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Alkitab” (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.

Sharing Iman:                                   sabda.org

Banyak orang rela masuk sekolah teologi agar bisa mengerti Alkitab secara detail. Dengan hati yang haus, mereka membekali diri, mulai dari menyelidiki Alkitab menurut bahasa aslinya sampai mempelajari sejarah Gereja. Saya sendiri mengambil studi teologi dan senang menggali Alkitab. Ketika menemukan pesan suatu teks, rasanya seperti menemukan mutiara kehidupan. Itu semua hasil pertolongan Roh Kudus, yang membuka pikiran dan memberikan pencerahan.

Penampakan Yesus pasca-kebangkitan, tampaknya tidak membuat para murid langsung percaya. Mereka terkejut, takut, dan malah menyangka melihat hantu (Luk 24:37). Sampai Yesus sendiri menegaskan kehadiran-Nya dengan menunjukkan tangan dan kaki yang berlubang paku (ay. 38-40). Sekejap Yesus pun mengalihkan momen kebingungan itu dengan menanyakan kepada mereka, apakah ada makanan atau tidak (ay. 41-43). Sambil makan, Yesus menjelaskan pada mereka tentang kebenaran Kitab Suci (ay. 44) dan, agar mereka paham, Dia membukakan pikiran mereka (ay. 45), memampukan mereka memahami berita pertobatan dan pengampunan dosa (ay. 47). Tanpa pencerahan tersebut, Kitab Suci pastilah akan menjadi aksara biasa belaka bagi mereka.

Kitab Suci banyak berisi maksud Allah yang sulit dicerna oleh logika kita. Saat merenungkan firman-Nya, kita dapat berdoa memohon Tuhan memberikan pengertian. Kiranya firman yang kita renungkan mengarahkan kita kepada maksud Tuhan yang sebenarnya sehingga kita tidak salah langkah. Mintalah pertolongan-Nya untuk membuka pikiran kita yang terbatas.

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Di hadapan orang-orang Yahudi, Petrus bersaksi bahwa Allah telah menggenapi janji keselamatan-Nya dengan mengutus Mesias yang menderita dan ia mengajak mereka untuk bertobat. (Bacaan I – Kisah Para Rasul)
  2. Yesus Kristus adalah pengantara manusia dengan Allah, pendamaian untuk segala dosa manusia. (Bacaan II – Surat Pertama Rasul Yohanes)
  3. Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua yang ada tertulis tentang Mesias dalam Kitab Suci. (Bacaan Injil – Lukas)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan janji keselamatan Allah sesuai yang dinyatakan dalam Kitab Suci?
  3. Apakah selama ini aku telah meluangkan cukup waktu untuk membaca dan memahami isi Kitab Suci?
  4. Apa perasaan dan pikiran yang muncul saat membaca dan merenungkan Kitab Suci?
  5. Apakah aku berjumpa dengan Tuhan di dalam Kitab Suci?

Katekismus Gereja Katolik

104 Di dalam Kitab Suci, Gereja selalu mendapatkan makanannya dan kekuatannya karena di dalamnya ia tidak hanya menerima kata-kata manusiawi, tetapi apa yang sebenarnya Kitab Suci itu: Sabda Allah. “Karena di dalam kitab-kitab suci Bapa yang ada di surga penuh cinta kasih menjumpai para putera-Nya, dan berwawancara dengan mereka” (Dei Verbum/DV 21).

105 Allah adalah penyebab (auctor) Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”. “Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (DV 11).

106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis (auclor) Kitab Suci. “Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka – semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh” (DV 11).

107 Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. “Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (DV 11).

108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup” (Bernard, hom. miss. 4, 11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Alkitab” (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.

Sharing Iman:                                   sabda.org

Banyak orang rela masuk sekolah teologi agar bisa mengerti Alkitab secara detail. Dengan hati yang haus, mereka membekali diri, mulai dari menyelidiki Alkitab menurut bahasa aslinya sampai mempelajari sejarah Gereja. Saya sendiri mengambil studi teologi dan senang menggali Alkitab. Ketika menemukan pesan suatu teks, rasanya seperti menemukan mutiara kehidupan. Itu semua hasil pertolongan Roh Kudus, yang membuka pikiran dan memberikan pencerahan.

Penampakan Yesus pasca-kebangkitan, tampaknya tidak membuat para murid langsung percaya. Mereka terkejut, takut, dan malah menyangka melihat hantu (Luk 24:37). Sampai Yesus sendiri menegaskan kehadiran-Nya dengan menunjukkan tangan dan kaki yang berlubang paku (ay. 38-40). Sekejap Yesus pun mengalihkan momen kebingungan itu dengan menanyakan kepada mereka, apakah ada makanan atau tidak (ay. 41-43). Sambil makan, Yesus menjelaskan pada mereka tentang kebenaran Kitab Suci (ay. 44) dan, agar mereka paham, Dia membukakan pikiran mereka (ay. 45), memampukan mereka memahami berita pertobatan dan pengampunan dosa (ay. 47). Tanpa pencerahan tersebut, Kitab Suci pastilah akan menjadi aksara biasa belaka bagi mereka.

Kitab Suci banyak berisi maksud Allah yang sulit dicerna oleh logika kita. Saat merenungkan firman-Nya, kita dapat berdoa memohon Tuhan memberikan pengertian. Kiranya firman yang kita renungkan mengarahkan kita kepada maksud Tuhan yang sebenarnya sehingga kita tidak salah langkah. Mintalah pertolongan-Nya untuk membuka pikiran kita yang terbatas.