Warta Paroki 25 Maret 2018

Warta Paroki
25 Maret 2018

  1. Baptisan Bayi dan Penyegaran Janji Nikah bulan Maret DITIADAKAN, dan akan diadakan lagi bulan April.
  2. Pertemuan Timja WKRI Karangpanas :
    Hari/tgl    :  Minggu, 8 April 2018
    Pukul       :  10.00 WIB
    Tempat   :  Ruang St. Yusup
    Tiap wilker diharap mengirimkan 2 orang untuk mewakilinya.
  3. BAKAT bekerjasama dengan Tim pajak, Klinik Konsultasi Bisnis FEB Unika Soegijapranata mengundang Bapak / Ibu wajib pajak orang pribadi pada :
    Hari/tgl       :  Minggu, 25 Maret 2018
    Pukul         :  09.30 – 12.00 WIB
    Tempat      :  Aula St. Maria
    Tema         :  Pelatihan Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi 2017
    Yang perlu dibawa   :          – Bukti potongan pajak
    – Data aset
    – Data Kewajiban/Utang
    – Perkiraan penghasilan lain (misal bunga deposito,pendapatan sewa)
    – Kartu Keluarga
    Konfirmasi kehadiran :       Cp Ø Rini 081.228.260.81 , Andre : 081.228.344.55, Wardani: 082.138.703.422
  4. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan :
    Kursus Pijat Syaraf (SPOT dan Penyakit  Degeneratif ):
    Hari/tgl  :  Senin, 09 April 2018
    Pukul    :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Kursus MC / Panatasara Jawi :
    Hari/tgl  :  Senin, 30 April 2018
    Pukul    :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Pendaftaran peserta dapat menghubungi Bp. Y Widodo 0815.7588.6915 dan Bp Budi Sayogo 0813.9018.6750,dimohon mengisi formulir yang telah di sediakan di kotak PSE ruang St. Brigita.
  5. Komunitas Tritunggal Mahakudus akan mengadakan Gladi Rohani pada:
    Hari/tgl     :  Jumat – Minggu, 13 -15 April 2018
    Tempat    :  Wisma Syalom Bandungan
    Tema       :  “The Transformation”
    Cp            : Marga 087.832.225.556 dan Grace 085.811.606.606
  6. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “ Acedemia Mediore” :
    Hari/tgl     :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta    :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan infomarsi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  7. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  8. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto   :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih         :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                                :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto          :  081 225 680 570
  9. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi :
    Benny       081575731236
    Anna         08158059000
  10. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

Pengumuman II

  1. Petrus Paskalis Susanto dari lingk. St. Elisabeth – RS St. Elisabeth
    dengan
    HanaSukoning Tyas dari Paroki Jepara.

Pengumuman II

  1. Christina Devi Natalia dari lingk. St. Petrus Canisius – Karangrejo II
    dengan
    Alexander Viandoko dari Paroki St. Yusuf – Gedangan .

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Yohana Fitri Kusumastuti (38 th) – Istri dari bapak Agustinus Indrawanto  – dari lingk. St. Yusuf Pekerja – Karangpanas I.  Wafat har Rabu, tanggal 21 Maret 2018.

 

Jadwal Pekan Suci

Minggu Palma
Sabtu, 24 Maret 2018  :  Pukul 17.30
Minggu, 25 Maret 2018 : Pukul 05.30
Minggu, 25 Maret 2018 :  Pukul 08.00
Minggu, 25 Maret 2018 : Pukul 17.30

Kamis Putih
Kamis,29 Maret 2018 : Pukul 17.00
Kamis, 29 Maret 2018 : Pukul 21.00

Jumat Agung
Jumat, 30 Maret 2018 : Visualisasi Jalan Salib 08.00
Jumat, 30 Maret 2018 : Pukul 15.00
Jumat, 30 Maret 2018 : Pukul 19.00

Sabtu Paskah
Sabtu, 31 Maret 2018 : Pukul 17.00
Sabtu, 31 Maret 2018 : Pukul 21.00

Minggu Paskah
Minggu,1 April 2018 : Pukul 08.00 (Paskah Keluarga)
Minggu, 1 April 2018 : Pukul 17.30 (Paskah Emaus)

