“Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah.” (14 Mei 2014)

Prayer

Yohanes (15:9-17)

Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
  
Jabatan adalah amanah atau kepercayaan. Orang yang mempunyai jabatan dituntut tanggung jawab lebih besar. Ketika orang tidak bisa lagi melaksanakan amanah atau tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya maka jabatan tidak akan lagi diberikan kepadanya. Jabatanya akan diambil atau diserahkan kepada orang lain.

Hal kehilangan jabatan inilah yang dialami oleh Yudas Iskariot, salah seorang yang termasuk dalam bilangan kedua belas rasul, tetapi kemudian Ia mengkhianati Yesus. Jabatannya yang kosong dalam bilangan kedua belas rasul harus digantikan atau diberikan atau dipercayakan kepada orang lain. Setelah mereka berdoa memohon terang karunia dan petunjuk dari Roh Kudus, dan setelah mereka membuang undi maka terpilihlah Matias untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot untuk menggenapi bilangan kedua belas rasul.

Matias bersama rasul-rasul yang lain bertugas untuk mewartakan atau memberi kesaksian tentang sabda, karya dan kebangkitan Yesus. Matias setelah terpilih berusaha untuk melaksanakan tugas atau tanggung jawabnya sebagai rasul dengan sebaik-baiknya. Ia adalah rasul yang setia, tekun, dan bersemangat. Tahun kematiannya tidak diketahui secara pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.

Matias, seperti rasul-rasul yang lain, senantiasa mengasihi Tuhan Yesus, bahkan mau mengorbankan nyawa untuk-Nya. Maka ia sekarang tinggal di dalam kasih-Nya dan menikmati sukacita dalam kerajaan-Nya. Matias setia mengikuti Yesus, maka ia menghasilkan buah yang baik dalam hidupnya.

Doa

Allah Bapa yang Mahabaik, Santo Matias telah terpilih untuk menjadi rasul berkat kesetiaannya mengikuti Yesus, Putra-Mu. Berilah kami kesetiaan dalam menjalani hari-hari hidup ini yang terkadang melelahkan bahkan saat mengalami kejenuhan. Berkatilah usaha dan niat-niat kami untuk tetap setia dan tekun menjadi pengikut-Mu. Semoga hari ini kami dapat menjalankan perintah-Mu, “Kasihilah seorang akan yang lain” dan menjadi duta cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.