logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

“Kami datang untuk menyembah Dia.”

“Di manakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk Timur, dan kami datang untuk menyembah Dia.” Itulah ungkapan tulus dari para majus/sarjana yang terhitung sebagai orang pandai untuk menemukan dan menyembah Yesus Kristus yang baru saja dilahirkan. Memang, dalam dunia yang semakin modern, banyak orang justru lebih mudah untuk menemukan dan menyembah yang bukan Allah. Apa itu? Sekularisme, hedonisme, materialisme, egoisme, dsb. Itu adalah contoh-contoh bagaimana manusia justru tidak tertarik untuk terus menemukan dan menyembah Allah dalam hidup dan pengalaman sehari-hari. Seorang fisikawan cerdas bahkan terkenal di abad ini, Stephen Hawking malah memproklamirkan dirinya sebagai atheis. Gelombang atheis pun semakin banyak di mana-mana. Pada HR Penampakan Tuhan ini, marilah kita terus dengan gembira hati mengimani Yesus Kristus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dialah Penyelamat Dunia, sungguh Allah dan sungguh manusia. Seharusnya, semakin pandai, orang harus semakin beriman kepada Allah dan bukan justru menolak Allah. Semoga kita pun dimampukan untuk terus menemukan dan menyembah Allah melalui pengalaman sehari-hari yang biasa dan sederhana, melalui alam semesta di sekitar kita dan melalui perjumpaan dengan sesama teristimewa mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.***d2t 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.