Tegaslah Melawan Godaan Setan!

Malam Puncak 48Thn_0032

Memasuki Minggu I Prapaskah, kita diajak bersama Tuhan Yesus memasuki padang gurun sbg “kawah Candradimuka” pelaksanaan puasa-matiraga. Dalam Injil hari ini, Yesus dg tegas menolak setan yg dg licik berupaya menjatuhkan puasa Yesus dengan tiga godaan mendasar: makanan, popularitas dan harta kekayaan. Sikap tegas Yesus atas godaan, hendaknya juga harus menjadi sikap dasar kita utk selalu menolak godaan sesat & jahat.Pertama, makanan. Godaan akan makanan bukan hanya di saat orang lapar tetapi juga bahkan ketika kenyang. Kisah orang kaya yg bodoh (Luk 12:13-21) menunjukkan dg jelas betapa ketamakan bisa menguasai hidup. Banyak orang merasa takut tdk akan bisa makan sampai menimbun begitu banyak makanan dan merasa bahwa itu sah-sah saja karena punya uang. Kita lihat di kulkas: Berapa banyak makanan yg kadaluwarsa bahkan busuk? Kalau demikian halnya, kita sungguh berdosa secara sosial padahal prinsip Injil jelas dan sederhana: “Berilah kami makanan yg secukupnya pada hari ini” (Matius 6:11). Ingatlah akan sikap makan yg benar: “Makanlah saat Anda sungguh lapar, ambillah secukupnya, habiskan yg Anda ambil.” Kebiasaan menyisakan makanan di piring dg alasan apapun adalah penghinaan kepada Tuhan yg memberikan rejeki & kepada sesama yg kelaparan.

Kedua, popularitas. Siapakah yg tdk bangga menjadi orang terkenal? Mengherankan pula, ada orang yg gila gelar dengan mencari aneka titel bahkan meskipun dari lembaga pendidikan abal-abal demi popularitas. Mereka yg mencari popularitas akan jatuh dlm sebentuk pencitraan belaka.

Ketiga, harta kekayaan. Yg miskin maupun yg kaya sama-sama menginginkannya. Yg memprihatinkan, tak jarang kaum selibater justru jatuh dlm tindakan memperkaya diri dan tampil bermewah-mewah. Paus Fransiskus sangat keras dalam hal ini dg mengingatkan para imam khususnya utk tetap hidup sederhana dan bukan malah hidup kaya dalam limpahan materi. Ingatlah bahwa harta kekayaan hanyalah sarana dan bukan tujuan. Maka kita tdk bisa mengabdi kepada dua tuan (Matius 6:24). Terhadap harta kekayaan berlaku prinsip dasar ini: boleh dekat, boleh akrab tetapi jangan lekat! Janganlah kita dikuasai atau menjadi budak harta kekayaan. Marilah kita tegas melawan godaan setan sebagaimana Yesus telah lakukan. Sanggup? Mau?***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.