logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Maturnuwun

Seorang anak pergi dari rumah krn bertengkar dg ibunya. Saat berjalan tanpa tujuan, ia baru sadar kalau tdk membawa uang. Ia lapar & ingin sekali memesan semangkuk bakmi. Pemilik warung melihat anak itu berdiri lama di depan warung, lalu bertanya “Kamu ingin memesan bakmi?” “Ya, tapi aku tdk punya uang.” “Tdk apa-apa, tenang saja!” jawab si pemilik warung.

Anak itu segera makan. Air matanya berlinang. “Ada apa, Nak?” tanya pemilik warung. “Tdk apa-apa, aku terharu krn orang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi sedangkan ibuku mengusirku dari rumah. Bapak begitu peduli padaku.” “Mengapa berpikir begitu? Renungkan, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu; sementara ibumu telah memasak bakmi, nasi, menyusuimu, dll. sampai kamu dewasa, harusnya kamu lebih berterima kasih kepadanya.”

Anak itu kaget mendengarnya. “Mengapa aku tdk berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari org yg baru kukenal aku begitu berterima kasih, tapi terhadap ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku justru tak pernah berterimakasih!”

Anak itu menghabiskan bakminya lalu bergegas pulang. Ibunya dg wajah cemas berkata, “Nak, telah kusiapkan makan malam untukmu.” Mendengar itu, si anak menangis di depan ibunya.

Ingatlah: Seringkali, satu kesalahan membuat kita mudah melupakan kebaikan yg kita nikmati/terima setiap hari. Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada org lain utk suatu pertolongan kecil. Namun kepada orang yg sangat dekat dg kita khususnya orang tua, suami/istri, anak-anak, kita justru sering lupa utk berterima kasih. ***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.