Warta Paroki 08 Juli 2018

Warta Paroki
07 -08  Juli  2018

  1. Timja Pendidikan akan memberikan bantuan pendidikan bagi umat katolik paroki St. Athanasius Agung yang tidak mampu (LKMTD), untuk tahun ajaran 2018 – 2019 formulir permohonan pengajuan bantuan pendidikan dapat diambil di depan Sekretariat pada hari Minggu, tanggal 1 dan 8 Juli setelah misa minggu pagi ke – 2 dan setelah misa minggu sore.
  1. Donor darah akan diadakan pada :
        Hari/tgl  : Minggu, 22 Juli 2018
        Pukul    : 09.00 WIB
        Tempat : Aula St. Athanasius
  1. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
        Hari/tgl  : Senin – Rabu, 16 – 18 Juli 2018
       Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
        Tempat : Aula Gereja
        Biaya    : Rp 100.000,-
        Syarat  :
    Formulir dr Sekretariat
    Surat Baptis
    Foto berdampingan 4×6
    Biaya Rp. 100.000,-
  2. Tim Kerja KKS Paroki Karangpanas akan mengadakan kursus Kitab Suci. Bersertifikat dalam 6 kali pertemuan setiap Jumat minggu Ke III.Pertemuan Pertama akan diadakan pada :  Hari/tgl : Kamis, 26 Juli 2018
    Pukul    : 18.30 WIB
    CP        : Deo 081325441555 ; Beni 081575731236 ; Anna  08158059000
  1. Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Komunitas Sejati Katolik Kevikepan Semarang mengadakan sarasehan kesehatan “Mengenal Vertigo dan penangananya” pada:   Hari, tgl        : Minggu, 15 Juli 2018
    Pukul           : 09.00 – Selesai
    Tempat        : Aula St. Yustinus
    Kantor pelayanan Pastoral KAS lt. 3. Jl Imam Bonjol No. 172, Semarang
    Tema           : “Mengenal VERTIGO dan Penanganannya”
    Narasumber  :    Dr. Lia Angelin Adriana Sp. S (Dokter Spesialis Saraf)
    Pendaftaran dapat menghubuingi
    Sekr. Perk. Santa Maria – 024 354 4085   FX. Susanto – 024 351 4937
    WP Hadi Santosa – 085700236155 Dody Arijanto – 0812250505540
  2. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  3. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  4. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  5. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Thomas Yulianus Alfo Susianto dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh
    dengan
    Anita Diah Krismarini dari Paroki SPM Ratu Rosario – Semarang.

Pengumuman II

  1. Julius Widhi Kurniawan dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan 
    Novanda Ayuwardani dari Semarang.
  1. Ignatius Arditio Hernanda dari lingk. Soegijopranoto – Ngesrep Timur
    dengan
    Stefani Amanda Harmani dari Paroki St. Paulus – Kleca – Surakarta.

Pengumuman I

  1. Natalia Pungky Desy Christanti dari Lingk. St. Helena – Semeru
    dengan
    Andreas Nugroho Jati dari Paroki Keluarga Kudus – Cibinong.
  1. Josef Surya Propanut dari lingk. St. Theresia Kanak – kanak Yesus – Kaliwiru II
    dengan
    Winda Ariyanti dari Semarang.
  1. Imanuel Angga Sanjaya dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Yustina Trisna Sundari dari Lingk. St. Alfonsus Maria de Liguori – Karangrejo Selatan III.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

PENGUMUMAN TAHBISAN IMAM

Akan ditahbiskan pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018, Pukul 09.30 WIB, di Gereja Keluarga Kudus Banteng – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
2 orang Frater Diakon Kongregasi Missionarii a Sacra Familia (MSF)  :

  1. Diakon Stephanus Nyaris Prasetyo –   asal Paroki Mater Dei, Madiun
  2. Diakon Antinus Setya Herawan –   asal Paroki St. Yakobus, Bantul

Mohon doa restu bagi para diakon

 

KUASA-MU DI DALAM KELEMAHANKU

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Nabi Yehezkiel diutus Allah kepada bangsa Israel, yang memberontak melawan Allah. (Bacaan I – Yehezkiel)
  2. Paulus bersaksi bahwa di dalam dirinya ada kelemahan dan justru di dalam kelemahannya kuasa Allah bekerja. (Bacaan II – 2 Korintus)
  3. Yesus ditolak oleh orang-orang Nazareth karena mereka tidak percaya kepada-Nya. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah tugas pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepadaku?
  3. Apakah tantangan dan kesulitan yang aku hadapi dalam melayani, baik yang berasal dari diriku sendiri maupun dari luar diriku?
  4. Bagaimana caraku mengatasi tantangan dan kesulitan itu?

Katekismus Gereja Katolik

28 “Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan la telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun la tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis. 17:26-28).

29 Namun “hubungan kehidupan yang mesra dengan Allah ini” (GS 19,1) dapat dilupakan oleh manusia, disalahartikan, malahan ditolak dengan tegas. Sikap yang demikian itu dapat mempunyai sebab yang berbeda-beda: protes terhadap kejahatan di dunia, ketidakpahaman religius atau sikap tidak peduli, kesusahan duniawi dan kekayaan, contoh hidup yang buruk dari para beriman, aliran berpikir yang bermusuhan dengan agama, dan akhirnya kesombongan manusia berdosa untuk menyembunyikan diri karena takut akan Tuhan dan melarikan diri dari Tuhan yang memanggil.

30 “Semua yang mencari Tuhan, hendaklah bergembira” (Mzm 105:3). Biarpun manusia melupakan atau menolak Tuhan, namun Tuhan tidak berhenti memanggil kembali setiap manusia, supaya ia mencari-Nya serta hidup dan menemukan kebahagiaannya. Tetapi pencarian itu menuntut dari manusia seluruh usaha berpikir dan penyesuaian kehendak yang tepat, “hati yang tulus”, dan juga kesaksian orang lain yang mengajar kepadanya untuk mencari Tuhan.