Warta Paroki 18 Maret 2018

WARTA PAROKI
18 Maret 2018

  1. PENANGGALAN LITURGI
    Senin, 19 Maret: Hari Raya St. Yusuf, suami St. Maria.
  1. Pertemuan Paguyuban Ibu – ibu Paroki:
    Hari, tgl     : Rabu, 21 Maret 2018
    Pukul        : 16.30 WIB
    Tempat      : Aula St. Maria
    Tema   : Kupas Tuntas Penyakit Difteri pada Anak
    Pembicara : dr. MM. D. Hapsari,Sp.AK
  1. BAKAT bekerjasama dengan Tim Pajak, Klinik Konsultasi Bisnis FEB Unika Soegijapranata mengundang Bapak/Ibu Wajib Pajak Orang Pribadi pada:
    Hari, tgl      :  Minggu, 25 Maret 2018
    Pukul          :  09.30 – 12.00 WIB
    Tempat       :  Aula St. Maria
    Tema          :  Pelatihan Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi 2017
    Yang perlu dibawa:
    – Bukti potongan pajak
    – Data asset
    – Data Kewajiban/Utang
    – Perkiraan penghasilan lain (misal bunga deposito, pendapatan sewa)
    – Kartu Keluarga
    Konfirmasi kehadiran:
    CP Ø Rini 0812 2826 081, Andre : 0812 2834 455, Wardani: 0821 3870 3422
  2. Tim kerja PSE akan menyelenggarakan:
    Kursus Pijat Syaraf (SPOT dan Penyakit Degeneratif ):
    Hari/tgl  :  Senin, 09 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
    Kursus MC/ Panatacara Jawi:
    Hari/tgl  :  Senin, 30 April 2018
    Pukul     :  19.00 -21.00 WIB
    Tempat :  Aula St. Athanasius
  1. FKPK St. Petrus Semarang akan mengadakan Misa Pelajar Katolik Se – Kevikepan Semarang dalam rangka menghadapi Ujian Nasional:
    Hari, tgl  : Jumat, 23 Maret 2018
    Pukul      : 15.00 WIB
    Tempat   : Gereja SPM Ratu Rosari Katedral Randusari
    Peserta    : Pelajar Katolik SMP/SMA/SMK/SMF
    Tema      : “Teguhkan Imsnmu dan Percaya Kepada-Nya”
    Pemimpin Misa  :  Mgr. Robertus Rubiyatmoko
  1. Komunitas Tritunggal Mahakudus akan mengadakan Gladi Rohani pada:
    Hari, tgl     : Jumat – Minggu, 13 -15 April 2018
    Tempat      : Wisma Syalom Bandungan
    Tema         : “The Transformation”
    CP            : Marga 0878 3222 5556
    Grace 0858 1160 6606
  1. Gladi Rohani Keuskupan Agung Semarang mengadakan pelatihan “Acedemia Mediore” :
    Hari, tgl             :  8 – 15 Juli 2018
    Peserta               :  Mahasiswa semester 2 – 6
    Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi CP pada poster di papan pengumuman gereja.
  1. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  1. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
  • Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
  • Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
  • Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek. Pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto: 0815 7500 0822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 0812 2552 0287
    Bpk Mardiono: 0812 2578 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 0812 2568 0570
  1. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi:
    Benny       0815 7573 1236
    Anna         0815 8059 000
  1. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non-tunai), bagi umat yang ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  2. Majalah Salam Damai Edisi Maret sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Pengumuman II

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Perpetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

Pengumuman II

  1. Petrus Paskalis Susanto dari lingk. St. Elisabeth – RS St. Elisabeth dengan
    HanaSukoning Tyas dari Paroki Jepara.

Saudara/i yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

BERITA LELAYU

  1. Bapak Gregorius Suharmanto (63 th)  – suami dari ibu Anastasia Mintarsih  – dari lingk. St. Paulus Miki – Saptamarga III.  Wafat hari Sabtu, 10 Maret 2018.

“MATI TERHADAP DOSA, HIDUP BAGI ALLAH DAN SESAMA”

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah akan mengikat perjanjian yang baru dengan manusia: suatu perjanjian yang kekal di dalam hati manusia. (Bacaan I – Yeremia)
  2. Kristus adalah pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. (Bacaan II – Ibrani)
  3. Yesus adalah biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, namun menghasilkan banyak buah. Pemberian Diri-Nya adalah demi kemuliaan Allah Bapa dan keselamatan manusia. (Bacaan Injil – Yohanes)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah Tuhan menjanjikan sesuatu kepadaku? Apa? Apakah janji itu sudah terlaksana?
  3. Apakah aku pernah berjanji kepada Tuhan? Apa? Apakah janji itu sudah aku laksanakan?
  4. Apakah artinya “Yesus sebagai pokok keselamatan”?
  5. Apakah aku berani “mati”, berkorban untuk mewujudkan kebahagiaan bersama dan menambah kemuliaan Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik

1008 Kematian adalah akibat dosa. Sebagai penafsir otentik atas pernyataan Kitab Suci (Kej 2:17; 3:3; 3:19; Keb 1:13; Rm 5:12; 6:23) dan tradisi, magisterium Gereja mengajarkan bahwa kematian telah masuk ke dalam dunia, karena manusia telah berdosa (DS 1511). Walaupun manusia mempunyai kodrat yang dapat mati, namun Pencipta menentukan supaya ia tidak mati. Dengan demikian kematian bertentangan dengan keputusan Allah Pencipta. Kematian masuk ke dunia sebagai akibat dosa (Keb 2:23-24). “Kematian badan, yang dapat dihindari seandainya manusia tidak berdosa” (GS 18), adalah “musuh terakhir” manusia yang harus dikalahkan (1 Kor 15:26).

1009 Kematian telah diubah Kristus. Juga Yesus, Putera Allah, telah mengalami kematian, yang termasuk bagian dari eksistensi manusia. Walaupun Ia merasa takut akan maut (Mrk 14:33-34; Ibr 5:7-8), namun Ia menerimanya dalam ketaatan bebas kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan Yesus telah mengubah kutukan kematian menjadi berkat (Rm 5:19-21).

1010 Oleh Kristus kematian Kristen mempunyai arti positif. “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp 1:21). “Benarlah perkataan ini: jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia” (2 Tim 2:11). Aspek yang sungguh baru pada kematian Kristen terdapat di dalam hal ini: Oleh Pembaptisan warga Kristen secara sakramental sudah “mati bersama Kristus”, supaya dapat menghidupi satu kehidupan baru. Kalau kita mati dalam rahmat Kristus, maka kematian badani menyelesaikan “mati bersama Kristus” ini dan dengan demikian melaksanakan secara definitif penggabungan kita dalam Dia oleh karya penebusan-Nya: “Lebih baiklah bagiku untuk mati karena Kristus, daripada hidup sebagai raja atas segala ujung bumi. Aku mencari Dia, yang wafat untuk kita; aku menghendaki Dia, yang bangkit demi kita. Kelahiran aku nantikan… biarlah aku menerima sinar yang cerah. Setelah tiba di sana, aku akan menjadi manusia” (Ignasius dari Antiokia, Rom 6,1-2).

1011 Dalam kematian, Allah memanggil manusia kepada diri-Nya. Karena itu, seperti Paulus, warga Kristen dapat merindukan kematian: “Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Flp 1:23). Dan ia dapat mengubah kematiannya menjadi perbuatan ketaatan dan cinta kepada Bapa, sesuai dengan contoh Kristus (Luk 23:46).

