Pengembangan Sosial Ekonomi oleh Fiedrich Wilhelm Raiffeisen dan Credit Union

FW Raiffeisen

Siapa sih beliau? Friedrich Wilhelm Raiffeisen adalah seorang walikota di Jerman dan pelopor Credit Union (CU). Beberapa sistem  CU dan bank koperasi telah dinamai dengan nama Raiffeisen, yang mempelopori CU di pedesaan-pedesaan.
FW Raiffeisen lahir pada 30 Maret 1818 di Hamm/Sieg (Westerwald). Dia adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Fiedrich Wilhelm Raiffeisen Ayahnya Gottfried Friedrich Raiffeisen adalah seorang petani dan juga walikota Hamm untuk sementara waktu. Pada usia 17, Raiffeisen masuk militer. Karirnya di militer membawanya ke Cologne, Coblenz dan Sayn. Sebuah penyakit mata memaksa ia untuk mengundurkan diri dari militer di tahun 1843. Selanjutnya ia berkecimpung di pelayanan publik. Ia adalah walikota dari beberapa kota: Weyerbusch/Westerwald (1845-1848), Flammersfeld/Westerwald (1848-1852), dan akhirnya Heddesdorf (1852-1865). Di usia 47 tahun, kesehatannya yang semakin buruk telah menghentikan karirnya. Ia menderita typus pada tahun 1863 selama epidemi yang membuat isterinya meninggal. Sejak uang pensiunnya yang kecil tidak mencukupi untuk menghidupi keluarganya, Raiffeisen memulai pabrik cerutu kecil dan kemudian beralih pada bisnis anggur. Pada tahun 1867, ia menikah dengan seorang janda bernama Maria Panseroth. Raiffeisen meninggal pada 11 Maret 1888 di Neuwied, Heddesdorf, tidak lama sebelum ia berulang tahun yang ke-70.

Olah Batin Raiffeisen: Credit Union

Apa hubungan Raiffeisen dengan CU? Raiffeisen melahirkan gagasan CU selama masa jabatannya sebagai walikota di Flammersfeld. Ia tidak tahan melihat penderitaan petani yang sering berada dalam cengkeraman rentenir. Ia mendirikan bank koperasi pinjaman yang pertama kali pada tahun 1864 dan selanjutnya berkembang menjadi CU.
Digerakkan oleh penderitaan dari orang miskin yang menjadi bagian dari masyarakatnya, selama musim dingin pada tahun 1846-1847 ia mendirikan “Paguyuban Roti dan Pasokan Gandum”. Ia memiliki tepung yang dibelinya dengan uang sumbangan pribadi. Roti tersebut dipanggang pabrik roti yang dibangunnya sendiri dan dibagikan secara kredit kepada mereka yang paling miskin di antara penduduk. Masyarakat roti ini didirikan pada tahun 1849 di Flammersfeld dan masyarakat penderma ini didirikan pada tahun 1854 di Heddesdorf, yaitu masyarakat pra-koperasi berdasarkan pada prinsip bantuan kebaikan hati.