Sharing Iman:

www.sabda.org

Seorang anak sakit keras. Ia harus segera disuntik agar obat bisa langsung masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, begitu melihat jarum suntik, si anak memberontak. Meronta-ronta sambil menjerit dan menangis. Takut disuntik. Karena bergerak terus, sulit bagi dokter untuk memasukkan jarum suntik. Baru setelah ia kelelahan dan lemas kehabisan tenaga, dokter bisa menyuntiknya. Obat pun masuk ke dalam tubuhnya. Proses penyembuhan dimulai.

Tanpa sadar, kita sering bersikap seperti anak kecil tadi. Ketika menghadapi kenyataan sulit, kita berontak. Panik. Protes. Marah. Sulit menerima kenyatan itu. Begitu pula Rasul Paulus. Saat mendapatkan “duri dalam daging” berupa sakit-penyakit, spontan ia berseru pada Tuhan minta disembuhkan. Berkali-kali. Sayang, upaya itu gagal. Paulus tidak disembuhkan. Namun, harapannya tidak sirna. Dari situ ia belajar satu hal penting: perlunya berdamai dengan kelemahannya. Bukannya berontak, ia berserah diri. Bergantung pada Tuhan sepenuhnya. Justru pada saat itulah, kuasa Tuhan turun menaunginya. Ia dimampukan hidup bersama kelemahan itu dengan kekuatan ilahi.

Adakah masalah yang selama ini terus merongrong diri Anda? Bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, cacat kepribadian, atau kelemahan lainnya. Sudahkah Anda berdamai dengan kelemahan Anda tersebut, atau terus memberontak? Jika Tuhan tidak menyembuhkan, relakah Anda hidup bersama kelemahan itu? Tuhan bisa mengaruniakan kekuatan agar Anda sanggup menanggungnya. Maka, serahkanlah diri Anda kepada-Nya! Jika Anda lemah, maka Anda kuat!

Warta Paroki 01 Juli 2018

Warta Paroki
30 Juni – 01 Juli  2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Selasa,  3 Juli : Pesta St. Tomas,Rasul.
  2. Timja Pendidikan akan memberikan bantuan pendidikan bagi umat katolik paroki St. Athanasius Agung yang tidak mampu (LKMTD), untuk tahun ajaran 2018 – 2019 formulir permohonan pengajuan bantuan pendidikan dapat diambil di depan Sekretariat pada hari Minggu, tanggal 1 dan 8 Juli setelah misa minggu pagi ke – 2 dan setelah misa minggu sore.
  3. Donor darah akan diadakan pada :
    Hari/tgl  : Minggu, 22 Juli 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
  4. Tim Kerja KKS Paroki Karangpanas akan mengadakan kursus Kitab Suci. Bersertifikat dalam 6 kali pertemuan setiap Jumat minggu Ke III.Pertemuan Pertama akan diadakan pada :    Hari/tgl : Kamis, 26 Juli 2018
    Pukul    : 18.30 WIB
    CP        : Deo 081325441555 ; Beni 081575731236 ; Anna  08158059000
  5. Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Komunitas Sejati Katolik Kevikepan Semarang mengadakan sarasehan kesehatan “Mengenal Vertigo dan penangananya” pada:
    Hari, tgl        : Minggu, 15 Juli 2018
    Pukul           : 09.00 – Selesai
    Tempat        : Aula St. Yustinus
    Kantor pelayanan Pastoral KAS lt. 3. Jl Imam Bonjol No. 172, Semarang
    Tema           : “Mengenal VERTIGO dan Penanganannya”
    Narasumber  :    Dr. Lia Angelin Adriana Sp. S (Dokter Spesialis Saraf)
    Pendaftaran dapat menghubuingi
    Sekr. Perk. Santa Maria – 024 354 4085   FX. Susanto – 024 351 4937
    WP Hadi Santosa – 085700236155 Dody Arijanto – 0812250505540
  6. KEP VI Karangpanas akan diselenggarakan bulan Juli – November 2018. Pendaftaran pada petugas di depan gereja setiap misa, Ivan 0822.526.9919 atau di Sekretariat Paroki.
  7. Tim Kerja Paramenta mengundang ibu ibu untuk ikut aktif dalam belajar merangkai bunga setiap hari Selasa, Pukul 10.00 di gereja St. Athanasius Agung.
  8. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  9. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  10. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  11. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman II

  1. Thomas Yulianus Alfo Susianto dari lingk. St. Antonius Padua – Jatingaleh
    dengan
    Anita Diah Krismarini dari Paroki SPM Ratu Rosario – Semarang.

Pengumuman I

  1. Julius Widhi Kurniawan dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan 
    Novanda Ayuwardani dari Semarang.
  1. Ignatius Arditio Hernanda dari lingk. Soegijopranoto – Ngesrep Timur
    dengan
    Stefani Amanda Harmani dari Paroki St. Paulus – Kleca – Surakarta.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Antonius Dwi Djoko Sucahyo (63 th) – suami dari ibu Tarsisia Murtiyanti – dari lingk. St. Monika – Gombel Permai II.  Wafat hari Rabu, tanggal 12 Juni 2018.
  2. Bapak Yohanes Totok Soeprapto – suami dari ibu Theresia Farintinah Sri Hartinah – dari lingk. St. Aloysius – Bukit Sari.  Wafat hari Kamis, tanggal 21 Juni 2018.

