“Mengapa Berdoa bagi Jiwa-jiwa di Api Penyucian?”

Berdoa bagi mereka yang telah meninggal dunia bukan saja bermanfaat, tetapi juga amat penting. Sayang sekali kebiasaan ini hampir terabaikan. Kita telah lupa bahwa Gereja Katolik terdiri dari tiga bagian yang tak terpisahkan: GEREJA PEJUANG (kita di dunia, yang setiap hari berjuang demi keselamatan kita), GEREJA MENDERITA (jiwa-jiwa di api penyucian) dan GEREJA JAYA (para malaikat dan para kudus di surga). Ketiga gereja tersebut membentuk Tubuh Mistik Kristus dan saling bekerja sama dalam mempertahankan pondasi gereja. Jika kita, Gereja Pejuang, lalai berdoa bagi jiwa-jiwa para saudara kita di api penyucian (Gereja Menderita), berarti kita ikut melemahkan pondasi gereja.

Sebagai warga Gereja Pejuang, sungguh penting bagi kita untuk membangkitkan kembali praktik saleh Devosi bagi Jiwa-jiwa di Api Penyucian. Jiwa-jiwa menderita di purgatorium tidak lagi dapat berdoa bagi diri mereka sendiri, mereka sama sekali tergantung pada kita. Jika kita tidak berdoa bagi mereka, maka mereka akan terlantar. Oleh sebab itu, selayaknyalah kita berusaha sebaik-baiknya menolong agar mereka segera terbebas dari siksa sementara api penyucian. Jiwa-jiwa yang dihantar masuk ke dalam Kerajaan Allah melalui doa dan kurban kita bagi mereka sementara kita di dunia, kelak akan menjadi sahabat-sahabat kita selama-lamanya di surga! Mereka akan terus menjadi pendoa yang berdayaguna bagi kita semasa kita di dunia begitu mereka masuk dalam persekutuan surgawi dan penuh sukacita menjadi warga Gereja Jaya.

Sumber: www.indocell.net/yesaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.