BERTOBATLAH, KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah menjanjikan keselamatan kepada Nabi Nuh, keturunannya, dan segala makhluk hidup dan Ia akan selalu setia pada janjiNya. (Bacaan I – Kejadian)
  2. Yesus wafat dan bangkit untuk keselamatan manusia, yang menantikan pemenuhan janji Allah. (Bacaan II – 1Petrus)
  3. Yesus memulai karyaNya dengan berpuasa di padang gurun dan mengalahkan pencobaan. Ia memanggil semua orang untuk bertobat dan percaya pada Injil. (Bacaan Injil – Markus)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya pada janji keselamatan dari Allah, seperti Nabi Nuh?
  3. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan janji keselamatan dari Allah?
  4. Apakah aku pernah mengalami pencobaan? Apa?
  5. Bagaimana aku menghadapi pencobaan itu?

Katekismus Gereja Katolik

538 Injil-injil berbicara tentang waktu kesendirian yang Yesus lewati di sebuah tempat sunyi, langsung sesudah pembaptisan-Nya oleh Yohanes: “Dibawa” oleh Roh Kudus ke padang gurun, Yesus tinggal di sana selama empat puluh hari, tanpa makan. Ia hidup di antara binatang-binatang buas, dan malaikat-malaikat melayani-Nya. Pada akhirnya setan mencobai-Nya sebanyak tiga kali, dengan berusaha menggoyahkan sikap keputeraan Yesus terhadap Allah. Yesus menampik serangan-serangan ini, dalamnya cobaan Adam di firdaus dan cobaan Israel di padang gurun sekali lagi diangkat ke permukaan, dan setan mundur dari hadapan-Nya, supaya kembali lagi “pada waktunya” (Luk 4:13).

539 Injil-injil menunjukkan arti keselamatan dari kejadian yang penuh rahasia ini. Yesus adalah Adam baru, yang tetap setia, sedangkan Adam pertama menyerah kepada percobaan. Yesus melaksanakan perutusan Israel secara sempurna. Bertentangan dengan mereka yang dulu selama empat puluh tahun di padang gurun menantang Allah, Kristus memperlihatkan Diri sebagai Hamba Allah, yang taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Dengan demikian Yesus adalah pemenang atas setan: ia sudah “mengikat orang kuat”, untuk merampas kembali darinya jarahannya. Kemenangan Kristus atas penggoda di padang gurun mendahului kemenangan kesengsaraan, bukti ketaatan cinta-Nya yang paling tinggi sebagai anak kepada Bapa-Nya.

540 Percobaan itu menunjukkan, atas cara apa Putera Allah itu Mesias, bertentangan dengan peranan yang setan usulkan kepada-Nya dan di mana manusia lebih senang melihatnya. Karena itu Kristus mengalahkan penggoda demi kita. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15). Oleh masa puasa selama empat puluh hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.

Sharing Iman
www.sabda.org

Sebelum saya cukup dewasa untuk mendapatkan SIM, saya sering memikirkan bagaimana rasanya mengendarai mobil di jalan raya. Saya kuatir kalau-kalau nanti saya akan tergoda untuk melaju dengan kecepatan penuh. Saya tidak tahu apakah saya akan dapat mengontrol diri untuk mengemudi menurut batas kecepatan dan syarat-syarat mengemudi yang telah ditentukan atau tidak. Namun ketika saya sudah berumur 16 tahun, saya menyadari bahwa saya pasti dapat mengontrol pedal gas, dan bukan sebaliknya.

Pernahkah Anda mendengar seseorang membenarkan dosanya, dengan menyatakan bahwa pencobaan yang datang itu tak tertahankan sehingga ia tidak punya pilihan lain? Atau, pernahkah Anda bertanya-tanya bahwa apa yang Anda lakukan itu sebenarnya bukan dosa? Bahkan Anda juga beralasan, bukankah kesempatan yang unik ini datang pada saat yang tepat dan memberikan apa yang Anda butuhkan?