PENGUMUMAN TAHBISAN IMAM

Akan ditahbiskan pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018, Pukul 09.30 WIB, di Gereja Keluarga Kudus Banteng – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
2 orang Frater Diakon Kongregasi Missionarii a Sacra Familia (MSF)  :
1.Diakon Stephanus Nyaris Prasetyo   –      asal Paroki Mater Dei, Madiun
2.Diakon Antinus Setya Herawan      –   asal Paroki St. Yakobus, Bantul

Akan ditahbiskan pada hari Rabu , tanggal 25 Juni 2018, Pukul 09.00 WIB, di Gereja St. Antonius Padua, Kotabru – Yogyakarta, dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko,Pr , Uskup Keuskupan Agung Semarang,
5 Skolastik Ordo Societatis Jesu (S.J)  :

  1. Skolastik Hinrich Angga Indraswara,S.J – asal Paroki Hati Kudus Kramat Raya, Jakarta, Keuskupan Agung, Jakarta
  2. Skolastik Imanuel Eko Anggun Sugiyono,S.J – asal Paroki Maria Ratu Damai, Banyuwangi, Keuskupan Malang
  3. Skolastik Bonifasius Melkyor Pando,S.J    –         asal Paroki St. Maria Immakulata, Soroako, Keuskupan Agung Makasar
  4. Skolastik Agustinus Winaryanta, S.J –   asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang
  5. Skolastik Simon Arief Herdian Putra Tama,S.J   –         asal Paroki St. Theresia Lisiuex, Boro,Keuskupan Agung Semarang

Mohon doa restu bagi para diakon

 

 

“TALITA KUM”

Intisari Bacaan Minggu Ini:

  1. Allah telah menciptakan manusia seturut gambar-Nya sendiri demi keselamatan manusia. (Bacaan I – Kebijaksanaan Salomo)
  2. Yesus Kristus menjadi miskin, supaya karena kemiskinan-Nya manusia menjadi kaya dalam kasih. (Bacaan II – 2 Korintus)
  3. Yesus berkeliling berbuat baik untuk menyelamatkan manusia. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya bahwa Allah menciptakan aku seturut gambar/citra-Nya?
  3. Apa pengaruh keyakinan itu bagi hidupku?
  4. Apakah aku memiliki pengalaman “dibangunkan” oleh Yesus? Apa pengaruhnya bagi hidupku saat ini?

Katekismus Gereja Katolik:

2318 “Di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan napas setiap manusia” (Ayb 12:10).

2319 Tiap hidup manusia itu kudus sejak saat pembuahannya sampai kematian, karena manusia itu dikehendaki demi dirinya sendiri dan diciptakan menurut citra Allah yang hidup dan kudus, serupa dengan Dia.

2320 Pembunuhan terhadap seorang manusia sangat bertentangan dengan martabat manusia dan dengan kekudusan Pencipta.

2321 Larangan membunuh tidak menghilangkan hak untuk melumpuhkan penyerang yang tidak sah. Pembelaan yang sah adalah satu kewajiban berat bagi siapa saja yang bertanggung jawab atas kehidupan orang lain atau atas kesejahteraan umum.

 Sharing Iman:

sabda.org

Seorang wanita yang berniat bunuh diri, berdiri selama 3 jam di sebuah jembatan di Seattle; siap untuk terjun. Ini membuat lalu lintas macet total, hingga para pengguna jalan yang kesal karena diburu waktu mengutuki dan meneriakinya agar segera melompat saja. Ia pun benar-benar melompat, tapi selamat meski terjun ke sebuah kanal dari ketinggian 49 meter. Setelah itu banyak warga kota mengirim bunga dan kartu kepadanya di rumah sakit sebagai tanda penyesalan atas kejadian itu. Namun beberapa pengguna jalan yang marah menghubungi surat kabar lokal dan menyalahkan wanita itu karena tidak memilih tempat yang tidak terlalu ramai untuk mengakhiri hidupnya.

Orang-orang yang memerlukan pertolongan kita seringkali datang pada waktu yang tidak tepat. Namun dalam setiap situasi, kita dituntut untuk memberi perhatian secara cepat, meski mengganggu rencana kita.

Yesus selalu dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya selama hidup di dunia ini, dan kita dapat meneladani respon yang Dia berikan kepada mereka. Ketika Yairus meminta-Nya untuk datang dan menyembuhkan anak perempuannya, Yesus meluluskan permintaannya (Mrk 5:22-24). Di tengah jalan, seorang wanita menjumpai-Nya. Yesus pun berhenti dan meluangkan waktu untuk menyembuhkannya (ay. 25-34).

Maukah kita menolong mereka yang membutuhkan? Seperti Yesus, adakah kita berbelas kasihan untuk menolong dan memulihkan mereka yang putus asa? Hari ini, Allah memberi kita kasih karunia untuk menolong orang lain, bagi kemuliaan-Nya.

BERSAUDARA DALAM TUHAN

INTISARI BACAAN MINGGU INI

  1. Ular adalah gambaran kekuatan jahat yang menjerumuskan manusia ke dalam dosa, yaitu sikap dan tindakan melawan kasih Allah. (Bacaan I – Kitab Kejadian)
  2. Paulus menasihati jemaat untuk senantiasa setia menanggung penderitaan. Allah menganugerahkan kemuliaan bagi orang yang percaya dan setia. (Bacaan II – Surat II Paulus kepada Jemaat di Korintus)
  3. Setiap orang yang melakukan kehendak Allah adalah saudara dan saudari Yesus Kristus. (Bacaan Injil – Markus)

BAHAN REFLEKSI PRIBADI

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah arti “saudara/i”?
  3. Bagaimana sikapku selama ini terhadap orang lain di sekitarku?
  4. Apakah aku telah membangun persaudaraan dengan orang lain atau justru menciptakan permusuhan?
  5. Apa usahaku untuk membangun persaudaraan di tengah situasi masyarakat seperti saat ini?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

2196 Atas pertanyaan, hukum mana yang terutama, Yesus menjawab: “hukum yang terutama ialah: dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini” (Mrk 12:29-31). Santo Paulus mengingatkan: “Barang siapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kasih tidak berbuat jahat kepada sesama manusia, karena itu adalah kegenapan hukum Taurat” (Rm 13:8-10).

