“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”(2 Juni 2014)

Always_B_w_th_uYoh 16:29-33
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat, sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Beberapa pengkotbah seringkali mengatakan dengan berapi-api bahwa menjadi pengikut Kristus itu serba enak, sejahtera, berkelimpahan, tanpa masalah dan penderitaan. Namun, realitanya tidak demikian. Tanpa perlu menyebut contoh, kita sudah tahu bahwa banyak pengikut Kristus justru mengalami penderitaan dan penganianyaan karena iman. Bahkan, boleh dikatakan bahwa Gereja justru berkembang secara tahan uji karena berbagai macam penderitaan dan penganiayaan yang dialaminya sepanjang zaman. Pada awal mula, ketika jemaat perdana dianiaya, mereka tercerai-berai dan tersebar di berbagai tempat. Namun, justru di tempat-tempat mereka melarikan diri itulah, mereka bersaksi dan mewartakan Injil sehingga Gereja berkembang di berbagai tempat (Kis 8). Kemudian, sejak pemerintahan Roma dipegang Kaisar Nero (54-68 M) sampai dengan Kaisar Diocletian (284-305 M), Gereja tidak pernah terlepas dari penganiayaan. Namun, betapa pun hebatnya penderitaan dan penganiayaan yang mereka alami, mereka sungguh percaya dan menghayati pesan Yesus “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Kendati fisik mereka lemah dan dikalahkan oleh maut melalui aneka bentuk penganiayaan dan pembunuhan yang keji, namun hati dan iman mereka tetap kuat. St. Paulus memberi kesaksian “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus dalam tubuh kami, supaua kehidupan Yesus juga menjadi nyata dalam tubuh kami. Dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah” (2 Kor 4:8-10;6:4). Semoga, dengan teladan dan kesaksian para martir abad-abad pertama ini, kita tidak berkecil hati ketika harus menghadapi dan mengalami berbagai macam penderitaan tetapi justru semakin mengobarkan semangat kita untuk menghayati iman kita dalam kesatuan dengan pengharapan dan kasih.

Doa
Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan, bertekun dalam doa dan berkobar dalam kasih. Amin. -agawpr-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.