Kita dapat belajar dari pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus, yakni bahwa saat kita memiliki kesempatan untuk berbuat dosa, Allah akan selalu menyediakan jalan keluar bagi kita atau Dia akan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya (Lukas 4:1-13; 1Korintus 10:13). Dengan mengandalkan Roh Kudus dan Firman Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus, kita pasti akan dapat bertahan terhadap pencobaan dan bukan dihancurkan olehnya. Bagi orang Kristen, tidak ada pencobaan yang tak tertahankan. Setiap pencobaan adalah sebuah kesempatan untuk semakin mempercayai Allah.

Warta Paroki 11 Februari 2018

 Warta Paroki
11 Februari 2018

  1. Penanggalan Liturgi
    Rabu,  14 Feb :  Rabu Abu.
  2. Jadwal Misa Rabu Abu 2018 di Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas:
    Selasa, 13 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 05.30 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
  3. Pendaftaran Calon Penerima Sakramen Penguatan 2018 mulai 27 Januari – 18 Februari di Sekretariat Paroki.
    Syarat      :
    Sudah dibaptis dan sudah menerima Komuni Pertama
    Sudah berusia 13 Tahun/ Kelas 1 SMP
    Surat Baptis Asli
    Katekumen yg dipersiapkan Baptis Paskah 2018, sudah menerima Pelantikan Tahap II dan memenuhi syarat dapat mengikutinya surat baptis menyusul.
    Katekese persiapan Penguatan dimulai awal Maret. Formulir Pendaftaran Baptis dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan.
  4. World Marriage Day pada :
    Hari/tgl           :  Minggu, 18 Februari 2018
    Pukul              :  10.00 WIB
    Tempat          :  Gereja St. Petrus Sambiroto
    Jl. Arumsari, Kedungmundu, Semarang
    Konselebrasi  :  Kardinal Yulius Darmaatmadja,SJ ; Rm. Leonard Smith,SJ ; Rm. Ign.Wignyosumarto,MSF ;
    Rm. Y.Aristanto H.S,MSF ; Rm Ign.Supriyatno,MSF.
    Daftar ke        :  Pasutri Hari – Seri 081.575.111.678
    Pasutri Didi – Lia 081.901.821.14
    Pasutri Handoyo – Ageng 081.228.599.04
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul      :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat    :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 23 Februari 2018
    Pukul      :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang St. Yusup
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul    : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Februari diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. OMK Karangpanas membuka pendaftaran Visualisasi Jalan Salib 2018. Kaum muda yang ingin terlibat dalam Visualisasi Jalan Salib dapat mendaftarkan diri di stand depan gereja atau menghubungi:
    CP :
    Cossy     Ø WA : 085.601.136.389 / mas_cossy
    Helena      Ø WA : 085.881.535.953/ helenayupita
  8. Mohon umat mengumpulkan daun palma kering tahun lalu ke Sakristi untuk keperluan Rabu Abu (14/2) mendatang.
  9. Laporan Timja Pendidikan Paroki Karangpanas. Telah menyalurkan subsidi biaya pendidikan bagi putra putri umat karangpanas :
    Siswa siswi SD : 59
    Siswa siswi SMP : 26
    Siswa Siswi SMA/K : 36
    Total  :123
    Dari 16 Wilayah dan 45 Lingkungan, jumlah dana yang sudah tersalurkan selama bulan Maret – Desember sejumlah Rp. 128.687.628,-.
    Bagi umat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Ernawaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto :   081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :   081 225 520 287
    Bpk Mardiono :   081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto :   081 225 680 570

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Maria Yustina Novita Sari Lingk. St. Antonia – Kalilangse I
    dengan
    Yakobus Ryan Setiawan  dari Banyumanik – Semarang
  2. Agustinus Denny Agus Kristanto dengan Jeanne D’ Arc Dwi Murjianti
    Keduanya dari Lingk. St. Petrus Claver  –  Karanganyar Gunung II.