Sharing Iman:
www.katolisitas.org

“Lihatlah, sementara orang-orang Yahudi berusaha membunuh Yesus, namun di sini disebutkan, bahwa orang-orang Yunani mau berjumpa dengan-Nya. Dengan demikian, kaum yang bersunat dan tidak bersunat yang tadinya sangat jauh terpisah… kini bertemu di dalam iman akan Kristus. Dan Yesus menjawab, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Apakah Ia berpikir bahwa Ia ditinggikan karena orang-orang Yunani ini mau bertemu dengan-Nya? Tidak. Tetapi Ia melihat bahwa setelah wafat dan kebangkitan-Nya, bangsa-bangsa lain akan percaya kepada-Nya. Ia menganggap permohonan beberapa orang Yunani ini sebagai kesempatan untuk memaklumkan datangnya seluruh bangsa-bangsa lain, sebab saatnya Ia dimuliakan telah dekat, dan bahwa setelah Ia dimuliakan di Surga, bangsa-bangsa lain akan percaya; seperti disebutkan dalam Mazmur, “Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!” (Mzm 57:6)

Tetapi kemuliaan-Nya harus didahului oleh sengsara-Nya, maka Yesus berkata, “Sesungguhnya jika biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, Ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24). Yesus-lah biji itu, yang mati oleh ketidakpercayaan bangsa Yahudi, namun yang akan menghasilkan banyak buah oleh iman dari bangsa-bangsa lain.

Bagaimana memahami, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya?” (Yoh 12:25) Ini dipahami dalam dua arti: 1) Jika kamu ingin mempertahankan nyawamu di dalam Kristus, jangan takut mati untuk Kristus. 2) Jangan mencintai nyawamu di dunia ini, sebab sesudahnya kamu akan kehilangan nyawamu. Ia yang membenci nyawanya di dunia ini, akan memperolehnya di kehidupan kekal. Tapi jangan terburu-buru berpikir, bahwa dengan membenci nyawamu, itu artinya kamu boleh bunuh diri. Sebab orang-orang yang menyimpang telah salah memahaminya, dan telah membakar diri atau mencekik dirinya sendiri… untuk mengakhiri hidupnya. Ini tidak diajarkan Kristus! Tetapi ketika tidak ada pilihan bagimu, ketika penganiaya mengancammu dan kamu harus memilih antara mengingkari hukum Tuhan atau mati, maka bencilah nyawamu di dunia ini, supaya kamu dapat memperolehnya dalam kehidupan kekal.

Tetapi apakah artinya “melayani Kristus”? Mereka yang melayani Kristus adalah mereka yang tidak mencari apapun bagi dirinya sendiri tetapi bagi Kristus, yaitu mereka yang mengikuti Dia, berjalan di jalan-Nya,  dan melakukan perbuatan-perbuatan baik demi Kristus…, sehingga akhirnya mereka menyelesaikan karya kasih yang besar, dan menyerahkan nyawa mereka bagi saudara-saudara mereka. Tapi kamu bertanya, apakah upahnya? Jawabannya ada di kalimat berikut: “Dan di manapun Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada” (Yoh 12: 26). Maka kasihilah Dia demi diri-Nya sendiri, dan pikirkanlah upah yang demikian besar bagi pelayananmu, yaitu kamu akan ada bersama dengan Dia…

Yesus menghendaki kamu agar bangkit dari kelemahanmu. Ia mengambil kerapuhan manusia, supaya dapat mengajarkan kepada mereka yang rapuh untuk berkata, “Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi.” Dan Yesus melanjutkan, “Sebab untuk itulah aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Yaitu, di dalam sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu. Maka dari Sorga terdengar suara, “Aku telah memuliakan-Nya”, yaitu sebelum Allah menciptakan dunia; “dan akan memuliakan-Nya lagi!” Yaitu, ketika Engkau bangkit dari kematian. Atau, “Aku telah memuliakan-Nya”, yaitu ketika Engkau dilahirkan oleh seorang Perawan, mengerjakan berbagai mukjizat, dinyatakan  oleh Roh Kudus yang turun dalam rupa burung merpati; “dan akan memuliakan-Nya lagi”, yaitu ketika Engkau bangkit dari kematian, dan sebagai Allah, ditinggikan di atas langit dan kemuliaan-Mu mengatasi bumi. Para bangsa akan berdiri dan mendengarnya. Maka suara dari Sorga itu tidak datang untuk memberitahu Yesus—sebab Ia sudah mengetahuinya—tetapi kepada orang-orang banyak itu, yang perlu mengetahuinya. Jadi suara itu datang bukan demi Dia tetapi demi mereka.

Penghakiman di akhir dunia adalah berkenaan dengan penghargaan kekal atau penghukuman kekal. Tetapi terdapat penghakiman lainnya, yang bukan penghukuman tetapi pemilihan. Inilah yang dimaksudkan di sini, yaitu pemilihan orang-orang yang ditebus-Nya sendiri, dan pembebasan mereka dari kuasa setan. Kini penguasa dunia telah dilemparkan ke luar. Setan disebut penguasa dunia di sini, namun tidak untuk diartikan sebagai penguasa langit dan bumi. Tuhan tidak mengizinkan hal itu terjadi. Dunia di sini maksudnya adalah orang-orang jahat yang telah tersebar di seluruh dunia. Dalam arti ini, setan adalah penguasa dunia, yaitu: penguasa semua orang jahat yang hidup di dunia. [Namun] dunia juga kadang dimaksudkan sebagai orang-orang baik yang tersebar di seluruh dunia, contohnya di ayat: Allah, di dalam Kristus mendamaikan dunia, dengan diri-Nya (2Kor 5:19). Ini adalah mereka, yang dari dalam hati mereka-lah, setan, penguasa dunia dilemparkan ke luar. Tuhan kita telah mengetahui bahwa setelah sengsara, wafat dan kemuliaan-Nya, bangsa-bangsa di seluruh dunia akan bertobat. Dari dalam hati merekalah, yang telah sungguh menolak setan, setan itu akan dilemparkan ke luar.

