logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Tentang Epifania (Penampakan Tuhan)

Manakah yang benar, Epifani dikaitkan dengan kunjungan tiga Raja kepada Yesus, atau dikaitkan dengan pembaptisan Yesus? Bukankah kedua peristiwa itu jauh terpisah, mengapa dirayakan bersama?

Bertrandus Rubi.

Kita harus mengetahui dulu apa arti Epifania. Kata ini diterjemahkan sebagai penampakan Tuhan, artinya bahwa peristiwa yang terjadi mengungkapkan keilahian Yesus Kristus, bahwa Yesus adalah Allah. Pengungkapan keilahian ini terjadi pada beberapa peristiwa, bukan hanya satu peristiwa saja. Karena itu, kedua peristiwa yang Anda rujuk memang dikaitkan dengan pengungkapan keilahian Yesus, bahkan juga ada perkawinan di Kana yang mengungkapkan keilahian Yesus.

Pertama, Epifania diungkapkan dalam kunjungan para Majus atau sering disebut tiga Raja, yaitu melalui persembahan yang mereka bawa, yaitu dupa sebagai persembahan untuk menghormati Allah (Mat 1:11).

Kedua, penampakan keilahian Yesus muncul dalam pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, yaitu dalam kata-kata yang terdengar di langit: ”Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Luk 3:22; Mat 3:17; Mrk 1:11; Luk 9:35).

Ketiga, perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11) yang mengungkapkan keilahian Kristus lewat mukjizat yang pertama.

Sudah sejak abad IV, pesta Epifania dikaitkan dengan empat peristiwa, yaitu kelahiran Kristus, sembah sujud orang Majus, pembaptisan-Nya, dan perkawinan di Kana.

Dr. Petrus Maria Handoko, CM

*Dikutip dari Majalah HIDUP online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.