Pengumuman I

  1. Angelia Maya Putri Utami dari Lingk. St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Gabriel Hansen Santoso dari Lingk. Yohanes Rasul – Paroki Kebon Dalem – Semarang

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki

Sabda Hidup: Selasa, 11 April 2017

HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI

warna liturgi Ungu

Bacaan

Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38. BcO Yer 11:18-12:13

Bacaan Injil: Yoh. 13:21-33,36-38

21Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.23Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.24Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”25Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”26Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.27Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”28Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.29Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.30Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.31Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.32Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.33Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.36Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”37Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”38Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Renungan

AKHIR-AKHIR ini televisi gencar memberitakan mega korupsi E-KTP. Banyak nama disebut dalam dakwaan. Banyak pula nama yang menolak terlibat. Namun ada pula yang mengakui menerima uang. Kita pun disuguhi tanda tanya siapa yang bener melakukan tindakan korupsi dan siapa yang bersih dari korupsi. Yang jelas kita sebagai rakyat dirugikan oleh kerakusan para koruptor tersebut. Yang tidak kita ketahui dengan pasti siapa pelakunya.

Yesus mengatakan bahwa salah satu dari murid-Nya akan bertindak sebagai pengkhianat. Ia akan menjual dan menyerahkan Yesus kepada para musuh-Nya. Kata-kata Yesus ini membuat para murid bertanya-tanya siapa yang dimaksud. Yesus hanya memberi tanda. Pada saatnya orang tersebut akan terlihat.

Ada banyak hal tersembunyi dalam kehidupan kita yang memancing banyak pertanyaan. Sering tidak mudah bagi kita untuk menemukan jawabannya. Hanya pada saat tertentu ketika telah terjadi kita baru tahu jawabannya. Kiranya kita mesti bersabar untuk kehadiran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita. Tuhan akan memberikan jawaban pada waktu yang tepat.

Kontemplasi

Bayangkan suasana para murid ketika Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Refleksi

Bagaimana menyikapi pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab?

Doa

Tuhan aku percaya Engkau selalu berkenan memberikan jawaban atas pertanyaanku. Semoga aku makin dekat dan erat dalam kepercayaan pada rencana-Mu. Amin.

Perutusan

Aku akan bersandar pada rencana Tuhan atas hidupku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Sabtu, 8 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56. BcO Ibr 13:1-25

Bacaan Injil:Yoh 11:45-56

45Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 46Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 47Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 48Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 49Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 50dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 51Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,52dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 53Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 54Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 55Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 56Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

DALAM beberapa pembangunan kita sering melihat orang menyembelih binatang sebagai korban. Sering kalau binatang berkaki empat maka kepalanya ditanam di daerah tertentu. Hal itu dilakukan demi keselamatan semua orang yang akan bekerja di pembangunan tersebut.Daripada ada korban manusia maka binatang itu menjadi korban pengganti.

Maaf saya membandingkan itu dengan pemikiran  Kayafas. Kayafas merasa lebih baik satu orang dikorbankan daripada seluruh negeri mengalami celaka. “lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa” (Yoh 11:50). Setelah pendapat ini orang-orang pun sepakat membunuh Yesus.

Rasanya sampai sekarang pun masih banyak orang yang mengorbankan sesamanya demi keselamatan dirinya. Kepentingan sendiri dilindungi hak hidup orang lain dikorbankan. Kiranya kalau tidak ada kebencian tidak ada pula mengorbankan sesamanya. Hanya karena kebencian orang menjadi tega dan sadis. Maka marilah kita tepiskan rasa benci dalam diri kita. Kita hadirkan semangat kasih dan bersaudara.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yohanes 11:45-56. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana menahan diri dari dorongan menyingkirkan sesama?

Doa

Tuhan semoga anak-anak-Mu makin akrab dalam bersaudara. Semoga mereka tidak saling mengorbankan tapi saling meneguhkan. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga semangat persaudaraan dan mengangkat martabat sesamaku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Jumat, 7 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42. BcO Ibr 12:14-29

Bacaan Injil: Yoh 10:31-42

31Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 32Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 33Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” 34Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah – sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan-, 36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 37Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 38tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” 39Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. 40Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 41Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”42Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Renungan

SERING kita temui orang yang sulit dipercaya omongannya. Banyak omongan bagus-bagus tapi tidak ada yang mewujud sama sekali. Ada pula orang yang tidak banyak omong tetapi banyak bekerja. Ada banyak karya yang dibuat walau sedikit kata yang diucap. Ada pula yang kata dan perbuatannya seimbang. Siapa yang kita senangi?

