Warta Paroki 10 Desember 2017

Warta Paroki
10 November 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Rabu, 13 Des. :  Peringatan St. Lusia , Perawan dan Martir.
    Kamis,14 Des. :  Peringatan St. Yohanes dari Salib , Imam dan Pujangga Gereja.
  2. Pendaftaran Komuni Pertama 2018 mulai 02 – 24 Desember 2017. Pendaftaran melalui sekretariat paroki:
    Syarat :
    –  Sudah kelas 4 SD / usia 10 tahun
    –  Sudah di baptis
    –  Surat baptis asli
    –  Fc. Surat nikah orang tua
    –  Formulir dari ketua lingkungan
    –  Apabila pembekalan sudah dilaksanakan 2 kali, tidak diterima lagi peserta susulan
  3. Penerimaan Sakramen Tobat di gereja paroki akan dilaksanakan hari Kamis & Jumat 14 & 15 Desember pukul 17.00. dan akan dilayani oleh 9 orang imam.
  4. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 31 Desember 2017
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl : Jum’at, 29 Desember 2017
    Pukul    : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusup
  5. Dalam rangka Galang Dana Hari Anak Misioner, PIA Karangpanas akan menjual kalander 2018 seharga Rp. 30.000,- di stand PIA depan gereja, Mohon partisipasi umat.
    CP : Mega :  089.677.298.768
  6. Majalah SalamDamai Edisi Desember sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.
  7. KB, TK – SD Pangudi Luhur Don Bosko menerima pendaftaran siswa baru
    KB – TK (024) 8502973
    SD (024) 8319196

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Andreas Agus Susilo dari lingk. St. Maria Fatima – Jangli I
    dengan
    Bernadette Iveline Moerland dari Lingk. St. Maria Goretti – Jangli III.
  1. Anjar Pernama Sidiq dari Tinjomoyo – Semarang
    dengan
    Maria Lourdes Andiane Ann Sugesti dari Lingk. St. Anna Maria – Ksatrian IV.

Pengumuman II

  1. Fransiskus Xaverius Agus Eko Anselino Lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan
    Arum Damayanti Susanda dari Candi – Kab. Semarang.
  1. Herman Yosep Ujang Kurniawan dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat
    dengan
    Anastasia Krisma Cahyani dari Lingk. St. Maria Fatima – Jangli I.

Pengumuman I

  1. Marcilla Agnes Vaninta Rinditia Lingk. St. Fabianus – Karangrejo Selatan II
    dengan
    Lukas Natalis Maturbongs dari Paroki Kristus Raja – Katedral – Sorong.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Martinus Soemakir (79 th) – suami dari ibu maria Soetijaspoerwati
    – dari lingk. St. Maria Mater Dei – Jangli IV.
    Wafat hari Rabu , tanggal 14 November 2017.

SIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah itu setia. Ia menggenapi janji yang telah disampaikannya kepada umat-Nya (Bacaan I – Yesaya)
  2. Di masa penantian kedatangan Allah, jemaat perlu selalu mengusahakan hidup suci dan saleh (Bacaan II – 2 Petrus)
  3. Pertobatan adalah sikap dan tindakan yang paling tepat dalam menyambut kedatangan Tuhan. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Tuhan itu setia serta hadir dan berkarya dalam hidupku?
  3. Apa yang akan aku lakukan secara lebih sungguh-sungguh sebagai bentuk persiapan menyambut kedatangan Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik

522 Kedatangan Putera Allah ke dunia adalah satu kejadian yang sekian dahsyat, sehingga Allah hendak mempersiapkannya selama berabad abad. Semua ritus dan kurban, bentuk dan lambang “perjanjian pertama” (Ibr 9:15) diarahkan-Nya kepada Yesus; Ia memberitahukan kedatangan-Nya melalui mulut para nabi, yang susul-menyusul di Israel. Sementara itu Ia menggerakkan dalam hati kaum kafir satu pengertian yang samar-samar mengenai kedatangan ini.
523 Yohanes Pembaptis adalah perintis Tuhan yang langsung; ia diutus untuk menyiapkan jalan bagi-Nya. Sebagai “nabi Allah yang mahatinggi” (Luk 1:76) Ia menonjol di antara semua nabi. Ia adalah yang terakhir dari mereka dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan. Ia sudah bersorak gembira dalam rahim ibunya mengenai kedatangan Kristus dan mendapat kegembiraannya sebagai “sahabat mempelai” (Yoh 3:29), yang ia lukiskan sebagai “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Ia mendahului Yesus “dalam roh dan kuasa Elia” (Luk 1:17) dan memberikan kesaksian untuk Dia melalui khotbahnya, pembaptisan pertobatan, dan akhirnya melalui mati syahidnya.
524 Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua. Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: “la harus makin besar dan aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).