“Apabila Aku ditinggikan dari bumi”, kata Yesus. Yesus tidak ragu, bahwa Ia akan menyelesaikan karya keselamatan, yang karenanya Ia datang. Ia ditinggikan, maksud-Nya adalah: dengan sengsara dan wafat-Nya di salib. Sebagaimana dikatakan Yohanes Penginjil, “Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana cara-Nya Ia akan mati” (St. Agustinus, seperti dikutip oleh St. Thomas Aquinas dalam Catena Aurea).

Warta Paroki 11 Maret 2018

Warta Paroki
11 Maret 2018

  1. Perayaan Ekaristi Novena St. Maria Fatima II:
    Hari, tgl   :  Selasa, 13 Maret 2018
    Pukul      :  17.30 WIB (diawali dengan Rosario)
    Tempat   :  Kapel Seminari TOR  Sanjaya Jangli
    Tema      : Mati Ragamu Hidupkan Imanmu
  2. Penerimaan Sakramen Rekonsiliasi/Pengakuan Dosa akan dilaksanakan pada:
    Hari, tgl   : Jumat, 16 Maret 2018
    Pukul      : 17.00 WIB sd selesai
    Tempat   : Kompleks Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas
    Jalan Salib pada hari tersebut diadakan pukul 16.00 WIB.
  3. Rekoleksi Adi Yuswo Perayaan Paskah 2018 Karangpanas:
    Hari, tgl        :  Sabtu, 17 Maret 2018
    Pukul           :  09.00 WIB
    Tempat        :  Aula St. Athanasius
    Tema           :  Penuh Kasih dan Sukacita di Usia Senja
    Pembicara   :  Rm. Graha Lisanta, Pr
  4. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari, tgl : Senin – Rabu, 19 – 21 Maret 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya    : Rp 100.000,00
    Syarat   :
    Mengisi Formulir
    Fotocopy surat baptis
    Foto 4×6 berdampingan (1 lembar)
    Pendaftaran di sekretariat paroki.
  5. Pertemuan Rutin Bapak-Bapak Katolik (BAKAT):
    Hari/tgl    :  Kamis, 15 Maret 2018
    Pukul      :  19.00 WIB
    Tempat   :  Aula St. Maria
    Tema      :  Pemanfaatan air hujan
  6. PIA Karangpanas akan mengadakan lomba dalam rangka Paskah 2018:
    Hari, tgl : Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Maria
    Lomba yang diadakan yaitu:
    Lomba Merangkak untuk usia 8 -12 bulan
    Lomba memindahkan Telur Paskah untuk Playgroup
    Lomba mewarnai ada 2 Kategori:
    Kategori A usia TK A dan TK B
    Kategori B usia Kelas 1 – 2 SD
    Lomba menghias telur paskah untuk kelas 3 – 4 SD. Hiasan dari peserta, panitia hanya menyediakan telur
    CP : Andrew 085799937692 ; Mega 089677298768
  7. Pertemuan ibu ibu St. monica :
    Hari/tgl    :   Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul      :   Sehabis Misa ke – 2
    Tempat   :   Ruang St. Yusup
  8. Pertemuan paguyuban ibu ibu paroki :
    Hari/tgl    :   Rabu, 21 Maret 2018
    Pukul      :   16.00 WIB
    Tempat   :   Aula St. Maria
    Tema      :   Kupas Tuntas Penyakit Difteri pada anak
  9. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing-masing lingkungan 5 orang. Bantuan berupa 5 Kg Beras; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng; dan 1 dos teh.
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peran serta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1liter sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat-lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  10. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP:           Bpk Martinus Budi Kastianto: 0857 5000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih: 0812 2552 0287
    Bpk Mardiono:       0812 2578 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto: 0812 2568 0570
  11. Komunitas Baca Kitab Suci Paroki Karangpanas mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi:
    Benny    081575731236
    Anna      08158059000
  12. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.
  13. Majalah Salam Damai Edisi Maret sudah terbit dan dapat dibeli pada petugas di depan gereja.

 PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Pasificus Estefano Santika Cahyadi dari Lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Stephanie Vivid Ana Hokgianto dari St. Lukas – Pemalang.
  1. Klaudia Xary Permana dari Lingk. St. Nikolaus – Sanggung III
    dengan
    Andreas Oka Chrisdiyanto dari Paroki St. Gabriel – Pulogebang – Jakarta Timur.
  1. Patrixcia Indah Murtikarini dari Lingk. St. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
    dengan
    Teodosius Domina Herta Putra dari Paroki St. Theresia – Sedayu.

Pengumuman II

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Pengumuman I

  1. Benedictus Krismawan Dwi Fajar dari lingk. St. Prepetua – Karangrejo I
    dengan
    Theresia Sri Indah Ambarwati dari Paroki St. Yohanes Rasul – Kutoarjo.

 Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

 BERITA LELAYU

  1. Bapak Andreas Didik Setiawan (49 th) – suami dari ibu Matilda Suparni dari lingk. St. Fabianus – Karangrejo Selatan II.  Wafat hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2018.

