logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Jumat, 21 Januari 2022

“Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil”. <Mrk 3:13-19> Tanggungjawab sebagai umat beriman adalah menjadi murid-Nya dengan setia dalam

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 20 Januari 2022

“Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.” <Mrk 3:7-12> Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu membuat kebaikan

Selengkapnya »

Maria Valtorta

Maria Valtorta adalah seorang perempuan awam Italia yang luar biasa, seorang mistikus yang kepadanya dianugerahkan serangkaian penglihatan akan kehidupan Tuhan kita, dimulai sebelum kelahiran-Nya, dan berakhir dengan Kenaikan Santa Perawan Maria ke surga.Maria Valtorta
Tuhan kita memerintahkannya untuk menuliskan penglihatan-penglihatan ini, dan ia dengan penuh kasih taat, meskipun pada waktu itu (dan hingga akhir hayatnya) ia sama sekali tak dapat meninggalkan tempat tidurnya karena cedera tulang belakang, dan menderita hebat akibat komplikasi dari setidaknya dua penyakit serius lainnya. Maria mulai menuliskan penglihatan-penglihatannya pada buku-buku catatan pada tahun 1943 dan terus menuliskannya (bahkan selama perang) hingga tahun 1953. Ketika selesai, penglihatan-penglihatan itu, yang meliputi seluruh kehidupan Tuhan kita, terdiri dari sekitar sepuluh ribu halaman tulisan tangan, yang kemudian disusun dan diterbitkan menjadi sebuah karya besar berjudul “The Poem of the Man-God ” (“Puisi Manusia-Allah”), Centro Editoriale Valtortiano srl, 1989.
Bersama dengan karya luar biasa Puisi Manusia-Allah, Maria juga dianugerahi tambahan limaribu halaman tulisan tangan lainnya, yang meliputi penjelasan atas ayat-ayat Kitab Suci yang disampaikan kepadanya oleh malaikat pelindungnya (bernama Azarya), bersama dengan beberapa informasi luar biasa mengenai biografi dan sejarah para martir Kristen pertama (sebagian dari mereka kemartirannya ia lihat dalam penglihatan-penglihatan yang dianugerahkan kepadanya), dan beberapa pelajaran doktrin yang disampaikan kepadanya melalui “suara batin” yang juga dikenal sebagai ungkapan batin [interior locution]. Sebagian dari karya-karya ini sekarang telah dipublikasikan dengan judul “Maria Valtorta – Buku Catatan” yang diterbitkan dalam beberapa serial buku, dan juga “Kitab Azarya” yang berisi bimbingan rohani dan informasi pencerahan yang disampaikan malaikat pelindungnya.
Maria memiliki kasih yang luar biasa kepada Allah dan kepada jiwa-jiwa. Orang sering datang mengunjunginya agar dikuatan dan disemangati oleh perkataannya dan senyumnya yang lemah lembut. Sebab dirinya sendiri telah mengalami begitu banyak penderitaan, ia mengerti rasa sakit dan penderitaan mereka, dan dapat membimbing dan mendorong mereka untuk menerima salib hidup sehari-hari. “Kerasulan Rohani” bagi jiwa-jiwa hanyalah sebagian dari hidupnya sebagai jiwa yang berkurban, yang terdiri terutama atas penyerahan penderitaannya yang banyak itu dalam persatuan dengan Yesus sebagai silih bagi para pendosa. Dalam penglihatannya, Yesus sering menyebutnya “Yohanes kecil”, mengacu pada Rasul Yohanes yang dikasihi-Nya, ia yang sangat mengasihi Yesus. Hidup Maria Valtorta dapat dibagi menjadi dua tahap: Pertama, dari kelahirannya hingga ke kelumpuhan kedua kakinya pada usia 37 tahun; yang kedua dari masa kelumpuhannya, yang membuatnya sama sekali terbaring di tempat tidur hingga wafatnya pada tahun 1961, 27 tahun kemudian.
Sumber : http://yesaya.indocell.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.