Sharing Iman
www.sabda.org
Sebuah koran lokal memuat artikel tentang usaha seorang relawan membantu para pecandu narkoba. Beberapa hari kemudian, koran tersebut menerbitkan sebuah artikel yang menyatakan bahwa relawan yang berusaha membantu para pecandu obat itu sebenarnya sedang berurusan dengan masalah yang seharusnya tidak ada. Itu benar, tetapi tak ada gunanya mengatakan bahwa masalah itu tidak ada-karena kenyataannya benar-benar ada! Memang seharusnya dosa tidak boleh ada. Namun Allah mengantisipasi dosa kita dan mempersiapkan pengurbanan yang sempurna: “Anak Domba yang telah disembelih”, yaitu Yesus Kristus Putera-Nya.
Entah bagaimanapun keadaan yang membawa kita pada Allah, Dia tidak akan mengejek kita yang dengan jujur memohon agar dibebaskan dari dosa dosa yang sangat kita sesali. Pada saat bertobat, kita tidak hanya mengakui kesalahan, tetapi dengan kemauan sendiri berbalik dari dosa dan membuka diri untuk diubahkan oleh kuasa Allah. Pertobatan awal penting untuk memulai hubungan dengan Kristus. Pertobatan setiap hari diperlukan agar kita tetap ada dalam persekutuan yang erat dengan Dia dan bertumbuh secara rohani. Hal-hal ini membawa kita pada pengampunan Allah dan kuasa-Nya yang mengubah hidup kita. Pertobatan manakah yang Anda perlukan hari ini? Jika Anda benar-benar menyesali dosa-dosa Anda, Anda pasti mau melepaskannya.

Warta Paroki 03 Desember 2017

 Warta Paroki
03 Desember  2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Kamis,  07 Des. :  Peringatan St. Ambrosius , Uskup dan Pujangga Gereja.
    Jum’at, 08 Des. :  Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda.
  2. Pameran Kitab Suci Lintas Agama :
    Hari/tgl :  Sabtu – Minggu, 9 – 10 Desember 2017
    Pukul    :  Sabtu pk 09.00 -21.00 WIB (pembukaan) Oleh Bp. Walikota Semarang                                                      Minggu pk 07.00 – 21.00 WIB
    Tempat :  Gedung Sukasari – Katedral
  3. Panitia Hari Besar Paroki 2018 :
    Hari/tgl  : Senin, 4 Desember 2017
    Pukul    : 19.30 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius Agung
    Agenda : Rapat koordinasi Panitia Hari Besar tahun 2018
    Para ketua wilayah Jatingaleh, Karanganyar Gunung, Karangpanas, Karangrejo, Karangrejo Selatan, Ngesrep beserta para ketua lingkungannya diharap hadir dalam pertemuan.
  4. Pertemuan Timja WKRI Ranting Candi Sari :
    Hari/tgl  : Jumat, 8 Desember 2017
    Pukul    : 16.30 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusup
  5. Umat di undangan untuk terlibat membantu masyarakat korban banjir, sumbangan berupa barang bisa di kumpulkan di gereja melalui sekretariat paroki. Paling lambat hari Sabtu, 7 Desember , pukul 12.00.
  6. PIA Karangpanas akan mengadakan “Natal Ceria 2017” :
    Hari/tgl  : Minggu, 10 Desember 2017
    Pukul    : 07.30 WIB
    Tempat : Ruang St. Maria
    Bagi anak anak yang mengikuti Sekolah Minggu diharapkan membawa kado seharga Rp. 10.000,-  –  Rp. 20.000,-  yang dibungkus koran berupa barang bukan makanan.
  7. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 31 Desember 2017
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Kapel
    Syarat :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl : Jum’at, 29 Desember 2017
    Pukul    : 18.00 WIB
    Tempat : Ruang St. Yusup
  8. Dalam rangka Galang Dana Hari Anak Misioner, PIA Karangpanas akan menjual kalander 2018 seharga Rp. 30.000,- di stand PIA depan gereja, Mohon partisipasi umat.
    CP : Mega :  089.677.298.768
  9. OMK Karangpanas mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat karangpanas yang sudah membantu dan mendukung kegiatan “Makrab OMK Karangpanas” dengan menyumbang pakaian bekas layak pakai atau kegiatan galang dana lainnya.
  10. KB, TK – SD Pangudi Luhur Don Bosko menerima pendaftaran siswa baru
    KB – TK (024) 8502973
    SD (024) 8319196

