Apa itu Epifani & Siapakah Orang-orang Majus?

Di masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Mereka mengadakan sidang untuk mengambil keputusan-keputusan, baik keputusan pengadilan maupun keputusan politik. Kunjungan-kunjungan seperti itu dimaksudkan untuk mengingatkan rakyat bahwa raja masih mengendalikan kekuasaan. Dalam bahasa Yunani kunjungan seperti itu disebut epiphaneia, yang artinya “untuk menampakkan diri” atau unjuk kekuasaan. Tuhan menampakkan diri atau Epifani kepada dunia ketika Ia datang di Betlehem. Sarjana dari Timur, atau disebut juga orang-orang Majus, adalah seperti utusan-utusan untuk menyambut kedatangan-Nya.

Hadiah-hadiah yang dibawa oleh ketiga orang majus itu adalah simbol bagi misi dan karakter penyelamat Yesus Kristus. Emas: logam yang sangat berharga, melambangkan pribadi Yesus Kristus sebagai hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia. Kemenyan: lambang imamat Yesus Kristus yg datang ke dunia utk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Bapa di surga dan bagi keselamatan umat manusia. Sedangkan mur (getah dari pohon mor yang baunya wangi) melambangkan kematian Yesus, di mana tubuh-Nya diurapi saat pemakaman-Nya. Hari Raya Epifani dulu disebut sebagai Pesta Tiga Raja, sekarang disebut sebagai Hari Raya Penampakan Tuhan.

Sumber: www.yesaya.indocell.net

Dalam tradisi Kristen, Orang majus (dari bahasa Latin: magus) atau Orang Bijak juga Raja-raja dari Timur sering dianggap sebagai orang dari kerajaan Media, mungkin pendeta Zoroastrian, atau mungkin juga magi (bentuk plural dari magus) yang mengenal astrologi dari Persia kuno. Injil Matius menyatakan bahwa mereka datang dari timur ke Yerusalem untuk menyembah Kristus. MenurutMatius mereka berjalan dengan mengikuti sebuah bintang yang datang dan dikenal sebagai Bintang Natal. Saat mereka mendekati Yerusalem, Herodes mencoba menjebak mereka untuk memberitahu keberadaan Yesus, supaya Yesus dapat dibunuhnya. Saat mereka menemukan Yesus, para orang bijak ini memberikan hadiah-hadiah: emas, kemenyan, dan mur. Raja-raja dari timur ini kemudian diperingatkan dalam mimpi oleh malaikat atas rencana jahat Herodes terhadap bayi Yesus dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang melalui jalur lain. Hal ini menyebabkan Herodes bertindak untuk membunuh semua anak kecil di Betlehem sebagai usaha untuk menggagalkan nubuatan mengenai raja yang baru lahir dan menghilangkan saingan yang dianggapnya akan merebut tahtanya. Namun pada saat pembantaian, orang tua Yesus telah diperingatkan oleh malaikat untuk mengungsi ke Mesir hingga Herodes mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.