logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

“Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”

hari-minggu-palmaLazimnya, seorang raja menunggang kuda bukan keledai. Kuda adalah simbol kekuatan dan keperkasaan sehingga merupakan kendaraan perang (Yes 31:1-3; 1Raj 4:26). Sementara keledai adalah simbol kelemahlembutan, bahkan sering dikatakan sebagai binatang yang bodoh. Namun, keledai selalu siap sedia melayani karena sadar akan dirinya sebagai binatang untuk mengangkut beban. Yesus memasuki kota Yerusalem bukan untuk mengobarkan perang melawan orang Yahudi yang memusuhi dan hendak membunuh-Nya, juga bukan untuk melawan penjajah Romawi seperti yang dilakukan orang-orang zelot. Ia datang ke Yerusalem untuk menderita guna menanggung beban dosa kita dan mengangkat serta mengangkutnya pergi supaya kita dibebaskan dan diselamatkan. Maka, Ia menunggang keledai, binatang yang biasa menanggung dan mengangkut beban tuannya. Dengan demikian, Ia sungguh mengosongkan diri danmengambil rupa seorang hamba yang harus berkorban untuk menanggung beban dan hukuman (bdk. Flp 2:6-11). Beban dan hukuman itu, seharusnya kita yang mananggungnya karena kita yang melakukan dosa, tetapi semua itu ditanggung-Nya demi kebebasan dan keselamatan kita. Yesus telah mengorbankan diri-Nya untuk kita, maka kita pun juga diajak untuk mau dan berani berkorban bagi sesama. Yesus telah menanggung beban kita, maka kita pun juga harus saling tolong menolong dalam menanggung dan meringkankan beban-beban kehidupan ini.

Doa: Tuhan Engkau telah mengorbankan diri demi keselamatan kami. Berilah kami kemauan dan kerelaan untuk berborban bagi orang lain dan saling tolong-menolong untuk menanggung dan meringankan beban-beban kehidupan kami. Amin. -agawpr-
Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.