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Petrus Jeffrey Pradipta Wijana dari lingk. St. Joseph – Kalilangse IV
    dengan
    Maria Setiani Kusuma Dewi dari Paroki St. Mikael – Semarang Indah.
  1. Francisca Hani Puspitanengrum dari lingk. St. Helena – Semeru
    dengan
    Yoseph Hari Supriyanto dari Paroki St. Paulus – Sendangguwo.
  1. Vincentius Riandaru Prasetyo dari lingk. St. Maria Mater Dei – Jangli IV
    dengan
    Yustin Kristin Tandung dari Palopo – Sulawesi Selatan.
  1. Maria de Rosary Happy Satriany Letto dari lingk. St. Theresia Avila – Karangrejo III
    dengan
    Vinsensius Ferreri Daud Guntur Respati Hadi dari Paroki St. Yusup – Gedangan

Pengumuman II

  1. Andreas Agus Susilo dari lingk. St. Maria Fatima – Jangli I
    dengan
    Bernadette Iveline Moerland dari Lingk. St. Maria Goretti – Jangli III.
  1. Anjar Pernama Sidiq dari Tinjomoyo – Semarang
    dengan
    Maria Lourdes Andiane Ann Sugesti dari Lingk. St. Anna Maria – Ksatrian IV.

Pengumuman I

  1. Fransiskus Xaverius Agus Eko Anselino Lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh IV
    dengan
    Arum Damayanti Susanda dari Candi – Kab. Semarang.
  1. Herman Yosep Ujang Kurniawan dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III Barat
    dengan
    Anastasia Krisma Cahyani dari Lingk. St. Maria Fatima – Jangli I.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Gregorius Noven Ardianto (4 Hari)  – Anak dari bapak dan ibu Fransiskus Ruli Ardianto – dari lingk. St. Anna – Candi Baru III.  Wafat hari Jumat, tanggal 17 November 2017.

BERJAGA-JAGALAH

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Nabi Yesaya memohon kepada Allah agar kembali mengasihani umat-Nya (Bacaan I – Yesaya)
  2. Paulus mewartakan Allah yang baik dan setia kepada umat-Nya (Bacaan II – 1 Korintus)
  3. Kita diajak untuk menjadi hamba yang baik, yang selalu siap sedia menyambut kedatangan tuannya, yaitu Tuhan. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa artinya “berjaga-jaga” bagiku?
  3. Dalam hal apa saja aku perlu waspada dan berjaga-jaga?
  4. Apa yang aku lakukan supaya bisa selalu siap dan waspada?

Katekismus Gereja Katolik

2848 Supaya dapat melawan godaan, dibutuhkan satu keputusan hati. “Karena di mana hartamu, di situ juga hatimu. Tidak ada seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan” (Mat 6:21.24). “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Gal 5:25).

Dalam “persetujuan” ini kepada Roh Kudus, Bapa memberi kita kekuatan.

“Percobaan yang kamu alami adalah percobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Kor 10:13).

2849 Tetapi kemenangan dalam perjuangan yang demikian itu hanyalah mungkin di dalam doa. Yesus mengalahkan penggoda sejak awal (Mat 4:1-11). sampai kepada perjuangan terakhir dalam sakratul maut-Nya (Mat 26:36-44) melalui doa.

Dengan demikian, dalam permohonan ini kepada Bapa kita Kristus mempersatukan kita dengan perjuangan-Nya dan sakratul maut-Nya.

Kita dinasihati dengan sangat, supaya dalam persekutuan dengan Dia, membuat hati kita waspada (Mrk 13:9.23.33-37; 14:38; Luk 12:35-40). Kewaspadaan adalah “penjaga” hati.

Yesus memohon untuk kita kepada Bapa-Nya dengan perkataan: “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu” (Yoh 17:11). Tanpa henti-hentinya Roh Kudus mengajak kita untuk waspada (1 Kor 16:13; Ko14:2; 1 Tes 5:6; 1 Ptr 5:8).

Dalam godaan terakhir perjuangan kita di dunia ini kesungguhan permohonan ini menjadi nyata; ia meminta ketabahan sampai akhir. “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia yang berjaga-jaga” (Why 16:15).

