logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Tentang Nubuat dan Ramalan”

Apakah nubuat dan ramalan bisa berbeda arti?

Ya, ada perbedaan arti antara nubuat dan ramalan. Nubuat berarti pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun kadang dapat pula berarti pengetahuan akan hal yang lampau yang tidak diingat, atau akan hal rahasia yang terjadi sekarang, yang tidak dapat diketahui melalui akal budi. Dalam 1 Kor 14, Rasul Paulus tidak membatasi nubuat pada pengetahuan akan hal-hal yang akan datang, tetapi termasuk juga dorongan-dorongan Ilahi tentang sesuatu yang rahasia/ misteri, baik yang terjadi saat ini maupun saat nanti. Maka, menurut New Advent Catholic Encyclopedia, nubuat merupakan:

1) Pengetahuan akan hal-hal yang akan datang ataupun pernyataan akan sesuatu misteri/ rahasia pada saat ini;
2) Pengetahuan tersebut haruslah merupakan sesuatu yang supernatural, dan diberikan langsung oleh Tuhan (‘infused by God’), dan merupakan sesuatu yang di luar batas kemampuan alamiah dari akal budi;

3) Pengetahuan tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tanda ataupun perkataan agar dapat dimengerti oleh orang lain, sebab karunia nubuat diberikan terutama untuk kebaikan orang lain/ membangun jemaat. Adalah karena terang ilahi, maka Tuhan menyatakan akan hal yang akan terjadi pada para nabi, dan mereka bertugas untuk menyatakannya. Maka seorang nabi bertugas untuk membawa jemaat kepada Allah melalui karunia nubuat yang diberikan kepadanya.

Contoh yang paling mengagumkan dari nubuat dalam kitab suci adalah nubuat tentang Yesus Kristus oleh para nabi berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, yg menggambarkan ciri-ciri Yesus sang Mesias, dari kelahiranNya, sampai kematian-Nya (silakan membaca artikel Yesus – Tuhan yang dinubuatkan para nabi).

Menurut Kitab Suci, nubuat adalah salah satu dari karunia Roh Kudus (lihat 1Kor 12:10) yang digunakan untuk membangun umat Allah. Karunia nubuat ini sesungguhnya perlu diuji dan dibawa terus di dalam doa, karena mungkin saja terjadi seseorang berpikir ia menerima karunia nubuat, padahal gambaran yang diperoleh datang dari dirinya sendiri. Maka jika nubuat itu benar datang dari Allah, maka hal itu akan terjadi, sedangkan jika datang dari sendiri, hal itu bisa tidak terjadi atau salah.

Di sinilah bedanya nubuat dengan ramalan, sebab:

1) Ramalan merupakan perkiraan akan sesuatu yang akan terjadi, dan tidak menyingkapkan akan misteri/ rahasia pada saat ini.

2) Perkiraan tersebut dapat mencakup segala hal, seperti ramalan cuaca, ramalan kondisi ekonomi, ataupun ramalan politik, dsb; yang dapat menjadi di dalam batas kemampuan alamiah akal budi. Karena sifatnya perkiraan, maka dapat pula ramalan ini tidak terjadi/salah. Seseorang dapat mengandalkan diri sendiri ataupun roh-roh dunia untuk meramal, namun ramalan semacam ini tidak berasal dari Allah, dan bertentangan dengan Roh Allah (lihat pengalaman rasul Paulus pada Kis 16:16-18).

3) Ramalan tidak ditujukan untuk membangun jemaat, malah seringkali sebaliknya peramal malah memperlemah iman jemaat kepada Tuhan, karena orang menjadi lebih percaya kepada peramal daripada Tuhan.

Maka di sini kita melihat bahwa ramalan tidak sama dengan nubuat. Nubuat yang sungguh-sungguh dari Allah akan terjadi, sesuai dengan yang dinyatakan Allah, kecuali jika Allah memang menyatakan nubuat tersebut untuk semata-mata memberi peringatan keras demi pertobatan, seperti nubuat yang disampaikan oleh nabi Yunus kepada orang-orang Niniwe. Dapat pula terjadi bahwa nubuat itu sungguh benar berasal dari Tuhan, namun manusia yang menginterpretasikannya justru yang membuat kekeliruan.

Namun, nubuat para nabi yang tercantum dalam Kitab suci berasal dari Allah, dan sungguh terpenuhi dalam Kristus. Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.

 

Salam damai dalam Kristus Tuhan

**Ingrid Listiati – www.katolisitas. org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.