 

Warta Paroki 04 Maret 2018

Warta Paroki
04 Maret 2018

  1. Choice Distik Semarang mengadakan Week End Choice :
    Tanggal       :  9 – 11 Maret 2018
      Tempat        :  Biara Kana, Salatiga
      Kriteria        :  Usia 20 – 35 tahun, belum menikah
      Konstribusi  : Rp. 300.000,-
      Cp à Juanito 087837475472, Putri 0895340987970
  2. Rekoleksi Adi Yuswo Karangpanas :
    Hari/tgl        :  Sabtu, 17 Maret 2018
    Pukul          :  09.00 – 11.00 WIB
    Tempat       :  Aula St. Athanasius
    Tema          :  Penuh Kasih dan Sukacita di Usia Senja
    Pembicara  : Rm Emmanuel Graha Lisanta,Pr
  3. Katekese Persiapan Perkawinan (KPP)
    Hari/tgl  : Senin – Rabu, 19 – 21 Maret 2018
    Pukul    : 17.30 – 21.00 WIB
    Tempat : Aula St. Athanasius
    Biaya    : Rp 100.000,-
    Syarat   :
    Mengisi Formulir
    – Fotocopy surat baptis
    – Foto 4×6 berdampingan (1 lembar)
    Pendaftaran di sekretariat paroki.
  4. PIA Karangpanas akan mengadakan lomba dalam rangka Paskah 2018:
    Hari/tgl  : Minggu, 18 Maret 2018
    Pukul    : 09.00 WIB
    Tempat : Aula St. Maria
    Lomba yang diadakan yaitut :
    – Lomba Merangkak untuk usia 8 -18 bulan
    – Lomba memindahkan telur paskah untuk Playgroup
    – Lomba mewarnai ada 2 Kategori
    Kategori A usia TK A dan TK B
    Kategori B usia Kelas 1 – 2 SD
    – Lomba menghias telur paskah untuk kelas 3 – 4 SD
    Hiasan dari peserta, panitia hanya menyediakan telur
    Cp : Andrew 085799937692 ; Mega 089677298768
  5. BAKTI SOSIAL PASKAH PHB PAROKI 2018.
    Mengajak segenap umat paroki berpartisipasi dalam kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kepada umat yang membutuhkan masing – masing lingkungan 5 orang.
    Bantuan berupa : 5 Kg Beras ; 1 Kg Gula Pasir; 1 liter Minyak Goreng dan 1 dos teh
    Guna mendukung terwujudnya kegiatan sosial tersebut panitia mengharapkan bantuan dan peranserta bapak dan ibu guna mewujudkan kegiatan sosial tersebut, berupa:
    Beras 5 kg sejumlah 340 pak;
    Gula pasir 1 kg sejumlah 340 buah;
    Minyak goreng 1lt sejumlah 340;
    Teh celup dos kecil sejumlah 340 dos;
    Bantuan dapat diserahkan kepada Panitia melalui Sekretariat paroki selambat – lambatnya pada tanggal 25 Maret 2018.
  6. Bagi umat yang ingin menyalurkan dana pendidikan (beasiswa) bisa melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Erniwaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :Bpk Martinus Budi Kastianto :  081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih    :  081 225 520 287
    Bpk Mardiono                          :  081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto     :  081 225 680 570
  7. Komunitas Baca kitab Suci Paroki mengajak seluruh umat membaca Kitab Suci bersama melalui WA group. Bagi yang berminat dapat menghubungi : Benny    081575731236      Anna      08158059000
  8. Paroki Karangpanas menyediakan mesin EDC (Gesek non tunai), bagi umat yg ingin menyumbang dapat melalui sekretariat paroki.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman III

  1. Yustina Retnowati Rahayu dari Lingk. St. Yohanes Maria Vianney – Jangli V
    dengan
    Abraham Hari Munif  Effendi dari Surabaya.

Pengumuman II

  1. Pasificus Estefano Santika Cahyadi dari Lingk. St. Aloysius – Bukit Sari
    dengan
    Stephanie Vivid Ana Hokgianto dari St. Lukas – Pemalang.
  1. Klaudia Xary Permana dari Lingk. St. Nikolaus – Sanggung III
    dengan
    Andreas Oka Chrisdiyanto dari Paroki St. Gabriel – Pulogebang – Jakarta Timur.
  1. Patrixcia Indah Murtikarini dari Lingk. St. Henricus Constant – Jangli Permai Barat
    dengan
    Teodosius Domina Herta Putra dari Paroki St. Theresia – Sedayu.

Pengumuman I

  1. Yovita Setya Putri dari Lingk. St. Catharina Sienna – Karanganyar Gunung I
    dengan
    Fransiscus Danang Adi Sukmawan dari Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria  – Boyolali.

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki.

KEMULIAAN SALIB

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Abraham taat pada perintah Allah untuk mempersembahan Ishak, anaknya yang tunggal. Ketaatan Abraham mendatangkan berkat berlimpah baginya dan bagi keturunannya. (Bacaan I – Kejadian)
  2. Allah sangat mengasihi manusia sehingga Ia menyerahkan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal dan melimpahkan berkat melalui Putera-Nya itu. (Bacaan II – Roma)
  3. Dalam peristiwa transfigurasi Yesus menunjukkan bahwa Ia datang menggenapi Hukum Taurat Musa dan nubuat keselamatan Nabi Elia, serta menyatakan bahwa kemuliaan hanya dapat dicapai melalui penderitaan. (Bacaan Injil – Markus)

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Seandainya aku adalah Abraham, apa tanggapanku atas perintah dari Allah untuk mempersembahkan putera tunggal?
  3. Apakah aku percaya bahwa kemuliaan hanya dapat dicapai melalui penderitaan?
  4. Yesus adalah Putera Allah yang terkasih. Apa arti pernyataan itu bagiku?
  5. Apakah aku juga mau menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya? Apa usahaku?

 

Katekismus Gereja Katolik

554 Sejak saat Petrus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah yang hidup, “Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan, lalu dibunuh, dibangkitkan pada hari ketiga” (Mat 16:21). Petrus menolak pernyataan itu; juga yang lain-lain tidak mengerti perkataan itu. Dalam hubungan ini terdapatlah kejadian perubahan rupa Yesus yang penuh rahasia di atas gunung yang tinggi di depan tiga saksi yang terpilih oleh-Nya: Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Wajah dan pakaian Yesus menjadi putih berkilau kilauan; Musa dan Elia nampak dan berbicara “tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem” (Luk 9:31). Awan datang menaungi mereka dan satu suara dari surga berkata: “Inilah Anak Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Luk 9:35).