 

Sharing Iman:
www.sabda.org

Tanggal 26 Februari 1993 sebuah bom yang dahsyat meledak di parkiran bawah tanah World Trade Center di New York. Bom itu menewaskan enam orang dan melukai lebih dari seribu orang.

Peristiwa itu mendorong dilakukannya penyelidikan dan penangkapan terhadap banyak orang.

Namun, hanya sedikit penegak hukum yang mengenali kejadian itu sebagai bagian dari rencana teroris internasional.

Saat menara World Trade Center dihancurkan teroris tahun 2001, pejabat tinggi departemen kepolisian Raymond Kelly teringat serangan pertama masa silam itu dan berkata, “Hal itu seharusnya menjadi seruan untuk waspada bagi Amerika.”

Tiap orang percaya dipanggil Tuhan untuk berjaga, bukannya lalai dan tak peduli.

Bila semangat kita telah padam, Dia meminta dengan sangat kepada kita untuk mengobarkan bara api itu kembali.

Tanyakan pada diri Anda sendiri: Adakah panggilan untuk waspada dalam hidup saya akhir-akhir ini yang saya abaikan?

Apakah Allah tengah berusaha memberitahukan sesuatu kepada saya?

Akankah saya sambut panggilan-Nya untuk berjaga pada hari ini? — David McCasland.

WASPADA DAN SIAGA: WUJUD SIKAP BIJAKSANA

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Kebijaksanaan adalah harta yang tidak ternilai bagi manusia, maka setiap orang hendaknya menjadi pribadi yang bijaksana. (Bacaan I – Kebijaksanaan Salomo)
  2. St. Paulus mengajak jemaat untuk selalu memiliki iman dan pengharapan yang teguh akan kebangkitan setelah kematian. (Bacaan II – 1 Tesalonika)
  3. Yesus mengajak kita untuk selalu waspada dan siaga menyambut kedatangan Kerajaan Allah. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah wujud kebijaksanaan hidup. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Menurutku, apa artinya “bijaksana”? Apa artinya “bodoh”?
  3. Apa yang perlu aku siapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan?
  4. Apa usahaku agar menjadi pribadi yang bijaksana?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

Hati Nurani – Kebijaksanaan

1780 Martabat pribadi manusia mengandung dan merindukan bahwa hati nurani menilai secara tepat. Hati nurani mencakup: memahami prinsip-prinsip moral [synderesis], melaksanakannya dengan menilai alasan-alasan dan kebaikan-kebaikan seturut situasi tertentu, dan akhimya menilai perbuatan konkret yang akan dilaksanakan atau sudah dilaksanakan. Keputusan hati nurani yang bijaksana mengakui secara praktis dan konkret kebenaran mengenai yang baik secara moral, yang dinyatakan dalam hukum akal budi. Seorang manusia yang memilih sesuai dengan keputusan ini disebut bijaksana.

1781 Hati nurani memungkinkan untuk menerima tanggungjawab atas perbuatan yang telah dilakukan. Kalau manusia telah melakukan yang jahat, maka keputusan hati nuraninya yang tepat dapat tetap memberi kesaksian bahwa kebenaran moral berlaku, sementara keputusannya yang konkret itu salah. Rasa bersalah seturut keputusan hati nurani merupakan jaminan bagi harapan dan belas kasihan. Dengan membuktikan kesalahan pada perbuatan yang dilakukan ini, keputusan hati nurani itu mengajak supaya memohon ampun, selanjutnya melakukan yang baik dan supaya dengan bantuan rahmat Allah mengembangkan kebajikan secara terus-menerus.

Sharing Iman:

http://www.sabda.org

Kita tentu punya kenangan tentang para guru yang pernah mengajar kita di sekolah. Sebagian besar guru biasanya memberi tahu apabila hendak mengadakan ulangan. Namun, ada juga sebagian guru yang lebih suka mengadakan ulangan mendadak, tanpa pemberitahuan. Bagi siswa yang tak pernah berkonsentrasi saat guru memberikan pelajaran atau hanya belajar pada jam-jam menjelang ulangan maka ketika berhadapan dengan guru tipe kedua, dijamin ia akan mendapat nilai buruk. Akan tetapi, siswa yang bijaksana adalah siswa yang tahu persis kebiasaan guru yang demikian sehingga ia selalu belajar untuk berjaga-jaga, jika sewaktu-waktu diadakan ulangan.

