logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Do You Know about “Santo Petrus”?

url

Simon Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas nama yang diberikan Yesus) adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16). Menurut Injil Yohanes Petrus lahir di Betsaida, Galilea, dan ayahnya bernama Yohanes (Yohanes 1:42)/Yunus (Matius 16:17). Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”(Yohanes 1:42)Dikisahkan juga bahwa Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Petrus yang berarti Petrus pernah menikah. Sebelum ia mengikuti Yesus, ia dan saudaranya, Andreas bekerja sebagai penjala ikan (nelayan). Dalam Injil Matius dan Markus diceritakan bahwa Petrus sedang mencari ikan di danau Genesaret ketika Yesus menghampiri mereka dan berkata, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19).
Rasul ini walaupun pernah menyangkal Yesus 3 kali .Yesus memperingatikan Petrus bahwa setelah Ia ditangkap nanti, Petrus akan menyangkalNya tiga kali(, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Matius 26:34)) adalah sosok terdepan dalam jajaran para Rasul.Mengapa? karena :

1. Petrus yang pertama kali mengakui imannya akan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16, Markus 8:29, Lukas 9:20
2. Petrus bersama yokubus dan Yohanes adalah saksi Transfigurasi Kristus.( Injil Matius 17:1-12, ,Injil Markus 9: 2-13 , Injil Lukas 9: 28-36
3. Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Petrus menolak kakinya dicuci oleh Yesus yang mencuci kaki murid-muridnya (karena ia merasa tidak layak), Yesus menjawabnya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Petrus lalu menjawab Yesus, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” (Yohanes 13:6-9)
4. Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Yesus akan ditangkap, Petrus menghunus pedangnya dan memotong telinga kanan hamba Imam Besar yang mencoba menangkap Yesus, yang bernama Malkhus. Yesus lalu menegur Petrus, dan di dalam Injil Lukas ditambahkan bahwa Yesus lalu menjamah telinga Malkhus dan menyembuhkannya. (Lukas 22:51)
5. Dalam Injil Matius diceritakan Petrus yang berjalan di atas air ketika ia melihat Yesus yang berjalan di atas air, namun karena ia takut, maka ia tenggelam lalu ditolong oleh Yesus. (Matius 14:22-32).

Maka tidaklah heran jika Yesus memilihnya menjadi pemimpin para para Rasul bahkan sebagai dasar dari Gereja yang didirikanNya.Mungkin banyak juga yang tidak mengamini peran ini bahkan menuduh bahwa Petrus sebagai pemimpin para Rasul (paus I) hanya legetimasi dari Gereja katolik. Tapi coba kita lihat Sabda Yesus di Kitab Suci.
1. “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 16:18-19)
2. “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (Lukas 22:31-34)
3. Yoh 21 : 15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.Yoh 21 : 16 ” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.Yoh 21 : 17 ” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /”Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Bisa kita lihat :Yesus mendirikan GerejaNya diatas batu karang Petrus, dan Petrus di beri mandat menggembalakan domba2 Yesus.(umat Kristen) sampai 3 kali, sebuah peneguhan yang tidak bisa disangkal.Dan juga untuk menguatkan iman saudara2nya( para rasul).Ayat2 diatas jelas, lugas dan tegas.

Hal mandat kepemimpinan Petrus ini dihayati betul oleh para rasul ini terlihat pada nas kitab suci :
1. Pada peristiwa Pentakosta :Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan pagi, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel.
2. Petrus memimpin konsili Yerusalem yang pertama ketika terjadi perdebatan masalah sunat. Kisah Para rasul 15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: “Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.coba kita lihat dengan mantapnya Petrus mengatakan,”sejak semula Allah memilih aku diantara kamu”.Dan semua murid mengamini bukan? Mengapa kemudian setelah berabad2 ada yang menyangkal ?.
3. Ketika Petrus menjadi uskup di Yerusalem maka semua hal menyangkut iman berkiblat ke Yerusalem, kemudian ketika Petrus menjadi uskup ke Anthiokia selama kurang lebih 7 th (Gal 2:11-21), maka kiblat ajaran iman beralih ke Anthiokia maka ketika Petrus menjadi uskup Roma (1 Pet 1:1, 5:12-13)sampai pada kemartirannya maka kiblat iman menjadi tetap ke Roma. Ini diamini sampai 1000 th kemudian sampai skisma besar th 1054 terjadi, dan saudara kita yg orthodok menyangkal warisan iman ini(sebetulnya masalah ini lebih karena politis karena ketika romawi barat / Roma hancur dan romawi timur /konstantineopel pada masa kejayaan maka romawi timur tidak mau tunduk secara politis yang berimbas pada Gereja karena waktu itu Gereja dan Negara hampir2 identik.Masalah kemartiran St. Petrus Konon menurut tradisi, ia memang sedang dalam perjalanan meninggalkan Roma ketika ia berjumpa dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau pergi?” (dalam bahasa Latin: “Quo Vadis Domine?”) Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan kedua kalinya.” Kemudian Petrus berbalik dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita dan wafat bagi Yesus.
Maka berbahagialah orang yang berlindung pada Gereja ini karena mendapat jaminan langsung dari Kristus. Gereja yang Yesus didirikan bukan Gereja yang abstrak tapi dalam arti nyata. Mengapa? dengan penjelmaan Allah (yang transenden ) menjadi Manusia (nyata) maka Gereja yang didirikan Kristus adalah juga Nyata. Yaitu Gereja yang satu (satu iman, satu baptisan ,satu ajaran, satu pimpinan),kudus , katolik (umum/universal ),dan apostolic (berdasarkan warisan iman para rasul dan deposit iman itu dijaga oleh pengganti2nya).
Deo Gratias.

Sumber : www.facebook.com/groups/athanasius.karangpanas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.