Prinsip-prinsip dalam Ber-CU

Apa prinsip-prinsip Raiffeisen dalam ber-CU? Misi CU adalah menolong orang agar dapat menolong diri sendiri. Ada empat prinsip yang diberikan oleh Raiffeisen. Pertama, Raiffeisen mengungkapkan mengenai tujuan CU. Dalam pertemuannya dengan 30 orang yang ingin ber-CU, Raiffeisen mengatakan : “Saya tidak dapat menawarkan kepada anda sebuah keajaiban yang akan membebaskan anda dari kemiskinan tanpa adanya usaha dari anda sendiri. Tetapi satu cara yang saya tidak tahu apakah orang dapat mengikuti dan yang mana, jika semua bekerja bersama untuk hal yang baik, dapat mencapai tujuan ini – kebebasan dari keinginan. Kita harus memulai dari prinsip dasar ini, yang menjadi cara untuk memperbaiki kesejahteraan fisik, lalu kesejahteraan spiritual, dan juga meningkatkan keuntungan. Dengan cara menyediakan pinjaman untuk keperluan anggota yang rajin dari komunitas Anda, mereka akan memampukan dirinya untuk menikmati buah dari usaha dan penghematannya daripada bekerja untuk kepentingan para lintah darat. Dengan cara ini, mereka akan menjadi bebas dari berbagai bentuk pertolongan luar yang hanya dapat mengurangi kemiskinan mereka dengan semua konsekuensi yang lebih pahit.” Dengan demikian, tujuan CU adalah meningkatkan  kesejahteraan fisik dan dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rohani seseorang.
Kedua, Raiffeisen mengingatkan mengenai peningkatan belanja dan sebagian pengeluaran adalah tidak berguna karena bukan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. ”Kemewahan dari peralatan yang tidak berguna serta gaun yang berkilauan tidak hanya tumbuh dalam lingkungan perkotaan, tetapi juga ditemukan di tempat yang jauh di dataran tinggi pegunungan. Uang dibelanjakan untuk itu dan untuk hiburan, bahkan ketika tidak ada uang yang tersisa untuk kebutuhan sehari-hari.” Berdasarkan pernyataan Raiffeisen, anggota CU membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Diperlukan penggunaan uang yang bijaksana, karena orang harus memikirkan masa depannya. Itulah pentingnya untuk membebaskan diri dari keinginan.
Ketiga, Raiffeisen memberikan prinsip menabung. Menabung adalah penghematan dan ketekunan. Penghematan dan ketekunan penting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan komunitas secara keseluruhan. “Dua faktor yang relevan terhadap perbaikan kondisi ekonomi dari penduduk pedesaan yang sejauh sisi material kehidupan mesti diperhatikan yakni: penghematan dan ketekunan. Kedua kebaikan saling berhubungan secara dekat. Ketekunan hanya bisa bertahan ketika dia membawa hasil yang baik dengan dorongan usaha tambahan, sedangkan kurangnya keberhasilan menyebabkan keputusasaan dan kelemasan. Bantuan dari CU adalah panggilan untuk meningkatkan ketekunan. Untuk menjamin kegunaannya dalam segala hal, maka kecenderungan untuk menyimpan harus didorong, dan kesempatan harus ditawarkan untuk menginvestasikan uang yang diperoleh dengan kerja keras secara aman dan dengan bunga yang memadai/bagus.”
Keempat, Raiffeisen mengingatkan bahwa uang bukanlah tujuan itu sendiri, melainkan sebuah sarana untuk mencapai tujuan. “Berkali-kali kami telah menunjukkan fakta bahwa uang tidak mewakili tujuan itu sendiri, sejauh keprihatinan CU, tetapi itu adalah cara untuk meningkatkan kondisi semua anggota dalam segala hal. Tujuan utama uang adalah perkembangan kekuatan moral dan fisik. Hal ini adalah prasyarat bagi semua kemajuan. Jika banyak uang datang ke Credit Union yang baru didirikan dari awal, badan terkemuka (Pengurus-Pengawas) mungkin menggunakannya sembarangan, dan hasilnya akan menjadi sebaliknya dari apa yang seharusnya. Tidak ada keamanan yang lebih besar untuk kreditur yang dapat dibentuk dari apa yang ditawarkan oleh CU yang anggotanya adalah seluruh kepala keluarga dari sebuah paroki atau komunitas, yang bersatu untuk saling membantu, menjaminkan semua harta miliknya untuk tujuan ini.” CU berbasis komunitas. Setiap orang harus membantu diri sendiri dan kerjasama yang saling menguntungkan.
Ada kecenderungan bahwa CU hanya sekedar menjadi upaya simpan pinjam saja. Sekali lagi Raiffeisen mengingatkan bahwa CU tidak boleh membatasi dirinya hanya sebagai pemberi pinjaman. Tujuan utama CU adalah mengontrol penggunaan uang, memperbaiki nilai moral dan fisik setiap orang, dan memberdayakan mereka untuk bertindak sendiri (mandiri).” Sekarang ini, beberapa paroki merintis dan mengembangkan CU. Hal pertama kali yang perlu dilakukan adalah mengenal Raiffeisen dan prinsip-prinsipnya dalam ber-CU. Orientasi awal dalam ber-CU yang dirumuskan oleh Raiffeisen akan membantu CU di paroki-paroki dalam mengembangkan kemerdekaan ekonomi umat dan masyarakat di sekitarnya. Selamat berkenalan dengan Raiffeisen dan selamat ber-CU.
Ber-CU selaras dengan upaya kita dalam pewartaan kabar gembira Injil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.