“Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu”(27 Mei 2014)

Yesus Menampakan Diri ke para muridYoh 16:5-11

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus pergi, Roh Kudus datang. Dengan demikian, Allah selalu menyertai kita dan menjamin keselamatan kita sepanjang segala zaman. Hal ini tidak lepas dari rangkan sejarah keselamatan Allah bagi kita. Kalau kita membaca Kitab Suci dari awal (Kitab Kejadian) sampai akhir (Kitab Wahyu), kita akan menangkap benang merah tentang sejarah keselamatan itu sebagai satu kesatuan karya Allah Tritunggal: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Hal ini telah direfleksikan oleh para Bapa Konsili Vatikan II dan diajarkan dengan amat jelas, setidaknya dalam dua konstitusi yang dihasilkannya, yakni Konstitusi tentang Liturgi Suci (Sacrosanctum Concilium) dan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (Lumen Gentium). SC 5 mengajarkan bahwa “Allah menghendaki supaya semua manusia selamat dan mengenal kebenaran (1 Tim 2:4). Setelah Ia pada zaman dahulu berulang kali dan dengan pelbagai cara bersabda kepada nenek-moyang kita dengan perantaraan para nabi (Ibr 1:1), ketika genaplah waktunya, Ia mengutus PuteraNya, sabda yang menjadi daging dan diurapi Roh Kudus, untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum miskin, untuk menyembuhkan mereka yang remuk redam hatinya(8), ‘sebagai tabib jasmani dan rohani’, Pengantara Allah dan manusia. … Adapun karya penebusan umat manusia dan permuliaan Allah yang sempurna itu telah diawali dengan karya agung Allah ditengah umat Perjanjian Lama. Karya itu diselesaikan oleh Kristus Tuhan, terutama dengan misteri Paska: sengsara-Nya yang suci, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan kenaikan-Nya dalam kemuliaan. Dengan misteri itu Kristus menghancurkan maut kita dengan wafat-Nya, dan membangun kembali hidup kita dengan kebangkitan-Nya.” Kemudian, LG 4 melanjutkan, “Ketika sudah selesailah karya, yang oleh Bapa dipercayakan kepada Putera untuk dilaksanakan didunia (lih Yoh 17:4), diutuslah Roh Kudus pada hari Pentekosta, untuk tiada hentinya menguduskan Gereja. Dengan demikian umat beriman akan dapat mendekati Bapa melalui Kristus dalam satu Roh (lih Ef 2:18). Dialah Roh kehidupan atau sumber air yang memancar untuk hidup kekal (lih Yoh 4:14; 7:38-39). Melalui Dia Bapa menghidupkan orang-orang yang mati karena dosa, sampai Ia membangkitakan tubuh mereka yang fana dalam Kristus (lih Rom 8:10-11). Roh itu tinggal dalam Gereja dan dalam hati umat beriman bagaikan dalam kenisah (lih 1Kor 3:16; 6:19). Dalam diri mereka Ia berdoa dan memberi kesaksian tentang pengangkatan mereka menjadi putera (lih Gal 4:6; Rom 8:15-16dan 26). Oleh Roh Gereja diantar kepada segala kebenaran (lih Yoh 16:13), dipersatukan dalam persekutuan serta pelayanan, diperlengkapi dan dibimbing dengan aneka kurnia hirarkis dan karismatis, serta disemarakkan dengan buah-buah-Nya (lih Ef 4:11-12; 1Kor 12:4; Gal 5:22). Dengan kekuatan Injil, Roh meremajakan Gereja dan tiada hentinya membaharuinya, serta mengantarkannya kepada persatuan sempurna dengan Mempelainya.” Kalau disingkat, maka ajaran Konsili Vatikan II ini menegaskan tentang karya keselamatan Allah bagi kita yang direncanakan oleh Allah Bapa (bdk. LG 2), dilaksanakan dan diselesaikan oleh Allah Putera (bdk. LG 3, SC 5) dan diteruskan serta dijamin keberlangsungannya oleh Roh Kudus (bdk. LG 4). Marilah kita selalu membuka diri pada bimbingan Roh Kudus yang diutus Bapa dan Yesus untuk menjamin keselamatan kita. Dialah yang akan selalu menginsafkan kita “akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku”

Doa

Tuhan, bukalah hati kami akan Roh Kudus-Mu, agar dalam bimbingan-Nya kami mampu mengupayakan kekudusan hidup dan akhirnya sampai kepada Kerajaan-Mu di surga. Amin. -agawpr-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.