Kata dan perbuatan Yesus seimbang. Apa yang Ia katakan Dia lakukan. Apa yang Dia lakukan Dia katakan. Namun demikian orang-orang yang tidak suka tidak bisa menerima apapun yang dia katakan dan lakukan. Perbuatan-perbuatan baik pun tidak mereka lihat. Yang ada adalah Yesus salah dan harus dihukum. Maka meski Yesus sudah menghadirkan banyak perbuatan baik namun orang-orang itu tetap mau menangkap dan melempari Dia dengan batu.

Mungkin kita tidak gampang percaya pada kata-kata. Namun rasanya kita tidak bisa mengingkari fakta baik di hadapan kita. Kala kita menutup mata atas perbuatan baik tersebut orang-orang pun akan mentertawakan kita. Maka marilah kita bersikap jujur untuk mengakui hala-hal yang telah dibuat dengan baik oleh orang-orang di sekitar kita.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 10:31-42. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana mengakui karya-karya sesama kita?

Doa

Tuhan semoga aku selalu jujur mengakui karya-karya sesamaku. Semoga makin banyak orang mengembangkan karya baik demi kebaikan bersama. Amin.

Perutusan

Aku akan mengakui dan mendukung karya-karya yang baik. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Kamis, 6 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan

Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59. BcO Ibr 12:1-13

Bacaan Injil: Yoh 8:51-59.

51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” 52Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkausamakan diri-Mu?” 54Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 55padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 56Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” 57Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” 58Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” 59Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Renungan

BAHASA dan latarbelakang percakapan yang berbeda seringkali menimbulkan perselisihan. Sering kita temukan anak dengan orang tua atau cucu dengan nenek bercekcok karena bahasa dan latar belakang bahasa mereka yang berbeda. Mereka bisa bertengkar ramai sekali. Namun kala menyadari perbedaannya mereka akan akur lagi.

Bahasa dan latar belakang bahasa yang dipakai Yesus berbeda dengan milik orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi pun tidak mampu menangkap omongan Yesus. Mereka pun malah mengumpat Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya” (Yoh 8:52).

Memang sering tidak mudah menyadari perbedaan bahasa. Maka sering pula perselisihan kata terjadi di dalam hidup kita. Kiranya kita perlu belajar mendeteksi perbedaan tersebut. Salah satu caranya adalah segera sadar kalau orang yang kita ajak bicara tidak memahami omongan kita. Di sana kita bisa menghentikan percakapan kita atau kemudian mengklarifikasinya.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 8:51-59. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana bisa segera menyadari perbedaan bahasa agar terhindar dari perselisihan kata?

Doa

Tuhan semoga aku mampu memahami bahasa yang mungkin berbeda denganku. Semoga aku pun bisa berbahasa dengan baik. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga bahasaku dan segera mengenali perbedaan yang mungkin ada. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Rabu, 5 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42. BcO Ibr 11:31-42

Bacaan Injil: Yoh 8:31-42

31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”33Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”34Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.35Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.36Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”37″Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.38Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”39Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.40Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.41Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”42Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Renungan

LAHIR di keluarga orang penting, terpandang dan sejahtera dilihat sebagai keberuntungan tersendiri. Orang-orang pun sering terkagum dengan keadaan seperti itu. Tidak jarang ada yang meratapi keberadaannya karena tidak seperti mereka. Banyak yang lahir dalam keberadaan seperti itu bisa hidup dengan baik dan bahkan mengembangkan warisan tersebut. Tidak sedikit pula yang gagal dan bahkan menjadi sengsara.

Orang-orang Yahudi bangga menjadi keturunan Abraham. Namun ternyata kebanggaan tersebut tidak diikuti dengan cara hidup menurut hidup Abraham. Mereka malah berkehendak membunuh Yesus. “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham” (Yoh 8:39-40).

Kiranya keselamatan tidak ditentukan oleh faktor keturunan. Perilaku hidup kitalah salah satu penentu keselamatan kita. Perilaku baik, tekun dan tak pernah menyerah didukung rahmat Allah akan menghantar kita pada keselamatan.

Kontemplasi

Pejamkan matamu. Hadirkan rangkaian hidupmu. Telitilah apakah selaras dengan jalan Tuhan.

Refleksi

Tulislah perjalanan hidupmu dibandingkan dengan kehendak Tuhan.