555 Untuk sementara Yesus membiarkan kemuliaan ilahi-Nya bersinar, dengan demikian meneguhkan pengakuan Petrus. Ia juga menunjukkan bahwa Ia harus menderita kematian di salib di Yerusalem “untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya” (Luk 24:26). Musa dan Elia telah melihat kemuliaan Allah di alas gunung; hukum dan para nabi telah mengumumkan penderitaan Mesias. Kesengsaraan Yesus adalah kehendak Bapa. Putera bertindak sebagai Hamba Allah; awan adalah tanda kehadiran Roh Kudus; “Seluruh Tritunggal tampak: Bapa dalam surga, Putera  sebagai manusia, dan Roh Kudus dalam awan yang bersinar” (Tomas Aqu., S. Th. 3,45,4 ad 2).

556 Pada awal kehidupan-Nya di depan umum terdapat Pembaptisan, pada awal Paska perubahan rupa. Dalam Pembaptisan Yesus diumumkan “rahasia kelahiran baru yang pertama”: Pembaptisan kita; perubahan rupa adalah “Sakramen kelahiran kembali kedua”: kebangkitan kita (Tomas Aqu., S. Th. 3,45,4, ad 2). Sejak sekarang kita mengambil bagian dalam kebangkitan Tuhan melalui Roh Kudus, yang bekerja di dalam Sakramen-sakramen Gereja, Tubuh Kristus. Perubahan rupa memberi kepada kita satu bayangan mengenai kedatangan Kristus kembali dalam kemuliaan, “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia” (Flp 3:21). Tetapi ia juga mengatakan kepada kita bahwa kita “harus mengalami banyak sengsara untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Kis 14:22).

Sharing Iman
www.sabda.org

Kemuliaan tidak selalu berarti mahkota dan penghormatan. Saat membaca kisah biografi Ibu Teresa, saya menemukan bahwa kemuliaan bisa mengambil rupa karakter luhur yang rela berkorban demi melayani orang-orang miskin di Kalkuta, India. Ada kemuliaan dalam sikapnya yang menghargai manusia yang dibuang dan ditinggalkan keluarganya. Gaun yang sederhana dan hidup miskin demi mengabdi adalah sebentuk kemuliaan unik yang membangkitkan rasa kagum dan hormat kepada sosok Ibu Teresa.

Yesus banyak menyebut tentang kemuliaan. Namun, kerap kali yang Dia maksud adalah peristiwa penyaliban-Nya. Ya, berkorban bagi keselamatan manusia adalah sebuah kemuliaan. Meskipun itu berarti Dia harus dipermalukan dan dihina melalui proses penangkapan, penganiayaan, dan penyaliban. Namun, kemuliaan Bapa terpancar dalam kasih dan pengurbanan Kristus, Sang Anak Allah. Sungguh luar biasa. Dalam peristiwa paling memalukan sepanjang sejarah itu, di sana kemuliaan Bapa justru terpancar paling indah selama-lamanya.

Kemuliaan salib yang unik mengajak Anda untuk mengejar kemuliaan yang berbeda dari kemuliaan dunia. Kemuliaan yang bertolak belakang dengan kemuliaan harta dan takhta. Kemuliaan salib adalah inspirasi bagi kemuliaan hidup berkorban dan mengabdi. Hidup tidak untuk diri sendiri, tetapi demi panggilan ilahi melayani dunia ini. Ada sebentuk kemuliaan dalam pengorbanan. Ada sebentuk kehormatan dalam kehinaan demi panggilan. Dalam kemuliaan ini, ada kebahagiaan yang kualitasnya sangat berbeda. Begitu luhur, begitu ilahi. Maukah Anda ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang unik ini?

BERTOBATLAH, KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

Intisari Bacaan Minggu Ini

  1. Allah menjanjikan keselamatan kepada Nabi Nuh, keturunannya, dan segala makhluk hidup dan Ia akan selalu setia pada janjiNya. (Bacaan I – Kejadian)
  2. Yesus wafat dan bangkit untuk keselamatan manusia, yang menantikan pemenuhan janji Allah. (Bacaan II – 1Petrus)
  3. Yesus memulai karyaNya dengan berpuasa di padang gurun dan mengalahkan pencobaan. Ia memanggil semua orang untuk bertobat dan percaya pada Injil. (Bacaan Injil – Markus)

 

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Manakah ayat yang mengesan bagiku dalam bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini?
  2. Apakah aku percaya pada janji keselamatan dari Allah, seperti Nabi Nuh?
  3. Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan janji keselamatan dari Allah?
  4. Apakah aku pernah mengalami pencobaan? Apa?
  5. Bagaimana aku menghadapi pencobaan itu?

Katekismus Gereja Katolik

538 Injil-injil berbicara tentang waktu kesendirian yang Yesus lewati di sebuah tempat sunyi, langsung sesudah pembaptisan-Nya oleh Yohanes: “Dibawa” oleh Roh Kudus ke padang gurun, Yesus tinggal di sana selama empat puluh hari, tanpa makan. Ia hidup di antara binatang-binatang buas, dan malaikat-malaikat melayani-Nya. Pada akhirnya setan mencobai-Nya sebanyak tiga kali, dengan berusaha menggoyahkan sikap keputeraan Yesus terhadap Allah. Yesus menampik serangan-serangan ini, dalamnya cobaan Adam di firdaus dan cobaan Israel di padang gurun sekali lagi diangkat ke permukaan, dan setan mundur dari hadapan-Nya, supaya kembali lagi “pada waktunya” (Luk 4:13).

