logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Pemungut cukai ini pulang ke rumahnya, sebagai orang yang dibenarkan Allah (29 Maret 2014)

Lukas 18:9-14
Prayer
“Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”
Merendahkan diri tidak sama dengan rendah diri. Rendah diri (inferiority) memiliki konotasi negatif: pesimis, merasa tidak mampu, melihat diri serba negatif dan kurang mesnyukuri potensi dan semua anugerah yang diberikan Tuhan. Sementara itu, merendahkan diri mempunyai makna yang positif dan dekat dengan rendah hati. Orang yang merendahkan diri adalah orang yang menyadari baik kelebihan maupun kelemahan atau kekurangannya. Atas kelebihan yang dimiliki, ia tidak sombong dan pamer tetapi mesyukuri, mengembangkan dan menggunakan sebaik-baiknya serta tidak ragu untuk membagikan kepada sesama. Atas kekurangannya, ia tidak berkecil hati dan pesimis namun berusaha untuk menerima apa adanya sambil terus mencari cara untuk mengatasinya. Sadar akan kelemahan yang dimilikinya, ia tidak mudah mencela orang lain yang mempunyai kelemahan tetapi justru mau menghargainya. Orang yang merendahkan diri ini bisa diibaratkan dengan tanaman padi: semakin berisi semakin menunduk dan merundukkan diri.
Orang Farisi dalam Injil hari ini, mungkin benar. Ia melakukan semua yang dikatakannya dalam doa. Namun, ia jatuh dalam kesombongan, tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sekaligus merendahkan sesama. Sementara itu, si pemungut cukai, pasti dia mempunyai banyak potensi karena dilihat dari pekerjaannya saja tentu ia mempunyai keahlian di bidang perpajakan, keuangan dan relasi sosial. Namun, ia tidak menyombongkan diri. Ia merasa tidak perlu memberi laporan kepada Tuhan atas semua kebaikannya karena toh itu semua karena Tuhan yang memampukan. Sikapnya yang merendahkan diri inilah yang menjadikan dirinya sebagai orang benar di hadapan Tuhan dan tentunya doa-doanya didengarkan oleh Tuhan.
 
Doa: Tuhan, anugerahilah aku kerendahan hati agar aku selalu merendahkan diri dihadapan-Mu dan menghargai sesaku. Amin. -agawpr-
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.