logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Dipersembahkan dan Dikuduskan”

Kometpanas_Pameran_2012__29Ada banyak orang tua dg gembira dan penuh semangat membawa anak-anaknya utk ikut beribadat di gereja. Tentu ini baik dan benar terlebih usaha utk semakin mendekatkan anak-anak kepada Tuhan. Meski demikian seringkali ditemui bahwa anak-anak dibiarkan bermain-main selama Ekaristi sementara orang tua asyik khusyuk berdoa. Loh…koq?  Dalam Injil hari ini, kita melihat bagaimana Bapa Yusuf dan Bunda Maria bersama-sama ke Bait Allah utk mempersembahkan Yesus, anak sulung mereka ke hadirat Allah. Ini adalah tradisi iman yg dihidupi oleh bangsa Yahudi dan dilaksanakan dg sepenuh hati. Dengan mempersembahkan anak sulung kepada Allah artinya orang tua mendekatkan dan memperkenalkan anak kepada Allah Sang Pemberi Hidup. Selain itu, orang tua juga menguduskan anaknya agar dengan demikian nantinya mampu hidup dan menghidupi kekudusan sebagai anak-anak Allah. Bapa Yusuf dan Bunda Maria menyadari tanggung jawab mereka itu. Maka, tidak mengherankan bahwa karena didikan dan teladan mereka, Yesus dalam usia 12 th sudah dapat menyatakan keterarahan-Nya saat Ia ditemukan di Bait Allah, “Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:49). Merenungkan Injil hari ini, kami mengajak para orang tua agar sungguh bisa membantu anak-anaknya makin mengenal dan mencintai Tuhan bukan justru membiarkan mereka menjauh dari Tuhan. Mari kita upayakan bersama sebagaimana Bapa Yusuf dan Bunda Maria telah memberikan teladan kepada kita dalam mengasuh Yesus dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.