Doa

Tuhan semoga aku selalu hidup sesuai dengan jalan-Mu. Amin

Perutusan

Aku akan memasang alur jalan hidupku selaras dengan alur kehendak Tuhan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Selasa, 4 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30 BcO Ibr 11:20-31

Bacaan Injil:Yoh 8:21-30

21Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” 22Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” 23Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” 25Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” 27Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 28Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” 30Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Renungan

SUATU kali kami shooting film anak-anak. Banyak anak menjadi bintang dalam film tersebut. Namun beberapa di antara mereka harus ada orang yang menunggui dari keluarganya. Kehadiran ibu, ayah atau neneknya menambah keyakinan sang anak. Mereka merasa ayem dan berani tampil lebih optimal.

Yesus meyakini kehadiran Bapa pada diri-Nya. Kehadiran Bapa meneguhkan keyakinan Yesus dalam berkarya. Ia tak gentar dengan segala sesuatu yang mungkin akan menghalangi bahkan menjegal-Nya. Ia tetap melangkah menghadirkan kehendak Bapa.

Ada banyak hal yang mungkin membuat kita malas melangkahkan kaki kita lagi. Kekecewaan, rasa dijahatin, rasa tidak mempunyai teman sering menjadi alasan kita untuk tidak melanjutkan langkah kita. Namun ingatlah bahwa kita mempunyai Bapa yang selalu setia dan tidak mengecewakan. Kepercayaan akan kehadiran-Nya akan menegapkan langkah kita mengarungi jalan yang mungkin mengecewakan. Kita tetap akan gembira karena Allah menyertai.

Kontemplasi

Bayangkan kesetiaan Allah yang menegakkan langkahmu yang tersendat oleh kekecewaan.

Refleksi

Bagaimana menyadari kasih penyertaan Allah kala kita lagi kecewa?

Doa

Tuhan banyak hal yang seringkali membuatku jatuh kecewa dan ingin meninggalkan apa yang telah kuperjuangkan. Bantulah aku untuk selalu mengingat kehadiran-Mu sehingga aku tidak mudah meninggalkan apa yang telah Kauanugerahkan. Amin.

Perutusan

Aku sadar penyertaan Tuhan untuk mengubah kekecewaan menjadi harapan dan semangat. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Senin, 3 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11. BcO Ibr 11:1-19

Bacaan Injil: yoh 8:1-11

1tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. 2Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 3Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 4Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 5Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 7Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” 8Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 10Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Renungan

MENGHUJAT dan menghukum orang yan berdosa itu gampang. Kita gampang berteriak-teriak dan menghujat mereka yang kita anggap berdosa. Rasanya segala cercaan dan cacian siap untuk dilontarkan. Tuduhan bersalah pun bisa mengumpulkan ribuan orang dan menghadirkan banyak spanduk yang mendiskreditkan.

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berdosa. Mereka berharap Yesus pun akan menghukum perempuan itu. Ternyata Yesus tidak terpancing oleh dorongan nafsu mereka. Ia meredakan nafsu mereka dengan mengatakan, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Mereka sadar kalau diri mereka berdosa maka mereka terdiam dan pergi.

Rasanya kita jangan gampang terpancing emosi untuk menghukum orang. Kita perlu sadar bahwa kita pun orang berdosa. Sebagaimana Tuhan kita kedepankan pengampunan daripada hukuman. Pengampunan akan membuat seseorang menjadi hidup.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 8: 1-11. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Apa yang kita lakukan kala menghadapi orang berdosa?

Doa

Tuhan semoga aku lebih mudah mengampuni daripada menghukum. Dengan mengampuni aku pun mengalami kehidupan. Amin.