539 Injil-injil menunjukkan arti keselamatan dari kejadian yang penuh rahasia ini. Yesus adalah Adam baru, yang tetap setia, sedangkan Adam pertama menyerah kepada percobaan. Yesus melaksanakan perutusan Israel secara sempurna. Bertentangan dengan mereka yang dulu selama empat puluh tahun di padang gurun menantang Allah, Kristus memperlihatkan Diri sebagai Hamba Allah, yang taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Dengan demikian Yesus adalah pemenang atas setan: ia sudah “mengikat orang kuat”, untuk merampas kembali darinya jarahannya. Kemenangan Kristus atas penggoda di padang gurun mendahului kemenangan kesengsaraan, bukti ketaatan cinta-Nya yang paling tinggi sebagai anak kepada Bapa-Nya.

540 Percobaan itu menunjukkan, atas cara apa Putera Allah itu Mesias, bertentangan dengan peranan yang setan usulkan kepada-Nya dan di mana manusia lebih senang melihatnya. Karena itu Kristus mengalahkan penggoda demi kita. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15). Oleh masa puasa selama empat puluh hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.

Sharing Iman
www.sabda.org

Sebelum saya cukup dewasa untuk mendapatkan SIM, saya sering memikirkan bagaimana rasanya mengendarai mobil di jalan raya. Saya kuatir kalau-kalau nanti saya akan tergoda untuk melaju dengan kecepatan penuh. Saya tidak tahu apakah saya akan dapat mengontrol diri untuk mengemudi menurut batas kecepatan dan syarat-syarat mengemudi yang telah ditentukan atau tidak. Namun ketika saya sudah berumur 16 tahun, saya menyadari bahwa saya pasti dapat mengontrol pedal gas, dan bukan sebaliknya.

Pernahkah Anda mendengar seseorang membenarkan dosanya, dengan menyatakan bahwa pencobaan yang datang itu tak tertahankan sehingga ia tidak punya pilihan lain? Atau, pernahkah Anda bertanya-tanya bahwa apa yang Anda lakukan itu sebenarnya bukan dosa? Bahkan Anda juga beralasan, bukankah kesempatan yang unik ini datang pada saat yang tepat dan memberikan apa yang Anda butuhkan?

Kita dapat belajar dari pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus, yakni bahwa saat kita memiliki kesempatan untuk berbuat dosa, Allah akan selalu menyediakan jalan keluar bagi kita atau Dia akan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya (Lukas 4:1-13; 1Korintus 10:13). Dengan mengandalkan Roh Kudus dan Firman Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus, kita pasti akan dapat bertahan terhadap pencobaan dan bukan dihancurkan olehnya. Bagi orang Kristen, tidak ada pencobaan yang tak tertahankan. Setiap pencobaan adalah sebuah kesempatan untuk semakin mempercayai Allah.

Warta Paroki 11 Februari 2018

 Warta Paroki
11 Februari 2018

  1. Penanggalan Liturgi
    Rabu,  14 Feb :  Rabu Abu.
  2. Jadwal Misa Rabu Abu 2018 di Gereja St. Athanasius Agung Karangpanas:
    Selasa, 13 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 05.30 WIB
    Rabu, 14 Februari 2018 pukul 18.00 WIB
  3. Pendaftaran Calon Penerima Sakramen Penguatan 2018 mulai 27 Januari – 18 Februari di Sekretariat Paroki.
    Syarat      :
    Sudah dibaptis dan sudah menerima Komuni Pertama
    Sudah berusia 13 Tahun/ Kelas 1 SMP
    Surat Baptis Asli
    Katekumen yg dipersiapkan Baptis Paskah 2018, sudah menerima Pelantikan Tahap II dan memenuhi syarat dapat mengikutinya surat baptis menyusul.
    Katekese persiapan Penguatan dimulai awal Maret. Formulir Pendaftaran Baptis dapat diperoleh melalui Ketua Lingkungan.
  4. World Marriage Day pada :
    Hari/tgl           :  Minggu, 18 Februari 2018
    Pukul              :  10.00 WIB
    Tempat          :  Gereja St. Petrus Sambiroto
    Jl. Arumsari, Kedungmundu, Semarang
    Konselebrasi  :  Kardinal Yulius Darmaatmadja,SJ ; Rm. Leonard Smith,SJ ; Rm. Ign.Wignyosumarto,MSF ;
    Rm. Y.Aristanto H.S,MSF ; Rm Ign.Supriyatno,MSF.
    Daftar ke        :  Pasutri Hari – Seri 081.575.111.678
    Pasutri Didi – Lia 081.901.821.14
    Pasutri Handoyo – Ageng 081.228.599.04
  5. Baptisan bayi akan dilaksanakan :
    Hari/tgl   :  Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul      :  09.00 WIB
    Tempat   :  Gereja
    Syarat    :
    –  Formulir dr ketua lingkungan
    –  Fc. Akta lahir anak (kalau sudah punya)
    –  Fc. Akta Nikah
    –  Fc. Testimonium
    –  Fc. Surat baptis emban baptis  (usia max 50 th, HARUS sudah krisma)
    Pembekalan bagi orangtua & wali baptis :
    Hari/tgl   :  Jum’at, 23 Februari 2018
    Pukul      :  18.00 WIB
    Tempat   :  Ruang St. Yusup
  6. Penyegaran Janji Nikah dilaksanakan :
    Hari/tgl : Minggu, 25 Februari 2018
    Pukul    : 17.30 WIB
    Dilanjutkan dengan coffee break di aula.
    Pasutri yang menikah di bulan Februari diharap mengikutinya.
    Pendaftaran melalui sekretariat paroki.
  7. OMK Karangpanas membuka pendaftaran Visualisasi Jalan Salib 2018. Kaum muda yang ingin terlibat dalam Visualisasi Jalan Salib dapat mendaftarkan diri di stand depan gereja atau menghubungi:
    CP :
    Cossy     Ø WA : 085.601.136.389 / mas_cossy
    Helena      Ø WA : 085.881.535.953/ helenayupita
  8. Mohon umat mengumpulkan daun palma kering tahun lalu ke Sakristi untuk keperluan Rabu Abu (14/2) mendatang.
  9. Laporan Timja Pendidikan Paroki Karangpanas. Telah menyalurkan subsidi biaya pendidikan bagi putra putri umat karangpanas :
    Siswa siswi SD : 59
    Siswa siswi SMP : 26
    Siswa Siswi SMA/K : 36
    Total  :123
    Dari 16 Wilayah dan 45 Lingkungan, jumlah dana yang sudah tersalurkan selama bulan Maret – Desember sejumlah Rp. 128.687.628,-.
    Bagi umat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan melalui:
    Sekretariat Paroki Gereja Karangpanas
    Bank Niaga 016-01-44997-12-1 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Bank Niaga 906-01-00317-11-8 a/n PGPM HATI KUDUS YESUS – KARANGPANAS
    Rek Tabungan BCA 816-5159-922 a/n Ernawaty/Cristiana Retnaningsih (Rek pendidikan)
    CP :
    Bpk Martinus Budi Kastianto :   081 575 000 822
    Ibu Christiana Retnaningsih :   081 225 520 287
    Bpk Mardiono :   081 225 78 650
    Ibu Erniwaty Heru Karjanto :   081 225 680 570