2197 Perintah keempat: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” (Kel 20:12) membuka loh kedua dekalog. Ia merujuk ke tata cinta kasih. Allah menghendaki bahwa kita mencontohi Dia dalam menghormat orang-tua kita, kepada siapa kita berterima kasih untuk kehidupan kita, dan yang menyampaikan iman kepada kita. Kita berkewajiban menghormati dan menghargai semua orang yang Allah lengkapi dengan wewenang-Nya demi kesejahteraan kita.

2198 Perintah ini dirumuskan secara positif; ia menunjukkan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi. Ia mengantar ke perintah-perintah berikutnya, di mana dituntut agar menghormati kehidupan, pernikahan, harta benda duniawi orang lain, dan perkataan manusia. Ia merupakan salah satu dasar ajaran sosial Gereja.

2199 Perintah keempat ditujukan secara khusus kepada anak-anak dan menyangkut hubungan mereka dengan ayah dan ibu, karena inilah hubungan yang paling mendasar. Ia juga mencakup hubungan kekeluargaan dengan anggota-anggota keluarga yang lain. Ia menghendaki agar ditunjukkan penghormatan, cinta kasih, dan terima kasih kepada sanak keluarga yang lebih tua dan nenek moyang. Akhirnya ia juga menyangkut kewajiban anak-anak sekolah terhadap gurunya, karyawan terhadap majikan, bawahan terhadap atasannya, warga negara terhadap tanah aimya, dan terhadap mereka yang mengurus dan memerintahnya. Dalam arti yang lebih luas, perintah ini juga mencakup kewajiban-kewajiban orang-tua, wali, guru, pemuka, penguasa, dan pejabat, jadi semua mereka yang menjalankan wewenangnya untuk orang lain atau suatu persekutuan.

2200 Mematuhi perintah keempat membawa pula satu ganjaran: “hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” (kel 20:12) Bdk. Ul 5:16.. Penghayatan perintah ini, di samping buah-buah rohani juga mendatangkan buah jasmani ialah perdamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya menginjak-injak perintah ini mendatangkan kerugian besar bagi persekutuan manusia dan bagi orang perorangan.

SHARING IMAN www.sabda.org

Seorang guru tua menanyai murid-muridnya, “Bagaimana kita tahu kapan kegelapan pergi dan fajar menjelang?” “Ketika kita dapat melihat sebuah pohon dan tahu bahwa itu adalah pohon pinus, bukan pohon cemara,” jawab seorang murid. “Ketika kita dapat melihat seekor binatang dan tahu bahwa itu adalah rubah, bukan seekor serigala,” jawab yang lain. “Salah,” kata guru itu. Karena bingung, para murid itu menanyakan jawabannya. Sang guru menjawab dengan tenang, “Kita akan tahu kapan kegelapan pergi dan fajar datang ketika kita dapat melihat orang lain dan mengenalinya sebagai saudara kita; karena jika tidak, jam berapa pun, kita akan tetap berada dalam kegelapan.”

Adakah kita menanggapi dengan serius kata-kata Yohanes, “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita?” (1Yohanes 3:14). Atau, masihkah kita menyimpan kemarahan atau kebencian kepada orang lain? Adakah kita mencela orang-orang lain dan seringkali tidak sependapat dengan kita dalam berbagai hal? Bagaimana dengan orang-orang dari bangsa lain? Adakah kita mengasihi mereka tidak hanya dari kejauhan tetapi juga secara dekat dan pribadi? Jika kasih merupakan ciri orang percaya, adakah orang lain akan mendapati ciri tersebut dan mengenali kita sebagai milik Kristus?

Warta Paroki 3 Juni 2018

Warta Paroki
02 – 03 Juni 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
        Minggu,   03 Juni :  Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.
    Selasa,   05 Juni :  Peringatan St. Bonifasius, Uskup Martir.
    Jumat,     08 Juni : Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.
    Sabtu,     09 Juni :  Peringatan Hati Tersuci SP Maria.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl  : Minggu, 3 Juni 2018
        Pukul    : 10.00 WIB
        Tempat : Ruang St. Yusup
        Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  3. Paroki St. Theresia, Sedayu – Yogyakarta mengadakan penggalangan dana pada tanggal 09 – 10 Juni 2018, untuk pembangunan dan Renovasi . Partisipasi umat sangat diharapkan.
  4. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” pada:
    Hari, tgl :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  5. KEP VI Karangpanas akan diselenggarakan bulan Juli – November 2018. Pendaftaran pada petugas di depan gereja setiap misa, Ivan 0822.526.9919 atau di Sekretariat Paroki.
  6. Tim Kerja Paramenta mengundang ibu ibu untuk ikut aktif dalam belajar merangkai bunga setiap hari selasa di gereja St. Athanasius Agung.
  7. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  8. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  9. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  10. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Dorotea Indri Rimawati dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Andreas Wahyu Febrianto dari Paroki St. Paulus  – Sendangguwo.

 Pengumuman II

  1. Emanuel Franscesco Gunawan Nurbiyanto dari lingk. St. Familia – Tengger II
    dengan
    Gertrudis de Helfta Sri Hardiyah Dwi Aprillita Sukowati dari Paroki SPM di Fatima  – Sragen.
  1. Margaretta Wahyu Setyaningrum dari lingk. St. Elisabeth – RS. Selisabeth
    dengan
    Antonius Budi Cahyoko dari Paroki SPM Ratu Rosario Suci – Katedral  – Semarang.
  1. Elisabeth Retnowati dari lingk. St. Agatha – Candi Baru II
    dengan 
    Athanasius Septian Ade Ariyanto dari Paroki Keluarga Kudus  – Atmodirono.

 Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Martinus Dani Winantara (36 th) – suami dari ibu Agnes Damar Tuwuh Palupi – dari lingk. St. Theresia de Lisieux – Candi Losmen.  Wafat hari Jumat, tanggal 25 Mei 2018.