Perutusan

Aku akan gampang mengampuni daripada menghukum. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

WARTA PAROKI 02 April 2017

  1. Selama masa Prapaskah setiap hari Jum’at diadakan Doa Jalan Salib, dimulai pukul 17.30. Khusus hari Jum’at pertama Doa Jalan Salib akan dimulai pukul 17.00. Umat diharap mengikutinya.
  1. Setelah Misa Jum’at pertama, 7 April, pukul 05.30 pagi Sakramen Mahakudus akan ditahtakan di Kapel Hati Kudus Yesus bawah untuk Adorasi Ekaristi sampai pukul 16.30 dan dilanjutkan dengan Misa Jum’at pertama sore pukul 17.30.
    Petugas jaga bakti  tanggal 7 April :
    – Pk. 06.00-07.00: wilayah Candi Baru + Sisingamangaraja
    – Pk. 07.00-08.00: wilayah Jatingaleh  &       lingkungan Ngesrep Timur & Sumurboto
    – Pk. 08.00-09.00: wilayah Kaliwiru  +  Semeru
    – Pk. 09.00-10.00: wilayah Jangli + Gbl. Permai
    – Pk. 10.00-11.00: wilayah Karangrejo
    – Pk. 11.00-12.00: wilayah Sanggung  + wilayah Kesatrian
    – Pk. 12.00-13.00: wilayah Kr.anyar Gunung  +wilayah Karangpanas
    – Pk. 13.00-14.00: wilayah Kalilangse  + lingkungan Bukit Sari &  Bukit Agung
    – Pk. 14.00-15.00: wilayah Saptamarga
    – Pk. 15.00-16.00: wilayah Karangrejo Selatan + wilayah Jangli Permai
    – Pk. 16.00-16.30: lingkungan Ngesrep Barat,    Griya Bukit Mas +  PD Kristoforus
  1. Bapak/ibu ketua wilayah/OMK diharap segera mengambil teks Doa Menyambut Hari Orang Muda Katolik se – Asia 2017 (AYD) di sekretariat paroki.
  2. Agenda kegiatan untuk para calon baptis, wali baptis dan katekisnya :
    Triduum III : Kamis, 6 April, pukul 18.00, di ruang C
    Upacara Pembaptisan :  Sabtu,15 April, pk. 21.00 – malam Paskah II
    Baptis Dewasa hanya dilaksanakan pada malam / masa Paskah setelah melalui tahapan lengkap. Pada kebutuhan “baptis dewasa khusus” katekis harus membuat surat rekomendasi yang ditandatangani oleh ketua lingkungan dan romo paroki.
  1. Pertemuan Lektor diadakan hari Minggu ke-3, 19 Maret, pukul 10.00, di ruang C.
  2. Baptisan bayi dilaksanakan pada hari Minggu, 23 April, pukul 09.00, di gereja. Pembekalan bagi orangtua dan wali baptis pada hari Jum’at, 21 April, pukul 18.00, bertempat di ruang C. Formulir dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan masing-masing.
  3. Para orangtua baptisan bayi bulan Maret yang lalu diharap hadir dalam pertemuan lanjutan besok hari Jum’at, 21 Aprl, pukul 18.00, di ruang sekretaris Dewan Paroki dan akan diserahkan pula surat baptisnya.
  4. Dalam ekaristi Minggu sore, tanggal 30 April akan dilaksanakan Penyegaran Janji Nikah. Para pasangan suami – istri yang ingin memperbaharui Janji Nikah dapat mendaftarkan diri melalui sekretariat paroki. Dan daftar ulang wajib dilakukan di hari H pada petugas, di depan gereja. Setelah ekaristi diadakan jamuan kasih di aula St. Maria.
  5. Ekaristi Novena St. Maria Fatima ke-3 di Semianri TOR Sanjaya akan dilaksanakan hari Kamis, 20 April, pukul 17.30 (diawali Doa Rosario), dipimpin oleh Rm. Y. Dhani Puspantoro, Pr.
    Tema : “St. Maria Bunda Perantara Perdamaian Dalam Panggilan Imamat”.
  1. Rekruitment baru untuk OPERATOR LCD bagi yang ingin melayani Gereja khususnya di Komsos Karangpanas.Daftarkan diri anda ke sekretariatp
  2. Bruder FIC menjawab Tantangan Jaman. Para pemuda diundang untuk hadir dalam Rekoleksi Panggilan Bruder FIC pada hari Sabtu – Minggu, 29 – 30 April, pukul 17.00, di Postulat FIC, Jl. Kartini No. 9 B Muntilan.
    Tes masuk Bruder FIC : Hari Jum’at – Minggu, 26 – 28 Mei, pukul 17.00. Informasi selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman.
  3. Marriage Encounter Distrik II Semarang akan mengadakan retret akhir pekan bagi para pasutri / imam / biarawan /biarawati  pada hari Sabtu – Senin, 22 – 24 April, di Rumah Retret Umbul Wening Galih, Bandungan. Biaya Rp 750.000,-/pasutri.
  4. Camp Pria Sejati Katolik angkatan ke-21 akan dilaksanakan 21 – 23 April, di Green Valley Resort, Bandungan.  CP  à  Fajar / Budi  081.901.705.123  /  024-8444.908