Walau kenyataannya sangat berbeda, tetapi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali kurang lebih dapat digambarkan seperti ulangan mendadak yang biasa diadakan oleh sebagian guru. Tuhan kita, dalam hikmat-Nya yang besar, telah dan akan memberikan tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. Namun, kapan waktunya tidak Dia sampaikan secara persis. Itulah sebabnya kita perlu selalu berjaga-jaga. Sebab, kapan pun harinya, bisa menjadi hari kedatangan Tuhan Yesus!

Mari terus memohon hikmat Tuhan, agar kita dapat menjalani hidup dengan bijaksana. Setiap hari yang kita jalani merupakan kesempatan untuk menanti-nanti kedatangan-Nya yang kedua kali. Sebab, kita tidak tahu kapan hari itu tiba. Jangan sampai kita menjadi orang kristiani yang, ketika Tuhan Yesus datang, malah sedang “terlelap” seperti perumpamaan lima gadis yang bodoh. Jadilah seperti lima gadis yang bijaksana, yang senantiasa berjaga-jaga menanti sang mempelai. Bersiap dan berjaga-jagalah seolah-olah hari ini adalah hari kedatangan-Nya yang kedua.

Warta Paroki 05 November 2017

 Warta Paroki
05 November 2017

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Kamis,  9 Nov.   : Peringatan Pemberkatan Gereja Basilika Lateran.
    Jum’at, 10 Nov. : Peringatan St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja.
    Sabtu,   11 Nov. : Peringatan St. Martinus dari Tours, Uskup.
  2. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl : Senin – Rabu, 20 – 22 Nov. 2017
    Pukul   : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya   : Rp 100.000,-
  3. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   : Minggu, 26 November 2017
    Pukul     : 09.00 WIB
    Tempat   : Gereja
    Syarat :
    –  Formulir dari ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium (Surat Nikah Gereja)
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   : Jum’at, 24 November 2017
    Pukul     : 18.00 WIB
    Tempat   : Ruang Yusup
  4. Camp Waberkat Semarang ke-4 diadakan:
    Tanggal   : 10 – 12 November 2017
    Tempat    : Green Valley – Bandungan.
  5. Dalam rangka pelaksanaan “Makrab OMK”, OMK paroki mengajak umat untuk ikut berpartisipasi dalam pengumpulan baju bekas layak pakai untuk penggalangan dana. Baju bekas bisa diserahkan di stan OMK depan gereja setelah misa.
    CP : Tito : 0812.2565.6741 (WA)
  6. Dalam rangka HUT ke-6 Taman Doa Goa Maria Bunda Nazareth – Pereng – Getasan akan diadakan jalan sehat, ziara rohani, bakti sosial dan misa syukur.
    Umat yang berminat menjadi sponsorshipe dapat menghubungi sekretariatnya 0819.0490.4456
  7. Sertifikat pemenang lomba BKSN 2017 dapat segera diambil di sekretariat paroki.
  8. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2017, Prodia kembali memberikan keringanan biaya pemeriksaan sebesar 20% :
    Prodia MT. Haryono No. 882, Tanggal 1-3 November 2017.
    Prodia Setiabudi Jl. Setiabudi No. 119 D, Tanggal 7-8 November 2017.
    Prodia Semarang Barat Jl. Siliawangi No. 121 Semarang, Tanggal 13-14 November  2017
    Keringanan biaya tersebut berlaku tunggal untuk semua jenis pemeriksaan yang dilakukan sendiri di Prodia.
  9. Bagi penerima Komuni Pertama yang berminat menjadi putra-putri altar diharap hadir dalam pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Kamis, pukul 16.30, di depan Gereja.
    CP  à Agatha 0821.3871.9293
    Naning    0821.3303.5508
  10. KOMSOS Karangpanas membuka pendaftaran anggota baru, untuk mendukung pelayanan Gereja. Bagi umat yang berminat dapat hadir disetiap hari Jumat, pukul 19.00 di ruang KOMSOS.
  11. Komunitas Tritunggal Mahakudus mengadakan retret :
    Tanggal     :  24 – 26 November 2017
    Tempat     :  Griya Persada Hotel, Bandungan
    Pembicara :  Sr. Putri Karmel & Frater CSE
  12. Foto peserta penyegaran janji nikah bulan Agustus dan September dapat diambil di sekretariat paroki dengan mengganti ongkos cetak Rp 15.000,-.
  13. Majalah Salam Damai edisi Oktober sudah terbit. Umat dapat membelinya pada petugas di depan gereja.
  14. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny       081575731236       Hermanu   08122809915
    Anna        08158059000         Daniel       081901687678
    Ririn         081390092598       Ekha        081325601700
    Yanti        081392142727       Hartono     08157733300
    Mulyatno   08122868561

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Verena Jessica Pradana dari lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Laurentius Adley Rukmana Tirta Diyaksa dari Paroki Keluarga Kudus – Atmodirono.
  2. Laurentius Rio Aditya Putra dari St. Benedictus Jangli Permai Timur
    dengan
    Natalia Arthika Chrisma Rani dari Paroki Kristus Raja – Ungaran.
  3. Anastasia Katerin Marthalina dari St. Yusuf – Ngesrep Barat
    dengan
    Iwan Jonathan Fang dari Paroki Orchid Park  – Batam.