INILAH TUBUH-KU INILAH DARAH-KU

INTISARI BACAAN MINGGU INI

  1. Dengan perantaraan Musa, bangsa Israel mengikat perjanjian dengan Allah. (Bacaan I – Kitab Keluaran)
  2. Dengan mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya, Yesus Kristus menjadi Pengantara dari perjanjian baru Allah-manusia. (Bacaan II – Surat kepada Orang Ibrani)
  3. Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus menyatakan pemberian Diri-Nya bagi keselamatan manusia dan yang akan terlaksana dalam Peristiwa Salib. (Bacaan Injil – Markus)

BAHAN REFLEKSI PRIBADI

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah “janji” itu?
  3. Apakah aku memiliki janji kepada seseorang, kepada Tuhan, kepada diriku sendiri?
  4. Tubuh dan Darah Yesus adalah tanda perjanjian baru. Apakah aku percaya akan hal ini? Bagaimana sikapku selama ini dalam menyambut Tubuh dan Darah Yesus dalam Ekaristi?

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

1333 Didalam perayaan Ekaristi, roti dan anggur diubah melalui perkataan Kristus dan seruan kepada Roh Kudus, menjadi tubuh dan darah Kristus. Sesuai dengan petunjuk Tuhan, demi kenangan akan Dia, Gereja melanjutkan apa yang telah Ia lakukan pada malam sebelum sengsara-Nya sampai kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan: “Ia mengambil roti….. “Ia mengambil piala yang berisi air anggur”. Roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus atas cara yang penuh rahasia, tetapi tinggal tanda-tanda tentang kebaikan ciptaan. Karena itu, dalam mempersiapkan persembahan kita berterima kasih kepada Pencipta untuk roti dan anggur (Mzm 104:13-15), hasil dari usaha manusia”, tetapi pertama-tama “hasil dari bumi” dan “pokok anggur”, anugerah Pencipta. Gereja melihat di dalam tindakan Melkisedek, raja dan imam yang membawa “roti dan anggur” (Kej 14:18), satu pratanda bahan persembahannya sendiri (MR, Doa SyukurAgung Romawi 95: “Supra quae”).

1334 Di dalam Perjanjian Lama roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung, sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Tetapi dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir ia memiliki lagi satu arti baru… Roti yang tak beragi, yang umat Israel makan dalam perayaan Paska setiap tahun, mengingatkan pada ketergesahan keluaran dari Mesir yang membebaskan; kenangan akan manna di padang gurun selalu mengingatkan Israel bahwa ia hidup dari roti Sabda Allah (Ul 8:3). Dan roti sehari-hari adalah buah tanah terjanji, satu jaminan bahwa Allah tetap setia kepada janji-janji-Nya. “Piala pengucapan syukur” (1 Kor 10:16) pada akhir perjamuan Paska Yahudi menambahkan arti eskatologis pada kegembiraan pesta anggur: penantian mesianis akan pembangunan kembali Yerusalem. Yesus telah menciptakan Ekaristi-Nya dengan memberikan satu arti baru dan definitif kepada pemberkatan roti dan anggur.

1335 Mukjizat perbanyakan roti menunjukkan lebih dahulu kelimpahan roti istimewa dari Ekaristi-Nya (Mat 14:13-21; 15:32-39): Tuhan mengucapkan syukur, memecahkan roti dan membiarkan murid-murid-Nya membagi-bagikannya, untuk memberi makan kepada orang banyak. Tanda perubahan air menjadi anggur di Kana (Yoh 2:11). telah memaklumkan saat kemuliaan Yesus. Ia menyampaikan penyempurnaan perjamuan pernikahan dalam Kerajaan Bapa, di mana umat beriman akan minum (Mrk 14:25). anggur baru, yang telah menjadi darah Kristus.

1336 Pernyataan pertama mengenai Ekaristi, memisahkan murid-murid-Nya dalam dua kelompok, sebagaimana juga penyampaian mengenai sengsara-Nya menimbulkan reaksi menolak pada mereka: “Perkataan ini keras, siapakah sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60). Ekaristi dan salib adalah batu-batu sandungan. Keduanya membentuk misteri yang sama, yang tidak berhenti menjadi sebab perpecahan. “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). Pertanyaan Tuhan ini bergema sepanjang masa; melalui pertanyaan ini cinta-Nya mengundang kita, supaya mengakui bahwa hanya Dialah memiliki “perkataan hidup kekal” (Yoh 6:68) dan bahwa siapa yang menerima anugerah Ekaristi-Nya dengan penuh iman, menerima Dia sendiri.

SHARING IMAN

www.katolisitas.org

Sejak abad awal, Gereja tidak pernah meragukan kehadiran Tuhan Yesus dalam rupa roti dan anggur. Kita mengetahuinya tidak saja dari perkataan Yesus sendiri   yang dicatat dalam Injil, namun juga dari tulisan Rasul Paulus (lih. 1Kor 11:23-26). Kebiasaan untuk menyimpan hosti yang sudah dikonsekrasi dalam tabernakel juga sudah dicatat dalam riwayat St. Basilius di abad ke-4. Ekaristi itu disimpan di gereja-gereja atau biara bagi keperluan orang-orang sakit dan yang menghadapi ajal. Namun menjelang akhir abad ke-11, Gereja mengalami “hantaman” dari Berengarius (999-1088) seorang pemimpin diakon di Angers, Prancis, yang secara terbuka menolak percaya bahwa Kristus secara nyata hadir dalam rupa roti dan anggur. Ada sejumlah orang yang percaya kepada ajarannya ini dan mulai menuliskan bahwa Kristus dalam Ekaristi tidaklah sama dengan Kristus dalam Injil, dan karena itu, Ia sebenarnya tidak sungguh-sungguh hadir di dalam Ekaristi.