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman II

  1. Maria Yustina Novita Sari Lingk. St. Antonia – Kalilangse I
    dengan
    Yakobus Ryan Setiawan  dari Banyumanik – Semarang
  2. Agustinus Denny Agus Kristanto dengan Jeanne D’ Arc Dwi Murjianti
    Keduanya dari Lingk. St. Petrus Claver  –  Karanganyar Gunung II.

Pengumuman I

  1. Angelia Maya Putri Utami dari Lingk. St. Lukas – Gombel Permai III
    dengan
    Gabriel Hansen Santoso dari Lingk. Yohanes Rasul – Paroki Kebon Dalem – Semarang

Saudara yang mengetahui halangannya, diwajibkan memberitahu pastor paroki

Sabda Hidup: Selasa, 11 April 2017

HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI

warna liturgi Ungu

Bacaan

Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38. BcO Yer 11:18-12:13

Bacaan Injil: Yoh. 13:21-33,36-38

21Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.23Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.24Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”25Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”26Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.27Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”28Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.29Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.30Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.31Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.32Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.33Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.36Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”37Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”38Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Renungan

AKHIR-AKHIR ini televisi gencar memberitakan mega korupsi E-KTP. Banyak nama disebut dalam dakwaan. Banyak pula nama yang menolak terlibat. Namun ada pula yang mengakui menerima uang. Kita pun disuguhi tanda tanya siapa yang bener melakukan tindakan korupsi dan siapa yang bersih dari korupsi. Yang jelas kita sebagai rakyat dirugikan oleh kerakusan para koruptor tersebut. Yang tidak kita ketahui dengan pasti siapa pelakunya.

Yesus mengatakan bahwa salah satu dari murid-Nya akan bertindak sebagai pengkhianat. Ia akan menjual dan menyerahkan Yesus kepada para musuh-Nya. Kata-kata Yesus ini membuat para murid bertanya-tanya siapa yang dimaksud. Yesus hanya memberi tanda. Pada saatnya orang tersebut akan terlihat.

Ada banyak hal tersembunyi dalam kehidupan kita yang memancing banyak pertanyaan. Sering tidak mudah bagi kita untuk menemukan jawabannya. Hanya pada saat tertentu ketika telah terjadi kita baru tahu jawabannya. Kiranya kita mesti bersabar untuk kehadiran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita. Tuhan akan memberikan jawaban pada waktu yang tepat.

Kontemplasi

Bayangkan suasana para murid ketika Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Refleksi

Bagaimana menyikapi pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab?

Doa

Tuhan aku percaya Engkau selalu berkenan memberikan jawaban atas pertanyaanku. Semoga aku makin dekat dan erat dalam kepercayaan pada rencana-Mu. Amin.

Perutusan

Aku akan bersandar pada rencana Tuhan atas hidupku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Sabda Hidup: Sabtu, 8 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56. BcO Ibr 13:1-25

Bacaan Injil:Yoh 11:45-56

45Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 46Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 47Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 48Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 49Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 50dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 51Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,52dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 53Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 54Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 55Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 56Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

DALAM beberapa pembangunan kita sering melihat orang menyembelih binatang sebagai korban. Sering kalau binatang berkaki empat maka kepalanya ditanam di daerah tertentu. Hal itu dilakukan demi keselamatan semua orang yang akan bekerja di pembangunan tersebut.Daripada ada korban manusia maka binatang itu menjadi korban pengganti.

Maaf saya membandingkan itu dengan pemikiran  Kayafas. Kayafas merasa lebih baik satu orang dikorbankan daripada seluruh negeri mengalami celaka. “lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa” (Yoh 11:50). Setelah pendapat ini orang-orang pun sepakat membunuh Yesus.

Rasanya sampai sekarang pun masih banyak orang yang mengorbankan sesamanya demi keselamatan dirinya. Kepentingan sendiri dilindungi hak hidup orang lain dikorbankan. Kiranya kalau tidak ada kebencian tidak ada pula mengorbankan sesamanya. Hanya karena kebencian orang menjadi tega dan sadis. Maka marilah kita tepiskan rasa benci dalam diri kita. Kita hadirkan semangat kasih dan bersaudara.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yohanes 11:45-56. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana menahan diri dari dorongan menyingkirkan sesama?

Doa

Tuhan semoga anak-anak-Mu makin akrab dalam bersaudara. Semoga mereka tidak saling mengorbankan tapi saling meneguhkan. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga semangat persaudaraan dan mengangkat martabat sesamaku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net