Pengumuman II

  1. Alfonsus Rosario Alfon Frenandez dari lingk. Maria Goretti – Jangli III
    dengan
    Bernadetta Risma Gratia Philosophia dari Paroki St. Petrus – Sambiroto.

Pengumuman I

  1. Gregoria Leny Kristiany dengan Antonius Kriswanto Eko Wirawan ;
    keduanya dari lingk. St. Laurentius -Jatingaleh II.
  2. Agatha Septyayu Widyaswari dari lingk. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
    dengan
    Antonius Rian Pramono dari Paroki St. Ignatius – Krapyak.
  1. Elizabeth Astrid Marcia Asrikin dari lingk. Ursula – Wonotingal
    dengan
    Yeremias Martino Yuwono dari Paroki St. Stella Maris – Jepara.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

PEMENANG LOMBA BKSN 2017

ü BACA KITAB SUCI

    Kategori Anak (SD klas 5 – 6)

Juara 1 :   AL. Wisnukiarto – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   M. Antoni Yunita – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Yosepha M.W.A – wil. Jangli

Harp 1  :   B. Filanata A. W. – wil. Saptamarga

Harp 2  :   K. Sekar W. – wil. Sisingamangaraja

Harp 3  :   M. Ariel Art DR. – wil. Jatingaleh

Kategori Umum (SMP, SMU, OMK)

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa –  wil. Jatingaleh

Juara 2 :   Maria Fatima – wil. Karangrejo

Juara 3 :   Odilia Ondang – wil. Gombel

Harp 1  :   V. Epivani S. – wil. Gombel

Harp 2  :   M. Febriana Celly  – wil. Jangli

Harp 3  :   V. Gladys Ivana – wil. Sisingamangaraja

ü MAZMUR

Kategori A :

Juara 1 :   E. Nadine Puspa Aum L. – wil. Jangli

Juara 2 :   E. Dian Ayu P. – wil. Jangli

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   A. Gratus Miyarsa – wil. Jatingaleh

Juara 2 :   A. Chyntia Naralya UNDIP

Juara 3 :   R. Benigno Satria D. – wil. Jatingaleh

ü MENYANYI LAGU ROHANI

Kategori A :

Juara 1    :        Yolanda Sekar Febri – wil. Kr. Gunung

Juara 2 :   Angela Dewi K. – wil. Kesatrian

Juara 3 :   Clara Gyoa N. – wil. Jatingaleh

Kategori B :

Juara 1 :   E. Dyah Ayu P. – wil. Jangli

Juara 2 :   F. D’Rayi R.- wil. Sanggung

Juara 3 :   F. Brian Yoga B. – wil. Jatingaleh

Kategori C :

Juara 1 :   V. Dede Jakaria – wil. Kr.rejo Selatan

Juara 2 :   K. Andita Pratiwi – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   B. Aristola NA. – wil. Jangli

ü CERDAS CERMAT

Juara 1 :   PD Kristoforus

Juara 2 :   Wilayah Jangli

Juara 3 :   Wilayah Karangrejo

ü LOMBA MEWARNAI

Kategori A :

Juara 1 :   Elvina Deva – wil. Kalilangse

Juara 2 :   Bernadheta Evita – wil. Jatingaleh

Juara 3 :   Andreas Harimurti – wil. Gombel

Harp 1  :   Ara – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Andra – wil. Jangli

Harp 3  :   Gisela – wil. Jatingaleh

KATEGORI  B :

Juara 1 :   Yosie – wil. Candibaru

Juara 2 :   Cello – wil. Padre Pio

Juara 3 :   Brigita – wil. Sisingamangaraja

Harp 1  :   Amel – wil. Karangrejo

Harp 2  :   Elisabeth Putri – wil. Jatingaleh

Harp 3  :   Nando – wil. Gombel

Keterangan :

Juara 1,2,3 mendapatkan hadiah piala dan piagam (bisa diambil di sekretariat Paroki)

Juara harapan mendapatkan piagam.