Begitu seriusnya kasus ini, sehingga Paus Gregorius VII memerintahkan Berengarius untuk menarik kembali ajarannya. Ia diminta untuk mengucapkan pengakuan iman tentang kehadiran Yesus secara nyata dalam Ekaristi. Ini adalah pernyataan definitif pertama Gereja tentang apa yang selalu dipercaya oleh Gereja dan tak pernah ditentang. Dengan pengakuan iman ini, maka gereja-gereja di Eropa mengalami semacam “kebangkitan” dalam penghayatan akan Ekaristi. Saat itulah ditetapkan adanya prosesi-prosesi Sakramen Mahakudus, rumusan doa-doa adorasi, umat didorong untuk mengunjungi Sakramen Mahakudus, dan seterusnya. Sejak abad ke-11 ini, devosi kepada Sakramen Mahakudus dalam Tabernakel menjadi semakin dikenal.

Maka dari itu, tak ada yang mengejutkan ketika Paus Urbanus IV di tahun 1264 kemudian menetapkan Hari Raya Tubuh Kristus (Corpus Christi). Paus menekankan akan kasih Kristus, yang ingin menyertai umat-Nya secara fisik sampai akhir zaman. Paus mengatakan, “Dalam Ekaristi, Kristus di dalam hakekat-Nya sendiri ada bersama kita.” Sebab “ketika mengatakan kepada para rasul-Nya bahwa Ia akan naik ke Surga, Ia berkata, “Lihatlah, Aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai akhir zaman” dan dengan demikian menghibur mereka dengan janji yang besar bahwa Ia akan tetap ada dan bersama-sama dengan mereka bahkan dengan kehadiran secara jasmani” (Paus Urbanus IV, Transiturus de hoc mundo, 11 Agustus 1264).

Ajaran tentang Kehadiran Kristus dalam Ekaristi ini didukung juga oleh berbagai mukjizat Ekaristi di sepanjang sejarah Gereja – dan yang terakhir  diakui oleh CDF bulan April 2016 adalah mukjizat Ekaristi yang terjadi di Hari Raya Natal 2013 di Legnica, Polandia. Meskipun demikian, masih ada begitu banyak orang – bahkan orang-orang yang juga mengimani Kristus – yang tidak percaya akan kehadiran-Nya dalam Ekaristi. Di Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, nampaknya kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri, tentang apakah yang dapat kita perbuat untuk semakin menghayati kebenaran ajaran iman ini? Bagaimana kita dapat turut menyebarkannya?

Warta Paroki 27 Mei 2018

Warta Paroki
26 – 27 Mei 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
        Minggu,         27 Mei    :         Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
    Kamis,           31 Mei    :         Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet.
    Jumat,           01 Mei    :         Peringatan Santo Yustinus.
  2. Koperasi CU Hangesti Mulyo akan mengadakan Rapat Anggota pada:
    Hari, tgl : Selasa, 29 Mei 2018
    Pukul    : 09.30 – 11.30  WIB
        Tempat   :   Aula St. Athanasius
    Mengharap Kehadiran Seluruh Anggota Koperasi Hangesti.
  3. Jadwal penerimaan S. Tobat bagi Peserta Komuni I dan orangtua:
    Senin, 28 Mei 2018: Kelompok Don Bosco
    Selasa, 29 Mei 2018: Kelompok Aloysius dan Bina Bangsa School
    Rabu, 30 Mei 2018: Kelompok Gereja , Kanisius , Maria Regina.
    Penerimaan S. Tobat dilaksanakan mulai pukul 17.30 WIB di gereja.
    Para orangtua diminta memberikan teladan dengan menerima S. Tobat untuk membesarkan hati putra/putri dalam Sakramen Tobat mereka yang pertama.
  4. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl  : Minggu, 3 Juni 2018
        Pukul    : 10.00 WIB
        Tempat : Ruang St. Yusup
        Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  5. Paroki St. Theresia, Sedayu – Yogyakarta mengadakan penggalangan dana pada tanggal 09 – 10 Juni 2018, untuk pembangunan dan Renovasi . Partisipasi umat sangat diharapkan.
  6. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” pada:
    Hari, tgl :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  7. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  8. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  9. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  10. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman III

  1. Angelika Grace Kimendora Gautama dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Petrus Vincensius Eric Pratama dari St. Maria Fatima – Pekanbaru.

Pengumuman I

  1. Dorotea Indri Rimawati dari lingk. St. Perawan Maria – Jatingaleh III
    dengan
    Andreas Wahyu Febrianto dari St. Paulus  – Sendangguwo.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Stefanus Hadi Santoso (80 th)  – suami dari ibu Theresia Sunarti – dari lingk. St. Yusuf Pekerja – Karangpanas I.  Wafat hari Senin, tanggal 11 Mei 2018.

 

TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Musa menunjukkan kepada bangsa Israel karya kasih Allah dan mengajak bangsa Israel untuk taat kepada Allah. (Bacaan I – Kitab Ulangan)
  2. Paulus menyatakan kepada jemaat di Roma bahwa Allah sungguh mengasihi mereka, sehingga Ia telah mencurahkan Roh-Nya dan menjadikan mereka anak-anak Allah. (Bacaan II – Surat Paulus kepada jemaat di Roma)
  3. Yesus mengutus para rasul untuk mewartakan kasih Allah kepada semua bangsa dan Ia berjanji selalu menyertai mereka. (Bacaan Injil – Matius)

Bahan Refleksi Pribadi

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Menurutku, apa artinya “menjadi anak-anak Allah”?
  3. Apakah hari ini aku mengalami kasih Tuhan?
  4. Apakah karya Tuhan dalam hidupku yang paling aku syukuri? Mengapa?
  5. Apa tindakan konkret yang aku lakukan sebagai bentuk/ungkapan kasih-ku bagi keluarga, lingkungan/ masyarakat, dan Gereja?

Katekismus Gereja Katolik

253 Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: “Tritunggal yang sehakikat”. Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: “Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat”. “Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi”

254 Ketiga Pribadi ilahi berbeda secara real satu dengan yang lain. Allah yang satu bukanlah “seakan-akan sendirian”. “Bapa”, “Putera”, “Roh Kudus”, bukanlah hanya nama-nama yang menyatakan cara-cara berada berbeda dari hakikat ilahi, karena mereka secara real berbeda satu dengan yang lain: “Bapa tidak sama dengan Putera, Putera tidak sama dengan Bapa, Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Putera”. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah “Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan”. Kesatuan ilahi bersifat tritunggal.