AGENDA KEGIATAN PEKAN SUCI PASKAH 2017

  1. PERAYAAN MISA MINGGU PALMA,
    Guna persiapan Perarakan Misa minggu Palma ,tanggal 8 & 9 april,  Umat dimohon untuk membawa daun palma sendiri dari rumah,  Gereja  hanya  menyediakan  khusus untuk prosesi
    Perarakan Misa Minggu Palma II ,jam 08,00 WIB akan dimulai dari halaman parkir SMP Yohanes XXIII, Umat yang membawa Mobil dimohon maklum.
  1. KERJA BAKTI HALAMAN GEREJA
    Dimohon kehadiran seluruh Umat dan segenap anggota  Panitia Hari Besar Paroki 2017, untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti di halaman gereja pada:
    Hari   : Minggu,  2 april 2017
    Jam   : 09.00 – selesai
    Mohon  membawa sapu lidi, inkrak/tempat sampah, sabit dan alat kebersihan lainnya.
  1. JADWAL KEGIATAN GLADI BERSIH PEKAN SUCI PASKAH 2017
    Akan diadakan kegiatan Gladi bersih persiapan Liturgi Pekan Suci Paskah 2017 dengan jadwal sebagai  berikut :
    MINGGU : 2 April 2017, Jam  09.00 – selesai: Gladi Bersih  Misa Minggu Palma II.
    SENIN : 3 April 2017Jam 18.00 – selesai:  Gladi Bersih  Misa Kamis Putih Pertama . Jam  19.30 – selesai: Gladi Bersih  Misa Kamis Putih  II
    SELASA :  4 April 2017, Jam  18.00 – selesai:  Gladi Bersih  Misa Jum’at  Agung  Pertama.  Jam  19.30 – selesai  Gladi Bersih  Misa Jum’at  Agung  II
    RABU:  5 April 2017, Jam 18.30 – selesai:  Gladi Bersih  Misa Sabtu  Paskah  Pertama.
    KAMIS:  6 April 2017, Jam 18.30 – selesai:  Gladi Bersih  Misa Sabtu  Paskah  II
    KAMIS: 6 April 2017, Jam 16.00 –  selesai:  Gladi Bersih  Misa anak & keluarga
    MOHON PERHATIAN bagi  para petugas liturgi yang bertugas sebagaimana jadwal yang telah dibuat (Prodiakon, Petugas Rasul,  Lektor, Paduan Suara, Pemasmur,persembahan dan misdinar ) untuk wajib hadir dalam acara gladi bersih. Segenap Panitia Hari Besar Paroki  dimohon membantu kelancaran kegiatan gladi bersih.
  1. BAKTI SOSIAL.
    Pelaksanaan Aksi Sosial Paskah akan diadakan pada hari Minggu 30 april 2017, Untuk itu dimohon Umat yang akan berparisipasi sebagai donatur, dapat memberikan sumbangan baik berupa Beras,Gula, Minyak Goreng ataupunUang , batas akhir pengumpulan tanggal 23 april 2017. Adapun donasi yang telah terkumpul sampai  tnggal 28 maret , sbb :
  • Beras :  47 sak
  • Minyak Goreng :  27 Pack
  • Gula :  8 kg
  • Uang :  Rp 9.147.000,-
  • Panitia masih membutuhkan bantuan dari umat sekalian. Bantuan dapat dimasukkan dalam kotak donasi yang disediakan atau hubungi ibu Poerwono via SMS / WA 57.60.60.11 – Panitia masih membuka Posko Sembako di depan gereja.

Terimakasih, atas partisipasinya