Piagam bisa diambil pertengahan Oktober 2017 dan dimohon para pemenang yang belum memberikan nama lengkapnya bisa menyerahkan datanya ke sekretariat Paroki.

MENJADI PELAYAN

Sharing iman:

http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/?cari=Pelayan

MENJADI PELAYAN

Ketika kita sudah menduduki posisi puncak, rasanya apa pun yang kita katakan akan menjadi titah yang harus terwujud. Kita mulai berhenti mendengarkan dan sibuk berbicara. Kita sibuk berpikir dan lupa melihat apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Tingkat kesabaran kita menipis jika segala sesuatunya tidak terlayani dengan sempurna.

Di balik semua itu, kita tidak pernah tahu ada yang pontang-panting kewalahan memenuhi keinginan kita. Tidak banyak yang mengamati bahwa seorang pelayan yang masih tersenyum sabar sebenarnya sedang memikirkan anaknya yang sakit keras di rumah. Hampir tak ada yang memikirkan bahwa penataan ruangan untuk sebuah acara istimewa yang digelar satu atau dua jam saja, membutuhkan kerja keras semalam suntuk dari sejumlah orang yang di antaranya sampai kelelahan bahkan jatuh sakit karena terpaksa harus begadang.

Sudahkah kita menerapkan gaya kepemimpinan Yesus? Yesus tak pernah meninggikan diri, tetapi merendahkan diri-Nya dengan rela. Ibarat raja yang turun takhta dan menyamar menjadi rakyat jelata, Dia mau merasakan dan memahami perasaan rakyat. Dengan begitu Dia dapat mengarahkan mereka kepada kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna. Dalam budaya Jawa kita mengenal filosofi yang berbunyi “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Artinya: di depan memberi teladan, di sisi memberi bimbingan, dari belakang memberi dorongan. Seorang pemimpin yang baik bukan penguasa yang hanya bisa memerintah; pemimpin adalah pengayom, panutan, sekaligus rekan berbagi hati. Sudah siapkah kita menjadi hamba seperti Yesus? Barangkali posisi kita bisa di puncak, tetapi biarlah hati kita tetap ada di tempat rendah. -GGC

“MELAYANI DENGAN RENDAH HATI”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Menjadi pelayan umat berarti menjadi pembagi berkat Allah kepada semakin banyak orang, bukannya menjadi sandungan. (Bacaan I-Maleakhi).
  2. St. Paulus menunjukkan bahwa dirinya senantiasa berusaha menjadi pelayan Injil dan pelayan jemaat yang setia, demi semakin banyaknya orang yang mengalami kebaikan Tuhan. (Bacaan II-1Tes).
  3. Hanya pribadi yang setia dan rendah hati sajalah yang mampu menjadi pelayan yang sejati dan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. (Bacaan Injil-Matius).

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apa arti “menjadi pelayan” dan “melayani” bagiku?
  3. Apakah aku mau menjadi pelayan dan mau melayani?
  4. Apakah yang sudah, sedang, dan akan aku lakukan sebagai bentuk pelayananku kepada keluarga, Gereja, dan masyarakat?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

786 Umat Allah mengambil bagian dalam fungsi Kristus sebagai raja. Kristus menjalankan fungsi raja-Nya dengan menarik semua orang kepada diri-Nya oleh kematian dan kebangkitan-Nya. Kristus, Raja dan Tuhan semesta alam, telah menjadikan Diri pelayan semua orang, karena “la tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28). Untuk seorang Kristen, mengabdi Kristus berarti “meraja” (LG 36) – terutama “dalam orang-orang yang miskin dan menderita”, di mana Gereja “mengenal citra Pendiri-Nya yang miskin dan menderita” (LG 8). Umat Allah mempertahankan “martabatnya sebagai raja”, apabila ia setia kepada panggilannya, untuk melayani bersama Kristus.