255 Ketiga Pribadi ilahi berhubungan satu dengan yang lain. Karena perbedaan real antar Pribadi itu tidak membagi kesatuan ilahi, maka perbedaan itu hanya terdapat dalam hubungan timbal balik: “Dengan nama-nama pribadi, yang menyatakan satu hubungan, maka Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dihubungkan dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya: Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi, demikian iman kita”. Dalam mereka “segala-galanya… satu, sejauh tidak ada perlawanan seturut hubungan”. “Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera”.

Sharing Iman:

http://katolisitas-indonesia.blogspot.co.id/ 2012/10/syahadat-professio-fidei-tridentinae.html

Pengakuan Iman Tridentine (Professio Fidei Tridentinae) atau yang dikenal sebagai Pengakuan Iman Pius IV, adalah satu dari empat Pengakuan Iman resmi Gereja Katolik, yaitu Syahadat Para Rasul (Syahadat Pendek), Syahadat Nicea-Konstantinopel (Syahadat Panjang) dan Syahadat Athanasian.

Pengakuan ini dikeluarkan oleh Paus Pius IV pada tanggal 13 November 1565 dengan Bulla “Iniunctum nobis” di bawah dukungan Konsili Trente (1545-1563). Pengakuan iman ini setelah Konsili Vatikan I (1869-1870) berfungsi untuk memberi penekanan lebih pada definisi dogmatik Konsili. Tujuan utama Pengakuan Iman ini adalah untuk menjelaskan batasan iman Katolik terhadap ajaran-ajaran sesat.

 

Syahadat Athanasian:

Inilah iman Katolik: kita menghormati Allah yang tunggal dalam Trinitas dan Trinitas dalam keesaan, tanpa pencampuran Pribadi dan tanpa pemisahan kodrat mereka. Salah satunya adalah Pribadi Bapa, Pribadi yang lain adalah Putra dan Pribadi yang lain lagi adalah Roh Kudus. Akan tetapi Bapa, Putra dan Roh Kudus hanya memiliki satu keilahian, kemuliaan yang sama, keagungan yang sama. Sebagaimana Bapa, demikian pun Putra dan Roh Kudus. Bapa tidak diciptakan, Putra tidak diciptakan, Roh Kudus tidak diciptakan. Bapa tak terselami, Putra tak terselami, Roh Kudus tak terselami. Bapa abadi, Putra abadi, Roh Kudus abadi. Namun mereka bukan tiga Yang kekal, melainkan satu Yang kekal. Mereka juga bukan tiga kenyataan ilahi yang tidak diciptakan dan bukan tiga yang tak terselami melainkan satu yang tak diciptakan dan tak terselami. Bapa mahakuasa, Putra mahakuasa, Roh Kudus mahakuasa, namun bukan ada tiga kenyataan ilahi yang mahakuasa melainkan satu kenyataan ilahi yang mahakuasa. Demikianlah Bapa itu Allah, Putra itu Allah dan Roh Kudus itu Allah, namun bukan ada tiga Allah, melainkan hanya satu Allah. Bapa adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan, namun tidak terdapat tiga Tuhan, tetapi hanya satu Tuhan. Sebagaimana kita mengakui seturut kebenaran Kristen bahwa setiap Pribadi adalah Allah dan Tuhan, namun Gereja Katolik juga melarang kita untuk mengakui tiga allah dan tuhan. Bapa tidak dihasilkan seorangpun, ataupun diciptakan dan diperanakkan. Putra berasal dari Bapa sendiri, tidak dihasilkan, tidak diciptakan, tetapi diperanakkan. Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putera, tidak dihasilkan, tidak diciptakan, tidak diperanakkan, tetapi diasalkan. Jadi terdapat satu Bapa, bukan tiga bapa, satu Putra, bukan tiga putra, satu Roh Kudus, bukan tiga roh kudus. Dan dalam Tritunggal ini tidak ada yang mendahului atau kemudian, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, tetapi semua tiga Pribadi adalah sama-sama kekal dan agung, sehingga seperti dikatakan bahwa baik keesaan dalam ketigaan maupun ketigaan dalam keesaan haruslah disembah. Siapa yang ingin mencapai kebahagiaan haruslah percaya akan Tritunggal Mahakudus. Lebih jauh lagi, adalah penting untuk keselamatan kekal, bahwa ia harus mempercayai dengan benar Inkarnasi (Penjelmaan) Tuhan kita Yesus Kristus. Karena iman yang benar adalah bahwa kita mengimani dan mengakui bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, Putera Allah, adalah Allah dan Manusia. Allah, kodrat dari Bapa, dilahirkan sebelum segala dunia; dan manusia, dari kodrat ibu-Nya, lahir ke dalam dunia. Allah sempurna dan Manusia sempurna, berada dalam jiwa yang layak dan daging manusia. Setara dengan Sang Bapa dalam hal keilahianNya, lebih rendah dari Sang Bapa dalam hal kemanusiaanNya. Yang sekalipun adalah Allah dan manusia, bukanlah dua tetapi satu Kristus. Tetapi satu, bukan dari perubahan dari keilahianNya menjadi daging, tetapi dari pengambilan kemanusiaanNya ke dalam Allah. Satu bersama-sama, bukan karena percampuran kodrat, tetapi oleh kesatuan pribadi. Karena jiwa yang layak dan daging adalah satu manusia, demikian juga Allah dan manusia adalah satu Kristus. Yang menderita untuk keselamatan kita, turun ke neraka, hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Ia naik ke surga, Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa, dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Pada kedatangan-Nya, semua manusia akan bangkit kembali dengan tubuhnya dan akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka yang telah berbuat baik akan pergi ke dalam kehidupan kekal; mereka yang telah berbuat jahat ke dalam api yang kekal. Inilah iman Katolik yang mana kecuali seseorang percaya dengan setia dan teguh, ia tidak bisa diselamatkan.