SUMPAH PEMUDA (28 Okt 2017)

  1. Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di Indonesische Clubgebouwyang penuh sesak, ribuan pemuda mendengar pidato penutupan Kongres Pemuda Indonesia ke-dua dan sekaligus mendengar lantunan lagu “Indonesia Raya” dari biola WR. Soepratman.
  2. Menjelang penutupan, Muhammad Yamin, yang saat itu baru berusia 25 tahun, mengedarkan secarik kertas kepada pimpinan rapat, Soegondo Djojopoespito, lalu diedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Siapa sangka, dari tulisan tinta Yamin di secarik kertas itulah tercetus gagasan Sumpah Pemuda.
  3. Sumpah itu lalu dibaca oleh oleh Soegondo, lalu Yamin memberi penjelasan panjang lebar tentang isi rumusannya itu. Pada awalnya, rumusan singkat Yamin itu dinamakan “ikrar pemuda”, lalu diubah oleh Yamin sendiri menjadi “Sumpah Pemuda”. Berikut isi Sumpah Pemuda itu:
  4. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia
    Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
    Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia
  1. Kongres Pemuda II berlangsung pada 27-28 Oktober dalam tiga tahap rapat. Rapat pertama berlangsung di gedung Katholieke Jongelingen Bond di Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), lalu dipindahkan ke Oost Java Bioscoop di Konigsplein Noord (sekarang Jalan Medan Merdeka Utara), dan kemudian Gedung Kramat 106 baru dipakai untuk rapat ketiga sekaligus penutupan rapat.
  2. Dari rapat pertama hingga rapat ketiga, kongres pemuda II ini menghadirkan 15 pembicara, yang membahas berbagai tema. Diantara pembicara yang dikenal, antara lain: Soegondo Djojopespito, Muhammad Yamin, Siti Sundari, Poernomowoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, dan Sunario.
  3. Hadir pula banyak organisasi pemuda dan kepanduan saat itu, diantaranya: Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Roekoen, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll.
  4. Kongres Pertama (I) berlangsung pada tahun 1926. Kongres Pertama sudah membahas bahasa persatuan. Mohammad Yamin mengusulkan bahasa Melayu. Tetapi penamaan “Bahasa Melayu” dikritik oleh salah seorang peserta Kongres, Tabrani Soerjowitjitro. Menurut Tabrani, kalau nusa itu bernama Indonesia, bangsa itu bernama Indonesia, maka bahasa itu harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu, walaupun unsur-unsurnya Melayu. Keputusan kongres pertama akhirnya menyatakan bahwa penetapan bahasa persatuan akan diputuskan di kongres kedua.
  5. Seusai kongres pemuda ke-II, sikap pemerintah kolonial biasa saja. Bahkan Van Der Plass, seorang pejabat kolonial untuk urusan negara jajahan, menganggap remeh kongres pemuda itu dan keputusan-keputusannya. Van Der Plass sendiri menertawakan keputusan kongres untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, mengingat bahwa sebagian pembicara dalam kongres itu justru menggunakan bahasa Belanda dan bahasa daerah. Soegondo sendiri, meskipun didaulat sebagai pimpinan sidang dan berusaha mempergunakan bahasa Indonesia, terlihat kesulitan berbahasa Indonesia dengan baik.
  6. Siti Sundari, salah satu pembicara dalam kongres pemuda II itu, masih menggunakan bahasa Belanda. Hanya saja, dua bulan kemudian, sebagaimana ditulis Dr Keith Foulcher, pengajar jurusan Indonesia di Universitas Sydney, Australia, Siti Sundari mulai menggunakan bahasa Indonesia.
  7. Akan tetapi, perkiraan Van Der Plass ternyata meleset. Sejarah telah membuktikan bahwa kongres itu telah menjadi “api” yang mencetuskan persatuan nasional bangsa Indonesia untuk melawan kolonialisme.
  8. Meskipun, seperti dikatakan sejarahwan Asvi Warman Adam yang mengutip pernyataan Profesor Sartono Kartodirdjo, Manifesto Politik yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda pada 1925 jauh lebih fundamental daripada Sumpah Pemuda 1928. Manifesto Politik 1925 berisi prinsip perjuangan, yakni unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Sedangkan Sumpah Pemuda hanya menonjolkan persatuan
  9. Bung Karno sendiri menganggap Sumpah Pemuda 1928 bermakna revolusioner: satu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, masyarakat adil dan makmur, dan persahabatan antarbangsa yang abadi. “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” kata Soekarno dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35 di Istana Olahraga Senayan, Jakarta, 28 Oktober 1963.

Dikutip dari tulisan Risal Kurnia

Sumber: http://www.berdikarionline.com/sejarah-kongres-pemuda-dan-sumpah-pemuda/

DOA UNTUK TANAH AIR. (PS 194)

Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.

Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan dataran, hutan dan belantara; semuanya menyemarakkan tanah air kami.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa.

Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Semoga kami semua berusaha memelihara dan memajukannya. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.

Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengigatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau. Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. (Amin.)