Warta Paroki 13 Mei 2018

 Warta Paroki
13 Mei 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 14 Mei: Pesta St. Matias, Rasul.
  2. Masa Mistagogi Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 akan diadakan pada:
    Hari, tanggal  : Sabtu,19 Mei 2018
    pukul              : 19.00 WIB
    tempat            : Aula St. Athanasius
    Baptisan Paskah 2018 dan Baptisan Luar Paskah 2017 WAJIB hadir dalam masa mistagogi guna menggenapi tahapannya.
    Jadwal Mistagogi 2018:
    Sabtu, 19 Mei 2018: Hidup Menggereja dan Berparoki oleh Romo Ignatius Suharyono, Pr.
    Sabtu, 19 Mei 2018: Penerimaan S. Tobat, dimulai pukul 16.00 WIB.
    Sabtu, 19 Mei 2018: Syukuran dan Penyerahan Surat Baptis jam 19.00 WIB.
  3. Doa Karismatik pada hari Rabu, 02 dan 08 Mei 2018 DITIADAKAN, dan akan diadakan lagi pada hari Rabu, 16 Mei 2018 di Aula St. Maria.
  4. Tim Kerja PSE akan mengadakan Bazar Kuliner Paguyuban UKM Paroki Karangpanas:
        Hari, tgl : Sabtu – Minggu, 12 – 13 Mei 2018
        Pukul     :  Sabtu, 12 Mei: 18.00 – selesai
    Minggu, 13 Mei: 06.00 – 12.00 WIB
        Tempat :  Halaman Gereja St. Athanasius
    Mohon kunjungan umat untuk memeriahkan Bazar.
  5. Misa Penutup Pekan KOMSOS KAS akan diselenggarakan Minggu, 13 Mei 2018 pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Vikjend.
  6. Rekoleksi Peserta Komuni Pertama dan Orang Tua akan diadakan pada:
        Hari, tgl : Minggu, 13 Mei 2018
    Pukul     : 09.00 – 14.30 WIB
    Tempat  : Peserta Komuni I: Aula SMA Don Bosko
    : Pendamping bagi orangtua calon komuni I di Aula SD Don Bosko
    Acara akan ditutup dengan misa bersama anak dan orangtua.
    Jadwal penerimaan S. Tobat bagi Peserta Komuni I dan orangtua:
    Senin, 28 Mei 2018: Kelompok Don Bosco
    Selasa, 29 Mei 2018: Kelompok Aloysius dan Bina Bangsa School
    Rabu, 30 Mei 2018: Kelompok Gereja , Kanisius , Maria Regina.
    Penerimaan S. Tobat dilaksanakan mulai pukul 17.30 WIB di gereja.
    Para orangtua diminta memberikan teladan dengan menerima S. Tobat untuk membesarkan hati putra/putri dalam Sakramen Tobat mereka yang pertama.
  7. Pertemuan Paguyuban Ibu Paroki akan diadakan pada:
        Hari, tgl : Selasa, 15 Mei 2018
    Pukul    : 16.30 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Tema    : Memasak Makanan Sehat untuk Keluarga bersama Br. Albertus Slamet,FIC
  8. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
        Hari, tgl : Senin – Rabu, 21 – 23 Mei 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Syarat :
    –  Mengisi formulir
    –  Fc. Surat baptis
    –  Foto berdampingan 4×6 satu lembar
    –  Biaya Rp 100.000,00
  9. Timja Adi Yuswa akan mengadakan Misa Syukur Hari Lansia Se-dunia (20 Mei) dan Penerimaan Sakramen Minyak Suci, pada:
        Hari, tgl : Selasa, 22 Mei  2018
    Pukul    : 09.00 – 12.00 WIB
    Tempat : Gereja St. Athanasius
        Kami mengharap kehadiran seluruh Adi Yuswa se-paroki.
  10. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari, tgl : Minggu, 27 Mei 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Syarat :
        –  Formulir dari ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –   Fc. Testimonium matrimonii (surat nikah gereja)
    –  Fc. Surat baptis emban baptis (usia max 50 thn, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari, tgl :  Jumat, 25 Mei 2018
    Pukul     :  18.00 WIB
    Tempat :  Ruang St. Yusup
  11. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari, tgl :  Minggu, 27 Mei 2018
    Pukul     :  17.30 WIB
        Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Mei diharap mengikutinya. Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  12. Pengembalian persembahan Bulan Januari Maret 2018 dapat diambil di sekretariat paroki.
  13. Deteksi Dini, Konseling Gratis, dan Misa Anak Berkebutuhan Khusus dilaksanakan pada:
    Hari, tgl   :  Rabu, 16 Mei 2018
    Pukul      :  15.30 -20.00 WIB
    Tempat   :  Gedung Sukasari Jl. Pandanaran No. 9
    Misa dipimpin oleh bapak Uskup Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr. Pendaftaran dan informasi: Christi (0899 6676 340) dan Olga (0815 7679 694).
  14. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” pada:
    Hari, tgl :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta  :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  15. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 081 225 520 287
    Bpk Mardiono: 081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 081 225 680 570
  16. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  17. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny    0815 7573 1236
    Anna      0815 8059 000
  18. Timja Paduan Suara, Pemazmur dan Organis membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu/Saudara-i yang ingin bergabung menjadi Pemazmur, dengan syarat:
    Bisa bernyanyi dengan baik
    Bisa membaca not angka
    Minimal Kelas I SMA (kelas X).
    Pendaftaran: Bp. Broto 0851 0029 4738

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Edmundus Edwardus Ulukyanan dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Aprilia Dwi Rahayu dari Sleman – Yogyakarta.

Pengumuman I

  1. Angelika Grace Kimendora Gautama dari lingk. St. Faustina – Panorama
    dengan
    Petrus Vincensius Eric Pratama dari St. Maria Fatima – Pekanbaru.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.